cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
putri kecilku


__ADS_3

Dat Thien kini mencari kesibukan dengam terus bekerja hingga ia mengabaikan kesehatannya sendiri, Dat Thien semakin hari semakin kurus karena jam makan dan jam tidur nya yang tak teratur.


hingga Dat Thien pun jatuh sakit dan mengharuskannya berdiam diri di rumah, selama putus dengan Vieeta hingga satu bulan lamanya kehidupan Dat Thien semakin berantakan, bahkan ia melampiaskan semua dengan bekerja tanpa memikirkan kesehatannya sendiri


"ini kak, di makan" Linh May Chau membawakan mangkuk berisi sup kepada Dat Thien " kakak harus sehat, jangan menyiksa diri kakak sendiri" sambung nya memberi perhatian kepada kakak laki-laki satu satunya itu


"kakak tidak selera makan dek" ucap Dat Thien menolak, kini Dat Thien tengah berbaring di tempat tidur dengan kening yang tertempel kompres


"kak jangan menyiksa diri kakak sendiri, kalau kakak sakit bagai mana dengan Cara nanti kak. pasti dia sedih" ucap Linh mengingatkan Dat Thien kalau lelaki itu mempunyai putri


"hmmm..baik lah kakak makan, tlong bawa ke bawah saja mangkuknya. kakak makan di bawah" akhirnya Dat Thien pun menurut itu demi anaknya. ia juga sudah sangat merindukan putri kecilnya itu


ia berjanji akan menengok putrinya nanti setelah sembuh. Linh pun membawa mangkuk berisi sup panas kebawah menuruti keinginan sang kakak


Dat Thien pun menyingkap selimutnya, dan kemudian turun dari ranjang. ia berjalan menuju pintu kamar dan menyusul adiknya itu.


tiba di ruang tamu mangkuk berisi sup sudah ada di meja, Dat Thien pun duduk di kursi berbahan kayu dengan ukiran-ukiran khas negara itu. ia pun mulai menyantap sup hangatnya dengan perlahan.


"kakak sakit" tany Thanh yang merupakan teamnya


"hanya tidak enak badan" jawab Dat Thien tak ingin membuat Thanh atau team yang lain khawatir


"kalau kakak sakit lebih baik istirahat saja, biar pekerjaan kami hendel semua" ucap Thanh lagi dan Dat Thien hanya menjawab dengan anggukan


tanpa di ketahui Dat Thien Thanh memvidiokan Dat Thien dan membuat story di sosial medianya. sebenarnya Thanh merasa kasian kepada kakaknya itu semenjak putus dari Vieeta badannya semakin kurus tak terawat.


"ya sudah kakak, aku tinggal dulu ya" pamit Thanh dan di angguki Dat Thien karena ia kini masih memakan sup nya. dan terasa malas untuk banyak bicara.


setelah selesai makan Dat Thien pun kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di pembaringan .fikirannya melayang jauh memgingat masa-masa dulu bersama Vieeta, bahkan foto-foto yang banyak ia cetak mulai dari editan hingga kenyataan masih tersimpan rapi di tempatnya. hanya saja Dat Thien kini menyimpannya di tempat yang tidak di jankau kamera


karena ia tahu pasti para fans akan semakin ribut nantinya. beginilah jika menjadi seorang idola tidak bisa sebebasnya untuk bergerak


bergerak sedikit pasti langsung di nilai oleh pada netijen yang maha benar. bahkan yang hanya urusan peribadi mereka pun netijen ikut mengatur


bahkan dulu ia bersama Vieeta yang hanya partner kerja tak luput dari perjodohan, namun cinta keduanya bukan karena perjodohan melsinkan karena nyaman dan saling membutuhkan

__ADS_1


dan setelah mereka bersatu berbondong-bondong netijen mulai mengikuti keduanya di semua sosial media mereka. memuja muja ( mengarah ke penggemar yang fanatik dan terlalu ikut campur) keduanya karena keromantisan mereka


namun setelah mereka putus satu persatu yang tadinya pro menjadi kontra dan mulai meninggalkan mereka. bahkan sampai tega memfitnah Dat Thien berbuat asusila bersama wanita lain, bahkan di forum berita itu memfitnah Dat Thien tidur satu kamar dengan wanita lain dan itu menbuat fans yang tadinya percaya menjadi bimbang dan pada akhirny termakan oleh berita hoak


meski di negara itu negara bebas, mau tidur berdua dengan wanita sekalipun tak akan ada yang masalah. namun Dat Thien menjaga itu demi Vieeta, apa yang tidak di bolehkan Vieet akan ia terapkan meski merek sudah tidak bersama


bahkan hal kecil seperti tidak boleh memanjangkan kuku dan harus selalu memotong kuku pun Dat Thien jalan kan. karena dulu ada insiden kecil saat kuku Dat Thien panjang pernah menggores tangan Quan Khoi hingga mengadukan kepada Vieeta


sejak saat itu Dat Thien tak pernah memanjangkan kukunya lagi. padahal dulu ia memanjangkan kukunya agar memudahkannya saat bekerja di salon namun kini karena ia sudah memiliki salon sendiri jadi ia sudah tak memanjangkan kukunya lagi.


bahkan kehidupan Dat Thien semakin teratur saat bersama Vieeta, meski kini sudah tak bersama Dat Thien masih berusaha menerapkan apa yang tidak di bolehkan oleh Vieeta.


...----------------...


beberapa hari berbaring di tempat tidur, kini Dat Thien sudah lebih sehat, kini ia bersiap-siap untuk ke rumah orang tuanya menemui putri kecilnya yang sudah ia rindukan


"tunggu ayah sayang, ayah akan ke sana menemui mu" ucap Dat Thien penuh semangat


"dek ayo" ajak Dat Thien pada Linh May Chau


mereka pun keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil, Dat Thien mulai menyalakan mesin mobil dan melajukan kendaraannya memecah jalanan


Dat Thien membawakan beberapa oleh-oleh untuk keluarganya dan untuk Cara putri kecilnya itu


tak butuh waktu lama hanya sekitar satu jam setengah mereka sudah sampai di kediaman orang tuanya


Cara sudah menunggu di persimpangan jalan, karena mobil ayahnya tidak bisa di bawa ke dalam jadi harus di parkir di tepi jalan, karena rumah kedua orang tua Dat Thien berada di dalam gang dn itu sangat sempit, hanya muat untuk kendaraan roda dua saja


"ayah..." panggil Cara dan kemudian berlari kearah sang ayah


Dat Thien pun menyambut putrinya ia merentangkan tangannya bersiap menyambut pelukan hangat putrinya itu dengan senyuman mengembang di bibirnya, Cara pun langsung melompat ke arah ayahnya yang setengah membungkuk demi menyambut putrinya itu. Cara pun langsung masuk ke dalam gendongan sang ayah, Dat Thien pun memeluk erat gadis kecilnya itu


"aku kangen sekali sama ayah" ucap Cara lembut


"ayah juga kangen sama kamu, bagai mana kabar mu nak" tanya Dat Thien ia menyelipkan anak rambut di telinga gadis cantik ya itu

__ADS_1


"aku baik-baik saja ayah, aku dengar ayah sakit ya" tanya Cara


"hanya kecapekan saja sayang" ucap Dat Thien menenangkan putrinya itu


"ayah jangan banyak bekerja ya, ayah harus sehat selalu" Cara menangkup pipi sang ayah dan kemudian menghadiahi ciuman di kedua pipi, kening dam bibir sang ayah. itu selalu di lakukan Cara untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayang nya terhadap ayahnya yang ia punya sekarang


karena hanya sang ayah yang bisa ia sentuh, sedangkan ibunya entah kemana.


"kamu tidak merindukan ibu sayang" tanya Ling May Chau, ia memang di panggil ibu oleh Cara meski Linh adalah bibinya. namun karena Cara di rawat oleh kedua orang tuanya dan Linh juga ikut andil maka Cara memanggil bibinya dengan sebutan itu


"ibu, aku sangat merindukan mu juga" Cara turun dari gendongan Dat Thien dan beralih memeluk Linh May Chau yang menyambut dengan berjongkok dan membalas pelukan Cara


"putri ibu ternyata sudah besar ya" Linh melerai pelukannya dan mengelus pucuk kepala Cara


"iya dong, kan aku sudah tujuh tahun" jawab Cara, ia pun memberikan hadiah ciuman di seluruh wajah Linh


"oh iya, ayah punya hadiah untuk mu" Dat Thien membuka bagasi mobil dan mengambil semua bingkisan dan juga hadiah untuk Cara


"yey...mana ayah hadiah nya" Cara sangat senang mendapatkan hadian dari ayahnya itu


"ayo kita ke rumah dulu" ajak Dat Thien sembari menenteng beberapa kantong kresek dan beberapa paper bag


mereka pun menuju ke rumah dan menemui kedua orang tua Dat Thien terlebih dahulu memeluk kedua orangtuanya dan kemudian beralih memeluk sang nenek yang hanya tinggal satu nenek yang ia punya.


Dat Thien menaruh beberapa oleh-oleh di meja, kemudian ia memberikan dua paper bag kepada gadis kecilnya itu


"ini untuk putri ayah yang sudah giat belajar dan pintaf" Dat Thien menyerahkan paperbag itu kepada Cara


Cara pun langsung membukanya, di dalamnya berisi tas, sepatu. kemudian ia membuka paper bag yang satunya berisi pakaian gaun yang sangat cantik


"ini bagus sekali ayah... terimakasih" Cara memluk Ayahnya dan mencium pipi sang ayah


"sama-sama sayang, makin rajin ya belajarnya agar nanti bisa jadi orang sukses" ucap Dat Thien untuk putrinya


"pasti ayah" Cara pun tersenyum bahagia

__ADS_1


setelah bercengkrama dengan kedua orang tua dan juga neneknya mereka kini makan siang bersama di iringi obrolan ringan.


__ADS_2