cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
pulang


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa besok Vieeta dan Reza akan pulang ke indonesia. Kini Vieeta tengah membereskan pakaiannya meski ada beberapa pakaian yang ia tinggal di rumah Dat Thien karna kopernya tidak cukup. Toh nanti juga ia akan kembali ke rumah itu fikirnya jadi Vieeta meninggalkan baju-baju nya di lemari Dat Thien yang berada di ruang ganti.


"kak, baju-baju ku enggak aku bawa semua enggak apa-apa kan, di dalam lemari sini " tanya Vieeta kala ia tengah mempacking pakaiannya dan di situ ada Dat Thien yang membantu


"enggak apa-apa dong, kan nanti juga kamu ke sini lagi jadi nanti dari indonesia enggak usah bawa baju banyak" ucap Dat Thien sembari tersenyum kini ia tengah menbantu Vieeta mempacking pakaian yang sudah di lipat Vieeta ke dalam koper


"iya lah, kan pacar aku di sini masa iya aku enggak balik lagi ke sini" tutur nya dengan tangan yang tak berhenti dari aktifitas melipat pakaiannya


"besok kalau sudah sampai di indonesia langsung kabarin kakak ya " Dat Thien menghentikan aktifitas nya sebentar ia mengelus kepala Vieeta entah kenapa Dat Thien begitu suka mengelus pucuk kepala Vieeta yang berbalut jilbab itu ada sensasi tersendiri bagi dirinya


"iya pasti langsung aku kabarin kok tenang aja, tapi kan aku nanti transit di Singapura dulu karna ada kerjaan di sana" jawab Vieeta dengan tersenyum menampilkan senyuman termanisnya


"iya pokoknya kamu sampai di singapura harus kabarin kakak, dan kalau sudah sampai di indonesia juga kabarin kakak" turur Dat Thien menuntut


"iya iya sayang ku" Vieeta menangkup kedua pipi Dat Thien gemas


"tapi selama kita LDR-an kamu di sana jangan lirik-lirik laki-laki lain loh" ucap Dat Thien yang sebenarnya bukan itu yang ia takutkan melainkan hal lain


"ya enggak lah, justru aku takut kakak yang tebar pesona sama perempuan lain" Vieeta pun mengerucutkan bibirnya tanda ia kesal karna beberapa kali Dat Thien melakukan zoom para perempuan tebar pesona kepada kekasihnya itu, meski Dat Thien tak pernah menanggapi


"mana ada begitu, kakak di sini akan selalu setia sama kamu dan enggak akan ada yang bisa gantiin kamu di hati kakak" Dat thien mencubit pelan pipi Vieeta ia merasa gemas, mungkin kalau mereka sudah menikah Dat Thien akan mencium pipi kekasihnya itu karna gemas. Namun berhubung mereka belum menikah dan belum memiliki komitmen ke arah sana. dan Dat Thien faham jika dalam agama yang di anut kekasihnya itu tidak di bolehkan untuk bersentuhan lebih dari itu maka Dat Thien hanya berani menyentuh bagian kepala tangan dan pipi serta dagu Vieeta karna entah kenapa ia menyukai dagu kekasihnya itu.


"kakak janji ya enggak akan tebar pesona ke perempuan lain " Vieeta menunjuk ke arah Dat Thien dengan ekspresi menyelidik namun terlihat menggemaskan


"iya janji, ya udah selesaikan packingan nya dulu. Habis itu istirahat besok kan berangkat pagi" tutur Dat Thien yang kini menutup koper Vieeta


"nanti aku mau lanjutin live sebentar kak, baru tidur. Tanggung ini live nya baru sebentar" Vieeta menunjukan ponselnya yang sedari tadi tengah melakukan live namun pembicaraan mereka berdua sengaja di miute/mode bisu oleh Vieeta, jadi para penonton tidak mendengar ucapan mereka berdua dan hanya melihat gestur tubuh keduanya.


"ya sudah tapi jangan terlalu malam" Dat Thien pun akhirnya mengijinkan


"oke" Vieeta mengacungkan jempolnya kemudian ia menekan tombol miute agar suara mereka terdengar kembali


Mereka berdua pun melanjutkan packing- packing hingga pukul sembilan malam.


"ya udah kakak keluar dulu ya, mau bantuin mas Reza kalau belum selesai packing pakaiannya" Dat Thien pun berjalan ke pintu kamar dan keluar dari kamar Vieeta


Sementara Vieeta kini duduk di kursi khusus live milik Dat Thien. dan melanjutkan livenya hingga pukul 11 malam, setelah itu Vieeta mematikan live dan tidur karna mata sudah lumayan mengantuk


...****************...

__ADS_1


Sementara Dat Thien kini berada di kamar Reza ia tadi berniat membantu Reza untuk packing bawaannya namun saat berada di kamar Reza lelaki itu baru selesai mempacking dan koper sudah tertata rapi


"sudah selesai packingnya mas" tanya Dat Thien kala ia masuk ke dalam kamar Reza dan melihat koper sudah tertata rapi


"sudah baru aja selesai" jawab Reza yang kini tengah duduk di sisi ranjang


"kok sendirian Quyen sama Quan Khoi kemana" tanya Dat Thien yang kini duduk di kursi kusus live Quyen


"Quyen tadi keluar lagi live dia, trus Quan Khoi juga keluar" jawab Reza


"oh, ya udah kalau gitu mas kalo mau istirahat, istirahat aja. Aku mau ke kamar dulu" pamit Dat Thien dan di angguki Reza


Dat Thien pun keluar dari kamar Reza dan menuju kamar miliknya untuk beristirahat. Karna tubuhnya sudah terasa remuk akibat seharian bekerja dan belum istirahat .





Pagi pun telah menyambut Vieeta yang kini sudah bersiap, begitu pun dengan Reza. Pagi ini mereka akan pulang ke tanah air. Mereka pun masuk ke dalam mobil dengan di supiri Dat Thien tak lupa di belakang mereka para Team Veilla pun ikut serta mengantarkan begitu pun dengan Quan Khoi


Mereka pun akhirnya sampai di bandara Hanoi, ada rasa berat untuk Dat Thien melepaskan Vieeta entah kenapa perasaan nya berkecamuk


"hati-hati di jalan, seggera kabarin kakak kalau sudah sampai" tutur Dat Thien mata nya sudah memerah namun ia berrusaha menahan agar air matanya tak jatuh di hadapan kekasihnya itu.


Mendengar permintaan Dat Thien Vieeta pun mengangguk kini ia bergantian berpamitan dengan sahabat-sahabat sekaligus tema Veilla.


Reza pun berpamitan pada Dat Thien menyalami dan merangkul Dat Thien memeluknya " aku pamit pulang " ucap Reza ia sudah tidak bisa menahan air matanya dan meneteskan nya


"iya, kalian hati-hati. Dan aku titip Vieeta tolong jaga dia" pinta Dat Thien pada Reza


"pasti aku akan jaga dia, kamu tenang aja" Reza menepuk bahu Dat Thien kemudian ia beralih ke Mai Huong untuk berpamitan


"aku pamit pulang" Reza memeluk Mai Huong rasanya waktu begitu cepat berlalu dan mereka harus kembali berpisah


"iya, kamu hati-hati ya mas. Jangan lupain aku" ucap Mai Huong yang membalas pelukan Reza


"aku enggak akan pernah lupain kamu, tapi kamu juga jangan lupain aku ya" Reza sudah berderai air mata rasanya ia juga berat meninggalkan Mai Huong dan yang lainnya bagai mana tidak, mereka datang ke negara yang asing menurutnya tetapi di jamu dan di perlakukan layak nya keluarga.Kekeluargaan itu lah nanti nya yang akan ia rindukan

__ADS_1


"oh iya, aku ada sesuatu buat kamu" Mai Huong melepas pelukannya dan mengambil sesuatu untuk Reza


"ini buat kamu, semoga suka ya" Mai Huong memberikan paper bag kepada Reza dan di terima lelaki itu


"apa ini?" tanya Reza kala menerima paaper bag dari Mai Huong


"buka aja " Reza pun membuka paper bag dan melihat ada wadah berbentuk kotak di dalam papaer bag, Reza pun membuka wadah itu dan ia terkejut karna isinya adalah sebuah jam tangan


" ini buat mas" tanya Reza dan Mai Huong pun mengangguk mengiyakan


"suka enggak sama jam nya " tanya Mai Huong


"suka banget, makasih ya. Sampai repot -repot kasih jam segala " ucap Reza merasa tak enak ia di berikan hadiah sementara ia tak memberikan hadiah apa pun untuk Mai Huong


"enggak apa-apa ini cuma jam" Mai Huong tersenyum ia senang jika Reza menyukai jam yang ia belikan


"ya sudah sana, sebentar lagi waktu penerbangan" tutur Mai Huong ia sebenarnya juga tak rela jika Reza pulang namun mau bagai mana karna Reza tak bisa tinggal lama


"aku pamit ya" Reza memeluk kembali Mai Huong ia kemudian menggeret koper nya ke arah Vieeta berdiri


Dat Thien memeluk Vieeta ia mengelus dagu Vieeta karna mungkin ia akan lama bertemu dengan kekasihnya itu.


"sudah sana masuk, sebentar lagi waktu penerbangan" Dat Thien melerai pelukannya


Vieeta pun mengambil kopernya dan menarik koper hendak memasuki pintu masuk, namun ia hendak kembali lagi meghampiri Dat Thien


"Kak...." panggil Vieeta dan baru beberapa langkah ia hendak berbalik namun Dat Thien melambaikan tangannya agar Vieeta tidak kembali dan masuk ke dalam. Dan itu membuat Vieeta akhirnya berbalik kembali masuk ke dalam ia sesekali menengok ke belakang


Dat Thien masih setia berdiri di depan sampai Vieeta masuk ke dalam, dan setelah memastikan Vieeta masuk ke dalam Dat Thien pun membalikan badannya dengan wajah lesu, ia menundukan kepalanya terlihat raut wajah kesedihan di sana .


Dat Thien pun lebih dahulu menuju mobil nya, ia masuk ke dalam mobilnya dan duduk di kursi kemudi. Dat Thien menyandarkan kepalanya di sandaran mobil


"Huhhhh...." Dat Thien menghembuskan nafas kasarnya


Dat Thien pun menyalakan mobilnya dan mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan bandara, dan terdengar suara mesin pesawat tanda pesawat akan lepas landas, Dat Thien melihat ke arah bandara terlihat pesawat yang lepas landas dan mulai mengudara.


Tanpa terasa air matanya menetes , bagai mana tidak pesawat itu adalah pesawat yang di tumpangi Vieeta. Meski berat namun Dat Thien harus melepas kepulangan Vieeta ke tanah air


Setelah pesawat hilang dari pandangannya, Dat Thien pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan membawanya ke salon miliknya.

__ADS_1


...****************...


Yey hari ini up dua bab, terus suport author ya agar author semakin semangat untup up


__ADS_2