
" Eh." Lola tersentak dan segera menatap wajah suaminya itu yang kelihatan memerah. Oh, tidak sepertinya dia marah karena Lola mengganggu konsentrasinya dalam menonton sepak bola.
Buru-buru Lola menggulingkan badannya kesisi tempat tidur yang lain saat melihat Arvi kini mulai mematikan dan meletakkan iPad keatas nakas.
" Oke, oke aku tidur sekarang," ujarnya lalu segera menarik selimut untuk menutupi wajah. " Lanjutin aja nontonnya!" Dia berseru dari dalam selimut sambil memejam kan mata.
Namun tak berlangsung lama karena tiba-tiba Lola menarik selimut yang Lola gunakan untuk menutupi wajahnya sebelum mengungkung tubuh kecil sang istri.
" Kamu pikir kamu bisa kabur gitu aja?"
Lola memberanikan diri menatap Arvi. Cekalan tangan pria itu dikedua tangannya membuat ia tak bisa pergi kemana-mana. " Hei apa-apaan ni?"
" Mas, Lola mau tidur!" Entengnya.
" Kamu mau tidur setelah berhasil membangunkan sesuatu. Gak bisa, kamu harus tanggung jawab."
" Emang aku bangunin siapa? Anak tetangga?" Lanjut Lola pura-pura tak mengerti.
Hal yang tentu saja tak berlangsung lama, karena Arvi semakin mempersempit jarak diantara mereka hingga Lola dapat merasakan sesuatu yang keras dan tumpul menusuk perutnya.
Arvi mencium bibir Lola dengan gairah. Kilat matanya memperlihatkan betapa membaranya ia saat ini. Tak hanya disitu Arvi juga melesakkan lidahnya dimulut Lola sambil sesekali memberikan gigitan dibibir wanita itu.
Lola mendesah dibuatnya. Terlebih saat Arvi kini mulai menyerukan wajah dilehernya dengan lidah yang menyapu tiap jengkal kulitnya. Membuat tangan Lola semakin erat memeluk punggung suaminya itu yang hanya dibalut kain tipis.
Lola melenguh saat Arvi kini mulai meninggalkan jejak kepemilikan dileher dan didadanya. Ya Tuhan! Sepertinya hari ini mereka akan begadang semalaman.
*********
Lola terbangun saat mendengar suara dentuman yang cukup keras. Matanya mengerjap sambil menoleh kearah sekitar. Dia mengernyitkan dahi saat menyadari kalau sisi kasur yang lain kosong tak berpenghuni. Sementara dibawah kakinya kini ada Gembul yang bersembunyi dibalik selimut.
Lola terkejut saat melihat jarum jam kini berada diangka sembilan. Efek pertempuran semalam membuat ia jadi bangun kesiangan. Lola baru akan bangkit dari tempat tidur ketika menyadari kalau dia sekarang sedang tidak memakai sehelai benang pun dari balik selimut.
Ya Tuhan! Kemana suaminya itu melempar bra dan juga piyama tidurnya tadi malam?
__ADS_1
Lola turun dari ranjang sambil memakai selimut. Melihat bra dan piyama nya kini berceceran di lantai membuat Lola sontak tak habis pikir. Segera ia mengambil kedua benda itu sebelum masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
Didepan cermin ia dapat melihat. Banyaknya bekas merah kebiruan disekitar dada dan lehernya. Siapa lagi yang melakukannya kalau bukan sang suami tercinta. Setelah selesai dengan urusannya, Lola pun segera keluar kamar mandi. Dapat ia lihat kini Arvi tengah duduk dikasur sambil menata piring dan juga gelas yang berisikan susu diatas meja lipat.
" Good morning my wife." Sapa Arvi saat menyadari kehadiran Lola. Dia segera bangkit dari posisinya dan melesatkan sebuah ciuman dibibir Lola. " Lihat apa yang Mas bikin untuk sarapan kita?"
Lola mengulum senyum geli. Diatas meja kini sudah ada satu piring roti bakar dan selai strawberry serta segelas susu rasa Vanilla. Sarapan sederhana yang rasanya luar biasa karena suaminya mau turun tangan langsung dalam pembuatannya.
"Thank you." Sahut Lola gemas sambil berusaha menjinjitkan kakinya agar bisa gantian mengecup bibir pria itu.
Arvi menunduk sembari melingkarkan kedua tangannya dipinggang Lola. Dia membalas mencium sang istri dengan begitu lembut. Merasa tersentuh karena apapun yang ia lakukan, Lola pasti menghargainya. Padahal dia hanya membuatkan sarapan berupa roti dan susu.
Keduanya mengakhiri ciuman itu dengan saling melempar senyum. Arvi menarik pergelangan tangan Lola menuju kasur. Memberikan sepotong roti dengan penuh selai padanya.
" Looks yummy." Dengan begitu antusias Lola menerima roti itu dan memakannya dengan lahap. " Kok tumben mau bikin sarapan?" Tanyanya penasaran.
" Gak papa gantian aja bikinin sarapan," balas Arvi ikut mengunyah roti. " Lagian kamu pasti capek banget gara-gara semalam."
Manis sekali, bukan?
" Hari ini mau kemana?" Tanya Arvi sambil menyeka sudut bibir Lola yang terkena selai dengan ibu jarinya kemudian menjilatinya.
" Dirumah aja ya! Capek." Keluh Lola sambil meneguk susu yang dibuatkan suaminya tadi. " Nanti kita bisa nonton TV sambil makan pizza."
" Kamu bikin pizza?"
Lola nyengir. " Kita pesan aja, hehe. Kalau aku yang bikin, yang ada dapurnya hancur."
Arvi menarik sudut bibirnya. " Sekalian aja pesan makanan dari lain biar hari ini gak usah masak."
" Huh, serius?"
Arvi berdehem mengiyakan.
__ADS_1
" Berarti hari ini aku gak perlu masak, dong?"
" Hari ini libur dulu." Balas Arvi sambil menyelipkan anak rambut Lola yang sedikit berantakan kebelakang telinga. " Biar gak capek."
Senyum Lola merekah dengan begitu sempurna. " Makasih, sayang!" Serunya dengan cepat mengecup pipi sang suami.
Mungkin ini adalah salah satu cara Arvi Agar bisa menyenangkan hati Lola. Dia tahu istrinya itu pasti lelah jika harus mengerjakan pekerjaan rumah setiap hari. Kalaupun membantu rasanya percuma karena ia tidak bisa selalu ada dirumah 24/7. Menyewa asisten rumah tangga pun kedengarannya bukan ide yang bagus karena Lola selalu mewanti-wanti kalau ia ingin mengerjakan pekerjaan rumah sendiri tanpa campur tangan dari orang lain.
Tiba-tiba ponsel berdering menampilkan nama yang amat Arvi kenali.
" Siapa, Mas?" Tanya Lola.
" Mama." Balas Arvi lalu mengangkat telpon itu. " Halo Ma?"
" Arvi kamu gak lupa kan hari ini, hari apa?"
Disodori pertanyaan seperti itu membuat Arvi lantas menatap sang istri sebelum menjauhkan ponselnya.
" Sayang hari ini, hari apa?" Bisiknya.
" Hari Rabu, Mas." Balas Lola yang ikutan berbisik.
" Hari Rabu, Ma!" Ulangnya pada sang Mama.
" Iya Mama tahu kalau hari ini Rabu." Helaan nafas kasar terdengar diujung sana membuat Arvi jadi semakin tak mengerti. " Jangan bilang kamu lupa?"
" Hari apa ya?" Gumam Arvi pelan tapi masih dapat didengar oleh Mama nya.
" Arvi hari ini hari ulang tahun Oma. Masa kamu lupa? Dari tadi pagi Oma nanyain Mulu kapan kalian mau berangkat. Dia udah kangen banget dengan kalian berdua."
Arvi baru sadar lantas menengok kalender yang ada didekat nakas. Dan benar saja hari ini hari ulang tahun Oma yang ke 70.
" Ah iya aku ingat kok. Ini bentar lagi juga mau berangkat. Lola aja udah siap-siap dari tadi." Ucapnya membuat Lola lantas membelalakkan mata. Siap-siap mau kemana?
__ADS_1