cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
Pagi yang menyejukan


__ADS_3

Setelah makan malam di restoran Reza mengantarkan Vieeta pulang ke rumah, meski ia sudah berusaha memghibur Vieeta namun tidak membuat Vieeta kembali seceria biasanya.


meski gadis itu mencoba untuk biasa saja dan selalu tersenyum, namun tidak dapat menutupi kesedihan dari raut wajahnya


"sudah sampai" ucap Reza kala sudah sampai di depan rumah Vieeta


"makasih mas buat malam ini" tutur Vieeta sembari tersenyum


"iya sama-sama, istirahat jangan kebanyakan begadang" nasehat Reza dan Vieeta pun mengangguk mengiyakan


"ya udah sana masuk, awas kalo masih begadang" Reza mengelus pucuk kepala Vieeta


"ya udah mas aku masuk dulu" Vieeta pun keluar dari mobil, sebelum ia masuk ke dalam rumah Vieeta membalikan badannya dan melambaikan tangan ke arah Reza dan di balas lambaian pula oleh Reza


setelah itu Vieeta masuk ke dalam rumah, Reza pun meninggalkan rumah Vieeta setelah memastikan gadis itu masuk ke dalam rumah.





Vieeta kini sudah berada di kamarnya, ia melempar tasnya ke kasur dan ia pun langsung membaringkan tubuhnya ke atas kasur empuknya


"huhh...." Vieeta membuang nafasnya kasar


Ia mengambil ponselnya yang berada di dalam tas dengan posisi masih berbaring. Setelah itu ia mulai secrool aplikasi hiburan untuk melihat seseorang yang ia rindukan namun berusaha untuk melupakan


namun saat ia secrool mendapati vidio teman satu team Dat Thien yang memperlihatkan tengah memapah Dat Thien dan membaringkannya di kamar, dengan ke adaan tidak sadar.


Vieeta yang melihat itu pun memegang dadanya dengan tangan kiri dan mulai menitikan air matanya, dadanya sunggu sangat sesak kini bahkan untuk bernafas pun terasa susah.


Sakit sekali rasanya melihat orang yang ia cintai harus seperti itu.


"kenapa kakak harus melampiaskan dengan mabuk, itu pasti akan berdampak pada kesehatan kakak" ucap Vieeta di tengah isakan tangis nya


hingga jam dua belas malam Vieeta menangis dan karena lelah menangis Vieeta pun tertidur.

__ADS_1





Dat Thien kini berada di sebuah bar, ia menghabiskan waktunya di sana. dan di temani oleh sahabatnya yang bekerja dengan dirinya.


Dat Thien melampiaskan dengan mabuk, ia menenggak bir di dalam gelas bahkan di depannya kini sudah ada tiga botol kosong


"kak, sudah ini terlalu banyak" Twan Yen mencegah Dat Thien meminum lagi


"biarkan aku begini, aku ingin melupakan sakit ku sejenak saja" ucap Dat Thien dengan sudah hampir tak sadar diri


"sebaiknya kita pulang kak" Twan Yen pun memapah Dat Thien untuk meninggalkan bar tersebut


mereka keluar dari bar dan menuju ke parkiran, Dat Thien sudah kehilangan kesadarannya, dengan penuh perhatian Twan Yen memapah Dat Thien.


Twan Yen membuka pintu mobil bagin belakang dan membaringkan Dat Thien di kursi penumpang. setelah itu ia pun masuk ke dalam mobil dan membawa Dat Thien pulang ke rumah.


Twan Yen memacu mobil hingga tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah Dat Thien. Twan Yen turun dari mobil dan berjalan menuju pintu penumpang, ia kembali memapah Dat Thien masuk ke dalam rumah


"dia mabuk" jawab Twan Yen


"ya sudah tolong bawa ke kamar nya" Linh pun menyerahkan agar kakak nya di bawa ke kamar


Twan Yen pun membawa Dat Thien ke kamar, dan membaringkan di tempat tidur.ia pun menyelimuti tubuh Dat Thien yang sudah tertidur karena mabuk berat.


...----------------...


Pagi harinya Vieeta terbangun dan menjalankam sholat subuh, karena ia tadi bangun pukul empat sebelum azan subuh.


setelah sholat subuh Vieeta kini tengah duduk di ranjangnya dan menatap keluar jendela. pagi yang hampa untuk setengah bulan ini semenjak mereka putus. namun Vieeta kini sudah seperti baisa lagi senyuman manis kini terukir di wajahnya meski tidak ada yang tahu di dalam hatinya seperti apa


saat tengah termenung terdengar suara dering dari ponselnya pertanda panggilan masuk. Vieeta pun menengok ke arah sumber suara dan mengambil ponselnya dan tertera panggilan telepon dari Reza


"halo mas, kenapa" Vieeta mengangkat telfon dari Reza

__ADS_1


"besok kita jadi kan ke malaysia, ke rumah Hafza" tanya Reza karena mereka punya teman baru yang berasal dari Malaysia


"jadi dong mas, ini aku juga udah paking kok. masa iya enggak jadi" jawab Vieeta dengan di iringi senyum di bibirnya


Ia bertekad untuk bersenang-senang sekarang melupakan sejenak rasa sakit di hatinya. meski ia tak bisa menghilangkan cintanya kepada Dat Thien tetapi ia ingin mencoba untuk bahagia sekarang


"ya udah, besok aku jemput ke sana" ucap Reza


"oke, ya udah mas aku mau jalan-jalan pagi dulu" Vieeta hendak mengakhiri panggilan telfonnya


"tumben jalan-jalan pagi segala" tanya Reza heran karena tidak seperti biasanya yang mager


"lagi pengen, udaranya kan di sini masih bagus enggak kaya di jakarta. Ya udah ya mas bay bay" Vieeta langsung mematikan sambungan teleponnya sepihak tanpa persetujuan Reza


Sementara Reza di seberang sana mengumpat kesal


"Viee nan..." belum selesai Reza melanjutkan perkataannya sambungan telepon sudah terputus " hais kebiasaan ini orang main matiin aja" gerutu Reza dan langsung menaruh ponselnya begitu saja dan ia tinggal menuju kamar mandi.




Sementara Vieeta kini tengah menikmati udara pagi dengan menaiki skuter yang di rakit oleh Dat Thien dulu saat kedua kali datang ke indonesia dan ke rumh Vieeta.


Vieeta mengingat bagai mana ia dulu bergantian memakai sekuter itu bersama Dat Thien, Vieeta tersenyum kala mengenang hal konyol yang mereka lakukan seperti anak kecil


Berebut untuk menaiki skuter itu, dan mereka memakai secara bersamaan dengan Vieeta berdiri di depan dan Dat Thien di belakang.


"biarkan lah Viee itu menjadi kenangan indah saat kamu bersamanya, kini kamu harus bahagia meski tak bisa melupakan dan melepaskan cinta nya. biarkan kali ini dia belajar dan mengenal tentang agama islam itu pun jika dia mau belajar dan mau mempertahankan cintanya. Jika tidak maka harus merelakannya bersama wanita lain" ucap Vieeta dalam hati menguatkan diri sendiri.


Vieeta berhenti di tempat usaha mebel nya, ia masuk ke dalam untuk sekedar melihat-lihat saja. di mana banyak kayu -kayu bertumpuk dan para tukang yang bekerja


setelah selesai melihat-lihat ia kembali keluar dan memakai skuternya lagi. Ia melajukan kembali skuternya melewati banyak persawahan, pemandangan yang menyejukan mata yang tak di jumpai di jakarta yang penuh polusi dan juga hilir mudik kendaraan


Vieeta menikmati pagi nya di persawahan terlihat hamparan pohon padi yang masih hijau serta angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya. udara pagi yang dapat menyejukan hati dan fikiran bagi setiap orang yang memiliki bebean berat di pundaknya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hallo Author update lagi, sekarang cerita author sudah bisa kontrak dan dapat cover baru dari NT. makasih untuk semuanya yang udah suport author dengan komentar kalian dan juga likenya


__ADS_2