cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
BREAK


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat Dat Thien sudah pulang kembali kenegaranya, karna ia hanya seminggu di indonesia. Vieeta pun sudah kembali pulang kini berada di rumahnya di kampung.


Karna fikirannya kini penuh dengan permasalahan dapam hubungan mereka berdua. Vieeta dan Dat Thien hingga larut malam membicarakan permasalahan mereka


"Viee, bisakah kita menikah dalam dua agama. Karna Cara tidak mungkin harus mengenakan penutup kepala, bagai mana nanti di sekolah dan teman-teman nya" tutur Dat thien karna ia sepenuhnya belum mengerti dan masih menghawatirkan putrinya


"kita bisa tinggal di tempat lain yang banyak tinggal warga muslim" jawab Vieeta memberikan solusi


"tetapi kakak bekerja di sini, jika kita tinggal di tempat lain bagai mana dengan pekerjaan kakak" Dat Thien merasa frustasi


"aku juga tidak di bolehkan ibu ku untuk tinggal di sana, jika mau kita pulang ke indonesia setiap enam bulan sekali." Vieeta pun menjelaskan karna ibu Mutia tak mengijinkan Vieeta tinggal di negara suaminya nanti, namun jika mau maka harus setiap enam bulan sekali pulang ke indonesia


"lagi pula aku sudah pernah bilangkan sama kakak! Kalau aku enggak bisa nikah dua agama karna itu tidak di bolehkan dalam agama ku. Lagi pula Cara tidak perlu harus ikut agama kita karna dia berhak memilih sendiri" sambung Vieeta menjelaskan kembali


"kakak tidak bisa jika harus tinggal di indonesia, karna pekerjaan kakak di sini" Dat Thien masih menolak


"lalu bagai mana dengan pekerjaan ku? Aku juga kerja di sini, dan bagai mana jika aku menetap di sana pekerjaan ku di sini nanti bagai mana! " Vieeta pun membalikan ucapan Dat Thien


Mereka berdua berdebat tidak ada yang mau mengalah, semua pada pendirian mereka masing-masing. Hingga akhirnya Vieeta pun memutuskan


"ya sudah, lebih baik kita break dulu untuk bisa memikirkan kedepannya" ucap Vieeta pada akhirnya


"apa!! break kakak enggak mau" Dat Thien menolak karna ia benar-benar cinta pada Vieeta dan tak ingin kehilangan gadisnya itu


"perbedaan kita terlalu jauh kakak! Bahkan tembok nya terlalu tinggi. tolong hargai keputusan ku, lebih baik kita putus" ucap Vieeta dengan berlinangan air mata ia sudah menangis sesegukan kala mengucapkan kata putus


"plis Viee, jangan menangis dan jangan mengatakan kata putus. Kakak mohon" ucap Dat Thien karna kelemahannya adalah satu ia tidak bisa melihat Vieeta menangis dan terluka


"sudah kak, tidak ada yang bisa di perjuangkan lagi" Vieeta mematikan telfonnya


Ia duduk di atas ranjang menekuk kakinya dan memeluk kakinya serta ia tundukan kepala di lutut. Air matanya tak kunjung berhenti, sepanjang malam ia menangis hingga tidak tidur.


"Ya Allah, kenapa akhirnya seperti ini. Aku mencintai dia tetapi kenapa tembok terlalu tinggi dan tebal hingga susah untuk si runtuhkan. Ya Allah jika memang dia jodoh ku maka pertemukan lah kami kembali di waktu yang tepat dan lebih baik. Namun jika kami tidak berjodoh maka jauhkan lah dan jangan pertemukan kami kembali" do'a dalam hati Vieeta dengan linangan air mata


...****************...


Malam itu juga Vieeta menghubungi Reza untuk berbagi kesedihan yang ia rasakan, agar perasaannya lebih baik jika berbicara dengan Reza.


"kenapa Viee, kok kayanya nanagis" tanya Reza yang khawatir


"mas, aku udah selesai sama Dat Thien " ucap Vieeta membuat Reza terkejut.

__ADS_1


"maksud nya udah selesai gimana Viee!" tanya Reza yang terkejut


"kita udah putus mas" jawab Vieeta dengan derai air mata dan suara parau


ucapan Vieeta mengatakan mereka putus membuat Reza terkejut, bagai mana bisa mereka putus sedangkan kemarin saat Dat Thien berada di indonesia mereka happy happy dan selalu mesra.


tapi kenapa sekarang Vieeta mengatakan mereka putus


"Viee kamu enggak becanda kan" tanya Reza masih tak percaya


"ngapain aku becanda kalo aku nangis-nangis mas" jawab Vieeta sedikit kesal


"kan kalian selalu ngeprank kita, kalo kalian putus. Makanya aku tanya " tutur Reza


"kali ini beneran mas, tembok penghalang kita terlalu tinggi dan kuat" ucap Vieeta lemah dan tertunduk lesu


"kalian sudah ngomognin berdua masalah ini?" tanya Dat Thien


"udah mas, dan yang di masalahkan pula ibu enggak ijinin aku tinggal di Vietnam, dan dia juga enggak mau tinggal di sini karna kerjaan dia di sana." Vieeta mencurahkan isi hatinya kepada Reza sahabat yang sudah di anggap kakak


"terus Dat Thien nya gimana?" tanya Reza


"dia enggak mau putus, tapi aku enggak bisa mas kalau harus nikah dua agama karna itu enggak boleh"


Ia pun merasakan yang di rasakan Vieeta seperti apa, sudah pasti sangat sakit.


"aku enggak tahu lagi mas harus gimana" ucap Vieeta merasa sesak di dadanya


"udah kamu yang sabar, kalau kalian jodoh pasti akan bersatu kembali. meski entah kapan" Reza menyemangati Vieeta


"minta sama Allah untuk di buka kan jalan nya Viee, karna yang punya kuasa itu Allah. Kita sebagai manusi hanya bisa berpasrah dan berdo'a meminta kepada-nya yang terbaik untuk kita" Reza menasehati Vieeta agar tak putus asa dengan semua keputusannya


"makasih mas, insyaallah aku terima jika memang kita tidak berjodoh" ucap Vieeta menjawab ucapan Reza setelah sejak tadi ia terdiam


"ya udah tidur, istirahat! ini udah jam tiga pagi. Jangan sampe malah kamu sakit karna enggak tidur" titah Reza, bagai mana pun ia juga mengkhawatirkan Bieeta jika sampai sakit


"ya udah mas kalo gitu" Vieeta mengakhiri panggilan telfon nya ia terlihat sangat lesu dengan mata merah dan sembab


Vieeta tak mengindahkan perkataan Reza untuk menyuruhnya istirahat dan tidur, justru ia tidak bisa tidur hingga menjelas subuh. Vieeta mengambil air wudhu dan menjalankan sholat subuh, agar hati nya merasa tenang.


Ia pasrahkan semua kepada Allah sang pengatur kehidupan dan perasaan hambanya.

__ADS_1


"ya Allah, aku pasrahkan semuanya pada engkau sang pemilik hati. jika memang ini yang terbaik untuk ku dan untuk dirinya maka aku iklas ya Allah" meski berat namun ia harus merelakan karna itu semua ketentuan dari sang pemilik hati.


Setelah selesai menjalankan sholat Vieeta pagi harinya melakukan Live yang hanya menampakan fotonya saja saat ia menaruh lampion di atas air danau dan Vieeta duduk di perahu yang sebenarnya foto itu ada dia dan Dat Thien namun di potong hanya dirinya saja


"untuk teman-teman semua, maaf jika mengecewakan kalian semua. Mulai sekarang jangan berharap pada kami, karna dari awal aku udah bilang jangan mengharap kan kita berdua. Karna sekarang kita break dulu, karna aku sudah menjelaskan bagai mana itu islam . namun memang di antara kita tidak bisa bersama karna banyak perbedaan.


tolong jangan hujat dia, karna dia tidak salah memang kami belum jodoh. Jadi sejak awal aku udah bilang jangan terlalu berharap kepada kita berdua, terimakasih untuk kalian yang sudah suport kita berdua sejak kita bertemu. Terimakasih banyak" ucap Vieeta dengan mata yang sudah memerah dan mengeluarkan cairan bening


"kenapa kalian bisa putus"


"tolong kalian kembali dan bicarakan"


"aku tetap dukung kalian berdua meski kalian berpisah"


"Viee, kenapa kalian berpisah😭"


"Viee jangan putus😭"


"kita sayang kalian berdua tolong jangan putus😭"


"halah paling juga prank lagi, kaya dulu-dulu udah santai aja"


"Viee ini bukan prank kan"


"berharap ini prank, dan enggak nyata"


Masih banyak lagi komentar dari fans dan juga haters yang komentar


"buat teman-teman, kali ini aku enggak prank ini beneran. Kita udah putus" ucap Vieeta setelah membaca beberapa komentar


"guys, ini kaya nya serius"


"tetep aku enggak percaya, meski Viee pernah bilang enggak akan bikin prank lagi. Tapi dulu nyatanya dia ulangin lagi, udah tahu kan Viee itu jago ngprank"


"iya juga sih"


"aku tetap sayang kalian berdua"


"halah, palingan juga karna Dat Thien udah ada yang baru. Kan katanya mantan dia ngejar-ngejar Dat Thien lagi" ucap netijen julit


Setelah menyampaikan itu Vieeta pun mematikan livenya, hari ini ia butuh menyendiri untuk menenagkan hati dan fikiran.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungan teman-teman semua ya agar author semangat dan lebih sering up lagi. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


__ADS_2