
sore harinya Dat Thien putuskan untuk menghubungi Vieeta, ia belum pulang ke negaranya meski bilang kepada ibu Mutia hanya sehari namun nyatanya ia belum pulang dan akan menyelesaikan masalahnya ini.
"Viee...aku ingin bicara dengan mu, bisakah kita bertemu di rumah mu?" Dat Thien mengirimkan pesan untuk Vieeta
dan tak berselang lama Vieeta pun membalas pesan dari Dat Thien
"boleh saja" jawab Vieeta di seberang sana yang hatinya sudah tak karuan.
Dat Thien pun tersenyum melihat balasan dari Vieeta ia pun langsung buru-buru memanggil Lam Phong untuk segera bersiap-siap
"Phong segera bersiap-siap" ucap Dat Thien kepada Lam Phong
"bersiap kemana? apakah kita pulang malam ini?" tanya Lam Phong bingung
"tidak, kita kerumah Vieeta" ucap Dat Thien yang kini tengah mengganti bajunya
"oke" dengan bersemangat Lam Phong langsung bersiap-siap
setelah keduanya selesai bersiap-siap mereka pun langsung menuju ke rumah Vieeta, jarak dari hotel ke rumah Vieeta tidak lah terlalu jauh jadi tidak memakan waktu lama. hingga akhirnya mereka pun sampai di kediaman Vieeta
yang ternyata sedang ramai itu. mereka berdua pun mengucap salam tidak lebih tepatnya Dat Thien karena Lam Phong yang baru pertama kali otomatis ia belum faham.
"eh kalian masih di sini" ibu Mutia menghampiri keduanya
"tidak jadi pulang hari ini?" tanya ibu Mutia lagi karena yang di tahu mereka hanya sehari saja di Surabaya
" belum ma, saya masih ada perlu sama Vieeta" jawab Dat Thien dengan tersenyum
" ya sudah ayo ayo masuk" ibu Mutia mempersilahkan keduanya masuk ke dalam rumah
__ADS_1
di mana di ruang tamu itu ada Reza, Hafzan dan Irvan tentunya bersama Vieeta.
"Viee..." Reza memanggil Vieeta dan kemudian memberikan kode dengan lirikan matanya sembari berbisik-bisik
Vieeta yang melihat kode dari Reza itu pun langsung menatap ke arah lirikan mata Reza.
"Hallo..."Dat Thien menyalami ketiga peria yang berada di ruang tamu itu tak terkecuali Vieeta meaki agak canggung menyalami mantan kekasihnya itu.
Lam Phong pun mengikuti hal yang sama dengan yang di lakukan Dat Thien, sebagaimana kebisaan orang Indonesia ketika bertamu.
"emm...ya udah kita tinggal dulu ya, kalian ngobrol-ngobrol aja" Reza pun meninggalkan kedua insan itu duduk berdua untuk menyelesaikan masalahnya. namun mereka hanya duduk di teras yang tak jauh dari ruang tamu jadi otomatis Reza pun bisa ikut curi dengar apa yang di obrolkan
tak lupa Hafzan dan juga Irvan pun ikut serta, hanya Lam Phong dan ibu Mutia hang berada di ruangan itu
"Viee, aku minta maaf jika aku tak bisa membuat mu nyaman" ucap Dat Thien memulai pembicaraan
dan Vieeta pun hanya mengangguk dan diam menyimak
"maaf kak, untuk soal kakak mau ikut agama ku. aku tidak ingin kakak ikut agama ku karena aku dan karena terpaksa. karena islam tidak membolehkan untuk memaksa agama lain masuk ke agama islam, kecuali itu murni dari hatinya yang menginginkan" ucap Vieeta menjelaskan agar kelak nantinya Dat Thien tidak salah langkah dan nantinya malah akan membuatnya tidak nyaman.
"aku bersungguh-sungguh Viee, semua atas ke inginkan ku tidak ada paksaan sama sekali. tolong beri aku kesempatan lagi" pinta Dat Thien dengan menggenggam kedua lengan Vieeta.
sejenak Vieeta memikirkan ucapan Dat Thien barusan dan kemudian ia menatap ibunya dan terlihat ibu Mutia menganggukan kepalanya tanda menyetujui.
"Huhhh....baiklah kak aku mau kita kembali. tetapi jika kamu sudah tidak nyaman maka bicaralah" ucap Vieeta pada akhirnya
"iya aku janji" jawab Dat Thien dengan tersenyum dengan penuh kebahagiaan
"janji ya" Vieeta mengangkat jari kelingkingnya dan Dat Thien pun menautkan jari kelingking miliknya ke jari kelingking Vieeta
__ADS_1
"iya aku janji" jawab Dat Thien
dan kembalinya hubungan mereka di saksikan langsung oleh ibu Mutia hingga air mata menetes dari matanya, rasa haru melihat puterinya yang begitu di cintai meski mereka berbeda negara.
dan malam itu setelah selesai menyelesaikan masalah mereka pun pergi ke alun-alun. untuk jalan-jalan dan bersenang senang
Vieeta dan Dat Thien terlihat berlari larian, mereka tampak bahagia, namun ke empat jomblo yang ikut dengan mereka hanya bisa menonton adegan keduanya dengan wajah yang memelas
"dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak" ucap Reza dengan wajah masam namun ia bahagia melihat adiknya bisa tersenyum dan tertawa lepas lagi
bukan tersenyum karena keterpaksaan yang selama ini di lakukannya. Sedangkan Lam Phong merekam adegan keduanya, Hafzan dan Irvan hanya tersenyum melihat itu.
karena selama Vieeta dan Dat Thien putus Hafzan adalah orang yang selalu di jodoh-jodohkan oleh fans, namun di antara mereka tak lebih hanya sebagai teman saja. tak ada yang istimewa karena hati Vieeta selama ini hanya milik Dat Thien
setelah melewati badai cinta yang begitu menyiksa Vieeta tak menyangka ia akan kembali berlabuh dengan lelaki yang sama. yang mampu membuat hatinya merasakan jatuh cinta yang begitu dalam
dan tak bisa melupakan lelaki itu barang sedikit pun, meski sudah di pisahkan selama tiga bulan bukanlah waktu yang sebentar. jika itu hanya cinta cinta bisa atau cinta yang hanya singgah karen nyaman saja namun setelah nya akan mudah melupakan
namun berbeda dengan cinta keduanya, cinta lintas negara di pertemukan tanpa sengaja karena tuntutan pekerjaan di dunia maya, dan saling nyaman kemudian terbiasa dan pada akhirnya saling mencintai. cinta yang begitu tulus bahkan kini dapat meruntuhkan ombak besar yang menghantam
Vieeta dan Dat Thien sadar setelah ini pasti akan lebih banyak lagi orang yang tak menyukai mereka, banyak yang akan mencela bahkan memfitnah mereka namun jika Tuhan sudah berkehendak manusia tak akan bisa memisakan keduanya.
karena jodoh itu di tangan Tuhan bukan di tangan para netizen, jika keduanya sempat putus namun pada akhirnya mereka bisa bersatu kembali meski ada lewat perantara yang menasehati untuk memperbaiki.
namun jika tidak dengan campur tangan Tuhan maka tidak akan pernah terjadi mereka kembali seperti sekarang.
Vieeta dan Dat Thien kini duduk di bangku taman mereka sedang makan eskrim, sembari menikmati malam yang indah dengan lampu-lampu yang menghiasi.
begitupun dengan keempat peria yang bersama mereka tadi kini mereka pun duduk di bangku taman samping Dat Thien dan Vieeta duduk.
__ADS_1
namun setelahnya Dat Thien menghampiri Hafzan dan juga Irvan untuk mabar bersama, karena mereka sama-sama gamer .