cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
Harapan


__ADS_3

sang surya sudah tak menampakan cahayanya pertanda malam mulai menyambut, Vieeta masih berbalut selimut tebal nya setelah sholat magrib tadi ia lanjut tidur karna masih merasa mengantuk.


namun indra pendengarannya terganggu dengan suara ketukan di pintu kamarnya.


tok tok tok


"vợ (istri) sudah bangun belum" panggil Dat Thien dari luar .pria itu ia memang biasa memanggil Vieeta dengan sebutan istri meski mereka baru pacaran


namun Dat Thien merasa bahwa Vieeta adalah orang yang selama ini ia cari. ia sangat mencintai Vieeta melebihi apa pun bahkan dirinya akan memperkenalkan kekasihnya itu kepada seluruh keluarga nya di Vietnam nanti setelah pulang dari indonesia.


Vieeta turun dari ranjangnya, ia mengenakan jilbabnya dan menuju ke arah pintu dengan wajah yang masih terlihat bangun tudur. ia pun membuka pintu kamarnya dan terlihat Dat Thien yang sudah berdiri di depan kamarnya dengan wajah segar.


"baru bangun" tanya Dat Thien


"iya masih ngantuk" Vieeta mengangguk dan sesekali menguap


"kita jalan-jalan yuk biar seger, sudah di tunggu Quan Khoi dan Anh Tuan di depan. Reza pun sudah di depan" ajak Dat Thien


" ya udah bentar ya mau siap- siap dulu" setelah mendapat anggukan dari kekasinya ia pun menutup pintu kamar kembali dan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar rasa kantuk itu hilang


sementara Dat Thien keluar menemui ketiga temannya itu


.


"gimana udah bangun Vieeta nya" tanya Quan Khoi yang kini memakai sepatunya


"udah, lagi siap-siap sekarang orangnya" jawab Dat Thien ia pun memakai sepatunya


"kak gendong akau" Anh Tuan langsung nemplok di pinggung Dat Thien seperti bayi koala

__ADS_1


"heh udah gede juga masa minta gendong segala, mending gendong Vieeta ketimbang gendong kamu" gerutu Dat Thien ia berusaha melepaskan tangan Anh Tuan.


(sekarang pake bahasa yang ringan aja ya biar gak monoton dan bebas biar seru percakapannya)


"gak mau tetep mau gendong" Anh Tuan bukannya melepaskan cekalan di pundak Dat Thien justru ia malah semakin erat


"dasar bocil, udah kerjaannya tidur sekarang malah manja" Dat Thien terpaksa menurut


melihat tingkah keduanya Reza dan Quan Khoi pun tertawa ia tak lupa mengabadikan dengan ponselnya untuk kemudian di uplod di media sosial milik mereka masing-masing


"udah gede woy!!! manja kaya bayi" Quan Khoi menendang pantat Anh Tuan pelan membuat Anh Tuan melepaskan lingkaran tangannya di pundak Dat Thien ia langsung mengusap-usap pantatnya


"hahahaha....dasar bocah" Reza tertawa renyah


"ngeselin banget sih. bilang aja kalo iri" Anh Tuan pun kembali duduk sementara, Dat Thien merasa lega akhirnya adik bontotnya itu melepaskan gendongannya


"hai guys...lama ya nunggu" Vieeta menghampiri ke empat lelaki itu dengan suara sedikit nyaring dan berlari melompat ke arah para lelaki yang menunggu dirinya


"biarin wlek" Vieeta memeletkan lidahnya " ayok katanya mau jalan, udah di bela-belain siap-siap juga walaupun tadi lagi ngantuk" Vieeta mengerucutkan bibirnya


"jangan kaya itu Vi, nanti aku ke bablasan loh" Dat Thien menggoda Vieeta


"apa sih..gajelas banget, udah ayo" Vieeta menarik Dat Thien jalan lebih dulu


"dasar bocah" Reza geleng-geleng kepala dengan tingkah Vieeta yang absurt


dan kelima orang itu kini berjalan beriringan sekedar jalan-jalan menikmati udara malam dan tentunya cari makanan. karna nanti jam 2:45 pagi mereka akan menuju Gunung Bromo


Vieeta dan Dat Thien berjalan beriringan dengan mengayunkan tangan yang saling bergenggaman serta terkadang bercanda ,berjalan bak anak kecil yang mengayunkan kakinya melompat kecil.

__ADS_1


di belakang nya Quan Khoi selalu menjahili keduanya, ia sangat senang menjahili dua orang pasangan itu yang sudah di anggap sebagai adik olehnya.


...****************...


setelah selesai sarapan dan jalan-jalan sebentar mereka kini sudah bersiap untuk menuju Gunung Bromo. Reza dan yang lainnya sudah masuk ke mobil jeep yang di supiri oleh pemandu wisata Bromo. dengan posisi Quan Khoi di depan di kursi dekat kemudi duduk bersama Anh Tuan .sementara Reza, Dat Thien dan Vieeta duduk di belakang


"yey kita jalan-jalan ke Gunung Bromo, pasti udaranya bakalan dingin banget" Vieeta berseru ia sangat bersemangat kala akan menuju Gunung Bromo


"kamu bersemangat banget sih" Dat Thien mengelus kepala Vieeta yang tertutup jilbab nya


"iya lah kan kita mau jalan-jalan di sana, ngetrip pake mobil jeep, terus aku mau nyoba naik kuda juga. walaupun sebenernya aku takut naik kuda" jujur Vieeta


"ya sudah nanti kita berkuda bareng ya" Dat Thien tersenyum dan kembali mengelus pucuk kepala Vieeta


dan dengan peka lelaki itu memperbaiki jilban Vieeta membenarkan anak rambut yang sedikit keluar dari jilbab nya ia menyelipkan jari nya di balik sela-sela jilbab Vieeta untuk menbenarkannya


meski ia berbeda keyakinan denga Vieeta, namun ia sangat menghargai kekasihnya itu, meski di negaranya nya mungkin sangat asing wanita muslim dan hanya ada beberapa tempat yang beragama muslim ya sebagian contoh terbesarnya di provinsi An Giang . dan mesjid terbesar pun ada di Ho chimin . sementara di Hanoi masih kental dengan adat budaya Vietnam dan masih sedikit yang beragama muslim.


Vieeta sangat menyukai sifat Dat Thien yang peka dengan hal-hal kecil sekalipun, ia tersenyum menatap kekasihnya itu. di dalam hatinya berharap Dat Thien lah jodohnya hingga akhir hayatnya meski kedepannya ia tak tahu akan seperti apa.


tetapi fikirnya apa salahnya berdo'a dulu untuk yang terbaik meski di antara mereka banyak perbedaan mulai dari budaya, adat dan negara.


mungkin jika budaya dan negara masih bisa di tempuh namun ,agama apakah bisa mereka bersatu nantinya dengan agama yang sama, semua itu Vieeta pasrahkan kembali kepada Allah kalau memang Dat Thien itu jodohnya maka tembok setinggi apa pun pasti akan mampu di robohkan juga terlebih lagi dengan kekuatan cinta mereka yang tulus


tak pernah Vieeta pungkiri jika Dat Thien memang sangat mencintai dirinya, terbukti kala ia ngeprank kekasihnya itu dengan pura-pura pingsan saat di Bali, ia melihat bagai mana khawatir nya Dat Thien hingga kekasinya itu terlihat panik dan langsung berlari memangku Vieeta dan mengangkat tubuhnya ke tempat tidur berusaha untuk membangunkan dirinya, terlihat di matanya tersirat rasa ke khawatiran dan matanya yang memerah menahan air mata untuk menetes.


Vieeta kembali tersenyum menatap Dat Thien ia ingat betul momen itu. Dat Thien pun membalas senyuman Vieeta


"ayah aku telah menemukan sosok lelaki seperti mu, sifatnya, perlakuannya, perhatian sangat mirip dengan ayah. aku bisa melihat ayah di sosok Dat Thien, terimakasih Ya Allah engkau telah mengirimkan pria yang begitu mirip dengan ayah dan terimakasih engkau telah mengirimkan ia berada di sisi ku menjadi bagian dari hati ku. aku berharap dialah pelabuhan terakhir ku" ucap Vieeta dalam hati

__ADS_1


"tuhan aku mencintai dia, meski di antara kita banyak perbedaan. tolong jangan pisahkan kami karna dialah belahan jiwa ku yang selama ini ku cari dan calon ibu dari anak ku yang ku sayangi, tolong jaga dia untuk ku" Dat Thien berucap dalam hati mengharapkan hubungan mereka baik-baik saja


__ADS_2