
Kini Quan Khoi berada di kamarnya, selama Vieeta dan Reza berada di Vietnam. Quan Khoi sama sekali belum pulang ke rumahnya ia menginap di rumah Dat Thien.
Quan Khoi nampak sedang berfikir entah apa yang ia fikirkan namun kini ia tengah melamun. Memikirkan suatu hal
Quan Khoi pun mengambil ponselnya dan menelfon seseorang di sebrang sana.
"Hallo, aku punya kerjaan untuk kamu. Tapi jangan sampai bocor ke orang lain kalau aku yang menyuruh mu" tutur Quan Khoi pada orang di sebrang sana
"setalah Vieeta dan Reza pulang dari sini aku minta untuk media mengundang Dat Thien tentang hubungan mereka berdua. dan setelah itu beritakan masalah uang yang 600 juta itu dan buat seolah-olah Dat Thien adalah pengemis onlain" titah Quan Khoi
"baik lah, akan ku kerjakan" jawab seseorang di seberang sana
"oke kalau gitu" Quan Khoi pun mematikan panggilan telfonnya ia tersenyum miring membayangkan kehancuran Dat Thien
"setelah ini nama baik mu pasti akan tercoreng, dan pasti para penggemar mu akan membenci mu dan mereka semua beralih memihak ku dan menjadikan aku penggemar mereka dan menomor satukan ku" Quan Khoi tersenyum penuh kebahagiaan ia membayangkan bagai mana nanti kala Dat Thien banyak di benci orang
"dan pasti Vieeta pun akan meninggalkan mu, terlebih lagi jika mantan pacar mu pun aku ikut sertakan untuk ikut andil dalam hal ini. Karna yang aku tahu Mieu juga masih mencintai Dat Thien! Hmm...sepertinya aku juga harus menghubungi Mieu" Quan Khoi kembali mengambil ponselnya ia menelfon Mieu untuk di ikut sertakan dalam rencana nya
"Hallo….." Quan Khoi bersuara setelah panggilan do angkat
"kenapa kamu menghubungi ku " tanya Mieu
"apa kamu masih mencintai Dat Thien?" tanya Quan Khoi
"kenapa kamu menanyakan itu" tanya balik Mieu
"kamu jawab aja, kamu masih cinta enggak sama dia. Kalau kamu masih cinta sama dia kenapa enggak kamu kejar dia" Quan Khoi mulai memanasi
"tapi kan Dat Thien sudah punya pacar baru" tutur Mieu bagai mana pun juga ia mengetahui itu karna media Vietnam yang selalu update tentang pasangan fenomenal beda negara itu
"terus kamu mau ngerelain dia gitu aja, toh mereka itu beda agama sudah pasti hubungan mereka tidak akan lama. Jika kamu masih menginginkan Dat Thien maka kejar dia jangan biarkan dia sama wanita lain " Quan Khoi membujuk Mieu kembali
"memangnya kamu rela Dat Thien bersama wanita lain selain kamu " tanya Quan Khoi kembali
__ADS_1
"ya...aku enggak rela kalau dia sama wanita lain, tapi aku juga takut kalau nanti Dat Thien marah sama aku " sebenarnya ada rasa takut di hati Mieu tetapi ia juga masih mencintai Dat Thien
"ya sudah kalau kamu masih cinta perjuangkan dia kembali" Quan Khoi memancing Mieu agar mau untuk mengejar cinta Dat Thien kembali
"kenapa kamu tiba-tiba memintaku untuk kembali dengan Dat Thien? padahal kan kamu itu sahabat dia " tanya Mieu merasa heran
"karna aku tahu kamu masih mencintai " jawab Quan Khoi tanpa mengatakan hal sebenarnya
"tapi...." belum selesai Mieu berbicara, Quan Khoi pun memotong ucapan nya
"jika kamu memperjuangkan cinta mu, aku akan mendukung mu"
"tap...." belum selesai Mieu berbicara Quan Khoi sudah mematikan panggilan telfonnya
"dasar bodoh, udah di kasih peluang malah di sia-sia kan, terserah lah yang penting satu rencana akan berjalan " Quan Khoi menyandarkan kepala dan meliapt tangannya di belakang kepala sebagai bantalan
...****************...
"wihh ..habis dari mana" tanya Anh Tuan
"biasa lah jalan-jalan " jawab Vieeta yang berjalan beriringan dengan Dat Thien
"nih buat kalian" Vieeta memberikan kantung kresek berisi snak dan es krim untuk mereka yang ada di rumah
"wahh ..makasih kakak ipar" Anh Tuan menerima kantung kresek yang berisi jajanan itu dengan senyum sumringah
"di bagi-bagi sama yang lain" ucap Vieeta dan di angguki oleh Anh Tuan yang kemudian berlalu untuk membagikan pada teman-teman nya.
"kak aku ke kamar duluan ya, mau istirahat" pamit Vieeta.
"ya sudah istirahat sana" Dat Thien mengelus pucuk kepala Vieeta sebentar. dan Vieeta pun kemudian berjalan menuju kamarnya, entah kenapa setelah menangis tadi kini ia merasa ngantuk
setelah Vieeta ke kamar nya kini Dat Thien pun menuju kamar Anh Tuan di mana selama Vieeta berada di rumahnya ia tidur bersama Anh Tuan. Sementara Reza tidur bersama Quan Khoi dan Quyen di kamar yang lain.
__ADS_1
Saat hendak menuju kamar nya Dat Thien melihat Quan Khoi berada di kamarnya seorang diri, terlihat Dia sedang suduk di kursi khusus live milik Quyen. Dat thien pun langsung masuk ke kamar Quan Khoi tanpa mengetuk pintu
"kak.." panggil Dat Thien tiba-tiba membuat Quan Khoi yang tengah melamun itu terkejut
"hais...ngagetin aja!! kenapa? Tanya Quan Khoi
"aku ada panggilan dari acara selebriti untuk wawancara, kira-kira apa aku terima atau enggak " tanya nya meminta persetujuan
"kalau menurut ku sih, lebih baik kamu terima karna kamukan sudah termasuk selebriti . Dan ini menjadi peluang kamu untuk di pandang orang dan nama kamu semakin terkenal " tutur Quan Khoi
"cepet juga dia bertindak " guman Quan Khoi dalam hati
tampak Dat Thien berfikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan "hmmm.... oke lah" Dat Thien pun menyetujui
"tapi boleh tidak aku ikut, ya bisa kamu kenalin aku sebagai manager kamu gitu" tutur Quan Khoi
"tapi kan aku sudah ada manager" Dat Thien sedikit agak terkejut dengan permintaan Quan Khoi
"ya pura-pura aja, atau sebagai asisten manajer juga boleh. Jadi nanti kalau kamu di minta jelasin sesuatu aku bisa bantu"
" hmm...baiklah kalau gitu" Dat Thien pun menyetujui usulan Quan Khoi
"ya udah aku mau ke kamar ku dulu kalau gitu" Dat Thien pun bangun dari duduknya kemudia ia keluar dari kamar Quan Khoi
Quan Khoi yang melihat Dat Thien keluar dari kamar nya itu ia tersenyum penuh kepuasan akan rencana yang ia buat.
"akhirnya kamu masuk dalam perangkat ku, dan sebentar lagi teputasi mu akan hancur" Quan Khoi tersenyum licik penuh kebahagiaan karna rencana nya akan berjalan mulus.
Dat Thien tidak mengetahui jika orang yang begitu sangat ia percaya akan menghianati dia. dan orang yang sudah ia anggap saudara akan tega menzolimi dirinya demi kepupoleran semata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Happy reading guys
__ADS_1