cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
Lika liku untuk membuat klip


__ADS_3

kini Vieeta dan yang lainnya tengah berada di restoran Bali, mereka akan mengisi perut yang telah keroncongan karna sehabis bermain di pantai tadi. hidangan sudah tersedia, ada bebek goreng dan ayam betutu serta sate lilit.


"kamu mau makan yang mana" tanya Vieeta pada Dat Thien


"aku mau coba bebeknya, kaya nya enak" Dat Thien terlihat menelan air liurnya saat melihat makanan di depannya itu


"baik lah" Vieeta mengambilkan bebek goreng serta nasi ke piring Dat Thien


karna ini kali pertama Dat Thien ke Indonesia jadi ia masih harus beradaptasi dengan makanan Indonesia, yang semuanya dilengkapi rempah-rempah dan bumbu.


Dat Thien pun mencoba bebek goreng yang sudah di ambilkan Vieeta tadi, ia mencukil sedikit daging bebek itu dan mulai mencicipi


Vieeta melihat tingkah kekasihnya itu berharap-harap cemas takut tidak sesuai dengan lidahnya


"Ngon(lezat)" Dat Thien manggut-manggut sembari memasukan nasi ke dalam mulutnya


Vieeta pun akhirnya tersenyum penuh kelegaan karna Dat Thien menyukai makanan itu.


selain harus beradaptasi dengan makanan ia juga harus belajar makan menggunakan tangan yang di negaranya makan menggunakan sumpit maka di Indonesia tidak semua makanan bisa menggunakan sumpit.


"aku mau yang ini" Quan Khoi mengambil ayam betutu yang di dominan rasa pedas itu


"awas engko mencret koe(awas nanti kamu mencret)" Reza berucap yang tentu saja tak di mengerti Quan Khoi


Quan Khoi mencicipi dan mulai kepedasan ia mencari minuman dan langsung mengambil air minum milik Reza, yang membuat Reza tertawa terbahak-bahak begitu pun Vieeta dan yang lainnya


"udah di bilangin ngeyel sih hahahaha" Reza tertawa sembari memegang perut nya yang mulai sakit karna tertawa


"kamu makan ini aja yang gak pedes" Reza pun memberikan sate lilit dan bebek goreng bagian paha pada Quan Khoi


"no...aku mau yang ini walaupun pedas enak" Quan Khoi tetap ngeyel


"sak karep mu lah, di bilangin ngeyel" Reza pun akhirnya membiarkan saja


terkadang mereka suka berdebat hal-hal kecil karna tak ingin terjadi apa-apa di antara salah satunya.


akhirnya mereka pun menikmati makanan dan tak bersuara lagi setelah insiden Quan Khoi kepedasan tadi. kini makanan yang di meja sudah berpindah di perut mereka setelah kenyang mereka pun berjalan pulang ke Villa.


sementara yang lainnya berjalan duluan Vieeta dan Dat Thien berjalan berdua di belakang seolah dunia ini hanya milik mereka berdua.


"aku harap nanti kamu tidak percaya dengan gosip dan ucapan orang lain, karna pasti akan ada berita yang tak enak di dengar dan di lihat. sebelum aku angkat bicara aku harap kamu tidak percaya" Dat Thien menggenggam erat jemari Vieeta


"aku akan selalu percaya sama kamu, apa pun berita di luaran sana yang menyudutkan mu selama kamu tak membenarkannya aku akan selalu percaya sama kamu" Vieeta menatap Dat Thien dengan senyuman yang mengembang menambah manis wajah nya


"terimakasih" Dat Thien merengkuh tubuh Vieeta masuk ke dalam pelukannya dan mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju Villa

__ADS_1


namun mereka terkadang mampir di stand sdand yang berjualan bermacam pernak pernik bahkan pakaian yang berada di sepanjang jalan yang kini mereka lewati.


"ini lucu deh" Vieeta memegang dua buah gantungan kunci lalu memperlihatkan pada Dat Thien


"kamu suka" tanya Dat Thien dan di anggukan Vieeta


"ya sudah beli aja" ucap Dat Thien lagi


Vieeta pun akhirnya membeli gantungan kunci tadi yang berbentuk panda. dan dia juga membeli beberapa pernak pernik yang lainnya.


...----------------...


hari ke tiga di Bali kini mereka tengah menuju suatu bukit yang akan menampakan pantai Bali yang indah dan juga pantai yang dapat di jangkau melewati bukit. karna pemandangan itu akan sangat indah jika di lihat dari atas, karna berhubung sekalian pembuatan Vidio klip untuk cover lagu yang akan di nyanyikan Vieeta dan juga Dat Thien


namun sebelum menuju ke sana mereka terlebih dahulu menuju Tree House, di mana terdapat rumah pohon yang salah satu nya akan di buat Vidio klip. Vieeta, Dat Thien, Reza, Anh Tuan, dan Quan Khoi di pandu oleh pemandu wisata asal negara Vietnam di mana Quan Khoi yang memperkenalkan ia bernama


Than Thuong ia biasa di panggil Than Than.


perjalanan menuju Tree House tak terlalu sulit namun harus berjalan melalui tangga-tangga yang cukup panjang, kini mereka sudah sampai di tempat tujuan. namun untuk melakukan Vidio dan foto harus mengantri dengan yang lainnya.


setelah menunggu akhirnya kini gantian mereka untuk melakukan pemotretan dan Vidio. sesaat mereka menikmati pemandangan yang ada di depan mata, sebelum pada akhirnya mereka kembali ke atas untuk menuju DIAMON BEACH NUSA PENIDA


namun saat turun dan naik itu berbeda, tenaga yang di keluarkan lebih keras saat naik, karna posisi menanjak


"masih jauh kah mas" tanya Vieeta yang berjalan berdua dengan Dat Thien


"sebentar lagi" jawab Reza karna posisi dia ada di atas


saat menaiki tiap anak tangga Vieeta merasa sudah sangat lelah bahkan mata nya pun terasa gelap dan berkunang, Vieeta lalu menahan langkah Dat Thien lalu ia duduk di tangga dan dengan sigap Dat Thien memberikan bahunya untuk bersandar. ia melihat Vieeta setengah sadar


"Anh Reza, Vieeta" panggil Dat Thien pada Reza membuat Reza pun seketika panik


"kenapa " Reza pun menghampiri keduanya


langsung saja Reza memberikan botol air mineral pada Dat Thien yang tengah mengipasi Vieeta dan melindungi tubuh nya dari teriknya matahari. Dat Thien pun menerima botol air mineral itu lalu ia menyuruh Vieeta untuk meminum air itu karna posisi Vieeta yang memang masih setengah sadar.


untuk beberapa saat mereka istirahat sebentar sembari memulihkan tenaga setelah itu mereka membawa Vieeta ke atas karna posisi Vieeta yang masih lemas jadi ia di tuntun oleh Dat Thien karna tangga yang di pijak hanya cukup untuk dua orang.


...----------------...


setelah insiden pingsan itu mereka memutuskan untuk istirahat sebentar karna memang untuk menuju ke DAIMON BEACH itu membutuhkan tenaga yang dulu, karna jalan yang di lalui sangat curam dan berbahaya ketimbang di TREE HOUSE tadi, karna mereka akan melewati tebing batu yang curam bahkan tangga-tangga itu terbuat dari pahatan- pahatan batuan tebing itu sendiri.


"gimana udah enakan" tanya Dat Thien pada Vieeta


"udah" jawab Vieeta setelah ia menelan air yang ia minum tadi

__ADS_1


"beneran udah" tanya Dat Thien memastikan lagi


"iya beneran udah, ayo kita lanjut lagi biar selesai hari ini Vidio pertama" Vieeta bangkit dan bersemangat kembali


"kamu udah baikan dek" tanya Reza menghampiri setelah sebelum nya ia di bersama Quan Khoi untuk membuat Vidio


"udah, ayo kita jalan sekarang" ajak Vieeta yang kemudian memakai tas ransel nya


"beneran ini, soal nya yang sekarang lebih curam jalan nya ketimbang yang tadi" Reza kembali meyakinkan karna ia tak mau adiknya itu kenapa-kenapa


"iya beneran, aku udah baikan kok mas. ayo udah kita berangkat" Vieeta kembali meyakinkan kalau ia sudah baik-baik saja


akhirnya Reza dan Dat Thien pun menurut mereka kemudian kembali berjalan untuk menuju tebing yang menjadi step akhir yang sangat curam di Bali.


Vieeta sempat ke susahan untuk menuruni setiap tangga yang di buat dari pahatan- pahatan batu. untung saja Dat Thien sigap menuntun kekasihnya itu dan di depan Reza pun ikut memandu melewati jalan yang benar-benar aman untuk mereka pijak.


setelah melewati tangga yang curam itu, mereka kini sudah sampai di tempat yang aman, mereka pun langsung melewati celah karang untuk menuju tepian pantai yang tak terlalu luas hamparan pasir putih menyambut kedatangan mereka


kini Dat Thien dan Vieeta pun mulai membuat Vidio Klip, dengan di kamerai oleh Than Than dan Quan Khoi sebagai penata busana keduanya dan mengarahkan gaya untuk mereka berdua


meski Quan Khoi seorang model di negara asalnya bahkan seorang anak dari orang kaya namun ia tak sombong dan tak pernah membanggakan kekayaan orang tuanya bahkan ia tak menyombongkan dengan dunia modeling nya itu.


ia turun langsung untuk memberikan yang terbaik untuk sahabatnya itu. karna Dat Thien sudah menganggap Quan Khoi sebagai saudara bahkan kakak nya sendiri karna Dat Thien pun sangat dekat dengan ibu Quan Khoi begitupun sebaliknya nya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


takdir manusia memang tak ada yang tahu karna, jodoh, maut, rezeki sudah di atur oleh Allah. hanya saja tak ada yang tahu nasib seseorang akan seperti apa ke depannya


akan kah hidup nya akan selalu susah, atau kah akan di berikan rezeki melimpah hasil kerja kerasnya selama ini. yang Allah berikan sebagai hadiah atas tekat nya untuk membahagiakan orang tua dan keluarga


terkadang manusia banyak yang lupa ketika mereka susah bahkan terkesan menyalahkan Tuhan dan membandingkan dirinya dengan orang lain mengapa aku tak seperti mereka, atau pun berkata mengapa hidup mereka enak sedang aku tidak.


jangan sesekali berkata demikian karna sama saja diri mu menyalahkan Tuhan mu dan menzolimi dirimu sendiri.


lantas akan kah Tuhan memberikan apa yang kamu mau setelah kamu meragukan kekuasaannya.


janganlah bersikap sombong seolah kamu tak membutuhkan Tuhan di hidup mu. karna sikap sombong asalnya dari setan


jika kamu ingin sukses maka mintalah pada Tuhan mu dan selalu tanam kan sikap bersyukur atas apa yang Tuhan mu berikan, dan bersikap baiklah kepada siapa pun meski orang itu zolim terhadap dirimu sekali pun.


...----------------...


Hai reder semua selamat membaca dan happy reading

__ADS_1


__ADS_2