cinta ku berlabuh di vietnam

cinta ku berlabuh di vietnam
komitmen


__ADS_3

Kini Vieeta dan Dat Thien berada di pusat perbelanjaan demi menghibur kekasihnya itu yang hobby mainan, maka Dat Thien pun mengajak Vieeta ke arena permainan Timezone


"sekarang kita main sepuasnya di sini" Dat Thien menarik lengan Vieeta dan membawanya ke arena permainan melempar bola basket ke dalam ring


"ngapain ke sini " tanya Vieeta yang kini sudah kembali ceria lagi


"kita lomba, siapa paling banyak masukin bola ke ring" tantang Dat Thien


"terus yang menang dapat apa, dan yang kalah ngapain " tanya Vieeta lagi


"yang menang nanti di belikan es krim, dan yang kalah harus gendong yang menang. Gimana ? " usul Dat Thien ia hendak mengerjai Vieeta


"oke siapa takut " Vieeta pun menyetujui


"oke, kita mulai ya. Aku yakin kamu pasti kalah " ejek Dat Thien


"jangan kepedean dulu, kita liat aja" Vieeta menyunggingkan senyum mengejek menantang


"oke! Kita mulai.....! Satu..... Dua....tigaaa!!!! " Dat Thien menghitung dan mereka berdua pun mulai berlomba memasukan bola basket ke dalam ring


Dengan kecepatan penuh Vieeta memasukan banyak bola ke dalam ring, Dat Thien tersenyum ia bahagia melihat kekasihnya itu sudah lebih baik dari sebelum nya


Ia akan melakukan apa pun demi kekasihnya itu baik-baik saja, Dat Thien tak ingin melihat Vieeta menangis lagi.


"Yey aku menang.....!!! " Vieeta teriak kegirangan ia mengepalkan kedua tangannya ke udara


"wlek...kakak kalah" Vieeta memeletkan lidah nya mengejek Dat Thien


"cih...dasar baru segitu, ayo ulangin lagi " Dat Thien hendak menantang lagi


"enggak mau, ayo gendong aku terus traktir makan es krim " Vieeta menggelengkan kepalanya dan mengangkat kedua tangannya siap untuk di gendong


"baik lah tuan putri, silahkan naik ke punggung " akhirnya Dat Thien pun menundukan sedikit tubuhnya bersiap menggendong Vieeta ke atas punggung nya


"Hap " Vieeta pun naik ke atas punggung Dat Thien


"let's go!! Kita kemon beli es krim" Vieeta tersenyum bahagia seolah ia melupakan kesalah fahaman tadi


"let's go" Dat Thien pun mulai berjalan keluar arena permainan dengan posisi menggendong Vieeta


Banyak pasang mata yang melihat ke uwuan mereka berdua, namun seolah dunia hanya milik mereka berdua hingga keduanya tak perduli dengan pandangan orang yang mungkin merasa kagum melihat kemesraan keduanya .


Dat Thien senang jika Vieeta sudah bisa tersenyum lagi. Meski ia sedikit khawatir jika mereka kembali LDR akan kah tidak ada permasalahan yang akan datang. Sedangkan saat di bali mereka sempat cekcok dan di tambah lagi dengan soal biaya saat ia berada di bali.


Dat Thien pun menurun kan Vieeta saat mereka sudah sampai di tempat penjualan es krim


"mau es krim apa" tanya Dat Thien pada Vieeta


"mau es krim coklat sama Vanila" tutur Vieeta mata nya berbinar kala melihat deretan es krim

__ADS_1


"oke, tunggu di sini ya" Dat Thien pun berjalan menuju penjual es krim. Sementara Vieeta duduk di depan toko es krim itu ia melihat sekeliling pusat perbelanjaan yang bersih dan nyaman itu. Terlihat orang yang berlalu lalang dari toko ke toko


Dat Thien sudah selesai membeli es krim, ia pun menghampiri Vieeta yang tengah duduk di tempat tadi.


"nih es krimnya " Dat Thien memberikan es krim rasa coklat campur Vanila


"wahhh...makasih " Vieeta tersenyum senang menerima satu cup es krim berisi dua rasa


Vieeta pun menyendok es krim ke mulutnya, terasa manis dan dingin kala es krim itu mengenai rongga mulutnya dan lumer.


"Hemm enak nya " Vieeta menikmati setiap sendok es krim


"suka ?" tanya Dat Thien dan di angguki oleh Vieeta


"Aaaaa " Vieeta memberikan satu sendok es krim dari Cup nya untuk di suapkan pada Dat Thien


Tanpa menolak Dat Thien menrima suapan es krim dari Vieeta.


" enak kan " tutur Vieeta


"iya enak " Dat Thien mengngguk dan ia pun tersenyum.


Dat Thien pun menyendokan es krim miliknya dan menyuapi Vieeta. Vieeta yang melihat sendok yang berisi es krim berada di depan nya itu pun langsung membuka mulut ny dan menerima suapan dari Dat Thien.


"kita pulang yuk, sudah malam " ajak Dat Thien melihat jam di tangan nya sudah menunjukan pukul 8 malam.


"ya udah ayok " Vieeta pun menyetujui dan kemudian berdiri dari duduk nya di ikuti oleh Dat Thien.


Di tempat lain kini Reza justru sedang apel di apartemen Mai Huong, entah sejak kapan ia menaruh rasa kepada wanita mungil itu. Mai Huong sudah memiliki satu orang anak perempuan ia bercerai dengan suaminya saat anak nya masih kecil, hingga membuat Mai Huong harus bekerja banting tulang demi kehidupan anak nya.


Ia beruntung bertemu dengan Dat Thien dan memberikannya pekerjaan yang layak. Reza yang melihat betapa tangguhnya wanita di hadapannya itu merasa kagum.


Reza pertama kali di kenalkan Mai Huong oleh Vieeta kala mereka melakukan live bersama dan melakukan zoom.


wanita cantik, berbadan mungil, bertubuh seksi, berkulit putih mulus dan berambut panjang lurus. Wajahnya yang baby face itu membuat Mai Huong terlihat bukan seorang wanita yang beranak satu tetapi seperti gadis yang masih sekolah SMA.


Kini Reza tengah duduk di meja makan, sedangkan Mai Huong tengah memasak mie untuk ia suguhkan pada Reza, karna Reza yang ingin makan mie instan.


tak berselang lama Mai Huong pun membawa mangkuk berisi mie dan meletakannya di meja di mana Reza duduk. Terlihat dari warna nya yang merah sudah pasti itu sangat pedas.


"ini mas, silahkan di makan" Mai Huong pun menaruh sumpit dan sendok di mangkuk itu.


"makasih, kayanya enak nih " Reza pun menyantap mie itu


"Shhhh Hahhhh...." Reza pun mulai merasakan pedas


Sementara Mai Huong duduk di samping Reza dan ikut menyantap mie miliknya. Mai Huong tersenyum kala melihat ekspresi Reza itu


"gila ..pedes banget ini " tutur Reza yang sudah kepedesan " shhh Hahhhh.!! Gak ada minum gitu " sambung nya

__ADS_1


Tanpa bicara apa pun Mai Huong pun beranjak dari duduk nya dan menuju kulkas mengambilkan Reza air putih dingin dan menaruh nya di gelas


"pedes ya? Nih minum dulu " Mai Huong memberikan gelas air putih dan kemudian menaruh botol air mineral itu di meja dekat Reza agar memudahkan Reza jika ia ingin minum lagi


"pedes banget, mana warna nya merah banget " tutur Reza di sela-sela minum nya


"ya habis enggak ngomong kalau jangan pedes- pedes gitu, pasti aku masakin nya yang gak terlalu pedes level. Ini tadi aku ambil yang levelnya super pedes" Mai Huong menjelaskan


"iya udah, enggak apa-apa ini juga enak ko" tutur Reza meski pedas rasanya yang enak membuat makin nagih.


Mai Huong tersenyum melihat Reza yang kini keningnya penuh peluh keringat akibat kepedasan. Ia pun kemudian berinisiatif mengusap keringat di kening Reza dengan menggunakan tisu.


Satu sentuhan dari Mai Huong membuat Reza sedikit terkejut karna Mai Huong yang tiba-tiba menyentuh keningnya.


"itu keringatan kening mas " ucap Mai Huong sadar kalau Reza terkejut akibat sikap refleknya


"oh, iya makasih " ucap Reza sedikit terputus


"iya sama-sama." Mai Huong mengangguk ia pun akhirnya menyingkirkan tangannya kala sudah mengahpus kening Reza


"oh iya, kalian pulang ke Indonesia tagal berapa " tanya Mai Huong sembari ia membereskan piring dan mangkuk bekas mereka makan


"tanggal 16 ini, kenapa ?" tanya Reza yang pandangannya beralih ke pada Mai Huong yang kini tengah mencuci piring


"berarti sebentar lagi ya kalian pulang " Mai Huong sedikit agak kecewa karna waktu satu bulan begitu cepat


"iya karna kita juga masih punya kerjaan di indo, nanti pasti kita bakal main-main lagi ke sini kok " hibur Reza


"bener ya kalian bakalan ke sini lagi" Mai Huong tampak berbinar, ia pun menghampiri Reza


"iya dong, kan Vieeta pacar nya di sini " ucap Reza dengan tersenyum


"teru kalau mas pacarnya di mana? " tanya Mai Huong memancing jawaban Reza


"aku enggak punya pacar ya, jadi bebas mau ikut Vieeta kemana aja" turur Reza membanggakan diri


"oh terus jadi bisa bebas nemplok cewek siapa aja dong " Mai Huong tampak cemberut


"ya enggak gitu dong, kan di hati ku cuma kamu " Reza mencubit pelan pipi Mai Huong


"gombal banget " meski begitu Mai Huong merasa senang dan ia pun tersenyum dengan perlakuan Reza


Meski hubungan mereka masih belum jelas seperti apa, namun keduanya sudah sangat nyaman. Reza masih belum bisa memutuskan karna mereka yang berbeda keyakinan dan sama-sama kuat dengan keyakinan masing-masing hingga membuat Reza pun akhirnya tak bisa menjalin komitmen dengan Mai Huong.


Meski begitu ia lebih senang seperti ini dan ketika mereka nanti di pisahkan oleh jarak tidak akan ada kebencian di antara mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hallo guys maaf baru bisa update karna author kehabisan kuota, malam ini update satu bab ya karna author nya lagi sakit kepala. Insyaallah besok update lagi kalau udah mendingan sakit kepala nya

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya😉


__ADS_2