
Vieeta kini berada di dalam kereta bersama dengan Reza, Hafzan dan juga Irvan. mereka akan ke rumah Vieeta yang menempuh perjalanan cukup jauh, namun mereka memilih menggunakan kereta.
setelah menempuh perjalanan berjam-jam lamanya. kini kereta pun akhirnya sampai di stasiun surbaya.
"ahhh...akhirnya sampai juga" Vieeta meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku akibat perjalanan yang lumayan melelahkan karena di habiskan dengan duduk
"makan dulu yuk, sebelum ngelanjutin perjalanan" ajak Reza
"ayo aja...tu di sana ada cafe" Vieeta pun setuju di ikuti yang lainnya
mereka pun akhirnya menuju cafe dan memesan makanan. mereka pun akhirnya menikmati makanan masing-masing sembari beristirahat
•
•
•
kini ke empat sekawan itu pun telah sampai di rumah ibu Mutia, mereka pun turun dari mobil dan kemudian menuju ke halaman rumah
"Assalamualaikum...!!" ucap Vieeta dengan suara yang nyaring
"waalaikumussalam..." jawab ibu Mutia dari dalam rumah yang memang kebetulan berada di ruang tamu
"ya Allah ndok...uwes teko to" ibu Mutia menghampiri anak gadisnya itu
"iki sopo( ini sipa)" tanya ibu Mutia menunjuk dua orang yang belum ia kenal
"ini Hafzan sama Irvan, yang biasanya live bareng aku itu lo bu" Vieeta memperkenalkan
"oalah...kok beda ya, ganteng aslinya" ibu Mutia menghampiri kedua kakak beradik itu
keduanya pun menyalami ibu Mutia, dan kemudian ibu Mutia pun membalas dan kemudian memeluk keduanya bergantian
"pie kabare bu( bagai mana kabarnya bu)" tanya Reza sembari menyalami ibu Mutia
"Alhamdulillah baik, ayo-ayo masuk" ibu Mutia mempersilahkan tamunya itu masuk, karena hari sudah mulai petang
mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah, namun Dat Thien dan juga Lam Phong sudah kembali ke hotel sebelum mereka sampai tadi.
mereka pun duduk di ruang tamu, sementara Vieeta membantu ibunya menyiapkan makan malam. setelah selesai menyiapkan makanan Vieeta pun ke ruang tamu dan menyuruh ke tiga orang peria itu makan.
"ayo makan dulu" ajak Vieeta
dan ketiganya pun berdiri dan berjalan ke ruang tengah, karena tidak ada ruang makan. mereka pun duduk di atas tikar yang sudah di siapkan
__ADS_1
"wah ada gado-gado, aku mau ini aja lah" Reza langsung meracik gado-gado yang di sediakan dan mulai melahapnya dengan kerupuk dan juga rempeyek sebagai pelengkap di tambah sate ayam yang aroma nya sangat menggoda
"aku juga mau, kayanya enak" Hafzan ikut memilih gado-gado namun kali ini ibu Muti yang meracikan karena Hafzan tidak mengerti
sementara Irvan lebih memilih memakan sate dengan lontong
"hemm...enaknya, di sana gak ada yang seperti ini" Hafzan memuji masakan ibu Mutia
"enak kan masakan Mak Mut....pasti bakalan ketagihan lagi nanti" ucap Reza dengan memanggil ibu Mutia dengan panggilan khasnya
"satenya juga enak, ini bikin sendiri bu" tanya Irvan dengan menikmati satenya
"iya bikin sendiri, kalo beli bumbunya beda" jawab ibu Mutia dengan tersenyum
"oh iya Viee...tadi Dat Thien juga habis dari sini" ucap ibu Mutia di tengah-tengah acara makan malam itu
Vieeta yang mendengar nama Dat Thien di sebut dan habis dari rumahnya, hatinya serasa mencelos seperti hilang dari tempatnya.
"emm..ng..ngapain bu?" tanya Vieeta dengan sedikit terbata
"cuma nengokin ibu saja ke sini, ibu juga kangen sama dia dan kebetulan dia ada di Indonesia" ucap ibu Mutia
Reza yang mendengar terlihat menahan senyum di bibirnya. ada rasa senang karena mendengar Dat Thien datang ke sini namun ada rasa sedih juga karena tak bertemu dengannya
"sama siapa dia ke sini?" tanya Vieeta lagi, meski ada perasaan aneh namun ia senang karena Dat Thien masih mengingat ibunya
"Lam . Lam Phong gitu namanya tadi" jawab suami ibu Mutia
"oh Lam Phong, cuma berdua mereka ke sini" kini Reza yang bersuara
"iya cuma berdua" ibu Mutia mengangguk membenarkan
Reza menyenggol lengan Vieeta dengan sikut nya, karena mereka duduk bersebelahan. Vieeta yang di perlakukan seperti itu pun merasa kesal
"apa sih mas!" ucap Vieeta dengan bibir cemberut
"enggak apa-apa" Reza senyum-senyum
"obat mu habis kah, kok senyum" Vieeta memotar bola matanya malas
"echem echem..." Reza kembali menggoda
sementara Hafzan dan Irvan senyum-senyum saja
Vieeta malas meladeni ejekan Reza, ia lebih memilih membereskan piring kotor dan juga bekas makan mereka tadi.
__ADS_1
...----------------...
pagi harinya mereka pun jalan-jalan santai dengan bermain sekuter dan juga bersepeda.
"woy...tunggu" teriak Vieeta dari belakang ia menggunakan skuter sementara Hafzan dan Irvan berada di depan dengan menggunakan sepeda listrik, sementara Reza menggukan sepeda ontel biasa
"lambat, buruan" Hafzan semakin memacu kecepatan
Vieeta tambah menarik gas nya untuk menyusul ketiga lelaki itu. hingga akhirnya ia pun bisa menyusul ketiganya
"cari rambutan yok" ajak Vieeta
"ayo dah, nyari di mana" tanya Reza
"iku akeh..." Vieeta menunjuk pohon rambutan para tetangga yang berbuah
"ada orang nya enggak tapi" Reza mengamati
"ada itu...ayo dah" Vieeta mengajak ketiganya
hingga mereka pun sampai di pekarangan rumah tetangga yang memiliki pohon rambutan dan sedang berbuah lebat.
"Assalamualaikum...." Vieeta mengucap salam
"waalaikumussalam..." jawab sang pemilik pohon rambutan
"Ibu, nyuwun rambutan (ibu, boleh minta rambutan)" ucap Vieeta
"saget,mangga njupuk dhewe (boleh, silahkan ambil sendiri)" ucap ibu pemilik buah rambutan
"suwun bu( makasih bu)" ucap Vieeta dan kemudian mengajak teman-teman nya" ayo ambil, boleh ko" tuturnya kepada ketiga temannya itu
mereka pun akhirnya mengambil buah rambutan sendiri menggunakan galah, dan Vieeta memanjat pohonnya karena tidak terlalu tinggi. karena pohon rambutan itu adalah pohon rambutan yang di cangkok
setelah cukup mendapatkan buah rambutan tak lupa mereka mengucapkan terimaksih.
mereka pun duduk di pinggir gorong-gorong sembari menikmati buah rambutan yang manis hasil meminta pada tetangga.
"nanti kita jalan ke alun-alun yuk...pasti seru di sana" ajak Reza
"boleh aja, aku juga pengen tahu tempat-tempat bagus di sini. biar nanti aku mauskan di konten ku" Hafzan setuju karena ia akan membuat vidio yang akan ia upload nanti
"cari tempat makanan enak juga, aku juga mau vidioin terus aku masukan di sosmed" Irvan juga menyetujui
"ya udah, nanti kita nanti berangkatnya jam empat ya" usul Vieeta dan di anggukan ketiganya
__ADS_1
setelah puas duduk-duduk sembari memakan rambutan, mereka pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah beranjak siang. sisa rambutan yang mereka petik tadi itu pun di bawa pulang untuk di makan di rumah.