Cinta Lola dan Arvi

Cinta Lola dan Arvi
Okey Fine


__ADS_3

Terlihat pria itu kini tampak membisikkan sesuatu di telinga Lola dengan begitu akrab, yang alhasil membuat sang istri tertawa.


Arvi yang tak bisa menahan rasa penasarannya sontak mendekat ke arah dua orang itu. Tangannya yang bebas lantas menarik pergelangan tangan sang istri agar segera merapat kearahnya. Membuat Lola seketika terlonjak kaget, begitu juga dengan pria asing itu yang kini mulai menatap heran ke arahnya.


Seketika Arvi menjadi panas di lebatnya guyuran hujan malam ini. Dengan satu tangan yang melingkar erat di pinggang Lola, satu-satunya hal yang ingin dilakukan Arvi adalah membawa istrinya itu pulang dan memeluknya agar tidak bisa kemana-mana.


***


" Jadi kamu tadi pergi kesana bersama pria itu?"


" Iya, memang kenapa?" Balas Lola santai, sambil melepas beberapa jas yang tadi Arvi berikan padanya untuk melindungi dirinya dari guyuran hujan.


" Harusnya kamu izin dulu kalau mau pergi." Arvi menatap istrinya itu lekat. Dia benar-benar tidak suka kalau Lola pergi begitu saja tanpa memberi tahunya terlebih dahulu. Apalagi ini bersama laki-laki yang sama sekali tidak ia kenali.


" Aku cuma sebentar kok." Ucap Lola membela diri.


" Mau itu sebentar atau enggak tetap aja kamu haru izin sama Mas dulu. Mas ini suami kamu Lho, sayang." Arvi menegaskan.


Bukannya ia bermaksud untuk mengekang Lola. Tidak. Apa salahnya dengan memberi  kabar terlebih dahulu sebelum pergi. Sebagai suami ia jelas harus tahu istrinya itu pergi kemana? dan dengan siapa? Jaga-jaga kalau terjadi hal yang tak diinginkan.


Melihat Lola yang hanya diam sambil menekuk wajah membuat Arvi kembali berbicara. " Siapa laki-laki itu?"


" Laki-laki yang mana?" Sebal Lola merasa nada bicara Arvi terdengar menyudutkan. Seolah dia ketahuan sedang berselingkuh dengan Enggar saat pria itu menghampirinya dengan wajah memerah. Padahal jelas-jelas tadi mereka hanya sedang mengobrol biasa sambil tertawa.


" Laki-laki yang jaketnya kamu pakai tadi." Balas Arvi. Jujur saat melihat baju Lola tadi berbalut dengan jaket milik pria itu membuatnya jadi agak kesal.


" Kan waktu itu aku udah pernah cerita." Lola tampak menghela nafas kasar. " Dia Enggar, temanku."

__ADS_1


" Apa dia orang yang sama dengan waktu itu mengobrol bersama kamu di pesta anniversary  Vito dan Celine?" Tebak Arvi yang merasa familiar dengan nama dan wajah pria itu.


" Ya, dia orang yang sama."


Entah kenapa Arvi jadi semakin tidak menyukai pria bernama Enggar itu. Walaupun mereka berdua belum sempat berbicara. Karena alih-alih berkenalan Arvi malah memilih menyeret Lola untuk segera pulang. Ia merasa ada yang janggal dari cara pria bernama Enggar itu menatap istrinya.   Seperti ada perasaan yang masih belum selesai dan sengaja di pendam.


Arvi menyugar rambut sebelum akhirnya berjalan mendekati Lola. Dia tidak boleh emosi saat berhadapan dengan istrinya itu. Sengaja Arvi berjongkok di hadapan Lola sambil memegang kedua telapak tangan wanita itu yang terasa dingin karena terkena air hujan.


" Kamu gak pernah begini sebelumnya, ada apa?"


Lola pergi tanpa izin saja sudah membuatnya tak habis pikir. Apalagi bersama seorang pria. Ya walaupun Lola bersikeras di mobil kalau hubungan mereka sekarang hanyalah teman. Tetap saja, Arvi tidak bisa memandangnya begitu saja melihat bagaimana cara pria itu tadi menatap istrinya. Lagian setahu Arvi selama ini Lola hanya berteman dengan Risa dan Angel saja. Jadi, sejak kapan pria bernama Enggar itu di anggapnya sebagai teman?


" Apanya yang ada apa sih, Mas? Aku pikir Mas lagi sibuk syuting makanya gak sempat kasih kabar."


" Gak sempat atau memang kamu yang gak berniat untuk minta izin?" Sambar Arvi. " Kamu gak pernah kayak gini sebelumnya, tolong bicara yang jujur."


" Bohong apanya?" Tanya Arvi keheranan. " Kapan Mas bohong sama kamu?"


" Hari ini." Balas Lola lantang. " Apa Mas lupa? Atau memang sengaja di lupa-lupain?" Dia tersenyum miring.


" Mas gak ngerti maksud kamu apa? Bisa lebih di perjelas."


Lola menghembuskan nafas kasar sambil melirik ke arah sekitar. Kenapa sesulit ini bicara dengan seorang pria yang dulu katanya langganan juara umum disekolah!


" Sayang." Panggil Arvi lalu berpindah untuk mengambil tempat di sebelah Lola. " Mas ada bohong apa sama kamu?"


Lola menghembuskan nafas kasar sambil berusaha mengukuhkan pertahanan, untuk hari ini setidaknya jangan luluh dulu kalau dipanggil sayang. " Mas janji hari ini mau temani aku ke acara reuni, aku udah nunggu lama sampai tiba-tiba Mas bilang gak bisa pergi."

__ADS_1


" Sayang, itu gak bohong. Memang tadi syutingnya belum selesai." Arvi mencoba untuk menjelaskannya pada sang istri.


" Syuting Ya?" Lola mengulas senyum sinis saat melihat suaminya itu kini tampak menganggukkan kepala. " Atau sedang merayakan acara ulang tahun Yasmin?"


Ucapan itu membuat Arvi lantas terdiam. " Kamu tahu darimana?" Tanyanya membuat sebuah decakkan lolos begitu saja dari bibir Lola.


" Masih gak mau ngaku kalau udah bohong? Katanya lagi syuting eh tahunya malah sibuk ngerayain birthday party nya lawan main tercantik." Sindir Lola. " Jadi demi dia kamu bela-belain buat bohong sama aku, Gitu ya, Mas?"


" Sayang, bukan begitu ceritanya. Tadi itu_____?"


" Stop! Gak usah panggil aku sayang lagi." Seru Lola memeringati dengan dada mulai naik turun. " Denger ya Mas, aku gak masalah kalau kamu mau ngerayain pesta ulang tahunnya Yasmin. Pamer kemesraan di Instagram atau apalah itu terserah. Tapi jangan sampai bohong, aku udah bilang kan sejak awal kalau aku gak suka di bohongi."


" Dimana letaknya Mas bohongi kamu, huh?" 


" Masih coba ngelak, iya?" Lola menggelengkan kepala tak habis pikir. " Biar ku perjelas, letak kebohongannya adalah saat Mas bilang gak bisa pergi temani aku ke acara reuni dengan alasan masih syuting tapi fakta sebenarnya disana Mas malah sibuk ngerayain ulang tahun Yasmin? Mas pikir aku gak tahu?"


Arvi yang menyadari kesalahpahaman itu segera angkat bicara untuk meluruskan semuanya. " Sayang bukan begitu ceritanya, ulang tahun Yasmin dirayakan setelah syutingnya berakhir. Bukan Mas sengaja membohongi kamu hanya untuk menghadiri ulang tahun dia."


" Kalau memang ulang tahunnya dirayakan setelah syutingnya berakhir kenapa Mas gak langsung pulang aja supaya bisa menemani aku ke acara reuni?" Tanya Lola tepat sasaran.


" Karena Mas pikir kamu memang gak jadi pergi."


Bagus sekali! " Lalu?"


" Mas juga gak enak kalau pergi gitu aja sementara yang lain masih ada disana." Aku Arvi jujur membuat Lola lantas terpaku ditempat dengan mulut setengah terbuka.


" Dan ngorbanin istri sendiri." Lola mengangkat satu alis tinggi sambil tertawa sumbang. " Okey fine!"

__ADS_1


__ADS_2