cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
Gunung Bromo


__ADS_3

setelah bermalam di jakarta mereka kini tengah menempuh perjalanan ke surabaya menuju rumah Vieeta, untuk pertama kalinya Dat Thien akan menginjakan kakainya di rumah Vieeta dan bertemu orang tua kekasihnya itu.


setelah perjalanan yang sangat melelahkan karna memakan waktu banyak untuk sampai di rumah Vieeta, kini mereka pun akhirnya sampai di kediaman Vieeta.


mereka pun turun dari mobil, terlihat di ibu Mutia dan Pak Heru ayah sambung Vieeta keluar dari rumah dan menyambut kedatangan mereka semua.


"Assalamualaikum" Vieeta mengucapkan salam


dan Reza pun melakukan hal yang sama"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab ibu Mutia dan pak Heru bersamaan


"bu kenalin ini temen-temen dari Vietnam" Vieeta memperkenalkan


"anh salim" Vieeta memberikan contoh terlebih dahulu barulah Dat Thien mengikuti, dan di ikuti pula oleh Wuan Khoi dan Anh Tuan


"ya Allah ganteng-gantenge" ibu Mutia menggandeng tangan Dat Thien


entah mengapa ibu Mutia merasa sangat sayang dengan lelaki itu, ia merasa bahwa Vieeta memang tepat bersanding dengan Dat Thien


"ayo masuk" bu Mutia mempersilahkan mereka semua masuk


Vieeta menggandeng tangan Dat Thien dan membawa lelaki itu masuk ke dalam rumah, di ikuti yang lainnya.


"mas nanti tolong carikan hotel buat mereka ya, soalnya kan kalo nginep di sini gak mungkin lah. gak enak sama tetangga nanti di kira apa" Kini Vieeta berada di kamar atas terlihay Dat Thien berbaring di kasur yang sederhana dengan sangat nyaman bahkan Anh Tuan pun mengikuti kakak nya berbaring. sedangkan Quan Khoi berdiri di balkon kamar itu yang di buat seperti gazebo


"iya beres gampang aja itu... itu bocil-bocil gerang ko nyaman banget pada tidur di situ" Reza merasa heran dan menggelengkan kepala


pasalnya yang mereka tiduri bukan lah kasur empuk spring bed king size seperti yang ada di rumah-rumah mewah. kasur itu hanya kasur busa biasa tetapi kedua orang itu malah asik bercanda dan berbaring di sana.


"yo wes bene ae lah mas( ya udah biarin aja lah mas).... dia juga pernah cerita kalau kehidupan nya dulu gak kaya sekarang dulu masih serba susah keja juga serabutan, ya kuli bangunan, ya kerja di salon terus jualan baju-baju di toko orang di jual onlain"


"berarti sekarang sudah mujur hidupnya, ya cocok sama kamu jadi kalo di ajak susah gak akan kaget lagi. kan kamu juga gitu memulai semua nya dari nol, dari yang bukan apa-apa, kerja ikut orang kena tipu sampe harus kabur. terus setelah itu harus berjuang lagi dari nol dari yang gak bisa beli apa-apa sekarang tinggal tunjuk aja langsung bisa di beli , terus juga dari gak di pandang orang, sekarang di pandang orang hebat dan merasa bangga. " Reza mengingat bagai mana perjuangan Vieeta di awal karir nya hingga sekarang karna ia mengenal Vieeta sudah lumayan lama semenjak ia harus merasakan sakit hati karna di kecewakan wanita


hingga Allah membawanya bertemu dengan Vieeta, gadis sederhana yang apa adanya tanpa jaim, seperti wanita kebanyakan. bahkan hingga sesukses sekarang Vieeta tak berubah ia tetap wanita rendah hati dan baik kepada siapa pun. meski itu orang tak suka kepada dirinya sekali pun


"kita semua sama mas, berjuang dari nol. kan kamu juga sama kaya aku mas sakit dulu baru seneng-seneng" sikap sederhananya tak berubah ia masih tetap merendah


di saat mereka tengah mengobrol ternyata Quan Khoi,Đạt Thiện, dan Anh Tuấn sudah terlelap di kasur itu.

__ADS_1


"ealah mas, kita tinggal ngobrol bentar tau nya mereka malah udah tidur" Vieeta menepuk jidatnya


"udah lah biarin aja, aku mau turun dulu mau cari hotel yang nyaman dan deket buat kita para cowok nginep" Reza berlalu dan menuruni tiap anak tangga


di ikuti Vieeta di belakangnya" ya udah mas, aku mau bantu ibu masak dulu" Vieeta pun menujj dapur setelJ sudah samapi di lntai dasar


Sedangkan Reza berlalu mencari hotel.


malam ini mereka makan bersama dengan makanan khas indonesia, dan khas makanan rumahan


"Bu, aku udah pesen bakso nanti di anter " Vieeta memberi tahu ibunya


"ya sudah, kamu bangunin dulu itu teman-teman mu suruh makan malam" titah ibu Mutia


"iya bu, ya udah aku tinggal dulu" Vieeta meninggalkan ibu nya di dapur dan tengah menyiapkan makan malam


Vieeta menuju kamar atas untuk membangunkan para lelaki yang tengah tidur, setelah ia berhasil membangunkan semua para lelaki


mereka pun turun ke bawah di mana makanan sudah tersaji.


"makan-makan dulu, nanti bisa di lanjut tidurnya" ucap ibu Mutia


"Bokso" tanya Dat Thien dengan pengucapan yang salah


"Bakso no Bokso" ucap Vieeta membenarkan seketika Reza tertawa kala Dat Thien salah mengucap


"oh ok Bakso nha(ya)"Dat Thien mengangguk faham


dan mereka pun mulai makan malam itu, dengan penuh canda tawa


ibu Mutia merasa senang karna rumahnya kini ramai dan merasa senang karna anak bungsunya itu memiliki banyak teman. bahkan sircel pertemannya tidak main-main hingga keluar negri dan memiliki kekasih luar negri pula


saat setelah makan malam Dat Thien menghampiri ibu Mutia ia mengambil tangan wanita yang telah melahirkan gadis yang ia cintai. ia mengambil bungkusan kantong kecil berwarna merah dan membukanya dan mengambil seuntai gelang emas ia melingkarkan gelang itu di pergelangan tangan ibu Mutia


wanita paruh baya itu tersenyum penuh haru, Dat Thien menciun tangan ibu Mutia dan kemudian mencium kedua pipinya.


"terimakasih ini sangat bagus" ibu Mutia tersenyum ia memegang kedua bahu lelaki tampan yang ada di depannya kini kekasih dari Vieeta dan akan menjadi nenantunya


Dat Thien hanya tersenyum karna ia tak mengerti yang di ucapkan ibu Mutia, kemudian Vieeta yang menerjemahkan karna kini sedikit-sedikit ia sudah bisa berbahasa Vietnam

__ADS_1


"mẹ nói lời cảm ơn(ibu bilang terimakasih)" Vieeta menatap kekasihnya itu


"oh ok" Dat Thien tersenyum ia kini duduk di samping ibu Mutia


"aku ingin bicara sama ibu mu" Dat Thien meminta Vieeta untuk membantu


"oke" Vieeta mengambil ponselnya untuk menerjemahkan


"mẹ cho con xin phép đưa Vieeta về việt nam được không(ibu bolehkah saya meminta ijin untuk membawa Vieeta ke Vietnam)" ia menggunakan ponselnya dan kemudian Vieeta juga mengarahkan ponselnya ke arah ibunya


"boleh asalkan bersama Reza yang menemani"ibu Mutia memberikan izinnya.


****************


skip part


pagi harinya mereka menuju Gunung Bromo untuk jalan-jalan dan pembuatan klip berikutnya, jarak yang harus di tempuh dari surabaya ke Gunung Bromo memakan waktu tempuh sekitar 2,5 - 3,5 jam, yang dapat di tempuh menggunakan mobil pribadi atau pun kendaraan bermotor, yang berjarak sekitar 130 Km via Ngadisari Probolinggo.


Reza membawa kendaraan sendiri dari kota Madiun kecamatan Kartoharjo, Desa/ Kelurahan Klegen, menuju ke tol Ngawi-Madiun dan langsung menuju ke Surabaya. karna sekarang bisa lewat jalan tol yang akan lebih cepat tanpa memakan waktu banyak


setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang kini mereka sudah samapai di kota Surabaya dan akan langsung menuju Gunung Bromo setelah beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan energi akibat lelah, apalagi Reza harus menyetir sendiri mobilnya.


"istirahat dulu mas kita sholat zuhur dulu" Vieeta mengingatkan Reza agar beristirahat dahulu sembari menunaikan ibadah Sholat


"iya, kita berenti di mesjid nanti" Reza pun melajukan kendaraannya mencari masjid terdekat


ia pun akirnya menemukan sebuah masjid dan langsung masuk ke area Masjid. dan memarkirkan mobilnya di parkiran masjid dan bertepatan Azan di kumandangkan


"Alhamdulillah, akhirnya bisa istirahat sekalian sholat" Reza melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil sementara Vieeta meminta izin untuk melaksanakan ibadah


Vieeta mengambil ponselnya untuk menggunakan translet" anh aku mau melaksanakan ibadah dulu, kalian bisa istirahat sampai aku dan mas Reza selesai ibadah, dan kita akan mencari makan(anh, tôi muốn cầu nguyện trước, bạn có thể nghỉ ngơi cho đến khi tôi và Reza cầu nguyện xong, chúng ta sẽ đi kiếm thức ăn)" suara Google translate mengikuti ucapan Vieeta


dan Đạt Thiện pun mengambil ponsel yang di pegang Vieeta untuk berbicara" (Được rồi, chúng ta có thể ra khỏi xe được không? Hơn nữa, đây là nhà thờ cúng của bạn?)baiklah, apakah kami boleh keluar dari mobil?apa lagi ini rumah ibadah mu?"


"tentu saja boleh(Tất nhiên bạn có thể)" Vieeta tersenyum dan kemudian turun dari mobil masuk ke dalam Masjid untuk menunaikan Solat. dan Đạt Thiện, mengangguk faham,


sementara Quân Khôi mengambil ponselnya entah apa yang sedang dia lakukan, sementara Anh Tuấn meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku padahal sejak tadi dia hanya tidur.


Đạt Thien keluar dari mobil dan ia pun meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku. ia menatap bangunan masjid yang indah dan menyejukan mata, dengan warna cat berwarna hijau di bagian depan sementara di bagian dalam di dominasi putih dan hijau.

__ADS_1


ia mengambil ponselnya untuk mengambil brberapa gambar pemandangan yang berada di depan masjid itu. hamparan sawah yang luas berwarna hijau sangat menyejukan mata, di tambah lagi udara yang sejuk karna kini ia berdiri di bawah pohon rindang.


__ADS_2