cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
saat di bali


__ADS_3

Dat Thien melepas pelukannya, ia mengusap sisa air mata yang masih membasahi pipi gadisnya itu


"sudah jangan menangis lagi, mau bagai mana pun ke adaannya hati ku tetap untuk mu. Jangan hiraukan ucapan-ucapan orang lain yang menginginkan hubungan kita hancur " tutur Dat Thien ia menggenggam jemari Vieeta dan tersenyum untuk menguatkan kekasihnya itu


"maaf karna aku yang terlalu protektif sama kakak, aku tahu mungkin tingkah laku ku tidak membuat kakak nyaman karna sifat ku yang kekanakan" Vieeta menunduk ia merasa bersalah dengan sifatnya yang kekanakan menurut dirinya


"itu hal yang wajar, bukan karna kekanakan. Aku suka sifat mu yang apa adanya, aku suka sifat mu yang cemburu kepada ku karna itu tanda kalo kamu mencintai ku " mendengar ucapan Dat Thien, Vieeta pun mengangkat wajahnya


"tapi aku keterlaluan, padahal kakak di luar itu kerja. Tapi aku menuntut kakak untuk selalu ngabarin aku, tanpa tahu kalau kakak itu sibuk " Vieeta kembali meneteskan air matanya


"Stttt....sudah jangan nangis lagi " Dat Thien mengahapus air mata Vieeta yang kembali menetes


"kita jalan-jalan yuk, sebelum kamu pulang ke indonesia. Selama kamu di sini aku selalu sibuk kerja sampai-sampai jarang ajak kamu jalan-jalan " ajak Dat Thien demi menghibur kekasihnya itu ia memegang dadu kekasihnya itu dan mencubit pipinya dengan pelan karna merasa gemas dengan pipi chuby sang kekasih


"ke mana ?" tanya Vieeta


"jalan-jalan ke tempat yang bagus yang kamu suka" ucap Dat Thien ia mengelus pucuk kepala Vieeta


"hmm....aku mandi dulu ya kak soalnya belum mandi dari tadi " tutur Vieeta karna ia sedari sore belum mandi karna di negara itu cukup dingin berbeda dengan indonesia yang notabene panas


"ya sudah, aku tunggu di bawah ya" Dat Thien berdiri dari duduknya ia mengelus pucuk kepala Vieeta sebelum pergi meninggalakan kamar itu.


"oke..aku cuma sebentar ko" tutur Vieeta dan Dat Thien pun mengangguk.


Setelah itu Dat Thien pun keluar dari kamar Vieeta, dan setelah Dat Thien keluar Vieeta pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.





Dat Thien kini berada di ruang tamu untuk menunggu Vieeta bersiap-siap. Sebenarnya tubuhnya merasa sangat lelah namun demi menghibur kekasih hatinya ia rela tak istirahat .


"kok enggak istirahat " tanya Reza kala melihat Dat Thien duduk di sebelahnya


"aku mau ngajak Vieeta jalan-jalan ke luar dulu " jawab Dat Thien ia menyenderkan kepalanya di sandaran sofa


"kalian berantem " tanya Reza untuk memastikan


"hanya salah faham saja, sekarang juga udah baikan kok " Dat Thien menoleh ke arah Reza setelah itu ia menatap kembali ke langit-langit rumahnya

__ADS_1


"aku harap kalian akan selalu baik-baik saja" Reza menepuk-nepuk bahu Dat Thien


"aku pun berharap yang sama" Dat Thien memejamkan mata nya sesaat untuk menenagkan dikiranya.


tak berselang lama Vieeta menuruni anak tangga, ia sudah bersiap dan menghampiri keduanya yang duduk di ruang tamu.


"loh mas kalian cuma berdua, Quan Khoi mana " tanya Vieeta kala sudah sampai di ruang tamu


"sudah siap Viee" tanya Dat Thien tanpa menghiraukan pertanyaan Vieeta tadi pada Reza


"udah. " Vieeta mengangguk " ini kak Quan Khoi kemana, kok tumben nggak ada " tanya Vieeta ia celingukan mencari keberadaan Quan Khoi


"tadi keluar enggak tahu mau ke mana " jawab Reza yang tadi bersama Quan Khoi, sebelum Dat Thien pulang.


"ya udah ayo berangkat, nanti keburu kemalaman. Biarin aja kak Quan Khoi nanti juga pulang lagi sendiri" Dat thien sedikit bercanda agar tak terlalu kaku


"iya tahu kalu itu anak bisa pulang sendiri,cuma gak biasanya aja itu orang pergi gak pamit" tutur Vieeta


"ya idah sih, udah sana kalo pada mau jalan. Nanti keburu malam " Reza menimpali


"kamu gak ikut mas " tanya Vieeta


"ya udah, ayo kak" ajak Vieeta dan di angguki Dat Thien


"yo wes aku jalan dulu ya, Assalamualaikum " ucap Vieeta lagi


"waalaikumsalam" jawab Reza menatap keduanya sebentar setelah itu ia kembali fokus pada ponselnya.


Vieeta dan Dat Thien pun keluar rumah dan menunj mobil Dat Thien yang terparkir di luar pagar rumah, karna rumah itu tidak ada garasi untuk mobil. Jadi semua yang tinggal di situ dan memiliki mobil memarkirkannya di luar pagar dan di pinggiran jalan depan rumah.


Vieeta pun masuk ke mobil begitu pun dengan Dat Thien. Mobil pun mulai melaju meninggalkan kediamannya dan mulai menyusuri jalanan kota.


Dan di saat itu Quan Khoi pun berjalan hendak menuju ke rumah Dat Thien


"cih dasar pasangan itu, ok mesra banget " cibir Quan Khoi


"kalian gak tahu aja, waktu di bali kaya apa." Quan Khoi pun masuk ke dalam rumah Dat Thien


Flashback to Bali


Saat di bali mungkin Vieeta dan Reza tak mengetahui masalah yang terjadi seperti apa, karna mereka berdua tidak faham bahasa yang di gunakan teman-teman luar negri nya.

__ADS_1


"kenapa sebanyak ini habisnya " tanya Dat Thien saat mereka sudah pulang ke Vietnam saat itu bersama dengan Reza dan Vieeta


"itu karna Than Than, dia bilang tidak mahal tetapi dia kemarin minta uang lagi sebanyak 600 juta(NT Vietnam) karna bilang nya kurang " jawab Quan Khoi


"kenapa dia tidak bilang lebih awal kalau pengeluaran sampe banyak seperti itu " Dat thien tampak kesal


"ya aku enggak tahu, karna dia ngomong nya dari awal cuma habis per orang 50, tapi kemarin waktu aku minta sama kamu uang buat bayar dia itu dia minta lebih. Dan aku harus mengeluarkan uang kembali sebesar 300 jutaan" jawab Quan Khoi


"vidio call dia sekarang " titah Dat Thien dan Quan Khoi pun bukan menelfon lewat saluran telfon tapi ia masuk ke dalam Live milik Than Than yang sedang melakukan Live


"Hallo anh Dat Thien" sapa Than Than ramah dengan tersenyum


"tolong sekarang jelaskan, mengapa aku membayar mu begitu mahal bahkan hanya satu minggu selama di Bali bisa habis sampai 600 juta " tanya Dat Thien yang kecewa dan menaham amarahnya


"maksut mu apa, aku enggak faham ?" tanya Than Than yang tak mengerti apa yang di maksud


"jangan pura-pura enggak tahu, sekarang jelaskan. ini di tonton orang banyak. Kamu jangan berbohong " Dat Thien sudah berusha sgar tidak emosi


"aku tidak pernah melakukan itu sama sekali, dan bayaran itu...." belum selesai Than Than menjelaskan Quan Khoi sudah memotong ucapan Than Than


"kamu enggak usah banyak ngeles, jelas-jelas kamu minta uang segitu sama aku waktu di Bali. Jangan pura-pura tidak tahu kamu " tutur Quan Khoi dengan emosi


"sudah aku jelaskan aku enggak tahu, bukannya kamu bayar aku...." lagi lagi ucapannya di potong Quan Khoi


"tinggal jujur aja apa susah nya sih, dasar kamu itu pemeras, padahal kami di sana hanya seminggu tapi kamu manfaatin" Quan Khoi kembali mencibir


"tolong berikan aku sedikit ruang untuk menjelaskan " pinta Than Than


"sudah gak perlu di jelaskan, semua sudah terbukti" Quan Khoi pun langsung mematikan Live nya dengan Than Than sebelum Than Than menjelaskan.


"sudah jangan di fikirkan, biarkan nanti dia juga akan rugi sendiri " Quan Khoi memberikan suport untuk sahabatnya itu yang sudah di anggap sodara. Dat Thien hanya diam tak bergeming


Sementara Than Than yang masih berada di bali ia merasa frustasi


"Aakhhh...kenapa sebenarnya sih ini " Than Than tak habis fikir..


"siapa yang bilang 600 juta, aku enggak pernah minta sebanyak itu bahkan kitasaat di sini pun sama-sama enggak mungkin samapai habis segitu banyaknya, hanya untuk tiket dan makan saja" Than Than tampak berfikir keras namun ia tak tahu harus apa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai guys selamat membaca, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya

__ADS_1


__ADS_2