
Hello guys selamat membaca ya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, komen, dan like.
......................
pagi harinya seperti yang di katakan Dat Thien semalam, mereka pun menuju ke rumah orang tua Dat Thien di kampung. perjanalan kota Hanoi dan kampung tempat tinggal Dat Thien berjarak sekitar satu jam di tempuh dengan kendaraan peribadi.
Vieeta, Reza, fotografer peribadi Dat Thien bernama Lam Phuong , dan Dat Thien yang menyupiri mobilnya.sengaja di bawa untuk mengabadikan momen pertemuan Vieeta dengan keluarga.
sementara di mobil lain, ada Quan Khoin, Linh Chau Thuy, Anh Tuan Lam dan Linh Mychau beserta paman Hung yang menyupiri.
setelah menempuh perjalanan satu jam kini mereka telah sampai di rumah nenek dan orang tua Dat thien.
Vieeta pun turun dari mobil di ikuti Dat Thien, Reza dan Lam Phuong. sementara di belakang nya lagi Linh Chau Thuy, Anh Tuan, Quan Khoi, dan Paman Hung dan Linh Mychau mereka semua berjalan memuju ke dalam ruamah
terlihat di sana sudah banyak berkumpul keluarga dari Dat Thien, Vieeta menghampiri putri semata wayang Dat Thien ia menggendong dan mencium kedua pipi gadis mungil itu
"aku senang bisa bertemu dengan mu, chi Viee sangat cantik saat aku melihat secara langsung" ucap Cara anak semata wayang Dat thien
"benarkah, kamu juga sangat cantik" puji Vieeta ia mencium pipi mungil gadis berusia tujuh tahun itu. bahkan sepertinya Cara tak mau lepas dari gendongan Vieeta ia bahkan memeluk dengan erat.
"oh iya chi Viee punya sesuatu untuk Cara" ucap Vieeta ia berniat menurunkan Cara dari gendongannya untuk mengambil hadiah yang bedada di dalam tasnya dan Dat Thien sudah mengambilkan nya
"benarkah" Cara sangat antusias ia pun kemudian turun dari gendongan Vieeta
"ini kalung untuk peri kecil, di pake terus ya" Vieeta memasangkan kalung di leher gadis mungil itu
"kalung nya sangat bagus, terimakasih chi" Cara sangat menyukai kalung pemberian dari Vieeta
"sama-sama" Vieeta tersenyum penuh kehangatan
__ADS_1
kemudian ia pun beralih ke nenek Dat Thien, Vieeta menyalami dan juga memeluknya, ia pun memberikan cincin emas untuk nenek dari kekasihnya itu.
kemudian ia melihat ibu dari Dat Thien yang menghampiri ke arah mereka, Vieeta pun melakukan hal yang sama kepada ibu dari kekasihnya itu. ia juga memberikan kalung emas untuk ibu Dat Thien
Vieeta kembali beralih ke arah papa Dat Thien dan memberikan gelang emas juga untuknya. karna tradisi di sana adalah memberikan emas sebagai simbol kesejahteraan. maka Vieeta hanya menurut adat di negara yang ia pijak kini. lagi pula ia sangat senang bisa memberikan hadiah untuk keluarga kekasihnya itu.
mereka pun kemudian berfoto-foto, ala-ala foto keluarga. dan membagikan momen bahagia itu ke jejaring sosial media milik mereka masing-masing.
setelah itu mereka semua pun berkumpul untuk makan malam bersama, tentunya makanan Vieeta dan Reza adalah makanan halal, karna Dat Thien sebelumnya sudah memberitahukan
"ehm..boleh kah bertanya" tanya salah satu kerabat Dat Thien
Dat Thien yang faham lantas mengangguk, sementara Vieeta hanya diam karna tak terlalu faham
"makanan apa saja yang tak boleh di makan dalam agama mu" tanya kerabat Dat Thien, dan kemudian Dat Thien memberitahu Vieeta agar lebih faham karna Vieeta hanya faham saat bahasa Dat Thien dan teman yang lainnya.
"yang tidak boleh B*2, dan an*i*ng, hewan bangkai atau mati kemarin, dan yang tak di sembelih dengan berdo'a,. dan untuk minuman kami tidak boleh minum bir, alkohol dan sejenisnya" jawab Vieeta memberikan penjelasan yang ringan agar tahu maksudnya
Vieeta senang karna keluarga Dat Thien sangat memiliki toleransi yang tinggi, bisa menghargai perbedaan dalam beragama. bahkan menerima perbedaan penampilan Vieeta yang berhijab, bahkan di tempat mereka tinggal sangat minim orang yang beragama islam tinggal dan lebih banyak di kota dan kecamatan lain.
namun keluarga Dat Thien tak melihat Vieeta dengan pandangan aneh, mereka seolah menganggap itu sudah biasa mereka melihatnya.
...****************...
setelah makan malam kini Vieeta dan Dat Thien berjalan-jalan bersama baby Cara. mereka tertawa bahagia sudah seperti pasangan keluarga kecil.
Cara sangat lengket dengan Vieeta bahkan ia mengadu banyak hal padanya. dan Vieeta pun tak merasa risih ia justru sangat senang Cara menyukai dirinya.
Cara memang sedari kecil sudah tak melihat ibunya, bahkan sejak bayi ia di rawat oleh neneknya dan juga Linh Chau Thuy sang tante yang kini selalu di panggil ibu oleh Cara. karna Dat Thien yang harus menjadi sosok ayah sekaligus ibu, tak bisa ful bersama putrinya itu karena ia pun harus bekerja demi kehidupan yang layak untuk putrinya.
__ADS_1
meski ia harus mengalami banyak kepahitan, mulai dari bekerja sebagai tukang bangunan hingga membuat ia harus mengalami cidera pada punggung nya dan mengakibatkan ia selalu merasa sakit di bagian punggung dan pinggang.
namun Dat Thien tak pernah menyerah, meski ia harus berhenti dari pekerjaan sebagai tukang bangunan. Dat Thien pun bekerja di sebuah salon dan bekerja menjual pakaian secara onlain dan itu masih ikut dengan orang lain.
namun kerja kerasnya kini membuahkan hasil ia bahkan kini sudah bisa menyewa rumah elit di kota tempat ia bekerja, dan sudah bisa mendirikan salon sendiri dan sudah bisa membayar para karyawan.
meski begitu Dat Thien tak pernah langsung merasa puas, ia terus bekerja keras untuk memenuhi cita-cita nya membangun rumah untuk nenek dan kedua orang tua nya, ia berniat merenovasi rumah neneknya dan membangun rumah yang bisa di huni banyak keluarga. karna ia kini hanya tinggal memiliki satu nenek.
Vieeta tersenyum melihat keceriaan Cara, kala dekat dengan dirinya bahkan saat makan tadi Vieeta dengan sabar menyuapi Cara dan memberikan potongan-potongan ayam yang sudah ia suir-suir untuk Cara.
"kasian kamu, harus ngerasain sakitnya tak memiliki ibu di usia masih sekecil ini, karna perceraian orang tua." ucap Vieeta dalam hati. nasibnya hampir sama namun Vieeta di tinggakan sang ayah untuk selama-lamanya dan sudah tak bisa melihat wajahnya lagi kecuali foto
sedangkan Cara ibunya masih ada dan masih bisa di lihat. namun seolah jarak mereka sangat sangat jauh. membuat Cara harus merasakan haus kasih sayang seorang ibu
Dat Thien memeluk bahu Vieeta yang tengah melamun menatap Cara yang berlari-lari kecil di jalanan sepi kendaraan itu gadis kecil itu berlari dan melompat kecil, terlihat keceriaan di wajahnya
"Cara adalah gadis yang ceria, dan juga dewasa" ucap Dat Thien yang juga menatap putrinya ity
Vieeta pun mendongakkan wajahnya menatap Dat Thien " namun aku juga tidak pernah tahu isi hatinya seperti apa, namun sekarang aku dapat melihatnya. ia sangat membutuhkan sosok seorang ibu" Dat Thien menundukan kepalanya
"gadis yang ceria. padahal dia masih bisa melihat ibunya namun seolah jarak terlalu jauh memisahkan" ucap Vieeta
"itulah sebabnya Cara sangat suka dengan mu, dan tak mau berpisah sedikit pun dengan mu." Dat Thien tersenyum penuh makna ia menginginkan Vieeta menjadi istrinya, namun Vieeta masih menginginkan jalani saja
"sudah, kita jalani saja seperti air mengalir akan ke mana arah nya" Vieeta tak ingin membahas itu lagi, jadi ia pun memutuskan untuk mengejar Cara
keduanya pun saling menggenggam dan mengayun kan genggaman tangan itu, Dat Thien melihat dengan tersenyum meski ia masih berharap Vieeta menjadi istrinya kelak
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
.
maaf jika di part ini ada pembahasan soal Agama dan toleransi. karna sebagai umat beragama kita harus saling memiliki toleransi yang tinggi meski berbeda keyakinan.