
Salah satunya adalah dengan mengungkit masalah Lola yang waktu itu pernah ingin membuat Vlog dan Chanel YouTube. Arvi pikir itu adalah cara ampuh yang bisa ia gunakan agar kemarahan Lola bisa teralihkan. Dan ternyata benar saja tak butuh lama untuk Arvi agar bisa membuat Lola dengan senang hati menempel padanya.
"Mas kalo yang ini bagus gak ya?" Tanya Lola sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Arvi, "aku gak tahu mau pakai kamera jenis apa?"
Arvi yang tadinya asik memainkan sebelah pipi Lola sontak ikut menatap layar. Ia sendiri juga tidak tahu jenis kamera mana yang biasanya orang pakai untuk membuat Vlog. "Mana coba liat?"
Lola semakin mendekatkan layar ponsel yang berada disalah satu aplikasi belanja online itu pada sang suami.
"Beli yang mahal aja, sayang. Biasanya semakin mahal semakin bagus," saran Arvi.
"Yaudah kalo gitu kita beli kamera yang buat syuting film aja."
" Kebesaran," Arvi menjawil hidung Lola gemas. Lola kan hanya ingin membuat Vlog bukannya film tentang kehidupan mereka. "Yang ada nanti kamu malah susah bawanya."
"Katanya suruh beli yang mahal," cibir Lola kembali men-scroll layar untuk mencari kamera yang ia perlukan untuk pembuatan Vlog.
Lama ia men-scroll membuatnya merasa jenuh sendiri.
"Massss beli yang mana?" Tanya Lola sambil melirik ke arah suami yang hampir saja ketiduran, "kok malah tidur, sih? Temenin dulu aku pilih kamera."
Arvi menutup mulutnya yang tiba-tiba menguap, "sayang Mas juga gak tahu masalah kamera. Kamu pilih aja sendiri atau gak coba browsing di google."
Lola mendecak pelan, "aku tanya Enggar aja deh."
Mata Arvi yang tadinya hampir terkatup sontak terbuka kembali saat mendengar nama itu, "siapa?"
"Enggar," Lola menyebutkan nama temannya itu. Karena selain menjadi penyanyi, Enggar juga membuat Chanel YouTube sendiri agar penggemar bisa tahu tentang kesehariannya. "Waktu itu dia sempat bilang ke aku kalau dia juga punya Chanel YouTube. Berarti dia tahu dong kamera apa yang bagus untuk di pakai nge-vlog."
"Gak." Tolak Arvi mentah-mentah.
Lola mengangkat satu alisnya heran, "kenapa?"
"Nanti biar Mas tanya sama di Boss."
__ADS_1
"Kok nanya sama Boss sih? Emang dia tahu?" Tanya Lola meragukan manajer Arvi itu.
"Pasti tahu, dia kan suka hal-hal berbau fotografi. Masalah kamera pasti udah jadi makanan dia sehari-hari."
Lola yang tak punya pilihan lain lantas memasrahkan diri, lagian suaminya itu seperti tak suka kalau Lola berhubungan dengan Enggar. Sepertinya ada kecemburuan sosial terjadi saat Lola menyebut nama Enggar.
"Sekarang kamu cari yang lain dulu, emang bikin Vlog cuma pakai kamera?"
"Gak sih, kayaknya aku juga butuh ringlight sama tripod." Ujar Lola lalu kembali sibuk dengan ponselnya.
"Cari yang itu aja dulu, untuk kamera nanti Mas tanya sama Boss."
Lola mengangguk sebelum menoleh pada sang suami, "tapi Mas jangan tidur. Temani aku pilih-pilih dulu," ujarnya memperingati. Bagi Lola apapun yang ia beli harus dengan persetujuan dari Arvi.
"Iya sayang, iya." Arvi berucap sebelum akhirnya mengecup puncak kepala Lola.
***
"Mas Arvi..."
"Cepat jadi baby ya, Nak." Ujar Arvi yang terdengar samar-samar di telinga Lola.
Walaupun Arvi sudah sering melakukan hal tersebut setelah mereka berhubungan intim, Lola tetap saja merinding mendengarnya.
Arvi membungkus tubuh telanjang Lola dengan selimut sebelum memeluk istrinya itu dari samping. Membuat kulit mereka yang masih panas dan berkeringat jadi bersentuhan satu sama lain. Dapat Lola rasakan Arvi kini mulai memberikan kecupan-kecupan ringan di bahunya.
Lola mencoba untuk membalikkan tubuh agar bisa menatap sang suami, "Mas gak capek?" Telapak tangan Lola bergerak untuk mengusap jejak-jejak keringat yang ada di dahi dan di leher Arvi.
Pasalnya demam suaminya itu baru berangsur turun, Lola takut kalau Arvi kembali kecapekan dan malah berakhir sakit kembali.
Arvi memejamkan mata sambil mencium dahi Lola, "udah sembuh." Ucapnya sebelum beralih pada bibir Lola.
Lola membalas ciuman Arvi sama lembutnya sambil membelai rahang Arvi yang kasar karena di tumbuhi rambut-rambut tipis. Di temaramnya suasana ruangan malam itu, Lola mencoba mencari bola mata Arvi.
__ADS_1
"Mas jangan sakit lagi ya," ucapnya dari lubuk hati paling dalam. Entah kenapa melihat Arvi yang beberapa hari ini terbaring sakit membuat perasaannya jadi tak karuan.
"Iya, sayang. Lagian mana ada orang yang mau sakit," ucap Arvi lalu melabuhkan sebuah kecupan lembut di kening sang istri.
Lola menghembuskan nafas kasar, "besok selain bekal, aku juga mau nyiapin vitamin buat Mas bawa ke lokasi syuting. Biar imunnya tambah kuat."
Arvi berdehem sambil terus mendengar celotehan Lola yang membahas tentang apa-apa saja yang harus ia lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit.
"Mas janjikan gak akan tinggalin aku apapun yang terjadi?" Ucap Lola tiba-tiba, membuat Arvi yang hampir saja terbawa ke alam mimpi sontak menyaringkan telinga.
"Ninggalinnya dalam rangka apa dulu? Kalau berangkat kerja ya gak mungkin Mas bawa-bawa kamu." Kekeh Arvi yang dibalas Lola dengan cebikan.
"Bukan itu konteksnya."
"Terus ninggalin apa sayang?"
"Ya pokoknya janji aja dulu."
Walau kebingungan Arvi tetap menuruti permintaan dari sang istri, "iya janji." Angguknya patuh, "tapi setelah ini kamu ikut Mas ke kamar mandi ya."
"Buat apa?" Heran Lola.
" Ya katanya apapun yang terjadi Mas gak boleh ninggalin kamu."
Lola sontak mendelik mendengarnya, sepertinya suaminya itu tak mengerti konteks meninggalkan yang ia bicarakan. Kekhawatiran tentang nasibnya yang mungkin saja bisa sama dengan yang dibicarakan Buklik di tambah sikap Oma yang belakangan ini terus-menerus bertindak semaunya membuat Lola merasa takut kalau Arvi nanti akan meninggalkannya.
Dan demi apapun ia sama sekali tak menginginkan itu terjadi.
***
Vlog
"Hello guys! Welcome to Arvi dan Lola TV!" Lola tampak melambaikan tangannya di depan kamera sambil tersenyum semringah, "akhirnya setelah sekian lama aku di bolehin Mas Arvi bikin Vlog! Yeah." Soraknya begitu bersemangat.
__ADS_1
Setelah mengerjakan sholat subuh berjamaah bersama sang suami, Lola langsung saja mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk Vlog pertamanya. Sementara suaminya itu nampak kembali tertidur karena hari ini adalah hari dimana ia kembali syuting setelah sebelumnya libur beberapa hari karena sakit.