cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
seperti drama korea


__ADS_3

Hallo guys, selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, like dan komentar kalian sangat author butuh kan untuk menambah semangat authir. dan jangan lupa juga tekan minta update ya guys





Pagi harinya mereka kini sudah berada di bandara surabaya, untuk menuju ke bali. karna menuju Vietnam harus transit dulu ke bandara Bali, baru bisa ke Vietnam, atau melalui bandara Singapura. namun mereka lebih memilih bandara Bali karna malas harus muter-muter lewat bandara Singapura.


jam keberangkatan pesawat pun sudah di tentukan, kini mereka semua sudah berada di dalam pesawat yang sebentar lagi take off.


setelah beberapa menit pesawat yang mereka tumpangi lepas landas meninggalkan bandara udara dan meninggalkan kota surabaya.


senyuman manis terus mengembang di bibir manisnya, ini merupakan perjalanan pertamanya keluar negri bersama sang kekasih, terlebih lagi ia berkunjung ke negara kekasihnya itu.


Dat Thien tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan Vieeta, ia merasa bahagia bisa membawa sang kekasih ke negaranya untuk memperkenalkan ke pada keluarga besar, serta sahabat-sahabatnya di sana.


meski nanti mungkin akan ke susahan dalam bahasa dan lebih banyak menggunakan bahasa tubuh agar lebih memahami lagi seperti yang mereka lakukan sehari-hari selama pertemuan ini. karna keterbatasan bahasa dan Dat Thien juga tidak bisa berbahasa inggris dan hanya beberapa kata saja yang ia mengerti, begitu pula dengan Quan Khoi, dan Anh Tuan. sementara Than Than ia bisa berbahasa inggris maka dari itu Dat Thien meminta Than Than untuk menjadi penerjemah dalam bahasa Inggris selama ia berada di indonesia.


Vieeta sudah merasa bosan karna cukup lama berada di pesawat, ia memainkan ponselnya dan membuat vidio perjalanan selama di pesawat untuk ia upload nanti.


setelah merasa lelah membuat vidio, ia melirik ke samping di mana Dat Thien duduk dengan dirinya. terlihat peria itu sudah tertidur, di samping nya Reza pun sudah tertidur mungkin karna kelelahan, sementara di belakang Quan Khoi masih asik dengan ponsel nya membuat vidio juga, Anh Tuan seperti biasa sudah pasti tidur mirip seperti tuan Slot yang hoby nya tidur. sementara di samping kedua peria itu Than Than sedang menyantap makanannya.


"Huhhh, bete banget ini dua cowok malah udah pada tepar semua" Vieeta menggerutu sendiri


"mba ...." panggil Vieeta pada pramugari " mba saya mau pesen pop mie satu, terus minumannya satu sama snak nya ya" pinta Vieeta karna merasa bosan ia akhirnya memutuskan memesan makanan saja


"oh iya, tunggu sebentar ya" ucap pramugari itu dan berlalu meninggalkan Vieeta


tak butuh waktu lama pesanan Vieeta pun di antar ke tempat duduknya. karna Vieeta tak merasa ngantuk sama sekali akhirnya ia makan pop mie dan nyemil untuk menghilangkan kebosanan. sesekali ia memainkan game


****************


setelah menempuh perjalanan selama satu jam mereka kini sudah sampai di bali dan akan langsung transit menuju Vietnam, kini mereka tengan menunggu panggilan di ruang tunggu kapan jadwal pesawat mereka akan terbang.


setelah menunggu beberapa saat mereka pun terbang menuju Vietnam yang kali ini waktunya cukup panjang. karna lelah Vieeta sudah tertidur pulas di bahu Dat Thien sebagai sandaran


setelah menempuh perjalanan selama empat jam lebih akhirnya mereka pun mendarat dengan aman di bandara Hanoi Vietnam.


kerabat bahkan sahabat datang menjemput, penyambutan Vieeta untuk pertama kali menginjakan kaki nya di Vietnam pun di sambut bak ratu, papa Dat Thien turut hadir menjemput, begitu pun dengan adik perempuan Dat Thien serta kerabat dan para sahabat dengan membawa buket bungan masing-masing untuk di berikan pada Vieeta dan Dat Thien. begitu pun para fans yang juga ikut menjemput mereka semua.


Vieeta merasa terkejut sekaligus senang karna ia pertama kali kenegara itu di sambut hangat oleh keluarga, kerabat hingga para sahabat Dat Thien.dan juga para fans, seketika di ruang penjemputan penuh dengan orang-orang yang menyambut kedatangan mereka


"welcome to Vietnam Viee" kakak sepupu Dat Thien yang bernama Linh Mychau memberikan ucapan selamat dan memberikan buket bunga pada Vieeta dan memeluk nya, ia pun memberikan cincin dan langsung di pasangkan di jemari Vieeta, ia pun juga memberikan cincin yang sama untuk Dat Thien


"cảm ơn chị (terimakasih mba/kakak perempuan)"Vieeta menerima buket bunga itu dan membalas pelukan dari kakak sepupu Dat Thien

__ADS_1


"welcome to Vietnam em gái (selamat datang di vietn dek) " Lethi Mai Huong memberikan buket bunga dan memeluk Vieeta


"Cảm ơn chi" Vieeta menerima buket bunga dan membalas pelukan Lethi Mai Huong


Mai Huong pun menghampiri Reza dan memberikan buket bunga yang ia pegang " welcome to Vietnam anh Reza" ucap Mai Huong


"uwow...thank's Mai" Reza tersenyum dan menerima buket bunga dari Mai Huong


pertemuan pertama Vieeta dengan Papa Dat Thien di sambut hangat oleh sang papa, Vieeta memeluk papa Dat Thien


"Chào mừng (selamat datang)" sambut papa Dat Thien Vieeta yang tak mengerti menatap Dat Thien lalu ia mengucapkan dengan kata-kata yang di mengerti Vieeta


Vieeta pun mengerti kemudian mengangguk dan tersenyum.


"welcome Viee" adik Dat Thien , Linh Chau Thuy bergantian memeluk Vieeta setelah Vieeta melerai pelukannya dengan papa Dat Thien


"hai Linh" Vieeta membalas pelukan Linh


Vieeta dan Reza kemudian berbaur dengan para sahabat Dat Thien yang bekerja sama dengannya, dan juga sahabat yang selalu suport langkah Dat Thien hingga sukses ya itu para team, dan juga mereka berdua bercengkrama dengan paman Dat Thien yang ikut menjemput.


setelah mereka bercengkrama, kini mereka menuju ke parkiran di mana mobil-mobil berjajar rapi. dan siapa sangka kalau ternyata mobil-mobil itu adalah mobil yang di pakai untuk menjemput mereka. dan satu mobil milik Dat Thien pun terparkir di sana


Vieeta untuk sejenak nampak terkejut, melihat mobil-mobil yang berjajar. ia menatap ke arah Dat Thien merasa tak percaya jika ke datangan nya di sambut dengan sedemikian meriah. sudah seperti film drama-drama yang di tonton nya selama ini fikirnya.


sebelum mereka menuju rumah Dat Thien, mereka pun berfoto-foto ria terlebih dahulu di depan mobil-mobil yang berjajar itu


masing-masing dari mobil itu pun mulai menyalakan mesin-mesin nya dan menancap pedal gas perlahan meninggalkan bandara, mobil itu berlalu dengan iring-iringan, terlihat iring-iringan itu ada enam mobil dengan mobil Dat Thien berada di urutan ke dua.


Vieeta merasa seperti mimpi, yang biasanya ia hanya melihat di film-film drama di mana lelaki romantis dan perfect yang selalu memberikan yang terbaik untuk pasangannya. justru kini ia rasakan Vieeta benar-benar merasa bagai mimpi


senyum yang mengembang di bibirnya tak pernah pudar, bahkan semakin merekah karna kebahagiaan


"*ya Allah, apa aku ini mimpi, apakah ini nyata. kalau mimpi maka jangan bangunkan dulu ya Allah, biar aku tetap merasakan seperti ini. dan jika memang ini nyata maka jangan biarkan kebahagiaan ini hancur ya Allah." ucap Vieeta di dalam hatinya, meski Vieeta sadar bahwa ini bukn mimpi


"pak..., pasti bapak di sana sekarang lihat Viee kan, liat pak Viee di perlakukan sangat baik di sini. Viee bahagia pak, andai saja bapak ada di sini Viee bisa berbagi kebahagiaan bersama bapak*" tiba-tiba ia mengingat sosok ayah nya yang sudah tiada


Vieeta menatap ke arah Dat Thien "terimakasih kak, terimakasih untuk semuanya" ucap Vieeta dengan senyuman mengembang


"iya sama-sama, karna kamu adalah istri ku dan ibu dari anak-anakku nanti. aku akan memberikan yang terbaik untuk mu, agar kamu merasa nyaman bersama ku" Dat Thien mencium punggung tangan Vieeta yang sejak tadi ia genggam dan tak ia lepskan.


Vieeta merasa terharu dengan kata-kata kekasihnya itu, bagai man tidak. bahkan Vieeta sudah di anggap istrinya dan ibu dari anak-anaknya


pelupuk matanya sudah berkaca-kaca, namun ia berusaha untuk menahannya agar tak keluar. bagai mana pun ini adalah momen bahagia


Vieeta pun kemudian menatap ke arah luar jendela untuk menetralkan perasaannya kembali, ia menatap deretan gedung-gedung bertingkat yang menjulang tinggi di kanan kiri. tempat yang tertata rapi, kendaraan yang berlalu lalang tak sepadat kota jakarta yang macet. di tempatnya kini suasana jalan tampak lengang tak terlihat kemacetan sama sekali.


terlihat restoran berjajar dengan rapi, bahkan ada pasar yang juga tertata rapi.

__ADS_1


kini mereka mulai memasuki kawasan perumahan elit, terlihat berjajar sangat rapi, dengan nuansa putih tulang dan aksen warna hitam di bagian kusen jendela, pintu dan beberapa bagiannya, dan juga pagar besi berwarna hitam. di sepanjang perumahan itu di tanami pohon mangga yang berjajar di setiap rumah.


Vieeta mengamati setiap rumah yang memiliki aksen yang sama itu. setiap rumah tak semua berpenghuni ada sebagian yang masih kosong.


dan kini mereka pun akhirnya sampai di rumah Dat Thien. Dat Thien kemudian turun dari mobilnya terlebih dahulu ia mengitari mobilnya dan kemudian membuka pintu mobil untuk Vieeta turun


"selamat datang di rumah " ucap Dat Thien dan Vieeta hanya tersenyum


mata nya menatap rumah itu dengan takjub, runah yang memiliki dua lantai tetapi terlihay sangat rapih dan bersih.


"ayo masuk" ajak Dat Thien ia menggenggam tangan Vieeta untuk menuntunnya masuk


"mas Reza ayo masuk" ajak Dat Thien pada Reza yang masih bercengrkrama dengan yang lainnya di depan pintu


"oh iya.." Reza pun kemudian mengikuti di belakang keduanya masuk ke dalam rumah,dan di ikuti yang lain nya, pun ikut masuk ke dalam


"di sini berapa orang yang tinggal" tanya Vieeta yang masih menelisik setiap sudut ruangan


"ada banyak, aku tidak menghitung, tetapi kebanyakan laki-laki yang perempuan hanya Mai Huong dan Linh adik ku" jawab Dat Thien karna sejujur nya memang ia lupa


"tapi sebagaian dari mereka kadang hanya main tidak menetap tinggal di sini, yang menetap di sini hanya sekitar 10 orang, tetapi kini sisa tujuh orang karna dua orang memilih apartemen sendiri yang lebih dekat dengan tempat kerja." ucap Dat Thien lagi


"lumayan banyak ya, tapi rumah ini terlihat sangat rapi. apakah Chi Mai Huong dan Linh selelu bersih-bersih" tanya Vieeta yang sedari tapi memang takjub mengamati setiap rumah yang sangat rapi. biasanya jika penghuninya laki-laki justru lebih sering berantakan


"tidak, mereka kadang-kadang saja membantu. karena di sini semuanya rajin.kalau tidak mau bersih-bersih tinggal potong gaji hahaha" Dat thien tertawa dengan ucapan nya yang terakhir itu bermaksud bercanda


"hais..ngeselin" Vieeta menapok lengan kanan Dat Thien


"becanda sayang" Dat Thien mengelus pucuk kepala Vieeta


"ya sudah kamu ke kemar mu, tidur di kamar ku di lantai atas. biar aku tidur bersama Anh Tuan " Dat Thien membawa koper tas milik Vieeta karna koper sudah di taruh di dalam kamar tadi oleh pamannya


"yang mana kamarnya" tanya Vieeta yang kini mengikuti langkah Dat thien


"nanti juga tahu" Dat Thien tetap berjalan untuk menunjukan kamarnya.


hingga mereka pun sampai di pintu kamar sebelah kanan " di sini kamu tidur" Dat Thien membuka pintu kamar itu


mereka pun lantas masuk ke dalam kamar, terlihat kamar yang cukup rapi untuk seorang laki-laki, di sana banyak terpajang foto-foto mereka berdua, mulai yang editan hingga yang nyata saat mereka masih di indonesia. Dat Thien mengirimkan setiap foto itu ke sahabat sekaligus team nya untuk di cetak dan di tata rapi. di sudut sebelah kanan ranjang ada meja komputer dan juga kursi yang biasa di gunakan untuk live.


"kamu istirahat dulu, aku tinggal ke bawah ya" Dat Thien meletakan tas Vieeta di bath room bersama dengan kopernya yang sudah ada di sana


"makasih kak" ucap Vieeta dan mendapat anggukan dari Dat Thien


kemudian Dat Thien pun keluar dari kamar itu dan menutup pintunya kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


bersambung dulu ya guys.....


__ADS_2