Cinta Lola dan Arvi

Cinta Lola dan Arvi
Keromantisan Arvi


__ADS_3

Lola menghela nafas kasar. Pantas saja di tunggu sejak tadi gak dateng-dateng. " Yaudah, makasih infonya."


" Eh Lo gak marah kan?" Tanya pria itu. " Bisa-bisa habis nih gue sama Arvi. Kalau gara-gara ini kalian berdua jadi ribut."


" Gak ada alasan buat marah." Balas Lola. " Kalau gitu telponnya aku tutup dulu. Makasih."


" Eh, eh bentar. Mau gue bocorin satu hal gak?"


" Apa?"


" Di jamin deh. Habis ini Lo gak jadi marah."


" Iya apa?" Lola berujar tak sabar membuat Boss di ujung sana sontak terkekeh. Sebelum akhirnya membisikkan fakta yang sukses membuat Lola melebarkan mata dan terpaku di tempat.


***


Arvi masuk ke dalam rumah dengan langkah yang tergesa-gesa. Bisa dibilang ia sudah sangat terlambat untuk pulang kerumah. Sambil menggenggam sebuah Tote bag, Arvi berjalan menuju kamar. Namun langkahnya terhenti begitu saja saat melihat Lola yang tampak tertidur di sofa ruang tamu. Dengan tangan yang dijadikan bantal serta sebuah kue kecil berangka dua diatas meja.


Dapat dipastikan kalau Lola sudah menunggunya sejak tadi. Lagi-lagi Arvi merutuki kebodohannya sebagai seorang suami.


Arvi meletakkanTote bag yang ia bawa tadi di atas meja sebelum membawakan selimut untuk Lola. Dia berjongkok lalu mulai menatap seluruh permukaan wajah sang istri lekat. Cukup lama sebelum akhirnya ia mengelus rambut wanita itu untuk membangunnya.


" Sayang." Panggil Arvi lembut.


" Sayang, bangun." Ulangnya lagi sambil menggoyangkan lengan istrinya tersebut.


Lola berkesiap begitu saja. Matanya menyipit sambil menatap Arvi yang terlihat samar-samar. Berulang kali ia menggosok matanya untuk memastikan kalau suaminya itu benar-benar ada disini.


" Mas udah pulang?" Lola bergumam sebelum mencoba bangkit dari posisi tidurnya.


Karena merasa nyawa Lola belum seratus persen terkumpul. Arvi pun membantu sang istri untuk bangun.


" Kok tidur disini? Kan Mas udah bilang kamu bisa tidur duluan dikamar. Gak perlu nunggu sampai Mas pulang."


" Siapa yang nunggu? Orang aku tadi ketiduran karena aku kegerahan dikamar." Balas Lola.


" Di kamar kan ada AC, sayang? Disini malah lebih gerah."


Lola tergugu. Benar juga. Satu-satunya tempat yang ada AC nya dirumah ini hanya dikamar mereka. Alibi yang sangat tidak pintar Karena alasan Lola bisa sampai tertidur disini adalah karena menunggu suaminya itu pulang.


" Ya gak apa-apa kan kalo misalnya aku tidur dimana pun?"


Melihat Lola yang sudah pergi dari sana membuat Arvi dengan cepat menahan pergelangan tangannya. Membuat Lola jadi terduduk begitu saja tepat di pangkuan suaminya itu.


" Mau kemana?"


" Tidur," balas Lola berusaha untuk melepaskan diri namun sayangnya tangan Arvi malah melingkar erat di perutnya.

__ADS_1


" Tidur? Terus kuenya?" Tanya Arvi usai menatap kue yang ada di meja.


Lola berdecak. " Kasih tetangga aja." Kesalnya.


" Hey, kamu marah?"


Pertanyaan itu membuat Lola mendelik seketika. Pikir aja sendiri!


" Maaf ya sayang. Maaf karena udah pulang terlambat. Tadi Mas harus.....?"


" Nganterin Yasmin, iya aku udah tau kok!"


Arvi sontak melebarkan mata. " Kamu tahu dari mana?"


" Gak penting aku tahu dari mana. Faktanya memang begitu, kan?"


" Tapi kamu harus dengar dulu penjelasannya." Kata Arvi membuat Lola jadi memutar tubuhnya hingga wajah mereka berdua jadi saling berhadapan.


" Mas juga awalnya gak berniat untuk mengantar Yasmin pulang. Tapi tadi kondisinya genting. Dia tiba-tiba drop karena butuh istirahat. Pak Aldi sendiri yang minta Mas buat anterin dia pulang."


Lola menganggukkan kepala. Mencoba memahami situasi yang tadi suaminya itu alami.


" Kalau kamu pikir Mas lupa dengan ulang tahun pernikahan kita, tentu jawabannya tidak."


Arvi segera mengambil Tote bag yang tadi ia letakkan di dalam tas sebelum memberikannya pada Lola.


" Buka aja."


Lola segera membuka isi Tote bag itu, yang ternyata adalah sebuah kotak berbentuk persegi. Dia menoleh sekilas ke arah Arvi sebelum akhirnya membuka tutupnya. Pupil matanya melebar saat menemukan ada beberapa item yang ada disana. Dan yang paling mencolok adalah sebuah scrapbooks dengan foto-foto mereka yang tertempel disana.


Andaikan Boss tidak mengatakan kalau Arvi sendirilah yang membuat scrapbooks ini di sela-sela aktivitas syutingnya yang padat, Lola mungkin tidak akan se-terharu ini.


" Kamu suka?" Tanya Arvi tampak harap-harap cemas.


Lola mengangguk seolah tak bisa berkata-kata. Terlebih disana juga ada sebuah kartu yang bertuliskan tulisan tangan Arvi sendiri.


Dia membaca tiap bait kalimat yang ada disana dengan hari berdesir. Perasaannya mendadak mellow begitu saja usai membaca kartu ucapan itu.


" Maaf karena Mas belum bisa jadi suami yang baik buat kamu."


Lola menggeleng dengan air mata yang menggenang dibawah matanya. Ya Tuhan! Harusnya tak ada tangisan seperti ini di hari bahagia mereka.


" Gak, aku yang belum bisa menjadi istri dan menantu yang baik buat Mas dan semaunya. Aku....?"


Arvi gantian menggeleng. " Siapa bilang? Kamu selalu jadi istri yang terbaik. Mas bersyukur menjalani kehidupan pernikahan yang indah bersamamu."


" Really?" Lola menatap manik mata Arvi untuk mencari kebohongan disana. Tapi sayangnya dia tidak menemukannya.

__ADS_1


" Ya." Arvi mulai menangkup kedua pipi Lola sebelum mengecup keningnya. Lalu juga menghapus jejak air mata yang menggenang di pipi wanita itu. " Bertemu dengan kamu adalah hal yang paling Mas syukuri selama hidup di dunia ini."


" Aku juga." Balas Lola kemudian memeluk Arvi erat.


" Selamat ulang tahun pernikahan yang yang ke-2 sayang, mari menghabiskan sisa umur kita bersama-sama." Bisik Arvi tepat di telinga Lola dengan kedua tangan yang mulai mendekap sang istri.


Tak terasa sudah dua tahun usia pernikahan mereka. Suka suka telah berhasil mereka lalui bersama. Dan keduanya berharap bisa selalu seperti ini sampai nanti maut memisahkan.


" I love you," ucap Lola dengan kedua matanya yang sembab dan hidung memerah.


" I love you too." Balas Arvi lalu dengan cepat mengecup bibir Lola. " I love you today, tomorrow and forever."


Keduanya menghabiskan malam itu dengan penuh sukacita.


TRIO KIM


Kumpulan istri manjalita


Risa: [ Udah pada otw belum nih?]


Angel : [ Udah beb. Ini lagi di mobil. Tapi gue datangnya rada telatan ya. Soalnya mau nitip anak dulu ke rumah mertua, hehe.]


Risa : [ Parah lu, Angel. Siap-siap jadi bahan kejulidan mertua di belakang.]


Angel : [ Gak lah, mertua gue malah seneng kalau Raka gue titipin disana]


Risa : [ Gimana Lo, La udah otw belum?]


Lola : [ Gue masih dirumah. Lagi nungguin Mas Arvi pulang]


Angel : [ suami Lo jadi ikut, La? Anjirlah, siap-siap Lo jadi gunjingan satu angkatan]


Lola : [ udah biasa. Lagian punya suami ganteng masa di anggurin. Ya pamerin lah.]


Angel : [ Lanjutkan Nak. Mama bangga sama kamu:)]


Risa : [ Bukannya kemarin Lo bilang suami Lo sibuk syuting ya?]


Lola : [ iya sibuk, tapi katanya tadi masih bisa luangin waktu]


Angel : [ jadi fix nih ya bakal dateng.]


Lola : [ insyaallah.]


Angel : [ Soalnya Ferdi bawa kamera. Biar kita sekalian bisa foto-foto.]


Lola : [ sipp. Nanti kita foto-foto yaa. Gue mau telpon suami gue dulu tanya dia sekarang ada dimana.]

__ADS_1


Risa : [ see you there girls.]


__ADS_2