
Pesta pun masih berlanjut dengan meriah hingga larut malam. Quan Khoi membawa dua kue tart ke atas panggung, dan mereka pun berfoto-foto bersama sebelum melanjutkan kembali acara pesta malam itu. yang di hadiri oleh team Veilla dan juga adik dari Dat Thien
Quan Khoi dan Linh chau Thuy terlihat sangat mesra, seperti layak nya sepasang kekasih hingga para fans banyak yang menjodohkan mereka. saat mereka berfoto pun Linh Chau Thuy terlihat melingkarkan lengannya di bahu Quan Khoi karna posisi keduanya yang berjongkok. terlihat senyuman kebahagiaan di bibir mereka.
"terimakasih untuk teman-teman yang sudah memberikan kue ulang tahun ini " tutur Dat Thien mengucapkan terimakasih untuk yang sudah memberikan kue ulang tahun untuk dirinya setelah selesai berfoto-foto
"sekarang tarik gulungan uang nya" ucap Quan Khoi
"kita tarik sama-sama" Dat Thien pun bersiap dengan kue nya yang di taruh di bawah, karna ada dua kue jadi ia meminta Quan Khoi juga menarik gulungan uang yang ada di dalam kue itu
"satu...dua..tiga..." ucap para penonton dan mereka berdua pun menarik gulungan uang yang sangat panjang itu. dengan di iringi musik DJ
hingga gulungan uang pun di tarik semua, mereka melanjutkan pesta nya.
"HUUUU....HU HU HU" teriak para tamu undangan karna saat ini Dat Thien menyanyikan lagu nya dengan di iringi musik DJ.
Vieeta dan Reza terlihat bersemangat menari mengikuti alunan musik DJ bersama para penggemar. karna budaya sana pasti minuman yang di sediakan adalah alkohol tetapi mereka tahu jika Vieeta dan Reza tak meminumnya maka di sediakan air mineral.
hingga mulai larut malam Dat Thien mengajak Vieeta untuk pulang.
"kita pulang yuk sudah malam" ajak Dat Thien
"iya sudah ayo kita pulang" Vieeta pun menyetujui ajakan Dat Thien karna jujur saja ia pun sudah merasa lelah
"mas ayo muleh" ajak Vieeta
"ayok lah..." Reza pun bangun dari duduk nya dan berjalan mengikuti Vieeta untuk pulang.
****************
Pagi hari nya Quan Khoi kini tengah duduk di ruang tamu, sementara Dat Thien sibuk di luar karna ada pekerjaan. sementara Vieeta kini tengah duduk juga bersama Quan Khoi karna habis melakukan Live untuk jualan.
"Vie, kamu enggak khawatir gitu kalau Dat Thien berada di luar " tanya Quan Khoi yang duduk bersebrangan dengan Vieeta
"khawatir kenapa ?" tanya Vieeta tak mengerti
"ya kan kamu tahu sendiri, Dat Thien itu fans nya banyak apa lagi cewek-cewek. emang kamu enggak takut kalau Dat Thien ke pincut sama cewek-cewek itu " tanya Quan Khoi
"kenapa harus takut, selama hati dia cuma buat aku. lagi pula aku enggak mau mengekang dia, asalkan dia tetap memprioritaskan aku " jawab Vieeta dengan santai
__ADS_1
"kamu sadar enggak sih, selama kamu di sini dia itu ful kerja. emang kamu enggak kesel sama manager Dat Thien " tanya Quan Khoi
"ya enggak apa-apa kalo dia sibuk kerja, lagian kan aku di sini juga ada Linh yang nemenin ada Mai Huong juga" jawab Vieeta dengan santai
"aku kemarin gak sengaja liat ponsel Dat Thien, dia kaya chatan sama perempuan " tutur Quan Khoi sembari tangan nya ia taruh di dagu
"ya kan dia rekan kerja nya banyak perempuan" Vieeta menatap ke arah Quan Khoi dengan sedikit kesal
"ya udah lah, aku mau ke kamar dulu capek " Vieeta pun lantas pergi meninggalkan Quan Khoi sendiri di ruang tamu
"Vieeta kenapa ?" tanya Reza yang baru saja tiba di ruang tamu dengan memakan buah mangga
"enggak tahu, kaya nya dia kesel " jawab Quan Khoi acuh
Reza pun nampak heran sebenarnya ada apa dengan Vieeta yang seperti kesal. bahkan kekesalan itu sama persis seperti saat di bali
flas back to Bali.
"chi Mai Thao, kalau ke bali kira-kira habis berapa ya uang nya untuk berempat" tanya Dat Thien kala ia hendak menjejakan kaki pertama kali di Bali
"untuk setengah bulan mungkin sekitar 60 juta " jawab Mai Thao
"iya tapi aku enggak bisa lama di sana, karna di sini kan masih banyak kerjaan " tutur Mai Thao
"iya enggak apa-apa, lagian Quan Khoi juga mau bawa temannya Than Than yang bekerja sebagai pemandu wisata. Quan Khoi yang akan membawa " ucap Dat Thien karna ia tahu memang pekerjaan di sini masih banyak dan tidak bisa di tinggalkan semuanya.
Mai Thao pun mengangguk dan kemudian ia meninggalkan Dat Thien, untuk melanjutkan pekerjaannya.
•
•
•
sore harinya Dat Thien pulang ke rumah, ia langsung menuju kamar di mana Vieeta tidur. hampir seharian ia tak bertemu Vieeta membuat nya merasa rindu
"Vợ ơi, !!" panggil Dat Thien kala ia membuka pintu kamar Vieeta
dan saat itu Vieeta tengah duduk di atas tempat tidurnya, ia merasa kesal karna Dat Thien sehari ini tak ada menghubungi dirinya
__ADS_1
" Võ ôi, kamu kenapa ?" tanya Dat Thien kini ia duduk di tepian ranjang samping Vieeta, karna Vieeta yang kini duduk bersandar di ranjang dengan wajah yang di tekuk
"kenapa kamu enggak hubungi aku, sesibuk itu kah kamu kerja sampai enggak bisa hubungin aku " tanya Vieeta, ia memberengut kesal
"maaf, karna aku hari ini sangat sibuk sampai enggak kasih kabar kamu. maafin aku ya " Dat thien menggenggam tangan Vieeta kemudian ia mencium punggung tangan kekasihnya itu
"apa aku di sini sudah tidak di harapkan lagi, aku enggak masalah kamu tinggalin aku di rumah demi kerjaan kamu. tapi kamu juga harus kasih kabar aku, cuma itu yang aku pinta " Vieeta mulai terisak ia sudah tak dapat membendung air matanya
"iya maafkan aku, aku salah" Dat Thien memajukan tubuhnya dan memeluk kekasihnya itu yang sudah berderai air mata
"tolong jangan menangis, aku salah maafkan aku" Dat Thien memeluk Vieeta dengan lembut ia benar-benar merasa bersalah
"kamu jahat, apakah kamu di luar sana bersenang-senang bersama perempuan lain sampai-sampai enggak ingat aku " Vieeta masih terisak di dalam pelukan Dat Thien
"aku enggak pernah seperti itu dengan perempuan lain, di hati aku cuma ada kamu. tolong maafkan aku " Dat Thien melerai pelukannya ia menghapus air mata Vieeta
"lalu siapa yang chatan sama kamu ?" tanya Vieeta, ia masih teringat ucapan Quan Khoi tadi
"itu rekan kerja yang Mai Thao terima kemarin, untuk perilisan lagu dan dia sebagai modelnya " Dat Thien menjelaskan
"kamu yakin dia bukan siapa-siapa ?" selidik Vieeta
"ya karna aku hanya punya kamu. dan tidak ada lagi di hati ku selain kamu " Dat Thien berusaha meyakin kan
"percayalah, aku hanya melakukan pekerjaan dengan dia sebagai modelnya hanya sebatas itu. dan untuk aku tidak memberi kabar maafkan aku karna aku tadi sangat sibuk, tolong percaya sama aku" tutur Dat Thien ia tidak ingin kekasihnya itu salah faham dan berfikiran buruk. bagai mana pun ia mendapatkan cinta Vieeta itu sangat susah.
harus berkali-kali mengungkapkannya dan meyakinkan dahulu hingga Vieeta benar-benar yakin saat mereka bertemu di Bali, semua perhatian Dat thien membuat Vieeta akhirnya luluh dan merasa yakin.
"aku akan maafin kamu, tapi janji kamu enggak akan fokus ke ponsel mu lagi saat sama aku, dan kamu akan selalu mengabari ku saat di luar tanpa aku" tutur Vieeta kini ia mulai tenang meski masih ada sedikit air mata yang kekuar dari pelupuk matanya
"iya aku janji, dan aku pinta kamu selalu percaya aku " Dat thien mengangguk dan berjanji, ia kemudian mengahpus air mata Vieeta dan memeluknya dengan erat
Reza yang tadi hendak masuk ke kamar Vieeta untuk mengajak jalan-jalan, namun saat membuka pintu kamar itu ia mendengar obrolan mereka, meski sebagian besar ia tidak faham. namun ada poin-poin tertentu yang ia mengerti.
Reza akhirnya faham mengapa Vieeta tadi terlihat kesal, ia pun kembali menutup pintu dengan perlahan dan meninggalkan keduanya untuk memberikan mereka ruang untuk berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
happy reading selamat membaca ya guys, maaf cuma bisa kasih satu bab aja. soalnya Author nya masih harrus di sibukan ngurusin bocil
__ADS_1