Cinta Lola dan Arvi

Cinta Lola dan Arvi
quality time


__ADS_3

Lola berseru keras. Segera ia menarik lengan Arvi dan mencondongkan wajahnya ke arah pria itu untuk memberi sebuah kecupan di di pipi sang suami.


"Makasih sayang," ucapnya walau akhirnya tergelak melihat bekas lipstik-nya kini mulai menempel di pipi sang suami. "Sorry," dengan ibu jari ia mencoba untuk menghapus bekas lipstik-nya itu.


Arvi menggelengkan kepala tak habis pikir, walau akhirnya ikut tersenyum saat jemari lentik Lola kini sudah berada di pipinya menghapus jejak bibir yang tadi ia gunakan untuk menciumnya.


***


"Kamu masuk duluan ya," pinta Arvi pada Lola ketika mereka baru saja akan masuk ke dalam restoran Jepang tersebut.


"Loh emang kenapa, Mas?" Tanya Lola.


"Dompetnya ketinggalan di mobil."


"Aku bawa uang kok," Lola menepuk tas kecil yang ia gunakan. "Kalau buat makan berdua pasti cukup." Bukannya apa-apa tapi Lola merasa tidak tega kalau melihat Arvi harus kembali ke mobil hanya untuk mengambil dompet di siang yang terik begini.


"Gak papa, Mas ambil dompetnya dulu. Kamu cari tempat duduk aja ya."


Lola mengangguk, dibiarkannya pria itu kembali berjalan menuju dimana mobil mereka terparkir. Padahal uang yang ada di tas Lola juga semuanya adalah uang dari Arvi. Tapi entah kenapa dia tidak ingin memakainya.


Lola memilih untuk masuk ke dalam restoran seperti apa yang diintruksikan sang suami tadi. Namun saat melihat semua meja kini sudah di penuhi oleh banyak orang membuatnya jadi kebingungan sendiri. Kini Lola hanya berdiri seperti orang bodoh sembari berharap menemukan ada meja kosong yang tersisa.


"Lola?"


Panggilan itu membuat Lola menoleh ke arah Enggar yang tiba-tiba datang entah dari mana.


"Enggar?" Ucap Lola tak kalah terkejut, mengingat terakhir kali mereka bertemu saat di acara reuni sekolah.


"Hai, kok bisa Lo ada disini? Mau makan ya?" Tanya pria itu basa-basi.


Lola mengangguk sambil tersenyum, "iya kalau Lo sendiri gimana? Mau makan juga?"


"Gue cuma mau nge-check aja sih. Karena kebetulan restoran ini punya orang tua gue."


Lola melebarkan mata seketika, "eh serius?"


Enggar tertawa. "Gak usah kaget gitu dong, santai."

__ADS_1


"Gue baru tahu kalau restoran ini punya orangtua Lo."


"Om gue baru aja balik dari Jepang karena kontraknya kerjanya jadi chef disana udah habis. Sebenarnya ide bikin restoran udah lama dirancang tapi baru kesampaian sekarang." Jelas pria itu membuat Lola sontak mengangguk paham.


"Lo kesini sama siapa? Kalau sendirian, gimana kalau makannya gue temenin?" Tawar Enggar. "Sekalian ngobrol-ngobrol."


Dapat Lola lihat dari balik tubuh Enggar, muncul sosok Arvi yang baru saja kembali dari parkiran. Langkahnya terlihat cepat saat melihat Lola kini sedang bicara dengan Enggar.


"Gak sendirian kok soalnya ditemenin sama pak suami," dengan bangga Lola mulai memeluk lengan Arvi saat pria itu baru saja datang. "Mas ini Enggar yang waktu itu pernah aku ceritakan."


Arvi segera mengalihkan tatapannya ke arah Enggar yang tampak terkejut akan kehadirannya di tengah-tengah mereka.


"Saya Enggar, teman SMA Lola." Enggar lebih dulu menjulurkan tangannya ke arah Arvi.


"Arvi," balas pria itu menyalami tangan Enggar. Tak lupa dengan satu tangan lain di gunakan untuk merangkul bahu sang istri, "suaminya Lola." Tekannya membuat wajah Enggar semakin kaku walau senyumnya masih terulas.


"Aku baru tahu kalau restoran ini ternyata punya orangtua Enggar," ujar Lola memberi tahu Arvi. "Kebetulan banget, kan?" Kekehnya, "kita bisa jadi ketemu disini."


"Kalau kalian gak keberatan boleh gak gue ikut gabung sekalian?"


Lola menatap Arvi sekilas sebelum akhirnya menjawab, "maaf Enggar tapi kayaknya gak bisa deh. Hari ini gue mau quality time bareng suami. Kami jarang punya waktu berdua jadi____"


"Oh gue ngerti," potong Enggar cepat dengan bibir yang tampak mengulas senyum. "Biar makin nyaman makannya gimana kalau kalian berdua gue sediain private room di lantai atas, free kok tenang aja."


"Oh gak perlu kami___"


"Boleh!" Seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Lola lantas menganggukkan kepala. Membuat Arvi seketika menoleh saat Lola dengan cepat memotong kalimatnya.


Enggar terkekeh. Segera ia panggilkan seorang waiters sebelum membungkukkan badan dan memberi jalan, "mari Pak, Bu, silakan."


"Makasih ya Gar, Kami ke atas dulu." Pamit Lola lagi-lagi memeluk lengan sang suami.


Enggar mengangguk, "semoga kalian suka sama makanan dan tempatnya."


Menatap kepergian dua orang itu yang sudah berlalu ke lantai atas, Enggar lantas terkekeh. Bisa-bisanya tadi ia nekat bicara seperti itu di depan Lola dan suaminya yang sudah memasang wajah masam karena pertanyaan bodohnya tadi. Melihat raut wajah suami Lola tadi, Enggar sudah dapat menyimpulkan kalau pria itu pasti sangat mencintai istrinya itu.


***

__ADS_1


Kedatangan Lola ternyata di sambut antuasias oleh para keponakannya. Ada Zia, Rehan, Elsa yang mengaku sedari tadi menunggu mereka di teras rumah sambil bermain. Mereka langsung saja mengerubungi Lola ketika melihat wanita itu baru saja turun dari mobil.


"Tante!"


Seruan yang terdengar manis itu membuat senyum Lola sontak berkembang.


"Wah keponakannya Tante udah pada ngumpul ya, lagi main apa sih?" Tanya Lola tak kalah antusias. "Asik banget kayaknya."


"Lagi main puzzle sambil nunggu Tante datang!" Seru Zia lalu memeluk erat tubuh Lola. "Zia kangen banget Tante."


"Tante juga kangen sama kalian," balas Lola lalu memeluk keponakannya itu satu persatu.


"Oh jadi sama tantenya aja nih yang kangen, sama Om gak?" Celetuk Arvi yang mulai berdiri di antara mereka semua.


"Sama Om juga!" Ucap Zia lalu mengkomando Rehan dan Elsa untuk mengerubungi Arvi dan gantian memeluknya.


Lola tersenyum lebar dengan hati yang menghangat seketika, dia tersentak saat si kecil Elsa yang baru berumur tiga tahun kini mulai berbalik dan memegang tangannya.


"Tante ada kue?" Tanyanya.


"Kue?" Lola mendadak panik, dia lupa kalau disini banyak anak kecil. Melirik sekilas ke arah Arvi yang sedang sibuk mengobrol bersama Zia dan Rehan, Lola lantas memutar otak. Dia baru ingat kalau tadi suaminya itu sempat membelikan beberapa Snack untuknya di minimarket.


"Oh ada dong!" Serunya sebelum menoleh ke arah sang suami. "Mas, tolong ambilkan plastik Snack yang ada di mobil dong."


Melihat Arvi yang tampak heran ia lantas menambahkan, "mau bagiin sama anak-anak."


Arvi tersenyum sambil mengacak rambut Lola pelan, "sebentar ya." Ucapnya sebelum berbalik ke arah mobil. Membuat Lola tak bisa untuk tidak tersenyum juga.


"Tante Rehan mau main sama kucing Tante, boleh?" Seru Rehan saat melihat Lola sedang menggendong tas yang berisikan Gembul di dalamnya.


"Boleh dong!" Lola segera melepas tas astronotnya dan membiarkan ketiga anak itu bermain dengan Gembul.


"Wah lucu banget!"


"Gemes!"


"Bulunya cantik!"

__ADS_1


__ADS_2