
Kini mereka berlima tengah berkumpul di air terjun, pagi-pagi sekali mereka berlima menuju tempat wisata air terjun.
"Viee " panggil Quan Khoi
"kenapa?" Vieeta yang tengah asyik memandang air terjun dan menunggu Dat Thien yang menyeduh pop mie untuk mereka
"apakah kamu akan terus mencintai Dat Thien jika suatu saat nanti ada masalah!" tanya Quan Khoi
"kenapa tanya begitu?" Vieeta memicingkan matanya menatap Quan Khoi heran
"ya enggak kenapa-kenapa sih, cuma ingin tahu aja. Soalnya kan Dat Thien pernah gagal jadi aku cuma mau mastiin aja kalau kamu enggak akan pergi" tutur Quan Khoi menatap Vieeta
"tumben banget tanya nya serius, biasa nya juga gak tahu serius. " Vieeta masih merasa heran
Belum Vieeta menjawab pertanyaan Quan Khoi, Dat Thien sudah berjalan ke arah mereka. Dat Thien memberikan satu cup pop mie untuk Vieeta
"buat aku mana?" tanya Quan Khoi karna yang di berikan hanya Vieeta
"seduh sendiri sono! Tuh mas Reza juga lagi nyeduh" Dat Thien menunjuk dengan wajahnya
"hais, padahal kan pengen tinggal makan aja" Quan Khou dengan rasa malas berjalan, namun baru selangkah ia mendapatkan tendangan pelan dari Dat Thien karna mendengar ucapan Quan Khoi tadi
"mau enak nya doang" cibir Dat Thien setelah menendang bokong Quan Khoi
"Hais...!!" dengan rasa malas Quan Khoi pun akhirnya berjalan menuju Reza dan ikut menyeduh pop mie nya
Kini Vieeta dan Dat Thien memakan pop mie sembari duduk di sebuah kayu tumbang.
Dat Thien menyuapi Vieeta pop mie dari cup miliknya, padahal Vieeta memiliki punya nya sendiri. Namun meski begitu Vieeta menerima suapan demi suapan dari Dat Thien
"hah..panas" Vieeta melepeh kembali mie yang masuk ke dalam mulutnya sebelum di kunyah karna kepanasan. Vieeta yang langsung memakan tanpa meniup kembali mie yang tadi di tiup oleh Dat Thien untuk dirinya
" hahahah..makanya di tiup dulu, main makan aja" Reza menertawakan Vieeta dan Quan Khoi pun ikut tertawa
Sementara Lam Phong asik memakan mie miliknya, sembari memegang kamera, kemudian saat mendapat engle yang bagus ia memakai kan tripod pada ponselnya dan mengarahkan kamera ke arah di mana Vieeta dan yang lain berkumpul.
Setelah itu Phong pun ikut berkumpul dengan mereka, untuk makan bersama.
Setelah selesai makan Dat Thien dan Vieeta turun ke air terjun. Mereka berdua main air mencipratkan satu sama lain
__ADS_1
"I LoVE YOU VIEETA" teriak Dat Thien sembari merentangkan tangannya kemudian memeluk Vieeta yang di sampingnya
Vieeta membalas pelukan Dat Thien dan kemudian ia mengangkat wajahnya menatap kekasihnya itu.
"love you too" balas Vieeta pelan
"suit suit! Dunia serasa milik berdua" Reza meledeki kedua insan yang di mabuk cinta
"yang lain ngontrak, iya enggak" ucap Quan Khoi menimpali ucapan Dat Thien
Namun eksperi Phong lebih lucu, ia dengan wajah memelas sembari termenung memegang kamera untuk merekam kedua insan itu.
"ada yang lebih melas..hahahaha" Reza tertawa terbahak-bahak kala melihat ekspresi Lam Phong yang melas
"hahahaha....kameramen jadi nyamuk" ejek Quan Khoi
"awas kalian ya, kalian juga jomblo bukan aku aja! Sadar diri woy!!" teriak Lam Phong dari bawah mengejek keduanya yang juga jomblo
"sesama jomblo di larang marah!! Hahaha" Reza makin tertawa terpingkal-pingkal hingga perutnya sakit
"nikmati hari jomblo bersama pasangan bucin ya, kita tinggal dulu bay bay" Quan Khoi merangkul bahu Reza untuk meninggalkan ketiganya
"Hais!! Awas kalian ya" Lam Phong merasa kesal dan kembali memasang wajah kusut
"sabar ya" Vieeta tersenyum mengejek
Kemudian mereka pun naik ke atas, di ikuti Lam Phong di belakang keduanya.
...****************...
"Viee awas!!!" teriak Quan Khoi dari arah kamar miliknya. Vieeta yang tengah berdiri hendak keruang tamu pun sontak melihat ke arah belakang ,di mana Quan Khoi tengah berlari karna memakai kaus kaki membuat kakinya licin dan susah di hentikan
Vieeta yang tak siapa pun langsung di tubruk Quan Khoi, keduanya pun jatuh dengan Vieeta posisi telungkup sementara Quan Khoi jatuh ke sampingnya dengan posisi telentang dengan kakai di tekuk
"Awww" Vieeta bangun dan merasakan sakit karna di tabrak oleh Quan Khoi
"dasar ini bocah ya, udah tau di dalam rumah ngapain lari-lari coba" Vieeta memukuli Quan Khoi karna merasa kesal. Posisi Quan Khoi yang masing terbaring karna jatuh pun belum siap langsung di huajani pukulan-pukulan dari Vieeta
"ampun.... ampun, gak sengaja!" Quan Khoi menangkis pukulan Vieeta dengan kedua tangannya
__ADS_1
"bodo amat, rasain nih" Vieeta masih memukili Quan Khoi karna merasa kesal
"woy woy, ini pada kenapa kok ribut -ribut" Reza yang baru keluar dari kamar melihat keduanya bergulat
"kenapa mas" tanya Dat Thien yang berjalan ke arah Reza sehabis dari kamar mandi
"hahahaha....lanjut Viee, seru nih kaya nya" Phong malah tertawa melihat kedua orang itu saling pukul meski hanya pukulan pelan karna mereka berdua pun tertawa
"rasain nih" Vieeta menjambak Quan Khoi hingga lelaki itu mendongak
"aduh aduh! Lepas Viee" Quan Khoi meminta untuk di lepaskan
"gak akan, salah siapa main tubruk tubruk orang" Vieeta tak melepaskan
Namun Quan khoi tak kehabisan akal, ia membalikan tubuhnya dengan posisi Vieeta masih menjambak, kemudian ia menggelitiki Vieeta hingga Vieeta akhirnya melepaskan jambakannya
"kak bantuin" teriak Vieeta minta tolong.
Dat Thien pun menghampiri untuk membantu, ia memegang kedua tangan Quan Khoi dan akhirnya Vieeta bisa lolos dari gelitikan Quan Khoi
namun Quan Khoi malah melingkarkan tangannya di leher Dat Thien menyilang ke dada lelaki itu. Sudah pasti Dat Thien kalah karna postur tubuhnya yang kecil sementara Quan Khoi berperawakan sedang
namun Dat Thien tidak menyerah ia menjegal kakai Quan Khoi hingga terjatuh, Vieeta kembali membantu Dat Thien ia melepaskan cengkraman tangan Quan Khoi yang maish melingkah di dada keksaihnya itu
"lepasin" Vieeta berusaha melepas pelukan Quan Khoi
"ha-ha-ha" Reza tertawa terbahak bahak begitu pun dengan Phong yang berada di samping Reza
Reza dan Lam Phong hanya menonton sembari tertawa melihat pergulatan mereka bertiga. Hingga akhrinya mereka yang bergulat merasa lelah dan membubarkan diri masing-masing langsung menuju sofa ruang tamu dan membaringkan tubuhnya masing-masing di sofa panjang, Vieeta verbaring di sofa panjang, Quan Khoi di sofa yang panjang nya tanggung. Semnetara Dat Thien duduk bersandar di sofa yang di baringi Vieeta karna ukurannya yang cukup panjang.
Mereka bertiga ngos-ngosan merasa lelah. Reza dan Lam Phong pun ikut duduk dan memperhatikan mereka
"kalian tu ngapain coba gulat, capek sendiri kan akhirnya" ucap Reza yang bersandar di sofa
"itu si bayi bajang yang mulai, main tubruk orang aja. Udah tau dalam rumah pake lari-larian, udah tau pake kaos kaki ya licin lah" gerutu Vieeta
"ya kan mana tahu kalo ada kamu di situ" ucap Quan Khoi membela diri
"udah udah, ribut lagi" Reza memisakhan mereka
__ADS_1
Lam Phong membawa tiga botol minuman dingin untuk ke tiganya, setelah tadi ia duduk sebentar bersama mereka. namun ia kembali berdiri dan menuju ke dapur untuk mengambilkan ketiga pegulat tadi air minum. Karna melihat mereka bertiga begitu lelah
mereka bertiga pun menerima minuman dingin yang di berikan Lam Phong dan kemudian meminumnya.