
Kalau bukan karena sang Mami, Lola sebenarnya juga malas datang kemari. Alasannya bukan ada di Sandra melainkan di Buklik Risma, ibu dari Sandra yang jelas juga ada disana untuk menemani sang anak paska lahiran. Adik dari ibunya ini memang terkenal dengan mulut julidnya, maka tak heran kalau Lola selalu menjaga jarak jika kebetulan berada di tempat yang sama dengan wanita itu.
" Waduh orang jauh udah pada dateng nih." Sambut Buklik Risma sambil memeluk erat Puspa, sang Mami. " Kesini bareng apa, Mbak? Taksi ya?"
Puspa menggeleng sebelum menunjuk Lola yang masih berdiri diambang pintu sambil menatap kedua wanita itu yang baru berpelukan layaknya Teletubbies.
" Enggak, aku bareng Lola. Tuh dia disana." Tunjuk Puspa tepat ke arah Lola. Membuat Buklik Risma sontak saja menolehkan kepala ke arahnya.
" Oh, ada Lola? Sini sayang? Kok berdiri disana." Ucap wanita itu tampak begitu ramah dan bersahabat. Mungkin efek dari kelahiran cucu keduanya.
Lola tersenyum kaku sebelum akhirnya mendekati dua orang itu. Baru saja ingin berbasa-basi menanyakan kabar, Buklik Risma sudah lebih dulu menarik tubuhnya untuk bercipika-cipiki.
" Udah lama Buklik gak lihat kamu? Gimana kabarnya? Sehat?"
Lola mengangguk sekenanya. " Sehat Buklik." Balas wanita itu sebelum membalikan pertanyaan. " Buklik sendiri gimana kabarnya?"
" Tambah sehat semenjak punya cucu baru." Ucapnya lalu mempersilahkan Lola dan Puspa untuk masuk kedalam kamar milik Sandra. " Ayo langsung masuk aja Mbak, Lola. Kebetulan Sandra lagi nidurin anaknya didalam."
Baik Puspa dan Lola sontak menganggukkan kepala sembari mengikuti langkah kaki wanita itu. Disela Buklik Risma yang menceritakan tentang kebahagiaannya dalam menyambut kelahiran cucu keduanya, Lola merasa bersyukur tidak melihat tanda-tanda kejulidan yang muncul dari diri wanita itu.
Ya, setidaknya untuk saat ini.
***
__ADS_1
Lola menatap bayi Sandra yang ada di gendongannya dengan mata berbinar dan senyum merekah, bayi perempuan lucu itu di namai Citra, yang menurut Sandra, sang ibu berarti kesempurnaan. Sekilas Lola dapat melihat kemiripan Sandra dan juga anak keduanya itu. Mulai dari mata yang sipit, bibir tipis serta kulit putih yang kemerah-merahan. Berbeda dengan Shiddiq, anak pertamanya Sandra yang tampak mirip sekali dengan suaminya. Lola menyadari betul kalau Citra ini malah lebih mirip dengan Sandra.
Apa semua anak perempuan memang cenderung mempunyai kemiripan yang sama dengan ibunya? Karena selain Sandra dan juga Citra, Lola juga merasa ia hampir-hampir mirip dengan sang Mami. Dia jadi berpikir apakah kalau nanti ia memiliki anak perempuan akan mirip dengannya juga?
" Citra anteng banget sama mbak Lola." Ucap Sandra yang masih berbaring di tempat tidur dalam rangka pemulihan dari operasi cecar. " Anteng banget ya sayang digendong sama tante cantik."
" Ngomong-ngomong suami kamu kemana, La? Kok Buklik gak pernah liat ya dia nganterin kamu?"
Lola yang sudah mulai mencium bau-bau pembicaraan yang kurang mengenakkan lantas berusaha menjawab semaksimal mungkin. " Lagi syuting, Buklik. Kebetulan film terbaru Mas Arvi akan segera rilis dalam waktu dekat ini."
Buklik Risma tampak ber oh ria.
" Sibuk banget ya? Berarti kalian jarang ketemu dong?" Tanyanya seolah sedang mengusik informasi.
" Keluarga suamimu sejauh ini gak ada yang komplen kan, La?"
Lola menaikkan alis. " Komplen gimana ya Buklik?" Wanita itu balik bertanya. Memang dia melakukan kesalahan apa sampai keluarga suaminya itu harus komplen?
" Seperti yang kita tahu, maaf kalau misalnya perkataan Buklik menyinggung kamu, kamu kan masih belum bisa memberi keturunan. Apa keluarga suamimu gak mempermasalahkannya?"
Nyatanya walaupun pertanyaan itu sudah di bungkus dengan kata maaf sekalipun tetap saja rasa sakitnya terasa menusuk hati. " Sejauh ini semua baik-baik aja kok, Buklik. Gak ada yang perlu di khawatirkan." Karena malas membuat keributan Lola pun membalas sekenanya.
Kepergian sang Mami keluar sebentar untuk menerima telpon nyatanya di manfaatkan oleh wanita tua itu untuk mengorek informasi darinya. Sungguh! Lola jadi menyesal kenapa tadi ia sempat karena Buklik Risma mungkin sudah insaf dalam mengurusi hidup orang lain lantaran kehadiran cucu keduanya.
__ADS_1
" Begitu ya, baguslah. Karena Buklik baru aja denger gosip yang kurang mengenakan dari teman arisan Buklik."
" Maksud Buklik?" Heran Lola sama sekali tak mengerti. " Gosip apa?"
" Ada seorang wanita yang diceraikan suaminya di lima tahun usia pernikahan mereka gara-gara belum juga bisa memberikan dia keturunan. Padahal nih ya La, selama jadi istri bisa dibilang wanita itu udah menjalankan kewajibannya dengan benar. Tapi ya namanya laki-laki mau sesayang apapun ia sama istri tetap aja anak adalah alasan kenapa dia menikah."
Lola yang mendengar ocehan Buklik Risma barusan sontak memfokuskan perhatiannya pada wanita itu. " Tapi bukan salah istrinya juga kenapa mereka masih belum punya anak? Siapa tahu memang belum di kasih sama Tuhan?" Secara tak langsung Lola mencoba membela wanita itu yang sepertinya punya problem yang sama dengannya.
" Walaupun wanita itu udah bilang kalau dia gak mandul seperti apa yang dituduhkan keluarga suaminya tetep aja akhirnya di cerai."
" Ha? Kok bisa sampai segitunya?" Ucap Lola tak habis pikir. " Emang suaminya gak cinta lagi sama dia?"
" Ya cinta, tapi kan cinta aja gak cukup dalam membangun rumah tangga. Harus ada anak juga, La."
Lola tersentak seketika. " Terus sekarang gimana kabar wanita itu?" Tanyanya yang terlanjur penasaran.
" Sudah dipulangkan kerumah orangtuanya. Katanya sih sekarang dia jadi trauma sama laki-laki. Apalagi pas dengar kabar kalau mantan suaminya itu sekarang mau nikah lagi sama wanita pilihan orangtuanya."
Penjelasan dari Buklik barusan membuat hati Lola mencelos seketika. Dia benar-benar bersimpati dengan masalah yang menimpa wanita itu, Lola pikir kisah seperti itu hanya ada di sinetron. Tapi nyatanya di dunia nyata pun tak kalah kejam. Memang jadi wanita itu selalu serba salah, diceraikan hanya karena belum bisa memberikan keturunan membuat helaan nafas Lola memberat. Hanya mendengar ceritanya saja ia sudah bisa merasakan bagaimana sakitnya berada di posisi wanita itu.
" Buklik harap kejadian yang terjadi pada wanita itu gak terjadi sama kamu, La!" Ujar wanita itu dengan penuh simpati. Membuat Lola lantas melebarkan mata kaget. Kenapa jadi dia yang kena? " Laki-laki zaman sekarang banyak yang gak bisa di percaya soalnya." Lanjut wanita itu. " Apalagi kalau dia tahu dia tampan dan berkecukupan. Pilihannya cuma ada dua."
" Maksudnya, Buklik?"
__ADS_1
" Cerai atau dimadu. Tapi sayangnya banyak diantara wanita yang belum bisa punya anak milih cerai dari suami daripada dimadu." Jelas wanita itu membuat Lola lantas teringat dengan topik pembicaraannya dengan Risa waktu itu.