
Vieeta kini tengah berkumpul dengan teman-teman Dat Thien untuk makan malam di rumah, bisa di bilang teman-teman Dat Thien itu merupakan karyawannya yang biasa di sebut team karna ia tak menganggap mereka itu sebagai karyawan namun sahabat dan saudara.
mereka semua melakukan makan malam bersama, dan untuk pertama kalinya Vieeta dan Reza merasakan makanan Vietnam itu seperti apa. berbeda dengan masakan indonesia yang menggunakan banyak bumbu dan rempah, masakan Vietnam lebih sederhana dalam bumbu.
"apakah enak" tanya Dat Thien dan Vieeta pun menatap ke arah lelaki tampan itu
"hmm, rasanya ada yang kurang untuk di lidah ku. tapi its ok gak apa-apa" Vieeta menggeleng sejenak namun ia tetap melanjutkan makan nya.
Dat thien pun mengangguk, ia tahu memang di indonesia masakannya berbeda, rasa dan rempah yang lebih strong. dan itu pun di rasakannya saat berada di indonesia ia harus menyesuaikan lidahnya juga meski mungkin agak aneh untuknya.
"Viee" panggil Linh Chau Thuy saat ia selesai makan dan menghampiri gadis berjilbab itu
"hmmm" Vieeta menatap Linh Chau
"nanti kita jalan-jalan yuk, aku mau ajak kamu ke pasar malam" ajak Linh Chau Thuy
"kayanya seru, boleh deh" Vieeta mengangguk setuju
"ok " Linh Chau Thuy mengangkat tangannya dan mengacungkan jari jempolnya, kemudian ia bangun untuk membereskan bekas makan malam mereka
"mas pie, enak opo ora masakane.( mas gimana, enak apa enggak masakannya) " tanya Vieeta menggunakan bahasa jawa
"enak tapi rodo pie ngono, kurang bumbu ( enak tapi agak gimana gitu) " jawa Reza yang masih nyemil buah-buahan itu
"podo lak ngono, kalo banyak bumbunya pasti enak banget. tapi kaya nya emang khas orang sini kaya gitu ya masakannya, jadi lidahnya harus nyesuai'in "
"engko nek koe rabi karo ndek'ne, opo yo ora saben dino mangan koyo ngono Viee ( nanti kalo kami nikah sama dia, apa enggak setiap hari kamu makan kaya gitu Viee) "
"tak masakin masakan indonesia aja, tumis kangkung wkwkwkwkwk" Vieeta tertawa terpingkal- pingkal
"la itu yang kita makan tadi kan ada tumis kangking nya juga" Reza mengingat bahwa tadi ia pun makan tumis kangkung
"tapi kan beda mas, rasanya itu yg bikin beda"
"iya juga sih"
__ADS_1
"eh mas, nanti ikut enggak ke pasar malam, Linh ngajakin ke pasar malam" ajak Vieeta dengan semangat
"wahhh...ayok lah aku ikut" Reza tampak bersemangat
"yo wes aku tak siap-siap sek yo" pamit Reza untuk bersiap
"ya udah, aku mau bantuin Linh Chau dulu di dapur" Vieeta pun ke dapur untuk membantu
saat berada di dapur Vieeta yang ingin membantu mencuci piring pun dapat penolakan dari Linh Chau Thuy dan teman-temannya yang lain, mereka malah menyuruh Vieeta untuk duduk manis saja di meja makan sambil nyemil buah-buahan yang sudah tersedia di meja.
namun bukan Vieeta namanya jika ia tidak memaksa, namun sekeras apa pun memaksa mereka tetap tak membolehkan. hingga terpaksa Vieeta pun menurut saja dan duduk di kursi meja makan yang dekat dengan dapur. ia memakan buah yang sudah berada di meja, ada buah ceri, anggur, jangan tanya apakah ada apel sudah pasti apel sudah di singkirkan oleh Linh Mai Chau karna ia sudah tahu jika Vieeta itu phobia dengan buah apel.
"udah beres, ayok kita ke pasar malam" ajak Linh Chau Thuy
"ayok" Vieeta langgsung berdiri penuh semangat
"kak aku mau ke pasar malam ya, sama Linh, dan mas Reza" pamit Vieeta pada Dat Thien
"iya sudah hati-hati ya" Vieeta pun mengangguk, kemudian Dat Thien mengelus kepala Vieeta lembut dan tersenyum
"iya enggak apa-apa, kamu selesaikan aja kerjaanya dulu" Vieeta tersenyum dan memegang lengan Dat Thien yang tadi mengelus kepalanya
"besok kita ke ruamah nenek ku dan orang tua ku, kita akan ke temu mereka dan anak ku" ajak Dat Thien dan Vieeta pun mengangguk
"Viee go" ajak Linh Chau Thuy
"ya sudah aku berangkat ya" pamit Vieeta dan di angguki Dat Thien
...----------------...
Vieeta, Reza, Linh Chau Thuy, dan paman Hung Damian yang ikut serta, kini telah sampai di pasar malam. pasar malam di sini bukan seperti di indonesia yang ada wahana bermainnya tetapi tempat di mana para pedagang kaki lima berjualan mulai dari makanan khas negara itu dan juga aneka buah-buahan dan rujak buah.
karna mayoritas di negara itu pecinta buah-buahan sebagai camilab, maka di setiap sudutnya banyak pedagang buah .
"itu jualan apa ya ? " tanya Vieeta karna merasa penasaran
__ADS_1
"itu jajanan dan makanan khas sini, kamu tidak bisa jajan sembarangan karna banyak yang memakai B*2" ucap Linh Chau Thuy menjelaskan, meski ia tak begitu faham tentang islam namun ia sedikit tahu apa yang boleh dan tidak. karna sebelum nya Vieeta pernah sedikit menjelaskan dan juga ia searching di Google
"ya udah kita beli rujak buah aja yuk, aku pengen itu mangga" Vieeta menarik lengan Linh Chau Thuy ke arah penjual rujak buah
sementara Reza dengan paman Hung entah ke mana, Vieeta pun memesan dua cup rujak mangga. "thưa ông, gọi bốn trái xoài (pak pesan empat mangga nya)" Linh Chau Thuy yang memesan
Vieeta mengamati setiap gerakan penjual rujak buah itu, bahannya sangat sederhana buah mangga di potong dan di masukan ke dalam cup dan di taburi bumbu khas negara itu yang entah apa saja campuran bumbunya. mungkin kalau di indonesia seperti royc_o dan masa_ko.
"ini punya kamu" Linh memberikan dua cup pada Vieeta
"makasih, kayanya enak nih" Vieeta mulai menusuk mangga dengan tusuk lidi, "serpp cpcpcp" Vieeta menelan liurnya yang sudah hampir mengences, ia kemudian memasukan satu potong buah mangga ke dalam mulutnya dan mulai mencicipi dengan perlahan
" gimana enak" tanya Linh
"mmm, bumbunya sederhana tapi enak" Vieeta mengangguk tanda ia suka dan enak
"ya udah kita jalan lagi, paman Hung di mana ya" Linh nampak celingukan ke sana ke mari mencari pamannya
"iya mas Reza tadi sama paman Hung juga, tapi pada ke mana" Vieeta ikut celingukan sembari mereka berjalan.
setelah beberapa saat mencari di dalam pasar malam yang penuh dengan orang-orang kini mereka sampai di pintu saat mereka masuk tadi, terlihat paman Hung dan juga Reza sudah berdiri di sana.
"ealah ki bocah, di goleti nang jeru jebule nang kene ( ealah ini anak, di cariin di dalam tau nya di sini)" Vieeta berjalan dengan cepat dan kemudian mengeplak bahu Reza saat sudah dekat dengan keduanya
"di cariin di dal tau nya udah di sini" protes Vieeta
"ya habis kalian malah ilang, di cariin gak ke temu ya udah kita keluar duluan nunggu di sini" Reza membela diri
"ya udah, nih buat kamu" Vieeta memberikan satu cup rujak buah untuk Reza
"apa ini?" Reza mengernyitkan kedua alisnya
"rujak buah, udah ayok pulang" Vieeta menarik tangan Linh berjalan di depan duluan
sementara Reza di belakang bersama dengan paman Hung, Reza mencicipi satu iris buah mangga itu. " enak " gumam nya dan ia mulai memakan rujak yang di berikan Vieeta tadi
__ADS_1
mereka berempat pun memutuskan untuk pulang, karna sudah mulai larut malam.