cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
Berkuda bersama


__ADS_3

Setelah semuanya berkumpul, kini mereka menaiki anak tangga satu per satu untuk mencapai puncak kawah Gunung Bromo. sampai di pertengahan tangga Reza yang berjalan duluan mulai mencium bau Blerang yang menyengat


"Guys, pake masker nya, bau blerang nya nyengat banget" titah Reza pada teman-temannya


dan mereka semua pun memakai masker untuk mengurangi bau blerang yang sangat menyengat dan membuat sesak paru-paru


"Haduh capek banget ini, mana nyengat banget lagi bau blerang nya" keluh Vieeta yang sudah ngos-ngosan karna lumayan juga, meski naik menggunakan tangga namun posisi yang menanjak akan menguras tenaga


"Fighting..!!!" Dat Thien menyemangati Vieeta dengan mengepalkan tangannya ke udara " sebentar lagi kita sampai kok" sambung nya


"Fighting" Vieeta menginkuti ucapan Dat Thien dan juga mengepalkan tangannya ke udara sembari mengangguk


mereka pun kembali melanjutkan menaiki tiap anak tangga, meski nafas sudah ngos-ngosan di tambah lagi bau blerang yang semakin menyeruak rongga hidung


"Yeeyyy! akhirnya kita sampai" Reza sedikit mengencangkan suaranya merasa senang akhirnya sampai di puncak. ia yang sedari tadi menggenggam ponselnya mengarahkan kamera membuat Vidio.


"Huh Huh,..Hah Hah ! akhirnya kita sampai juga" Vieeta langsung menyandarkan tubuhnya di pegangan anak tangga karna nafasnya yang sudah ngos-ngosan dan terputus-putus


sementara Dat Thien dan Reza berjalan ke arah pembatas kawah, mereka melihat ke arah kawah yang sangat luas dan salam


"Beuhhh....ini mah ngeri banget, serem deh kalo liat ke bawah" Reza merasa ngeri


"ini kalo binatang jatuh langsung otw beda alam" Dat Thien yang melihat itu pun merinding membayangkannya


"Viee, kamu enggak mau liat" tanya Reza pada Vieeta yang masih bersandar


"mau lah, penasaran juga kaya gimna" Vieeta menghampiri kedua lelaki itu, dan melihat ke arah kawah


"Hiiii....serem banget, duh lemes langsung ini lutut" Vieeta yang melihat langsung mundur beberapa langkah, apa lagi ia memiliki phobia ketinggian yang masih belum bisa hilangkan


Dat Thien langsung mengahmpiri Vieeta dan menggenggam tangan gadis itu, ia tahu memang Vieeta masih memliki phobia ketinggian.


Dat Thien dan Vieeta pun berjalan sebentar untuk membuat menambah sesi Vidio klip dengam gaya dan di tempat yang berbeda. namun hanya sebentar karna Vieeta sudah tak kuat mencium bau blerang dan mereka pun berpencar kembali, sementara keriga peria tadi mereka mencari spot untuk di Vidio dengan menggunakan dron


"ini yang lainnya pada ke mana" Reza celingukan mencari ke tiga temannya yang lain


"itu di sana lagi ngambil gambar lewat dron" Dat Thien menunjuk ke arah ketiga lelaki di ujung sebelah kiri


"ya udah aku mau turun, gak kuat bau blerang nya" Reza buru-buru untuk turun

__ADS_1


"kita juga mau turun, udah gak kuat bau nya nyengat" Dat Thien mengikuti langkah Reza dan Viona juga yang masih ia gandeng


akhirnya mereka bertiga pun turun, namun ketiga lelaki tadi masih asik memainkan drone. seolah tak merasakan sesak di dadanya


"itu bertiga kok betah ya nyium bau blerang begitu" tanya Reza yang kini menatap ke atas melihat ketiga peria itu masih asik memainkan drone


"udah biarin aja,nanti juga kalo udah ngerasa sesek pasti turun" jawab Vieeta enteng ia ingin cepat-cepat sampai di bawah dan berkuda bersama Dat Thien.


...****************...


kini mereka sudah berkumpul bersama di bawah, Vieeta dan Dat Thien memutuskan untuk memebuat Vidio dengan menaiki kuda bersama, ada satu Vidio menaiki kuda sendiri-sendiri dan ada yang menaiki kuda berdua. sangat romantis.


"hadeh, jadi obat nyamuk kalo kaya begini " Reza menatap kedua pasangan yang kini tengah menaiki kuda bersama dengan Vieeta yang duduk berada di depan dan Dat Thien duduk di belakang Vieeta


"kita cari makan aja yuk" Anh Tuan menggandeng Reza untuk mencari makanan


"mau nyari ape...nyari bakso aja yok" tiba-tiba Reza ingin makan bakso


"ya udah ayok" Anh Tuan pun setuju


keduanya kini berada di pedagang bakso yang menggunakan gearombong yang di taruh di atas motor. mereka meninggalkan sepasang kekasih dan dua orang temannya itu untuk makan bakso.


"minumnya kamu mau apa, ini pedagang baksonya gak jualan minum lagi" tanya Reza pada Anh Tuan


"tersedah saja, aku masih belum tahu makanan di sini sama minum di sini apa yang enak" Anh Tuan menyerahkan semua pilihan pada Reza


"ya udah, tunggu sini ya" ucap Reza memberitahu Anh Tuan, kemudian ia bangun dari kursi plastik yang di sediakan penjual bakso itu. dan berjalan menuju tempat orang jual berbagai es


"Bu, es teh dua" Reza memesan


"oh iya mas, tunggu sebentar"ucap penjual es


lalu penjual es itu pun membuatkan es pesanan Reza setelah melayani pembeli yang lain, tak berapa lama pesanan es itu pun jadi, Reza langsung membayar dan menuju gerobak bakso yang di sana ada Anh Tuan


berbarengan dengan Reza yang sampai di gerobak. bakso pesanan mereka pun jadi dan di berikan ke pada Anh Tuan


"nih minum mu" Reza memberikan cup berisi es teh pada Anh Tuan dan di terima pemuda itu


"beuh...ini pasti enak banget" ucap Reza mengambil mangkok yang di bangku plastiknya itu. ia mulai mencicipi kuahnya tanpa di beri apa-apa

__ADS_1


"Ngon(enak/lezat) " tanya Anh Tuan


"Ngon...enak banget ini" Reza mengangkat jari jempolnya tanda bakso itu enak


Anh Tuan pun penasaran, ia menyeruput kuah bakso dan mengagguk- anggukan kepalanya" Ngooonnn" Anh Tuan menyukai bakso itu


Reza tersenyum karna temannya itu menyukai bakso yang berjualan di area gunung Bromo. Reza menambahkan sambal, saos dan kecap ke dalam mangkuk baksonya


dan di ikuti oleh Anh Tuan, namun Reza mencegah saat Anh Tuan hendak menyendok samabal banyak-banyak.


"jangan banyak-banyak. sambel nya ini pedes" Reza mengingatkan, dan yang di ingatkan pun mengangguk paham


mereka berdua pun langsung menikmati bakso mereka masing-masing, tanpa memperdulian kesibukan temannya yang lain, yang sedang membuat Vidio Klip di sana.


"enak-enak an ya pada makan di sini gak ngajak-ngajak" Vieeta mengomeli keduanya yang bahkan tak di ketahui oleh dua lelaki itu kalo Vieeta, Dat Thien, Quan Khoi, dan Than Than sudah ada di samping mereka berdua


"ya habisnya, kita mau ngapain juga ? ngeliatin kalian gitu jadi penonton. ogah banget, dari pada jadi obat nyamuk terus perut kelaperan ya mending kita makan. " Reza menjawab dengan santai


"iya gak Anh Tuan" Reza bertanya kepada Anh Tuan dan mendapat anggukan dari lelaki itu


"hais...ngeselin, ya udah kita ikutan makan kalo gitu." Vieeta duduk di kursi yang sudah di sediakan


"pak, bakso nya empat ya" ucap Vieeta pada pedagang bakso


"oke" jawab penjual bakso itu


"Quan, kamu mau minum nya apa sama Than juga" tanya Vieeta


"apa aja, aku ikut aja" jawab Quan Khoi Vieeta kemudian melihat ke arah Than Than


"samain aja sama Quan " jawab nya


"oke deh, !Kakak mau minuman apa" Vieeta beralih bertanya kepada Dat Thien


"aku ikut kamu aja deh beli minum, baru nanti bisa milih sendiri" jawab Dat Thien


"ya udah, kita mau beli minum dulu ya" Vieeta dan Dat Thien kemudian berjalan ke arah penjual aneka minuman. mulai dari yang rencengan hingga yang di racik sendiri


Vieeta pun akhirnya memilih es coklat boba, dan cappucino boba. setelah mendapatkan minum mereka berdua kembali ke tukang bakso. dan bakso pun sudah jadi mereka semua menikmati makan bakso di siang hari itu yang cukup panas, namun angin berembus kencang hingga tak terlalu pengap karna panas matahari.

__ADS_1


__ADS_2