cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
nyolong mangga


__ADS_3

Hai reders semua maaf ya author baru bisa update lagi, soalnya harus cari ide dulu


...----------------...


Kini mereka sudah kembali ke rumah di kota, karena hanya punya waktu sehari saja di kampung. karena pekerjaan Dat Thien yang tak dapat di tinggalkan


dan saat ini Vieeta bersama dengan Dat Thien, Reza dan juga Quan Khoi tengah dalam perjalanan pulang karna tadi mereka keluar untuk menemani Dat Thien bekerja.


"anh ơi, aku pengen nangka, masih ada nggak yang jual nangka nya" Vieeta menatap manja kekasihnya itu memasang wajah memelas namun terlihat imut


"kita cari ya, mudahan masih ada" Dat Thien mengelus kepala Vieeta dan kembali fokus menyetir untuk mencari tulang buah yang biasanya jualan di pinggir jalan.


di dalam mobil tidak hanya mereka berdua tetapi ada Reza dan Quan Khoi juga yang ikut.


"adoh-adoh sing di goleti ko yo nangka! (jauh-jauh yang di cari kok nangka)" ucap Reza dengan menggunakan bahasa jawa " tapi kayanya enak juga makan nangka udah lama gak makan nangka" lanjutnya


"biarin lah, di indonesia kan jarang nemu nangka!" ucap Vieeta


Dat Thien pun berhenti di penjual buah yang menjual durian dan nangka yang masih berjualan meski sudah malam.


"bu beli nangka nya" ucap Dat Thien kala sudah dekat dengan penjual


"oh iya, saya potongkan dulu" penjual itu pun lantas memotong-motong buah nangka agar mudah untuk di makan


Quan Khoi pun mengambil satu buah nangka dari kulitnya begitu pun juga dengan Reza. Vieeta yang berada di dalam mobil pun tak mau kalah ia memanggil Dat Thien


"anh ơi !! " panggil Vieeta sedikit kencang namun tak di hiraukan Dat Thien karna ia masih fokus dengan penjual


"ck!, anh ơi ...!! aku mau" Vieeta kembali memanggil dan Dat Thien pun mengambil satu biji buah nangka dan menyuir nya lalu menyuapi Vieeta


"ngon ?" tanya Dat Thien


"ngon, enak" jawab Vieeta dengan menganggukkan kepalanya


"aaaa..!!" Vieeta membuka mulutnya untuk menerima suapain dari kekasihnya itu


"dalat full" ucap Quan Khoi dengan nada suara khasnya yang tak terlalu bisa bahasa Inggris


"dalat apa ?" tanya Reza yang tidak faham


"dalat full ini !!" ucap Quan Khoi lagi


"itu daerah kayanya mas" ucap Vieeta yang sedikit faham


"ohh....!!" Reza manggut-manggut


"cám ơn anh Đạt Thiện nha(terimakasih kakak Dat Thien ya)" ucap Vieeta dengan manja

__ADS_1


"iya sama-sama" jawab Dat Thien


dan dengan sabar Dat Thien menyuapi, sementara Reza dan Qhan Khoi mereka berdua asik sendiri dan ketawa-ketawa entah apa yang membuat mereka tertawa. terutama Reza yang sangat kencang tertawa


setelah membayar mereka pun kembali masuk ke mobil melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.


setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit. kini mereka pun sudah sampai di rumah Dat Thien.


mereka pun turun dari mobil, Vieeta langsung masuk ke dalam rumah menemui Linh Chau Thuy dan juga Mai Huong untuk memberikan nangka yang di beli tadi untuk mereka makan bersama.


"hallo guys!! ini aku bawain nangka" Vieeta dengan suara berisik nya memenuhi ruangan itu ia menenteng keresek berwarna putih transparan dan mengangkatnya menunjukan kepada Linh dan juga Mai Huong


"wow buah nangka" Mai Huong pun menghampiri begitu juga dengan Linh


"kita makan bareng-bareng" ucap Vieeta lalu membuka keresek itu dan mengeluarkan buah nangka yang sudah di potong-potong agar mudah mengeluarkan isi buahnya.


mereka pun makan bersama di meja makan dekat dapur.


"eh nanti kita ambil mangga di tetangga depan yuk" ajak Linh memberikan ide gila


"ayok, tapi ada orang nya enggak ?" Vieeta dengan polosnya mengiyakan ajakan dari Linh Chau


"rumah depan lagi kosong enggak ada orang nya" Linh meyakinkan


"ya udah ayok sekarang" dengan tingkat kejahilan Vieeta ia malah mengajak Linh Chau.


"ya udah kalo enggak mau ikut, biar kita aja!. ayok Viee kita let's go" ajak Linh dengan semangat


"let's go!!" Vieeta mengepalkan tangannya ke udara dengan penuh semangat


"mau nyolong kok semangat banget" Mai Huong geleng-geleng kepala dengan kerandoman mereka


"kapan lagi nyolong di negara orang! hahahaha" Vieeta tertawa geli, ke negara orang malah nyolong mangga orang


"udah ayok" Linh Chau menarik lengan Vieeta.


untung Dat Thien kini berada di atas, di kamar miliknya sedang melakukan siaran langsung untuk jualan online. jadi di bawah hanya ada beberapa orang saja.


...----------------...


kini mereka sudah berada di halaman rumah, mereka berdua pun memanjat pagar rumah yang lumayan tinggi, dengan penuh tawa meski harus berbisik agar tak ketahuan.


"pelan-pelan, awas rok mu nyangkut" Vieeta memperingati Linh Chau Thuy dengan tertawa sedikit berbisik, karna ia sudah lebih dulu turun dari pagar jadi tinggal menunggu Linh Chau Thuy untuk turun.


Linh Chau pun dengan perlahan akhirnya turun dari pagar. mereka mengendap-endap menuju ke sebrang, Linh Chau melepas sandalnya dan ia pegang agar tak ke dengaran meski mereka tertawa cekikikan.


keduanya pun sampai di pohon mangga tetangga yang berada di depan rumah Dat Thien, letak pohon mangga memang di pinggir jalan jadi memudahkan siapa saja memetik buah mangga itu

__ADS_1


dan lucunya mereka nyolong mangga tapi Vieeta melakuakn siaran langsung di ponselnya yang membuat siapa saja melihat. bahkan para pengikutnya pun banyak yang berkomentar lucu meski ada sebagian yang berkomentar pedas.


"tunggu di bawah ya, aku mau manjat" ucap Vieeta ia bersiap-siap untuk memanjat pohon mangga itu meski malam tetapi masih kelihatan buah mangganya karna di terangi oleh lampu-lampu di setiap rumah.


"hati-hati nanti jatuh" Linh Chau mengingatkan


Vieeta pun mulai memanjat dan memetik buah mangga, hanya beberapa mangga saja yang di petik. setelah itu Vieeta turun


"cepet-cepet ada penjaga nya" Linh Chau mengajak Vieeta untuk lekas. padahal tidak akan terkena marah karna posisi rumah tak berpenghuni alias kosong belum ada yang menempati


"ayo..!" ajak Vieeta dengan berbisik


mereka pun berlari kembali ke rumah dengan tertawa cekikikan dan nafas terengah-engah karna berlari. mereka berdua kembali memanjat pagar rumah, agar tak ke dengaran oleh Dat Thien mereka keluar dari rumah. jika membuka pintu pagar otomatis akan terdengar sampai ke kamar Dat Thien


"udah ayok masuk" ajak Vieeta dan di angguki Linh Chau mereka kembali masuk ke dalam rumah dengan membawa hasil ya itu buah mangga


"hahaha...orang nyolong kol live ya ketauan" Vieeta berkata dengan tertawa


"habis pada dari mana" tanya Dat Thien membuat Vieeta terkejut


"pasti pada ngadu ini netijen ya ?" Vieeta memperlihatkan ekspresi kesal meski hanya bercanda


"mana mangganya, Linh ambil bumbunya" Dat Thien malah menyuruh Linh Chau untuk mengambil bumbu


dan Linh Chau Thuy pun menuju dapur mengambil bumbu instan serba guna yang biasa di gunakan.


"nih bumbunya" Linh Chau memberikan


Dat Thien pun mengambil bumbu dan kemudian membukanya dan menaruh di wadah. ia pun mencocol buah mangga yang masih mentah itu ke dalam bumbu dan memakannya.


"la dia malah makan duluan, kita yang capek naik pager!!" Vieeta tak mau kalah ia pun mengambil mangga itu dan mencocol ke bumbu lalu memakannya


"iya nih, kita yang susah dia malah yang enak makan duluan !," Linh Chau Thuy juga pun melakukan hal yang sama.


tak lama Reza dan Quan Khoi pub mengampiri mereka, dan ikutan nimbrung


"malam-malam dapat mangga dari mana?" tanya Reza yang kini sudah memgang satu mangga dan menggigitnya


"nyolong noh di rumah depan" jawab Vieeta tanpa filter


"what !! jauh-jauh dari indonesia ke Vietnam cuma mau jadi buronan karna nyolong mangga " Reza menggelengkan kepalanya, meski begitu ia tetap makan buah mangga itu


"penting enak mangganya " Vieeta tak perduli, toh siapa juga yang bakal mempermasalahkan karna rumah yang tak berpenghuni


"enak ini " Quan Khoi malah mengambil mangga yang sudah di potong-potong kecil oleh Vieeta.


"enak lah orang tinggal makan!" ucap Vieeta kesal karna mereka berdua yang capek ngambil eh malah semuanya pada nimbrung

__ADS_1


tetapi meski begitu Vieeta tetap happy karna merasa mendapat keluarga baru meski mereka keterbatasan bahasa dan beda negara.


__ADS_2