
Kini Dat Thien dan juga Quan Khoi berada di sebuah acara wawancara di sebuah stasiun televisi.
Kini Dat Thien duduk bersama Quan Khoi dan pembawa acara televisi tersebut. Dat Thien di beri beberapa pertanyaan oleh Host tersebut
"malam ini kita kedatangan tamu spesial yang sedang hangat-hangatnya di perbincangan. Dat Thien sang pasangan fenomenal yang berpacaran dengan gadis indonesia" ucap Host dengan ramah dan membanggakan Dat Thien
Dat Thien pun yang di sebut menundukan kepala sejenak dan tersenyum ramah.
"saya ingin menanyakan kepada anda. Anda memiliki putri dan pasti putri anda menginginkan kedua orang tuanya, menginginkan sosok ibu di hidupnya. Lalu bagai mana anda menjelaskan kepada putri anda?" tanya Host dengan nada rendah
"saya selalu mengatakan kepada putri saya dengan jujur berkali-kali. Ketika putri ku bertanya ayah kapan akan menikah dan memiliki istri. Jujur saya di saat itu terkejut mengapa putri saya bisa berbicara seperti itu, lalu ku tanyakan padanya yang membuat ku menangis. Dia berkata pada ku 'aku ingin bermain dengan adik ku, aku memiliki banyak pakaian bagus dan akan aku simpan untuk adik ku" ucap Dat Thien dengan mata berkaca-kaca
"malam itu, saya sedang menggendong putri saya untuk tidur dan putri saya bertanya 'ayah aku ingin memiliki saudara laki-laki, tetapi apakah ayah akan tetap mengayangi ku dan membiarkan aku berjalan sendiri?' saya lalu menjawab ayah tidak akan membiarkan anak-anak sendiri .karna kalian anak-anak ayah
Dan saya memberi tahu Vieeta mengapa saya tidak memilih wanita cantik, karna yang terpenting bagi saya adalah wanita itu bisa mencintai anak saya bukan hanya mencintai saya. Karna itu lah cinta sejati, dan aku akan memberikan pertanyaan mengapa kamu mencintai ku ? Mengapa kamu tidak mencintai putri ku? dan aku berkata kepada Vieeta dan dia mengerti ke adaan ku dan Viee pun mengerti hati ku."
"hmm...sepertinya anda sudah menemukan tambatan hati anda yang sesungguh nya bukan begitu? "nampak Dat Thien tersenyum karna pernyataan dari Host tersebut
"dan adakah pesan dari anda peribadi untuk Vieeta?" ucap Host meminta Dat Thien untuk memberikan pesan kepada kekasihnya itu
"saya selalu menyampaikan kepada Vieeta berkali-kali, dan lewat ini saya akan menyampaikan nya lagi. Untuk Vieeta jadilah kuat..." Dat Thienmenjeda ucapannya
"jadilah kuat jangan perdulikan orang yang ingin memecah belah kita dan lihat lah cinta yang kita miliki untuk satu sama lain, terus lah berjuang hingga kita mencapai sesuatu yang kita ingin kan " jawab Dat Thien dengan tersenyum cool menatap kamera seolah Vieeta kini ada di depannya
"lalu bagai mana dengan perbedaan agama kalian" tanya Host lagi
"Dat Thien berkata pada ku dia akan mengikuti kekasihnya, dan ia akan ikut agama Vieeta ya itu muslim. Dat Thien selalu bercerita kepada ku bahwa ia sangat mencintai Vieeta tidak perduli dengan lintas negara, tidak perduli dengan keterbatasan bahasa dan tidak perduli dengan perbedaan agama. Jika Vieeta serius maka Dat Thien akan ikut dengan dia dan ikut agamanya" bukan Dat Thien yang menjawab melainkan Quan Khoi yang menjawab pertanyaan dari Host tersebut.
"emm...baik lah untuk malam ini terimakasih karna kehadiran anda berdua di acara kami, dan untuk kakak Dat Thien semoga hubungan kalian langgeng hingga menuju pernikahan" ucap Host lalu berdiri dan menjabat kedua tangan lelaki itu.
__ADS_1
...----------------...
Setelah acara selesai kini Dat Thien kembali ke rumah, ia hari ini sangat di sibukan dengan berbagai pekerjaan hingga membuat nya tak sempat mengabari Vieeta.
Dat Thien hanya mengirimkan pesan sekali bahwa ia hari ini banyak pekerjaan. dan Dat Thien berharap Vieeta mengerti.
Malam ini setelah di rumah Dat Thien melakukan siaran langsung, namun ia juga mengundah Vieeta untuk zoom bersama
"hallo kak, bagai mana pekerjaan mu apakah sudah selesai " tanya Vieeta dengan senyuman manis yang merekah di bibir nya
"hmm .." Dat Thien mengangguk " namun besok masih harus ful kerja lagi" ucap Dat Thien dan kini meski ia live tetapi tangan tetap fokus pada ponselnya
"fokus hp terus...!!" sindir Vieeta kesal
Dat Thien yang mendengar ucapan Vieeta yang kesal itu pun kemudian mendongakan kepalanya dan kemudian tersenyum melihat wajah Vieeta yang sudah mode ngambek.
"ini lo ada kerjaan, jangan ngambek gi" tutur Dat Thien lembut
"iya maaf, tapi ini benaran kerjaan yang gak bisa di tinggalin" jawab Dat Thien menjekaskan
"terus kalau kakak fokus pada kerjaan terus! Terus waktu buat aku kapan" Vieeta mulai kesal
sementara para fans mulai ketar-ketir melihat perdebatan mereka meski sebagian besar tidak mengerti semua bahasa yang Vieeta dan Dat Thien pakai. Namun mereka mengerti sedikit yang di ucapkan Vieeta
"waduh....jangan sampai Viee marah dan gak live sampe batas waktu yang gak di tentukan" fans mulai ketar-ketir
"haduh, lagi-lagi gara-gara tu hp. Kasih lah sedikit waktu untuk Viee menceritakan hari ini" ucap fans lagi
Sementara Vieeta sudah tidak melihat lagi komentar para fans mereka, ia fokus pada kekesalanya
__ADS_1
"tapi ini memang pekerjaan yang penting Viee, tolong mengerti aku" ucap Dat Thien tak mau mengalah
"lalu apakah aku tidak penting di mata mu kak!" ucap Vieeta dengan mata yang mulai memerah dan berembun. Yang di butuh kan Vieeta bukan apa-apa yang dia butuhkan hanyalah Dat Thien meluangkan waktu untuk dirinya dan mendengar curhatan nya. Karna seharian Dat Thien tidak memberi kabar dan hanya mengirimkan pesan sekali bahwa ia akan sibuk kerja.
Dan Vieeta memaklumi ia tidak mengganggu Dat Thien seharian karna tahu kekasihnya itu kerja. Namun saat malam hari ia ingin mengobrol dengan kekasihnya itu lagi-lagi sang kekasih malah fokus pada ponselnya dan kerjaannya lagi
"kamu penting untuk ku, tapi kerjaan ku memang tidak bisa di tinggalkan sekarang" bela Dat Thien
"sekarang terserah mu saja lah " Vieeta mematikan kamera zoom nya dan tak lama kemudian ia pun mematikan livenya
Dat Thien terpaku sejenak, kemudian ia mengacak-acak rambutnya frustasi. merasa bersalah pada Vieeta namun baginya pekerjaan ini pun penting. Dat Thien nampak terpaku ia mengganti layarnya dengan gambar foto miliknya agar para fans tak melihat dirinya.
"dan terjadi lagi, pertengkaran yang akan membuat kita para fans harus menunggu sampai Viee live entah kapan😞"
@lilu" harus nya Viee itu ngertiin lah Dat Thien kan itu kerja buat keluarga nya. Jangan kaya anak kecil cuma gara-gara hal sepele sampe marah kaya gitu" cibir netijen julid mengetik komentar nya
" @lili_heh mba kalo ngomong itu jangan asal ya, Viee itu juga butuh perhatian nya Dat Thien karna pasti Viee juga nunggu seharian buat ngobrol sama Dat Thien " bela fans yang lain
Dan pada saat itu kolom komentar di live Dat Thien menjadi adu komentar saling membela dan melawan hujatan. Dat Thien di balik layar masih menerawang merutuki kesalahannya,
Dat Thien mencoba menghubungi Vieeta memakai ponsel yang lain namun nomornya tidak aktif. Membuat Dat Thien semakin frustasi, ia pun akhirnya mematikan live nya dan kemudian menuju ranjang dengan tangan yang masih memegang ponsel dan terus menghubungi Vieeta
"Aaaakhhhh" Dat Thien frustasi ia membanting ponselnya di tempat tiru sembarang arah
"kenapa kamu kalau marah harus selalu gak aktifin nomor mu Viee.!! " Dat Thien mulai frustasi
Ia menatap langit-langit kamarnya dengan diam seribu bahasa. karna lelah yang mendera lambat laun mata nya pun mulai terpejam menjemput mimpinya yang entah akan mimpi indah atau tidak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Hallo guys jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya