
Akhir bulan April Vieeta pun tengan mempersiapkan baju- baju nya dan ia masukan ke dalam koper miliknya, karna di bulan Mei nanti ia akan terbang ke bali tinggal menghitung hari saja Vieeta berangkat ke bali.
"dek mau apa lagi yang di bawa" tanya ibu mutia
"gak ada lagi bu, cukup ini aja aku bawa nanti kalau ada yang kurang tiggal beli aja" jawab Vieeta sembari tersenyum menengok ke arah ibu nya yang membanu merapihkan pakaian nya
"oh iya bu, habis dari bali aku di ajak ke Vietnam sama Dat Thien. Boleh nggak bu tapi sama mas Reza juga kok" Vieeta mrminta izin ia tampak gelisah takut tak fi bolehkan mengingat dia adalah anak perempuan dan akan bertemu dengan lelaki kekasihnya bahkan orang asing bukan rakyat pribumi pasti ada perbedaan di masalah pergaulan
"iya boleh saja asal kamu bisa jaga diri dan kehormatan mu, kalian boleh pacaran tapi harus ada batasan ya ndok, ingat dia orang luar negri bukan orang indonesia jadi sudah pasti beda pergaulan nya" nasihat ibu mutia pada anak bungsu nya itu
"iya bu tenang aja, pasti Viee akan jaga diri dengan baik karna ada mas Reza juga yang nemenin nanti kalau ada apa- apa aku bisa minta tolog mas Reza" tutur Vieeta mengiyakan nasehat ibu nya itu ia pun memeluk ibunya tanda kasih sayang yang tulus
"ya sudah, ini sudah semua kan. Ibu mau ke dapur dulu nyiapin makan malam" ibu mutia melepas pelukan anak nya dan bangkit dari duduk nya
"iya bu, makasih ya udah di bantuin" nampak ibu Mutia mengangguk lalu pergi keluar dari kamar Vieeta untuk menjalankan aktifitas nya di dapur
Vieeta kini di kamar nya sendiri, ia nampak bahagia karna sebentar lagi akan bertemu sang pujaan hati. Vieeta tak pernah menyangka ia akan melabuhkan hati nya pada seseorang yang bukan warga indonesia bahkan benua yang berbeda
Vieeta tersenyum simpul penuh kebahagiaan, ia merasakan bahagia yang teramat sangat karna selama ini mereka hanya bisa berbicara lewat dunia maya bahkan berbicara pun lebih banyak menggunakan translate. Kini akan bertemu langsung dan berbicara secara langsung.
yang ia rasakan hanya ada kebahagiaan sekarang entah kedepan nya bagai mana manusia tak ada yang tahu.
...****************...
waktu begitu cepat berlalu kini tibalah saat nya Vieeta akan terbang ke bali dengan di temani Reza. Vieeta nampak menggeret kopernya keluar kamar dan langsung menuju teras rumah di mana Reza sudah datang menjemputnya.
__ADS_1
" hai mas" sapa Vieeta dengan melambaikan tangannya
" weh banyak juga bawa koper nya Viee" goda Reza sembari mengambil koper Vieeta dan menaruhnya di jok belakang karna bagasi sudah penuh dengan koper milik dirinya
"iya lah kan bakalan lama" jawab Vieeta sembari menggeret koper satunya lagi yang lebih kecil menuju ke mobil
Setelah selesai dengan perkoperan kini mereka pun berpamitan pada ibu Mutia
" bu aku pamit ya" Vieeta meraih tangan ibu Mutia dan menyalaminya lalu mencium tangan nya
Di susul Reza juga berpamitan dan melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan Vieeta
"hati hati di jalan ya, Za ibu titip Viee ya jagain dia seperti kamu jaga adik mu sendiri. Ibu percaya sama kamu dan ibu pasrah kan Viee sama kamu" ibu Mutia berkata dengan penuh harap dan mempercayakan pada Reza
"iya bu, ibu tenang aja aku pasti akan jaga Viee dengan baik. Kami pamit ya bu, ? Assalamualaikum" Reza pun melepas tangannya yang masih di genggam ibu mutia dan menatap ibu mutia dengan penuh keyakinan atas ucapan nya agar ibu Mutia merasa tenang, lalu Reza pun barjalan menuju ke mobil nya
"bu Viee berangkat ya, ibu jaga kesehatan.Assalamualaikum" kini Vieeta yang berpamitan sembari melambaikan tangan lalu mengikuti Reza menuju mobil setelah ibu Mutia menjawab salam nya
"Waalaikumusaalam"
tak lama Reza menyalakan mesin mobilnya lalu ia membunyikan klakson tanda izin kepada ibu Mutia.
Ibu Mutia pun hanya memandang mobil Reza yang sudah mulai berjalan perlahan meninggalkan halaman rumah dan meninggalkan ibu Mutia sendiri.
Setelah mobil hilang dari pandangan ibu Mutia pun masuk ke dalam rumah nya dan menutup pintu.
__ADS_1
Sedangkan di perjalanan dua orang yang akan berangkat ke bali ini tampak asik berbincang- bincang. Untuk menghilangkan kejenuhan
" mas nanti berenti di minimarket dulu ya, mau beli cemilan sama minuman buat nyemil di jalan" pinta Vieeta
" iya nanti kita mampir, aku juga pengen nyemil biar gak ngantuk selama perjalanan" Reza pun menyetujui
Setelah setengah jam menempuh perjalanan mereka kini sudah sampai di minimarket yang di tuju, Reza memarkirkan mobil nya di depan minimarket sedangkan yang turun adalah Vieeta, Reza tetap di dalam mobil .namun ia sudah menyebutkan pesanan nya pada Vieeta
10 menit Vieeta berbelanja, kini ia pun keluar dari minimarket dengan menenteng kantong belanjaan di tangan kanannya. Vieeta pun membuka pintu mobil lalu ia masuk dan duduk kembali di kursi nya.
"ini mas penenan mu, ada kripik kentang, kripik singkong,sosis, sama minumannya ada lasegar terus sama teh kotak terus ini ada yogurt juga" Vieeta memberitahu seolah mengabsen pesanan Reza tadi
"ya udah bukain lasegar nya dek, sama kripik kentang nya" pinta Reza karna ia kini sudah melajukan kembali mobilnya
Vieeta pun membukakan yang di pinta Reza lalu menyerahkan kaleng lasegar, Reza pun meminum nya setelah itu meletakan kaleng minum nya di dashboard
"ini kripiknya" Vieeta menyerahkan
"taro di situ dengan minum ku," titah Reza dan Vieeta pun menurut saja ia pun menaruh keripik nya di dashboard bersama dengan minuman Reza
Setelah itu kini giliran Vieeta membuka camilannya, ia membuka sosis super pedas, dan sudah ada minuman air mineral juga di tangannya. Kini mereka asik dengan camilan masing- masing, nampak sesekali Vieeta meniup- niupkan mulut nya tanda kepedesan sontak itu membuat Reza tertawa karna melihat wajah imut Vieeta meski sedang kepedesan
"makanya jangan beli yang pedes, ujung- ujungnya kepedesan juga, hehehe" Reza tampak tak tahan menahan tawanya
"enak ko mas, kamu mau" tawar Vieeta sembari menyodorkan sosis yang bekas ia gigit tadi
__ADS_1
Reza pun sontak mencoba dan memakannya, mereka memang suka begitu meski sudah di makan Vieeta atau Reza mereka tak ada rasa jijik meski itu makanan sudah di gigit atau minuman yang kadang mereka minum bersama meski masing- masing memiliki makanan atau minuman sendiri.