cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
Rencana


__ADS_3

kini Quan Khoi tengah berada di taman dekat apartemen, ia tengah menghubungi seseorang yang menjadi partner nya.


"hallo, bagai mana di sna" tanya Quan Khoi yang kini tengah duduk di bangku taman dan menelfon seseorang


"di sini sudah mulai panas, karena penggemar Dat Thien banyak yang meninggal kan nya." ucap orang di seberang sana


"bagus kalau begitu. lantas apakah Dat Thien sudah melakukan klarifikasi" tanya Quan Khoi dengan senyuman devilnya ia merasa puas karena sudah pasti sebagian penggemar Dat Thien akan berpindah kepada dirinya


"belum, dia masih diam saja meski sudah di desak banyak fans soal uang 600 juta itu. "


"hmm...biarkan lah, kamu harus terus desak dan buat semuanya percaya soal uang itu" perintah Quan Khoi


"baiklah, lalu apa selanjutnya yang akan kamu rencanakan" tanya orang itu


"di sini aku akan mendekati Vieeta dan juga Reza, lebih tepatnya aku akan selalu bersama Vieeta. dan seolah aku selalu mendukung dia untuk kembali bersama Dat Thien" Quan Khoi tersenyum


"baiklah, tetapi jangan lupa bayaran ku harus lebih banyak karena ini beresiko"


"tenang saja untuk soal bayaran, kamu tidak usah khawatir"


"baiklah, aku percaya pada mu"


setelah percakapan itu, Quan Khoi pun mematikan sambungan telfonnya. ia membayangkan rencananya ini berhasil


bahkan rencana untuk memisahkan Dat Thien dan juga Vieeta sudah berhasil, meski pada dasarnya hubungan Vieeta dan Dat Thien memang sudah di ambang perpisahan karena perbedaan namun karena Quan Khoi pun ikut andil di dalamnya


ia membuat Vieeta ragu akan Dat Thien yang benar-benar cinta pada nya. bahkan Quan Khoi pun membuat kesalah fahaman pada keduanya.


flashback.


saat itu waktu masih di Vietnam dan baru beberapa hari di sana Vieeta dan Dat Thien sudah sering bersitegang namun pada akhirnya mereka kembali berbaikan karena kesalah fahaman.


namun untuk terakhir sehari sebelum kepulangan Vieeta dan Reza, Vieeta sudah merasa kan ada sesuatu yang tak enak meski tidak tahu itu apa

__ADS_1


"kamu kenapa Viee" tanya Quan Khoi yang melihat Vieeta tengah duduk di ruang tamu sendirian, ia mengahmpiri Vieeta dan kemudian duduk di kursi samping Vieeta


"hmm .."Vieeta menengok ke arah Quan Khoi


"kakak enggak ikut Dat Thien sama yang lainnya ke luat" tanya Vieeta heran karena biasanya Quan Khoi pasti akan ikut


"enggak, aku lagi pengen di rumah. kamu sendiri kenapa enggak ikut Dat Thien" tanya Quan Khoi menatap Vieeta


"kak Dat melarang karena akan lama, dan pasti bikin aku jenuh di sana. jadi aku pilih di rumah aja" jawab Vieeta apa adanya


"hmm...apa kamu yakin sama Dat Thien" tanya Quan Khoi


"yakin, memang kenapa. bukan kah kakak sudah pernah menanyakan ini waktu itu" tanya Vieeta menyelidiki


"yah....karena aku tidak ingin kamu sakit hati karena Dat Thien, aku kenal Dat Thien lumayan lama jadi aku tahu dia seperti apa" ucap Quan Khoi seolah mengkhawatirkan perasaan Vieeta.


"aku percaya dia, hanya yang aku tak percaya orang di sekitarnya. " ucap Vieeta to the poin


"maksud mu? kenapa tidak percaya dengan orang sekitar Dat Thien" Quan Khoi nampak terkejut dengan ucapan Vieeta


"ya sudah kak, aku ke kamar dulu" Vieeta pun berdiri dan mulai melangkah menuju ke kamarnya


"lalu apakah kamu yakin Dat Thien akan ikut agama mu" pertanyaan Quan Khoi pun membuat langkah Vieeta terhenti


Vieeta terdiam tak mampu menjawab, benar apa yang di ucapkan Quan Khoi apakah Dat Thien akan ikut agamanya atau kah tidak, lantas jika Dat Thien tak ikut agamanya lalu bagai mana dengan hubungan mereka


"coba kamu fikirkan lagi Viee, permasalah agama itu sangat sulit untuk Dat Thien "


"entah lah, biar itu nanti akan kami bicarakan" Vieeta kembali melangkahkan kakinya menuju kamar


fikirannya begitu berkecamuk, ia melangkah dengan begitu berat seolah beban yang ia pikul membuat langkahnya sangat sulit.


Quan Khoi yang melihat Vieeta jalan dengan gontai pun tersenyum, setidaknya ia bisa membuat Vieeta sedikit goyah karena permasalahan agama yang berbeda dan itu sangat sensitif.

__ADS_1


Vieeta mendudukan boko*ng nya di tempat tidur fikirannya melayang, di satu sisi ia mencurigai team yang sudah di anggap teman bahkan sodara oleh Dat Thien namun di sisi lain ia mengingat ucapan Quan Khoi yang ada benarnya juga


"hah...aku harus apa ya Allah. aku tidak mungkin memaksa Dat Thien untuk ikut agama ku karen itu sangat di larang. dan aku juga hanya ingin dia ikut aku atas keinginannya sendiri tanpa paksaan dari ku" Vieeta bingung sendiri ia menatap keluar jendela melihat jejeran rumah berwarna putih yang desainnya semua sama


hingga tanpa di sadari Dat Thien kini sudah memasuki kamar Vieeta dan berdiri di hadapan gadis itu


"kamu kenapa" tanya Dat Thien lembut, sudah cukup lama ia berdiri di depan Vieeta namun tak juga di sadari oleh nya


seketika ucapan Dat Thien tadi membuat Vieeta terkejut dan langsung mendongak menatap Dat Thien


"kakak, kapan kakak pulang" tanya Vieeta yang terkejut


"lumayan lama, apa kamu tidak menyadari aku yang berdiri di depan mu sejak tadi" tanya Dat Thien merasa heran


"ah..maaf aku gak tahu" Vieeta berusaha tersenyum meski hatinya masih gundah


"kamu lagi mikirin apa sih, kok sampai gak tahu aku sudah pulang" tanya Dat Thien yang kini duduk di samping Vieeta dan memeluknya


"gak ada, hanya aku sedikit takut saja kalau ada orang terdekat kakak yang berkhianat" ucap Vieeta menyampaikan ketakutannya selain ketakutan atas hubungan mereka


"tidak mungkin ada yang berkhianat, mereka kan sahabat-sahabat ku bahkan ku anggap sebagai saudara" Dat Thien melepas pelukannya dan mengelus pucuk kepala Vieeta yang terbalut kerudung


"ini hanya filing ku saja kak. lagi pula apa salahnya kalau kita waspada, karena orang terdekat kita bisa saja baik di depan kita namun di belakang mereka malah nusuk. aku gak mau kakak kenapa-kenapa setelah aku nanti pulang dari sini" Vieeta menatap Dat Thien begitu dalam


"jangan fikirkan aku, yang harus di fikirkan itu kamu. aku akan selalu melindungi mu dari orang-orang yang menyukai mu, bahkan nyawa sekalipun akan ku pertaruhkan demi kamu" Dat Thien mengelus pipi Vieeta lembut, ia tersenyum begitu menenagkan hati Vieeta. ia tak sanggup bila harus benar-benar kehilangan kekasihnya itu karena Dat Thien adalah orang yang begitu lembut menurut Vieeta


"jangan bicara seperti itu, karena kita tidak tahu ke depan nya akan seperti apa" ucap Vieeta meski begitu sakit ia mengatakan itu


"aku akan pastikan kita akan selalu bersama" Dat Thien kembali memeluk Vieeta dengan erat seolah tak ingin melepaskannya


sementara tanpa keduanya sadari di depan pintu sepasang mata tengah melihat keduanya dengan senyuman yang tak bisa di artikan.


"aku tak akan membiarkan kalian selalu bersama" ucap orang itu dengan senyuman jahat.

__ADS_1


flashback off


__ADS_2