
pagi harinya, Vieeta di ajak oleh Dat Thien berbelanja di pusat perbelanjaan. tak ketinggalan Quan Khoi selalu ikut di mana pun dan kemana pun mereka pergi. begitu pun Reza ikut serta untuk menemani adiknya itu
"kita mau ngapain sih? " tanya Vieeta yang kini mereka sudah berada di pusat perbelanjaan
"cari baju buat kamu " jawab Dat Thien enteng dengan tangan yang selalu menggenggam lengan Vieeta, menuntun nya menuju toko baju
"Dat , sini di toko baju sini " Quan Khoi memanggil Dat Thien untuk menuju toko baju yang ia pilih
Dat Thien yang mendengar panggilan Quan Khoi pun lantas membawa Vieeta menuju toko baju yang sudah di pilih Quan Khoi
Quan Khoi kemudian dengan sibuk nya memilah memilih baju yang cocok untuk di kenakan Vieeta
"mas Reza, kamu juga pilih baju " titah Dah Thien
"kok aku juga ?" tanya Reza tampak bingung
"iya, udah sana pilih nanti malam kalian ikut aku" ucap Dat Thien
"kemana ?" tanya Reza yang tak mengerti
"udah pilih aja baju kemeja sama jas nya. nanti malam ikut ke acara " Dat Thien kembali menghampiri kekasihnya setelah meminta Reza untuk memilih baju juga
"ealah itu bocah, acara apaan lagi? hadehh " Reza akhirnya memilih kemeja serta jas dan celana yang akan ia kenakan nanti, meski ia tak tahu akan di bawa ke acara mana
"Viee, coba ini" Quan Khoi mengambil satu gaun berwarna putih dengan atasan berompikan jas.
"bagus, cocok buat kamu" puji Quan Khoi setelah Vieeta menempelkan gaun itu di tubuhnya tanpa memakainya untuk di coba
"ya sudah ambil yang itu " ucap Dat Thien tanpa berfikir soal harganya
"tapi ini mahal banget kak " Vieeta yang melihat bandrol harga nya pun hendak menolak
"nggak apa-apa, udah ambil yang itu aja" Dat Thien mengelus kepala gadisnya itu
"tapi sekali ini aja ya, besok-besok jangan. sayang kalo mahal-mahal enggak ke pake" Vieeta dengan wajah memberengut namun terpaksa menerima baju yang di pilih Quan Khoi tadi.
"iya, ini buat acara aja. nggak apa-apalah " Dat Thien tersenyum hangat penuh kasih sayang
sementara Quan Khoi langsung meminta penjaga toko itu membungkusnya
"Reza sudah dapat belum " tanya Quan Khoi yang kini beralih pada Reza
__ADS_1
"belum, harga nya mahal-mahal " Reza nampak ragu pasalnya yang membelikan itu Dat thien bukan dirinya sendiri jadi ia mencari harga yang sedikit miring
"ambil aja yang mas Reza suka" ucap Dat Thien
"mahal-mahal lo harganya" ucap Reza yang kini di tangannya memilih-milih pakaian
"udah ini, buat kamu. sudah ku pilihkan" Quan Khoi tiba-tiba datang dengan membawa setelah jas dan kemeja serta celana panjang untuk di gunakan Reza. yang berwarna senada yakni putih tulang
Reza yang kaget karna Quan Khoi memberikan baju kepada dirinya pun reflek menerima, dan terkejut kala melihat harganya yang mahal
"ini mahal banget! " pekik Reza kala melihat bandrolnya
"sudah nggak apa-apa! Quan oi tolong bawa untuk si bungkus" pinta Dat Thien
"oke " Quan Khoi pun lantas mengambil pakaian yang di pegang Reza dan membawa nya untuk di bungkus dan di bayar
"itu mahal banget loh !" Reza masih berusaha protes
"udah mas, percuma ngomong. udah di bayar juga" Vieeta menjawab ucapan Reza
"hedeh...sultan mah bebas, cuma gak enak aja di bayarin mana mahal gitu" Reza membuang nafasnya ia sudah pasrah karna menolak pun percuma.
...----------------...
"aaa..!!" Dat Thien menyuapi Vieeta, dan Vieeta pun menerima suapan dari Dat Thien
"eummm, enakk" Vieeta mengunyah makanan di mulutnya
"imut banget sih" Dat Thien mencubit pipi chubby Vieeta
"aishh...!! sakit tahu " Vieeta memperotes dan Dat Thien pun tersenyum dan mengelus pipi Vieeta yang ia cubit tadi
"hadehh iya deh yang dunia hanya milik berdua" jiwa jomblo Reza meronta-ronta
"makanya cepet cari pasangan mas, itu sama Mai Huong " Vieeta mulai mencomblangi
"emang nya dia mau apa" ucap Reza over thinking
"kalau belum di coba mana tahu" ucap Vieeta yang kemudian kembali menyuapkan makanan ke dalam mulut nya
"Mai Huong cantik kok, walaupun janda anak satu " kini Dat Thien ikut nimbrung
__ADS_1
"bukan masalah cantik atau janda apa perawannya. masalahnya tembok terlalu tinggi" tutur Reza yang menyadari perbedaan yang terlalu tinggi
"ya emang aku sama Dat Thien enggak apa ?" kini Vieeta menimpali karna memang itu kenyataan nya
"iya juga sih" Reza garuk-garuk kepala
"pada ngomongin apa sih" tanya Quan Khoi yang baru ikut nimbrung karna tadi ia habis memesan makanan lagi serta minuman
"enggak apa-apa, yang sama-sama jomblo kalo di ceritain malah adu nasib nanti" jawab Vieeta dengan meledek
"dasar, awas aja kalau nanti aku udah enggak jomblo" Quan Khoi tampak kesal
"ciah ngambek! dasar jomblo akut" ledek Vieeta
"biarin! " Quan Khoi menimpali
"hahahaha, emosi dia" Dat Thien ikut meledek
"makanya para jomblo cepet cari pasangan, truk aja gandengan masa kalian gak ada gandengannya " Dat Thien kembali meledeki dan tak dapat menahan tawanya lagi
"iya deh iya yang udah punya gandengan " Reza dengan kesal menyuapkan daging panggang yang berbakut daun selada ke dalam mulutnya dengan menampakan mimik wajah kesal
meski begitu Reza merasa senang, karna adiknya mendapatkan lelaki yang tepat. meski mereka bukan saudara kandung dan hanya bertemu lewat dunia maya tetapi persahabatan itu sudah seperti persaudaraan yang saling melengkapi.
karna Reza tahu bagai mana Vieeta begitu pun dengan Vieeta yang tahu Reza. mungkin di antara sekian banyaknya sahabat hanya Reza yang tahu segalanya tentang Vieeta dan begitu pun sebaliknya.
Vieeta setiap ada masalah ia hanya mau curhat kepada Reza apa pun itu, begitu pun sebaliknya Reza pun sama karna ia sudah menganggap Vieeta seperti adiknya sendiri maka apa pun masalah yang menimpa dirinya ia hanya akan berkata terus terang pada Vieeta.
melihat Vieeta yang tertawa bahagia bersama Dat Thien membuat Reza yakin untuk melepaskan adiknya ke pada orang yang tepat.
"udah yuk pulang, udah kenyang" ajak Vieeta yang sudah kekenyangan
" ya udah ayok," Dat thien bangun dari duduk lesehannya di ikuti yang lainnya
"ya udah kalian keluar duluan, biar aku mau bayar dulu" Dat Thien hendak melangkah menuju kasir
"aku aja yang bayar ya kakak" Vieeta hendak berjalan menuju kasir juga
"enggak usah biar ini kakak aja yang bayar" tolak Dat Thien dan ia pun langsung menuju kasir.
akhirnya Vieeta pun pasrah, ia bersama lainnya pun menunggu di depan restoran itu. setelah selesai membayar Dat Thien pun emnghampiri ketiganya
__ADS_1
"udah yuk, kita ke mobil" ajak Dat Thien yang lengannya kembali menggenggam jemari Vieeta
akhirnya mereka semua pun masuk ke dalam mobil untuk pulang.