
Untuk hari ini dia hanya ingin membaca hal-hal yang membuatnya senang. Tapi sebuah rentetan panjang komentar netizen disana membuatnya penasaran.
Netizen A : itu istrinya Arvi?@Netizen B
Netizen B : iya istrinya, potek gak sih? "(
Netizen A : cantik ih, cocok. Jarang banget liat muka istrinya. Kira-kira kenapa diumpetin ya?
Netizen B : diumpetin gimana?
Netizen A : ya, gak sering dipamerin aja gitu, di Instagram kayak artis-artis lain. Minimal di story in kek biar kita fansnya pada tahu.
Netizen B : hahahaha mungkin ada hati yang sedang dijaga
Netizen A : hati siapa?
Netizen B : hati Yasmin Maybe wkwkwk. Ngarep banget gue sama mereka beneran jadi couple hikss.
Netizen A : tapi kayaknya mereka emang lagi ada projek film bareng lagi deh. Soalnya beberapa hari lalu gue lihat Arvi ada distorynya Yasmin.
Netizen B : ah, seriussssss. Demi apa? Seneng banget gue. Gassss bioskop gak nih kalau udah dirilis.
Netizen A : Gas dong!
Sebenarnya Lola sudah terbiasa dengan komentar-komentar seperti ini. Dimana masih banyak orang di luaran sana yang berpikir kalau suaminya itu lebih cocok dengan Yasmin Bard, lawan mainnya yang berhasil memerankan karakter seorang kekasih dengan sangat baik. Ya film pertama Arvi dan Yasmin memang sangat laris dipasaran. Tak heran kalau sekarang film mereka tersebut hendak dibuat sequel nya mengingat fans selalu ingin melihat akting mereka bersama dilayar lebar.
Lola sama sekali tak masalah dengan itu. Dia sudah sering bertemu dengan Yasmin di beberapa acara. Dan dari hasil pengamatannya wanita itu sama sekali tak punya potensi untuk menjadi pelakor. Yasmin selalu bersikap ramah padanya. Walaupun sekarang masih berstatus jomblo, Lola tak pernah menaruh rasa curiga kalau Yasmin akan menusuknya dari belakang. Lagipula Lola tahu kalau suaminya itu sanngat mencintainya.
Tapi yang mengganggu pikirannya adalah saat membaca komenan yang mengatakan kalau Arvi sengaja menyembunyikannya di sosial media.
Memang sih, Arvi jarang membagikan keharmonisan rumah tangga mereka ke orang-orang. Dia tahu suaminya itu bukan tipikal orang yang suka memamerkan kemesraan di sosial media. Malah kebanyakan postingan Instagram nya hanya di isi tentang pekerjaan, mulai dari produk-produk endorsment, promosi film dan lain sebagainya.
__ADS_1
" Lagi liat apa?"
Lola terhenyak saat Arvi tiba-tiba duduk disofa sebelahnya. Karena suaminya itu baru saja selesai mandi. Lola jadi dapat mencium aroma shampoo dan sabun yang menguar dari tubuhnya. Terlebih saat Arvi kini mulai bergerak untuk melihat apa yang tertera dilayar ponselnya.
" Ini lagi scroll Twitter. Banyak dari mereka yang suka dengan desain piyama kita." Senyum Lola merekah saat menjelaskannya. Dia memang selalu menjadi yang paling antusias saat cossy akan meluncurkan produk baru.
Menoleh ke arah Arvi yang hanya menganggukkan kepala, Lola pun sontak berseru.
" Mas."
" Apa?"
" Kok cuma ngangguk-ngangguk aja sih?"
" Ya terus harus apa lagi?" Tanya Arvi lalu mulai menyalakan tivi dan menyandarkan kepalanya di bahu Lola.
" Ya, apa kek? Seneng gitu? Minimal senyum deh. Masa cuma ngangguk aja." Ucap Lola. Harusnya ia sudah terbiasa dengan semua ekspresi wajah yang dikeluarkan oleh suaminya itu.
Lola menghela nafas dan beralih mengusap rahang Arvi yang sepertinya baru selesai di cukur. Membuat pria itu semakin nyaman menyenderkan kepalanya disana.
" Mas, lihat deh foto kita kemarin. Bagus banget!" Ujar Lola sambil memperlihatkan hasil pemotretan mereka kemarin pada sang suami. " Iya, kan. Bagus? Lanjutnya meminta persetujuan.
" Bagus." Balas Arvi.
" Terus?" Lola melirik singkat ke arah Arvi.
" Cantik."
" Siapa?" Tanya Lola sengaja memancing jawaban yang ingin ia dengar.
" Kamu." Balas Arvi lantas membuat Lola tersenyum.
__ADS_1
Puas dengan jawaban itu Lola memutuskan untuk ikut menatap layar televisi yang menampilkan sebuah pertandingan tenis. Dia mencoba untuk menikmati pertandingan itu. Tapi karena pada dasarnya dia tidak punya ketertarikan terhadap olahraga, Lola pun mulai merasa bosan.
Mengajak Arvi bicara pun rasanya percuma karena dia pasti sedang fokus dengan jalannya pertandingan.
" Mas boleh pinjam hape kamu sebentar." Pintanya. Membuat Arvi tanpa bicara langsung merogoh sakunya dan menyerahkan ponselnya pada Lola.
Setelah memasukkan sandi yang berupa tanggal pernikahan mereka. Lola pun mulai menjelajahi isi ponsel suaminya itu. Saat melihat galeri ia sontak meringis saat menyadari kalau foto-foto disana kebanyakan hanya diisi oleh wajahnya saja. Bahkan ada beberapa foto yang tampak diambil secara diam-diam oleh Arvi saat ia sedang makan, cemberut, bermain bersama dengan Gembul, memasak dan melakukan aktivitas lainnya.
Walaupun setiap diajak foto bersama suaminya itu selalu mengeluh, suaminya itu tapi tak pernah absen dalam mengambil fotonya secara diam-diam.
Tapi anehnya kenapa dari sekian banyaknya foto yang ada disini tak ada satu pun yang Arvi aploud di akun Instagram nya? Padahal kan daripada disimpan disini hingga menumpuk ada baiknya kalau pria itu meng-aploud nya di Instagram. Supaya fans halu nya itu cepat move on dan tidak lagi berharap pria itu akan bersama Yasmin, saat mereka tahu kalau ia sudah memiliki istri yang sangat di cintainya.
***
" Sayang, Udah siap?" Teriak Arvi dari ruang keluarga sambil berulang kali men check jarum yang melingkar dipergelangan tangannya.
Arvi sontak menghela nafas saat menyadari kalau mereka sudah sangat terlambat untuk menghadiri acara anniversary yang diadakan oleh salah satu teman artisnya itu.
Bisa dibilang kepergian semacam ini, bukanlah hal yang Arvi sukai.
Dibanding harus terjebak disana, jujur Arvi lebih suka berdiam diri dirumah sambil menemani Lola menonton drama Korea favoritnya. Tapi dia sendiri juga merasa tak enak jika tidak datang, mengingat Vito dan Celine, pasangan yang melangsungkan acara anniversary tersebut. Dulu juga datang diacara pernikahannya dengan Lola.
" Iya Mas, sebentar!" Lola berseru sebelum akhirnya keluar dari kamar dengan memakai dress birunya.
" Gimana? Apa dress ini sudah lulus uji kelayakan?" Tanya Lola pada Arvi lantas mengangguk. Aturannya mereka sudah berangkat sejak tadi kalau Arvi tidak rewel dengan mengatakan kalau Lola harus mengganti dress yang ia gunakan karena terlalu pendek.
Sebenarnya gak bisa dibilang pendek sih. Cuma Arvi saja yang setelah menikah selalu bersikap protektif padanya.
Lola tersenyum seketika. Terlebih saat melihat penampilan sang suami yang kini terlihat sangat tampan dalam balutan jas dan celana kainnya malam ini. perfect!
" Kenapa cemberut gitu sih? Padahal udah ganteng loh." Ucap Lola pada suaminya itu. Dia cukup mengerti kalau Arvi tidak terlalu suka menghadiri acara seperti ini. Terlebih katanya disana juga akan ada beberapa awak media yang sengaja di undang untuk meliput acara anniversary tersebut.
__ADS_1