
mereka kembali berjalan untuk menuju DIAMON BEACH, mereka kembali harus menuruni tangga- tangga yang kini begitu curam bahkan jika salah pijak sedikit saja maka akan fatal akibatnya.
mereka harus menuruni tangga- tangga yang di di pahat dari tebing- tebing batu tersebut
Reza dan Anh Tuan berjalan di depan terlebih dahulu, Reza sesekali membimbing Vieeta untuk berpijak, sedangkan di sisi Vieeta ada Dat Thien yang mendampingi.
"hati- hati Viee, jangan sampai salah langkah. awas itu rok mu angkat" Reza memperingati
Vieeta fokus dengan pijakan nya itu, ia melangkah hati- hati karna semakin ke bawah tangga- tangga itu semakin curam dan mengerikan, bahkan mereka tidak bisa saling berdampingan saat berjalan turun. mereka harus bergantian menuruni tebing yang curam itu
Vieeta mengelap peluh di keningnya karna cuaca memang cukup panas, di tambah lagi jalan yang ia pijak sangat curam
"hati- hati, pegangan tali nya dan aku akan menjaga di sini" Dat Thien mengulurkan tangannya saat ia berada di bawah dan berpijak di tempat yang aman.
Vieeta menurut tangan kanan nya menyambut tangan Dat Thien untuk berpegangan sementara tangan kirinya berpegangan pada tali yang sudah di sediakan pihak pengelola untuk membantu pada turis turun dan naik
setelah berpacu dengan rasa takut dan deg-degan saat menuruni tebing yang curam itu mereka pun akhirnya sampai di dasar , mereka pun melewati batu karang yang besar terbelah dua seperti terowongan
di balik karang itu terdapat tepian pantai yang tak terlalu luas di hampari pasir-pasir putih. mereka masuk satu persatu untuk melewati karna deburan ombak yang lumayan kencang menepi.
"hah... Alhamdulillah akirnya sampe juga" Vieet akhirnya bernafas lega di balik curam nya bebatuan ternyata alam menyuguhkan pemandangan yang sangat indah
"bagus banget ini, bikin flog ah" Reza masih standbay dengan ponsel nya sejak tadi menuruni tebing, ia mengarahkan kamera ponselnya ke arah pantai yang menampilkan deburan ombak
"oke kita mulai sekarang aja ya" ucap Tan tan menyiapkan kamera ponselnya
mereka pun memulai membuat klip lagu pertama mereka duet bersama.
Reza dan Tuan Anh tampak asik bermain air di kala yang lainnya tengah sibuk membuat Vidio
"gila..indah banget pantai nya di sini, sayang nya trek nya serem banget" gumam Reza ia merentangkan tangannya menghirup angin laut dan menikmati hembusan angin yang merepa wajahnya itu
sementara di ujung sebelah kanan mereka tampak sibuk, Quan Khoi sibuk memeberikan arahan gaya
"nanti kalian lari ya dari sana " Quan memberi arahan
"ok" jawab Vieeta da Dat thien mengangguk faham
setelah beberapa kali tag akhirnya selesai juga
"tunggu satu lagi, Dat Thien nanti gendong Vieeta pas di lagu yg ini ya" Quan memberi arahan kembali
__ADS_1
"oke deh" mereka pun kembali membuat Vidio dan kali ini Dat Thien menggendong Vieeta di belakang ia melewati air laut yang ombak nya ketepian
"udah ya, aku capek" Vieeta duduk di pasir dan mengambil air minum nya tenggorokan nya terasa sangat kering apalagi cuaca sangat panas
"ya sudah kita selesai di sini saja, lagian itu juga udah cukup" ucap Dat Thien karna ia tak tega melihat Vieeta yang kelelahan apalagi tadi sempat pingsan
jadi mereka putus kan untuk istirahat dan bermain air sebentar karna sebelum matahari teebenam mereka harus sudah pergi dari tempat itu. kalau tidak cepat-cepat pergi maka akan sulit untuk sampai di atas karna hari yang gelap
setelah puas bermain air mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah beberapa hari di bali kini mereka memutuskan untuk ke kampung Vieeta, karna Dat Thien akan membawa Vieeta ke negara nya ia ingin bertemu orang tua Vieeta untuk meminta izin.
pagi ini mereka semua sudah bersiap-siap, kini mereka hanya berlima karna Mai Thao sudah pulang terlebih dahulu ke negaranya. untuk memantau team mereka yang berada di sana.
mereka berlima sudah berada di bandara untuk menuju ke jakarta. setelah menunggu beberapa menit pesawat yang akan mengantarkan mereka pun akhirnya lepas landas meninggalkan pulau Bali.
selama penerbangan mereka memutuskan untuk istirahat, karna membutuhkan waktu yang lumayan lama. karna merasa bosan jika hanya duduk dan bermain game.
.
.
.
sementara itu Reza dan Quan Khoi yang berada di belakang nya sudah bersiap untuk turun.
mereka semua pun turun dari pesawat secara bergantian.
karna Reza menitipkan mobilnya di tempat temannya maka temannya Reza pun sudah berada di bandara itu untuk membawa mobil milik Reza.
Vieeta dan yang lainnya pun sudah keluar dari bandara
"makasih ya mba jadi ngerepotin harus nganterin mobil" tutur Reza
"iya gak apa-apa, ini mau pada langsung apa mau istirahat dulu" tanya mba Nina
"kita istirahat dulu sehari di sini, besok baru jalan soal nya cape juga kalo langsung berangkat" jawab Reza
"oh ya udah kalo gitu, mba duluan ya" pamit Nana
__ADS_1
"makasih ya mba" Reza lagi-lagi berterimakasih
"iya sama-sama, bay" Nana pun akhirnya meninggalkan kelima orang itu
"ya udah kita ke hotel dulu ya, istrihat" ucap Reza
"ya udah, aku juga capek banget mas. di pesawat gak bisa rebahan" Vieeta yang baru muncul setelah membeli minuman lalu membagikan nya ia juga membeli roti untuk mengganjal perut mereka
karna memang sudah waktu nya jam makan siang
mereka pun menuju parkiran, dan masuk ke mobil Reza. Reza pun mulai melajukan mobil nya menuju hotel yang akan mereka tiduri dalam semalam karna besok mereka akan berangkat lagi ke surabaya
setengah jam mereka pun sampai di hotel, Vieeta mulai cek in untuk dua tiga kamar. setelah cek in mereka menuju kamar masing-masing
sementara untuk makan siang Vieeta sudah pesan Goo food karna sudah malas jika harus keluar- keluar demi memulihkan tenaga untuk besok.
"mas aku udah pesan goo food, nanti sebentar lagi sampai. aku mau mandi dulu nanti kamu yang ambil ya ini uang nya" Vieeta saat ini berada di kamar Reza untuk memberi tahu nya
"ya udah, nanti aku yang ambil" Reza menerima uang yang di berikan Vieeta tadi
benar saja tak berapa lama seorang resepsionis menelfon pada telfon yang berada di kamar hotel itu untuk memberi tahukan bahwa ada Goo food mengantarkan pesanan.
Reza pun langsung bergegas turun ke bawah untuk mengambil pesanan yang di pesan Vieeta tadi.
setelah sampai di bawah Reza pun langsung membayar dan membawa pesanan itu, ia kembali ke kamar. sesampai nya di kamar ternyata teman-teman nya sudah berkumpul begitupun Vieeta karna ia tadi yang meminta Dat Thien dan tuan Anh Tuan ke kamar Reza dan Quan Khoi untuk makan di sana
"ini kamu pesen apa" tanya Reza yang penasaran
"pesen nasi sama lele goreng, sama ayam goreng aku bingung mau beli apa tadi mudahan aja cocok di lidah mereka" Vieeta harap-harap cemas
"anh kamu gak apa-apa kan makan nya sama ini aja" tanya Vieeta
"gak apa-apa, ini nama nya apa" Dat Thien mengangkat lele goreng karna merasa penasaran
"itu lele" jawab Vieeta dan melihat Dat Thien menyuapkan lele goreng ke dalam mulutnya untuk mencicipi
"gimana, apa enak" tanya Vieeta harap-harap cemas
"ini enak, aku suka" Dat thien makan dengan lahap
Vieeta pun bisa bernafas lega,karna Dat Thien menyukai nya. ia pun menanyakan hal yang sama kepada Quan khoi, anh Tuan. mereka berdua menyukai nya Quan Khoi dan Anh Tuan makan dengan ayam goreng.
__ADS_1
mereka pun makan dengan lahap siang hari itu karna memang perut yang sudah lapar minta di isi. setelah penerbangan tadi meski di pesawat makan tetapi itu hanya sedikit .