
Mata yang sudah meredup sontak membelalak saat melihat instastory milik Boss, manajer Arvi, yang memperlihatkan kerumunan orang yang sedang merayakan acara ulang tahun Yasmin Bard di lokasi syuting. Dan yang paling membuatnya tak habis pikir adalah di antara kerumunan itu ternyata ada terselip sang suami tercinta.
Bagus sekali.
Mencoba untuk memastikannya, Lola pun mulai beralih memantau instastory milik Yasmin yang kini sudah berupa titik-titik kecil. Dia menonton satu persatu, sembari memastikan apakah suaminya itu ada disana.
Dan ya, sesuai dugaan. Diantara titik-titik story' tersebut terselip satu video yang diambil Yasmin bersama Arvi. Dimana Yasmin tampak menyuapkan satu penuh kue pada Arvi sebelum akhirnya membelokkan sendoknya hingga cream kue itu jadi mengenai wajah pria itu.
Seketika wajah Lola memerah saat melihatnya. Jadi ini yang namanya sibuk syuting? Dia tak masalah kalau mereka mau bermesraan seperti ini untuk memperlihatkan kemistri mereka pada semua fans.
Hanya saja masalahnya kenapa Arvi harus berbohong dengan mengatakan syutingnya masih belum selesai. Padahal kenyataannya dia sedang ikut merayakan ulang tahun Yasmin. Kenapa suaminya itu tidak berkata jujur? Kalau memang tidak mau menemaninya ke acara reuni ya bilang saja. Tidak usah pakai acara berbohong seperti itu. Benar kan?
Lola merasa atmosfir mendadak panas. Fakta bahwa Arvi lebih memilih merayakan ulang tahun Yasmin disana dibandingkan harus menemaninya ke acara reuni sekolah membuat darahnya serasa mendidih. Suaminya itu tampak bersenang-senang disana. Sementara ia disini hanya bisa memeluk guling sambil gigit jari karena acara reuninya batal begitu saja. Ini tidak adil sekali, bukan? Terlebih Arvi juga tak kunjung mengabarinya.
Segera Lola keluar dari aplikasi Instagram nya itu. Dengan gelisah ia mondar-mandir mengelilingi kamar. Matanya seketika berhenti tepat di jam dinding yang ada disana. Lola tampak diam sejenak sebelum akhirnya kembali menuju kasur untuk meraih ponsel. Jemarinya dengan lincah bergerak di papan keyboard untuk mengetikkan pesan pada seseorang.
[ Gar, kayaknya gue jadi pergi deh]
[ Tapi Lo bisa gak jemput gue dirumah]
[ Nanti gue shareloc, please....]
Lola sontak mengulas senyum saat pesannya langsung dibalas oleh Enggar. Walaupun sempat menanyakan apa alasannya Lola bisa berubah pikiran. Pria itu tampak menyanggupi untuk menjemput Lola. Bagus! Daripada ia berdiam diri dirumah lebih baik ia ikut bersenang-senang juga diluar sana.
Anggap saja impas, ya kan?
***
" Gak izin sama suami Lo dulu?" Tanya Enggar sekeluarnya Lola dari dalam rumah.
__ADS_1
" Dia tidak ada di rumah." Lola berucap sambil mengunci pintu rumahnya. Dia sama sekali tak berbasa-basi untuk menawari Enggar masuk terlebih dahulu. " Kita langsung pergi aja ya, takutnya udah telat banget." Lola jelas cukup tahu diri untuk tidak mengundang pria lain masuk ke dalam rumahnya ketika disana hanya ada mereka berdua.
Enggar mengangguk seolah tak mempermasalahkan. " Memang sekarang suami Lo lagi dimana?" Tanyanya sambil berjalan menuju mobil yang terparkir di depan pagar.
" Lagi kerja."
" Kerja apaan malam-malam begini? Jagain lilin?"
Lola mendesis sambil membanting pintu mobil Enggar keras. " Lo kira suami gue ikut persugihan babi ngepet!"
Enggar mengangkat bahu acuh. " Mungkin, siapa tahu kan?"
Lola sontak memutar mata. Karena sekarang ia sedang tidak mood bercanda, dia pun memilih untuk mengabaikan ocehan absurd dari pria itu..
" Terus suami Lo kerja apa? Kantoran ya? Ohh pantesan belum pulang. Lagi lembur nih pasti, ya kan?" Ucap Enggar dengan gaya sok tahunya mencoba menyimpulkan.
" Lo pikir gue sekarang kerjaan itu?" Enggar balik bertanya sambil memutar kemudi. " Lagian apa hubungannya coba?"
Lola menghela nafas. Percuma juga dia menanyakan pada Enggar apa dia pernah menonton gosip atau tidak. Terlebih memantau akun lambe turah, orang sibuk mana coba yang akan melakukannya. Mungkin memang benar kalau Enggar tidak mengetahui pekerjaan dari suaminya itu. Baguslah, karena Lola sedang malas menjelaskannya.
" Terus kesibukan Lo sekarang apa?" Tanya Enggar di saat pertanyaannya tadi masih belum di jawab.
" Gak ada, paling cuma ngurus rumah sama bisnis kecil-kecilan gue." Balas Lola sebelum mengalihkan pembicaraan. " Kalau Lo?"
" Kebetulan gue mau keluarin single baru."
" Oh ya? Congratulation." Ujar Lola ikut senang. " Kapan lirisnya?"
" Kalau gak ada halangan si minggu depan." Jawab Enggar. " Jangan lupa dengerin ya. Nanti gue tagih komentarnya."
__ADS_1
" Sip. Nanti gue bantu streaming di YouTube sama Spotify." Jawab Lola.
Karena terlalu asik mengobrol tak terasa mereka pun sampai di pelataran parkir SMA Tunas Bangsa. Terlihat sudah ramai orang memenuhi area sekolah itu. Lampu-lampu disana bersinar dengan begitu gemerlap di iringi suara musik jazz yang mengalun lembut.
Kehadiran Lola bersama Enggar tentu saja menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana. Tak terkecuali oleh dua sahabatnya yang kini sedang berdiri di aula dengan suaminya masing-masing.
" Lola, sini!"
Seruan dari Risa membuat Lola lantas melambaikan tangan. " Kita kesana aja, yuk!" Ajaknya pada Enggar.
" Katanya gak jadi pergi." Sungut Risa sebelum melirik pada sosok Enggar yang begitu asing dimatanya. " Suami Lo udah ganti ya? Kok mukanya beda."
" Sembarangan." Seru Lola sontak mencubit. " Ini Enggar."
" Enggar? Enggar mana?" Kali ini giliran Angel yang menyahut.
" Parak Lo semua bisa-bisanya lupa sama teman sendiri." Kekeh Enggar.
" Ini Enggar Askara teman sekelas kita dulu. Masa kalian lupa?" Lola mencoba membantu kedua sahabatnya itu untuk mengingat sosok Enggar.
" Enggar Askara?" Mata Risa ini tampak menyipit penuh selidik sebelum akhirnya melebarkan mata. " Enggar Askara yang dulu pernah PHP in Lo? Yang Lo tangisin tiga hari tiga malam sampai gak makan-makan?" Cerocos nya tanpa filter.
" Risa." Peringat Lola lalu melototkan matanya agar Risa segera tutup mulut.
Kenapa harus diungkit-ungkit lagi sih? Memang benar Lola dulu sempat patah hati lantaran mendengar kabar Enggar yang tiba-tiba keluar sekolah. Karena ingin fokus pada kariernya sebagai penyanyi. Tapi itu kan dulu, saat umurnya masih belasan tahun dan menganggap cinta monyet adalah suatu hal yang penting dan juga sakral. Dia dulu terlalu terlena dengan sikap baik Enggar sampai berpikir kalau pria itu menyukainya. Padahal faktanya tidak seperti itu, Enggar sama sekali tidak menyukainya. Mereka hanya teman, sikap baiknya selama ini yang membuat Lola jadi salah mengartikan.
" Wohoo! Lo beneran nangisin gue sampai tiga hari tiga malam, La?" Tanya Enggar dengan nada usilnya membuat Lola langsung mengumpat dalam hati.
Sial! Sebenarnya tidak hanya Enggar saja. Dulu saat di bangku perkuliahan dia juga menangis saat mengetahui Febian, sang mantan ternyata selingkuh di belakangnya.
__ADS_1