
terlihat Vieeta dan Quan Khoi tengah bercanda mereka berdua berlarian di bandara, sembari tertawa riang. pagi ini mereka akan terbangmenuju Malaysia
"awas ya...." Quan Khoi mengejar Vieeta dan Vieeta pun tertawa meledek dengan memeletkan lidahnya
"kejar kalo bisa..wlek" ledek Vieeta meledek kemudian ia tertawa
Reza melihat keceriaan Vieeta kembali, namun ia tidak tahu di hati gadis itu apakah sudah muveon atau kah belum.
"woy bocah, gak di mana-mana berantem terus" Reza geleng-geleng kepala melihat dua orang itu bagaikan tom and Jerry
Quan Khoi tak perduli dengan teriakan Reza, ia tetap mengejar Vieeta hingga mendapatkan gadis itu. Quan Khoi langsung merangkul bahu Vieeta dengan tangan kanan nya dan mengunci tangannya di bahu Vieeta.
Vieeta pun seketika berhenti berlari ia sedikit membungkuk untuk berusaha meloloskan diri.
"mau kemana hah..." Quan Khoi berucap masih dengan mengunci tangannya di bahu Vieeta
"iya iya ampun...lepasin" Vieeta sudah ngos-ngosan tenaga nya sudah hampir habis karena berlari tadi
"gak ada ampun-ampunan. rasain nih" Quan Khoi menjitak kepala Vieeta
"aduh sakit" ucap Vieeta namun masih tertawa dan berusaha meloloskan diri, ia menarik lengan Quan Khoi yang mengunci bahu nya yang melingkar di lehernya hingga lengan itu terlepas
Vieeta langsung memukul bo*k*ong Quan Khoi setelah itu ia kembali lari hingga menuju pintu masuk ruang tunggu.
sementara Reza yang membawa koper Vieeta berada di belakang berdecak kesal karena dua bocah itu
"hais...dasar, main tinggal aja. mana ini koper gede-gede lagi, mau ke malaysia cuma bentaran doang tapi kopernya segede gaban" Reza ngedumel sendiri karena di tinggal begitu saja
Reza pun masuk setelah Quan Khoi masuk lebih dahulu.
"heh, sompret emang loe ya..main tinggalin aja, udah mah harus bawa koper elo yang segede gaban gini" gerutu Reza memprotes Vieeta
"heee...ya gak apa-apa toh mas, biar perut nya langsing. soalnya perut mu itu udah langsung mas, jadi perlu di kecilin" ledek Vieeta dengan cengengesan
"suek loe, tajem bener omongan loe" Reza pun menghempaskan bok*ng nya di kursi tunggu dan mendorong koper milik Vieeta
"hahah...udah sih nggak usah ngomel" Vieeta merasa lucu dan puas jika sudah menggoda kakaknya itu
kini di anatara mereka tak ada lagi candaan seperti tadi, mereka hanya mengobrol biasa hingga terdengar panggilan dari pengeras suara. menandakan pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera melakukan penerbangan
__ADS_1
mereka bertiga pun meninggalkan ruang tunggu, dan mulai berjalan menuju pesawat yang akan mereka tumpangi.
mereka pun kini sudah berada di dalam pesawat dan sudah duduk manis di kursinya, mereka duduk bertiga entah memang suatu keberuntungan atau bagai mana. mereka bisa duduk bertiga, Vieeta duduk di dekat kaca jendela, sementara Reza di samping Vieeta dan di samping Reza terluhat Quan Khoi yang duduk manis di sana.
tak berapa lama pesawat pun mulai lepas landas dan mengudara, Vieeta melihat keluar jendela karena cuaca yang cerah ia dapat melihat awan yang terlihat tenang. setelah puas melihat keluar ia menutup kaca itu kembali
"nih makan dulu" Reza memberikan kotak nasi dengan minuman dan juga snack
"kapan pesen nya" tanya Vieeta heran
"makanya jangan ngelamun terus. tenang aja kalau jodoh gak akan kemana" ucap Reza yang membuat Vieeta memukul pelan bahu Reza
"gak jelas banget kamu mas" Vieeta mengambil makanannya lalu memakan nasi yang berisi ayam goreng tepung
Reza hanya tersenyum penuh arti, sebelum akhirnya ia pun ikut memakan makanannya.
...****************...
setelah menempuh perjalanan udara yang cukup lama, kini mereka sudah turun dari pesawat dan kini tengan menunggu antrian koper-koper mereka untuk lewat. seperti antrian orang dapat sembako gratis yang tidak mau sampai ketinggalan.
setelah mendapatkan koper mereka masing-masing, mereka pun menuju pintu keluar bandara, terlihat di pintu keluar sudah ada Hafzan dan Irvan sudah menyambut kedatangan mereka.
Hafzan dan Irvan melambaikan tangan ke arah ketiga orang yang baru keluar itu. Reza ,Vieeta dan Quan Khoi pun berjalan dengan cepat
kemudian Reza bergantian memeluk Irvan kemudian melepaskannya. sementara Quan Khoi menyalami dengan masih canggung
"dia siapa Viee" tanya Hafzan
"oh ini Quan Khoi, temen dari Viet" jawab Vieeta memperkenalkan
"kak, ini Hafzan dan ini Irvan" Vieeta memperkenalkan kepada Quan Khoi
"Hallo" Quan Khoi tersenyum ramah
"ya udah yuk, kita langsung ke rumah ku aja. mama sudah nyiapin makanan enak" ajak Hafzan kemudian
"wahh..baru dateng udah di masakin makanan enak. bikin lapar" ucap Reza semringah karena jika berhubungan dengan makanan ia langsung bersemangat
"Huuuu...giliran makan aja sregep bener. gimana enggak makin bulet itu perut, ilang dah sispek nya gara-gara ketimbun lemak" cibir Vieeta meledek
__ADS_1
"sekarang udah gak mikir sispek-sispekan lagi. penting makan" ucap Reza yang berjalan duluan mengikuti Hafzan dan Irvan
lelaki itu merangkul Hafzan dengan gaya macam cowok-cowok bad boy. membuat Vieeta hanya menggelengkan kepala saja.
Vieeta pun jalan di belakang mereka dengan Quan Khoi di sampingnya, seperti biasa Quan Khoi pasti membuat Vidio. namun kini ia mulai Live di akunnya
mereka pun menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil Hafzan setelah lelaki itu mengeluarkan mobil dari parkiran.
Hafzan pun memacu mobilnya meninggalkan bandara, membawa tamunya menuju ke rumah milik orang tuanya, karena Hafza tinggal di apartemen dan jarang pulang.
"wow bagus banget..." Vieeta melihat sekeliling dan melihat gedung kembar yang menjadi ikonik negara itu
"kapan kita main ke sana ya" Reza menatap gedung itu
"nanti kalo udah jadi milyader" jawab Vieeta asal
"Aamiin, cepetan jadi milyader Viee, nanti aku tak nebeng" Reza mengamini namun di ujung kalimat ia tetap menyelipkan candaan
"la ko aku, kamu lah mas.kan kamu yang pengen ke sana. jadi nanti aku tinggal ngintilin kamu aja"
"mudahan beneran ya jadi milyader kalian" Irvan mendo'akan keduanya
"do'a yang baik nih Aamiinin ah" ucap Reza menengadahkan tangannya kemudian mengusapkan ke wajah
terlihat Quan Khoi hanya diam karena tidak terlalu faham dengan apa yang merekabicarakan, ia hanya sibuk dengan livenya dan berbicara bahasanya sendiri, yang sudah jelas tak di mengerti oleh yang lainnya, kecuali Vieeta yang masih sedikit faham namun selebihnya ia tidak mengerti.
setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan mereka pun sampai di kediaman orang tua Hafzan.
"Assalamualaikum" ucap Hafzan dan kemudian mendorong pintu rumah.
Vieeta dan Reza pun mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah.
"waalaikumussalam" terdengar suara seorang wanita menjawab salam dari dalam.
"siapa ini Zan" tanya mama Hafzan sembari menyambut uluran tangan Vieeta, Reza dan Quan Khoi untuk menyalami mama Hafzan
"ini temen-temen dari indo Bun, ini Vieeta,sama mas Reza. dan yang itu Quan Khoi dari Vietnam" Hafzan memperkenalkan
"oh, ini teman teman mu. ayo mari masuk Bunda sudah siapkan makan siang. kalian pasti laper kan" Reza dan Vieeta hanya tersenyum sungkan
__ADS_1
mereka di sambut hangat oleh kedua orang tua Hafzan dan Irvan, papa dari Hafzan pun merasa senang karena anak-anak nya memiliki sahabat lintas negara.
siang itu mereka pun makan bersama, dengan sesekali di iringi obrolan dan candaan. hingga membuat ruang makan menjadi ramai.