
Rojali terbangun dari tidurnya,
dan mendapati dirinya berada di kolong kasur tempat tidurnya ,
sambil memeluk Ketty, sepatu kets nya yang jebol,
Sambil mengucek matanya ,
Rojali segera keluar dari kolong tempat tidurnya itu, dan duduk menenangkan pikirannya yang masih loading akibat mimpi buruk yang di alaminya .
Rojali kembali mengingat ingat mimpinya itu ,
dalam mimpinya tampak bokap nya Fanny, memperkenalkan calon putrinya dengan seorang pemuda, ga jelas wajahnya, pendek dan buncit tapi terlihat sangat mapan.
Rojali berkeringat dingin dan bergumam
" demi cinta ku padamu , bang Rojali akan berjuang untuk masa depan kita ",
Setelah pikirannya tenang,
Rojali mencari cari potongan surat kabar, yang dia temukan dari bungkus gorengan yang dia beli kemaren ,
dan Rojali pun tersenyum lega,
karena menemukan yang ia cari yaitu kolom lowongan pekerjaan .
Di sana tertulis, dibutuhkan tiga orang guru untuk mengajar di sekolah khusus.
" Wah ini cocok banget , coba aku kasih tau bro Aldi dan bro Jeremy , supaya bareng ngelamar "
ujar Rojali semangat.
Rojali pun bergegas mandi, dan bergegas memberi tahu sobat sobatnya yang nyentrik.
Hari ini Rojali memilih kemeja lengan pendek berwarna krem dengan ada gambar kelinci kecil di bagian saku bajunya ,
tak lupa Rojali mengenakan dasi kupu-kupu berwarna merah jambu,
Supaya cocok ama helm batoknya mungkin ,
Kemudian, mengoleskan minyak wijen ke rambut kribonya, agar mudah di kempes kan,
Sambil ngaca depan cermin Rojali berkata
" Demi neng Fanny bang Rojali pake kemeja hari ini , ganteng maut kan hehehe "
Rojali senyum senyum sendiri, memandang kagum pada bayangan dirinya di cermin,
tak lupa Rojali mengenakan celana jeans antik penuh tambalan dan rumbai-rumbai dari benang benang yang berseliweran di antara kaki celana jeans-nya yang cutbray,
Setelah itu mengambil Ketty,
sepatu kets kesayangannya dari kolong tempat tidur.
Setelah mantap jiwa, dengan dandanan klasik dan eksentrik itu Rojali keluar kamar kosannya dengan semangat yang bergelora sambil bersiul riang.
Bu Juleha yang sudah siap menanti keajaiban , terbengong-bengong dan terpana takjub melihat Rojali, yang tampil bagai dari mesin waktu jaman disko populer,
Sambil tertawa cekikikan, Bu Juleha menyapa Rojali
__ADS_1
" Pagi nak Rojali, tumben hari ini rapih sekali, mau ke KUA ya? "
canda Bu Juleha sambil tertawa cekikikan,
Rojali tampak terharu biru, dengan sambutan Bu Juleha yang tiba tiba muncul dari balik anak tangga itu.
Rojali berkata,
" Hari ini Rojali mau ajak bro Aldi dan bro Jeremy buat melamar pekerjaan Bu Juleha, do'akan ya kami ada rejekinya hehehe "
Ucap Rojali dengan semangat,
Bu Juleha terpana takjub dan senang mendengarnya , lalu berkata
" iya tentu ibu do'akan , terutama mas Aldi kalo udah ada pekerjaan tetap ,ditunggu itunya ..."
Ucap Bu Juleha malu malu, tidak meneruskan ucapannya,
Rojali yang konsentrasi pada rambut kribonya agar tidak kusut kalo pake helm batok merah jambu nya,
tidak ngeh dengan maksud perkataan Bu Juleha,
akhirnya Rojali pamit pergi dengan mengendarai Vespa bututnya dengan mengeluarkan suara suara aneh yang sangat berisik itu.
Rojali telah mengabarkan sobat sobatnya bersiap, untuk di jemput oleh Vespa bututnya, dan sudah memberitahu mereka ada lowongan kerja jadi siap siap ya ujar Rojali.
Telah menunggu bro Aldi di depan gang rumahnya ,
Dengan setelan baju yang luar biasa ga nyambung ,
yaitu kemeja tangan pendek polkadot dengan dasi kupu-kupu warna ungu,
dan dipadukan dengan celana jeans warna biru yang sudah agak luntur,
Bro Aldi tersenyum, dengan semangat berkata
" ayo berangkat bro Rojali "
ucapnya sambil duduk jongkok di depan Rojali .
Akhirnya mereka berdua berangkat untuk menjemput bro Jeremy,
yang ternyata sudah siap dengan setelan kemeja dan jas ,
juga celana katun yang rapi,
Sekilas terlihat, penampilan bro Jeremy lah yang paling normal diantara mereka bertiga , tapi kalo dilihat lebih seksama terlihat celana katun nya tampak ngatung kekecilan kayak habis minjam punya tetangganya.
Akhirnya mereka bertiga pun berangkat dengan semangat untuk interview kerja di sekolah khusus itu.
Mereka bertiga telah sampai di pintu gerbang sekolah khusus itu, yang ternyata sangat mewah dan megah ,
Sambil masih terbengong-bengong,
mereka dikejutkan oleh suara dari microphon yang ada di gerbang itu yang berbunyi
" silahkan masuk "
Dan tiba tiba pintu gerbang sekolah itu bergeser sendiri membuka, mempersilahkan mereka bertiga masuk .
__ADS_1
Rojali memarkirkan Vespa bututnya di halaman sekolah khusus yang megah itu, dan mereka disambut oleh security yang tampak tidak peduli dengan penampilan mereka bertiga yang super nyentrik itu,
Security itu pun mempersilakan mereka bertiga masuk dan duduk di ruang tamu.
Dan seorang lelaki paruh baya , agak botak ,mengenakan jas hitam datang menemui mereka bertiga,
" Perkenalkan nama saya Blek , saya kepala sekolah disini " ,
Tampak Rojali dan sobat sobatnya hendak tertawa terbahak bahak, melihat penampilan Mr Blek ini , namun bro Aldi segera menginjak kaki kedua sobatnya seraya berbisik
" ingat masa depan !! " ,
Akhirnya mereka bertiga tersenyum sopan dengan sangat terpaksa.
Mr Blek mengernyitkan matanya, melihat penampilan Rojali yang super nyentrik itu dan berkata
" Coba ceritakan pengalamanmu, dan apa yang membuatmu ingin menjadi guru "
Ucap Mr Blek mencekam ,
Rojali menjawab sesuai hati nuraninya yang terdalam
" Saya sangat suka seni dan barang antik yang bersejarah, mungkin ada lowongan sesuai dengan hobi saya itu "
Ucap Rojali ,
Mr Blek mengamati dengan seksama Rojali, dari rambut kribonya ,sampai jempol kaki Rojali, yang terlihat gerak gerak grogi di celah sepatu kets nya yang jebol,
" Oke kalo kamu yang berjambang lebat dan pakai kemeja polkadot? "
Tanya Mr Blek pada bro Aldi ,
Bro Aldi pun menjawab dengan apa adanya
" Saya suka aritmatika dan matematika "
ujar bro Aldi ,
Mr Blek menatap tajam jerawat di muka bro Aldi , kemudian dia mengalihkan pandangannya kepada bule yang dari tadi bengong dan ngelamun dengan tatapan kosong ,
" Kalo kamu gimana ? "
tanya Mr Blek pada bro Jeremy yang langsung loncat dari bangku karena kaget,
" Kalo saya Mr ..saya jago olahraga... olahraga apa aja insyaallah bisa " ,
Ujar bro Jeremy mantap.
**Mr Blek memandang tajam pada bro Jeremy dan akhirnya berkata
" Sekolah ini beda dengan sekolah lain, disini jarang ada guru yang bisa bertahan, karena disini berisi anak anak yang sangat nakal , yang orangtuanya saja sudah kewalahan menanganinya, namun semuanya berasal dari keluarga yang kaya raya, hingga uang dan dana sekolah menjadi tidak masalah bagi mereka, bagaimana apa kalian berani atau mau mengundurkan diri? "
Ujar Mr Blek sambil menatap tajam mereka bertiga,
Dan tentu saja jawaban mereka bertiga adalah...
" Dengan senang hati bapak kepala sekolah "
Jawab mereka bertiga kompak sambil cengengesan senang**.
__ADS_1