Cinta Lola dan Arvi

Cinta Lola dan Arvi
Vlog prank


__ADS_3

Lola sedang asik menonton drama Korea kesukaannya saat tiba-tiba ia mendengar suara mobil Arvi dari arah luar. Segera ia turun dari kasur dan berlari menuju ruang tamu untuk membukakan pintu. Ketika derap langkah pria itu mulai terdengar, Lola sudah bersiap menyambutnya dengan kedua tangan yang terbuka lebar.


"Welcome home," seru Lola dengan nada ceria, mood-nya memang sedang bagus lantaran Vlog pertamanya yang banyak mendapat sambutan positif. Hingga sampai masuk trending YouTube ke delapan.


Lola tampak mulai menjinjitkan kedua kakinya agar bisa melingkarkan tangannya di leher Arvi. Membuat pria itu lantas menunduk untuk mengecup bibir Lola dengan satu kaki yang digunakan untuk menutup pintu kembali.


"Gimana syutingnya? Lancar?" Tanya Lola sambil menuntun Arvi menuju sofa sebelum akhirnya menuju berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air putih.


Arvi menerima uluran air putih dari Lola sambil tersenyum, "ya begitu." Balasnya lalu meminum air itu hingga tandas.


"Mas kayaknya capek banget ya?" Melihat Arvi pulang dengan gurat wajah lelah seperti ini setiap kali pulang syuting membuat Lola jadi merasa khawatir. Terlebih pria itu baru saja pulih dari demamnya.


"Namanya juga kerja ya pasti capek, sayang." Balas Arvi sambil terkekeh pelan. Tangannya bergerak untuk mengacak permukaan rambut Lola sebelum turun ke pipinya. "Kamu kenapa belum tidur?"


"Aku lagi nonton drakor sambil nunggu Mas Arvi pulang," jawab Lola.


Arvi mengangguk sambil merebahkan kepalanya di paha Lola. Mencari tempat ternyaman setelah lelah seharian bekerja. Dapat ia rasakan tangan Lola kini mulai membelai tiap helai rambutnya.


"Capek ya, Mas? Mau aku pijitin gak kepalanya?" Tawar Lola.


Arvi hanya berdehem sambil memejamkan mata. Membuat Lola segera melarikan jemarinya di sekitar kepala pria itu untuk memberikan pijatan.


"Enak gak?"


"Enak."


Lola merekah kan senyum. Sejak awal dia memang sudah menyadari kalau ia memang berbakat menjadi tukang pijat. Pijatan wanita itu sontak terhenti begitu saja saat Arvi tiba-tiba meraih tangannya dan meninggalkan beberapa kecupan disana.

__ADS_1


"Jari kamu kenapa?" Tanya Arvi yang baru menyadari kalau bagian telunjuk Lola dibalut plester.


"Oh ini," ucap Lola sambil terkekeh pelan. "Tadi kena pisau pas mau buka mangga."


"Sakit?"


Lola menggeleng, "enggak kok cuma kegores dikit aja."


"Lain kali hati-hati," ucap Arvi lalu mengecup jari telunjuk Lola yang berbalutkan plester tersebut lembut.


"Iya Masku," gemas Lola sebelum kembali menawarkan diri. "Punggungnya mau sekalian aku pijitin gak?"


"Nanti aja dikamar," balas Arvi lalu mulai membalikkan badan dan mengeratkan pelukannya dipinggang Lola. "So, how's your day?"


Lola selalu suka saat dimana Arvi selalu menanyai bagaimana harinya, entah kenapa ia merasa momen seperti ini membuat mereka jadi semakin dekat satu sama lain. Rasanya menyenangkan bila saling berbagi cerita dan mendengarkan keluh kesah masing-masing.


"Mas tahu gak Vlog kita tadi banyak yang nonton loh, sampai masuk trending juga.".


"Oh ya?"


Lola mengangguk lalu segera memperlihatkan layar ponselnya pada sang suami.


"Sayang ini bahkan belum satu hari," ujar Arvi dengan bola mata yang melebar.


"Keren kan," balas Lola sebelum akhirnya melempar pertanyaan. "Kapan kita mau bikin Vlog lagi? Kali ini bukan cuma aku aja yang ngomong tapi sama Mas juga."


"Memang kamu mau bikin konten apa?" Arvi balik bertanya membuat Lola dengan antusias kembali memberi tahu konten-konten apa saja yang bisa mereka buat untuk Vlog selanjutnya.

__ADS_1


Arvi tampak menyimak dengan serius penjelasan yang keluar dari mulut sang istri. Selain istirahat, hal yang ia butuhkan untuk mengatasi rasa lelahnya setelah seharian beraktivitas adalah mendengar suara Lola yang selalu saja bersemangat saat menceritakan sesuatu.


{ Hari ini ada yang mau ulang tahun. Kira-kira bagusnya bikin kejutan apa ya?}


Baru satu menit ia memposting unggahan tersebut tapi nyatanya sudah banyak followers yang memberikan tanggapan. Banyak dari mereka yang menginginkan Lola membuat Vlog untuk merayakan hari ulang tahun Arvi. Selain itu juga ada yang mengusulkan untuk konten selanjutnya Lola mem-prank Arvi di hari ulang tahunnya.


"Kak coba prank Arvi! Kira-kira gimana ya reaksinya?"


"Prank aja sekalian bikin kejutan!"


"Pengen liat reaksi Arvi pas di prank, kira-kira marah gak ya?"


"Prank donk kak!"


Ujung jempol Lola berhenti menggulir layar. Prank ya? Jujur selama ini dia belum pernah mem-prank suaminya itu. Biasanya di tahun-tahun sebelumya ia hanya merayakan ulang tahun Arvi dengan penuh keromantisan. Contohnya seperti makan malam di restoran mahal atau meniup lilin yang kuenya ia buat sendiri secara khusus.


Haruskah ulang tahun Arvi kali ini ia merayakannya dengan sedikit berbeda?


Senyum Lola perlahan terbit saat tiba-tiba muncul sebuah ide di dalam benaknya. Bergegas ia turun dari tempat tidur dan mengambil kameranya, sepertinya dia harus pergi ke minimarket untuk membeli bahan-bahan yang sekiranya ia butuhkan dalam membuat kue.


"Halo guys, welcome back to Lola dan Arvi. Hari ini temenin aku ke minimarket yuk," ucap Lola sambil menyoroti wajahnya yang pagi ini hanya di bubuhi make up tipis. "Rencananya hari ini aku mau bikin kue, karena jarak minimarket-nya dekat jadi aku cuma jalan kaki aja sekalian olahraga."


Lola memperlihatkan jalanan yang sepi ke kamera, "jam segini komplek perumahan aku emang agak sepi. Karena kebanyakan orang pada masih kerja, tapi disini aman kok." Jelas wanita itu sambil bercerita.


"Kalau ada yang nanya kenapa aku bikin kue. Alasannya adalah karena hari ini tepatnya jam dua belas malam nanti Mas Arvi ulang tahun. Biasanya kita memang jarang beli kue di luar, paling sering aku yang bikin kuenya sendiri. Ya walaupun sebenarnya Mas Arvi itu gak doyan kue, funfact nih ya Mas Arvi tuh gak terlalu suka sama makanan atau minuman yang manis. Paling kuenya dimakan dikit habis tuh langsung kasih semua ke aku." Kekeh Lola yang tak terasa kini sudah sampai di depan minimarket. Kini ia mulai menelusuri rak-rak yang ada disana.


"Ya ampun ini kak Lola istrinya Arvi Tarada itu kan? Aduh, gak nyangka banget bisa ketemu di sini. Boleh minta foto bareng gak, kak?"

__ADS_1


Tiba-tiba saat sedang sibuk memasukkan barang belanjaan ke keranjang Lola di kaget kan dengan seruan yang berasal dari seorang remaja perempuan yang berseragam putih abu-abu.


__ADS_2