
"Kita berantem?" Lola memaksa diri untuk untuk tertawa. Oh tidak! Jangan sampai masalah mereka waktu itu tercium oleh Mami. " Enggaklah, umur udah tua begini apa yang mau di berantemin. Mami gak lihat seberapa harmonisnya kami selama ini."
Puspa memicingkan mata, "terus kenapa sampai hari ini kamu belum pulang juga?" Tanya wanita itu malah terdengar seperti sebuah pengusiran.
"Ya kan aku mau temani Mami disini selagi Papi ada di Medan." Lola tampak sedikit gelagapan saat menjawabnya. "Lagian aku sudah izin sama Mas Arvi kok, kalau Mami gak percaya nanti aku telponin deh."
Puspa lagi-lagi menyipitkan matanya, dia tampak sulit mempercayai hal itu. Bisa dibilang Lola adalah tipe istri yang sangat sulit berjauhan dengan sang suami, dia punya kebiasaan menempel pada Arvi 24/7. Terdengar sangat aneh kalau tiba-tiba dia seperti ini tak masalah berjauhan dengan suaminya itu. Membuat Puspa seakan mencium ada bau-bau aneh dirumah tangga mereka.
"Kamu bikin masalah apa sama Arvi?"
Lola membelalak mata, apa raut wajahnya tadi kurang meyakinkan?
"Siapa yang bikin masalah? Gak ada kok!" Kenapa Mami bersikap seolah-olah dia adalah biang dari semua masalah ini?
"Ya, kalau gak ada pulang sekarang, Mami udah gede gak perlu pakai di temani segala." Ucapnya memberi tahu. "Suamimu itu lho, Ya La dia kerja tiap hari bantingan tulang masa pulangnya malah gak ketemu kamu dirumah. Gak sopan tahu." Lanjutnya menasihati sang anak.
Lola terdiam seketika, untuk masalah mobil dia akui dia memang salah. Kalau saja ia lebih mendengarkan kata suaminya itu pasti masalah mobil mogok dan berasap dijalan tidak akan pernah terjadi.
Arvi sebenarnya tak salah melabelinya dengan sebutan egois dan keras kepala, walau biasanya Lola tak pernah begini ini terjadi karena ia terlampau kesal karena sudah di bohongi oleh suaminya itu.
Kalau kalian ingin tahu semalam Lola tidak bisa tidur, walaupun sudah berputar untuk mencari posisi yang nyaman tetap saja kelopak matanya tak bisa terkatup. Dia tanpa sadar merindukan suaminya itu. Biasanya sebelum tidur Lola punya ritual sendiri dengan menempel pada Arvi. Entah itu untuk memeluk, mencium, mendusel, membelai dan lainnnya. Padahal baru tiga hari tapi Lola menyadari betul kalau berjauhan dengan Arvi sangatlah menyiksa, bahkan saat ia sedang merasa kesal dan marah pada pria itu sekalipun.
***
Akhirnya Lola bisa terlepas dari kecerewetan sang Mami saat mengatakan ia akan pulang besok pagi. Ya secara tidak berperikemanusiaan dia diusir begitu saja agar segera pulang ke rumahnya sendiri. Mungkin Mami sudah mencium gelagat aneh dari sikap Lola selama berada disini. Selain itu Mami juga sempat menasehatinya tentang bagaimana caranya agar tetap rukun bersama suami. Walau Lola sudah berulang kali mengatakan kalau mereka sama sekali tidak bertengkar. Tetap saja dibilang insting seorang ibu tak pernah meleset.
Tak terhitung berapa kali membalikkan tubuhnya di atas kasur, lagi-lagi dia tak bisa tidur walau seharian ia sudah mencoba untuk melakukan banyak aktivitas agar saat menyentuh kasur matanya langsung terkatup, namun sayangnya tidak. Matanya tetap terjaga walau tubuhnya sudah sangat letih.
Bersama Gembul yang tidur di sampingnya Lola mencoba untuk mengambil ponsel yang ada di atas nakas. Dia tanpa sadar berdecak pelan saat mengetahui tak ada pesan yang Arvi kirimkan padanya, kenapa seakan pria itu baik-baik saja tanpa kehadirannya? Sementara Lola di sini malah uring-uringan karena setiap menit selalu memikirkan pria itu sampai tak bisa tidur, tidak adil sekali! Apa ada atau tidaknya dia dikehidupan pria itu sama sekali tak ada bedanya. Apakah hanya Lola saja yang merindukannya?
__ADS_1
Lola segera beralih ke Instagram sambil terus mendumel dalam hati. Bahkan untuk sekedar menawarkan diri untuk menjemputnya pun tidak? Jangankan menjemput, Arvi tak berniat untuk membujuknya pulang? Atau jangan-jangan dia malah merasa betah dengan ketidakhadiran Lola selama dirumah?
Berharap instastory dari orang-orang dapat menghibur perasaannya yang kacau, Lola pun memutuskan untuk menontonnya satu persatu. Mata Lola menyipit seketika saat sebuah instastory dari Irboss mulai menarik perhatiannya.
Di sana terlihat kerumunan orang di lokasi syuting sedang merayakan ulang tahun Pak Aji, pria paruh baya yang seingat Lola adalah seorang sutradara. Seketika ia mengambil kesimpulan, pantas saja pria itu tidak menghubunginya ternyata dia memang sedang asik dengan dunianya sendiri.
Merasa belum puas karena di video singkat itu sama sekali tak menemukan Arvi, Lola pun memutuskan untuk me-reply instastory milik Irboss tersebut.
Syerin_lola :
Mas Arvi mana?
Irboss :
Lah, Arvi sudah pulang dari tadi.
Syerin_lola :
Pulang? Memang dia gak ikut ngerayain ulang tahun Pak Aji?
Irboss :
Enggak, tadi Arvi izin pulang duluan karena gak enak badan. Emang dia belum sampai rumah? Padahal udah dari tiga jam yang lalu lho?
Lola mulai mengerjapkan mata saat membaca pesan yang dikirimkan Boss barusan. Jadi, kemana perginya suaminya itu? Segera Lola melarikan jarinya untuk bisa menelpon Arvi. Tapi sayangnya ponsel pria itu sama sekali tidak aktif walah sudah di hubungi berkali-kali membuat Lola jadi semakin khawatir.
Syerin_lola :
Boss, kamu yakin Mas Arvi sudah pulang? Bisa cari disana dulu gak?
__ADS_1
Irboss :
Yakinlah orang gue lihat sendiri mobilnya pergi ninggalin parkiran. Emang kenapa? Dia belum sampai rumah?
Bagaiman caranya Lola bisa memastikan Arvi sudah sampai rumah sementara telpon pria itu sama sekali tidak aktif?
Syerin_lola :
Telponnya gak aktif.
Irboss :
Astaga tuh anak kemana ya? Bentar Lo jangan panik dulu. Gue bantu cari Arvi. Nanti kalau udah ketemu gue kabarin, okey?
Bukannya tenang perasaan Lola malah semakin campur aduk. Terlebih saat mencoba menghubungi ponsel Arvi lagi tetap saja tak jawaban. Mengigiti ibu jarinya dengan perasaan tak tenang, tanpa pikir panjang Lola pun segera mengemasi barang-barang, dia harus pulang kerumah sekarang juga. Siapa tahu suaminya itu sedang ada dirumah?
Menuruni anak tangga dengan terburu-buru sambil menggendong Gembul membuat perhatian Puspa yang sedang yang sedang asik menonton sinetron teralihkan begitu saja.
"Mau kemana La?" Tanya wanita itu saat melihat kedua tangan Lola sudah di penuhi tas dan juga Gembul.
"Lola mau pulang, Mi."
"Pulang? Kok buru-buru. Katanya besok pagi, kok jadinya malah malam begini?" Heran sang Mami, karena pasalnya Lola tadi terlihat keberatan saat ia suruh untuk segera pulang.
"Gak papa, lebih cepat lebih baik." Balas Lola tak ingin membebankan pikiran sang Mami dengan hal yang belum pasti.
"Pulang naik apa?"
"Lola udah pesan taksi online kok."
__ADS_1