
Kota Bandung yang sejuk dan dingin di pagi hari yang indah dan ceria.
Embun pagi menempel di rerumputan jatuh bergulir perlahan ke tanah dan terserap bumi.
Mentari masih mengintip malu malu melihat melalui celah celah triplek usang yang me lendoy di sebuah kamar kosan yang amburadul berantakan, dengan sosok berambut kribo yang masih meringkuk kedinginan pake celana pendek dan mendengkur bagai kumur kumur.
Dan sang jam waker yang perkasa dan bersuara berisik dan nyaring itu berbunyi dengan semangat di dekat kuping kuncup Rojali yang sedang asyik mendengkur dan mimpi indah.
Brottt ..... Brottt.....Brottt........Brottt......
Dan Rojali melompat kodok dengan kaget, dan segera meninju sang jam waker hingga
K O dan tak berbunyi lagi, tergolek lemah di samping bantal Rojali yang terlihat banyak bekas air liur yang menyerupai gambar pulau,
dan baunya yang sangat asem itu.
Rojali menguap lebar, lalu melompat dari kasurnya menuju kamar mandi tercinta sambil berdendang mesra,
Tek....ko Tek....ko Tek.....go Jing.....anak ayam
.....turun delapan......
Dan terdengarlah suara air yang heboh ketika Rojali mandi, bagaikan sedang menguras bak kamar mandi.
Dan tak lama kemudian Rojali keluar dari kamar mandi dengan sangat fresh dan graduate sambil bersiul riang dan cengengesan gembira.
Rojali menatap celana jeans cutbray kesayangannya dan mencium lembut dan mesra celana dekil kusam dan bau lusuh itu dengan penuh perasaan cinta, lalu berkata,
" Maafkan aku yaa Cutbray Disko, untuk sementara aku ga pake kamu dulu, soalnya harus pake celana katun tuksedo yang sangat menyiksa ini hingga perlombaan selesai ",
Ujar Rojali lembut penuh kasih sayang.
Lalu Rojali mengambil sebuah kaos yang paling keren dan terlihat sangat berbeda dari kaos kaos yang biasa dipakainya, berwarna putih mutiara, dengan tulisan indah berwarna hitam yang keren, tulisannya adalah.......
Abang Rizal Yang Ganteng Mempesona
Rojali tersenyum bahagia, sambil memakai celana hitam tuksedo nya dan memakai dasi kupu kupu yang manis pada kaos keren yang dipakainya itu, sambil berkata,
" Sepertinya ga apa apa pake kaos ini, yang penting pake dasi kupu kupu dan pake celana katun, hehehehe ",
Ujar Rojali sambil cengengesan cerdik dan smart.
__ADS_1
Lalu Rojali memasukan kakinya yang besar dengan perjuangan keras kedalam sepatu pantofel mengkilat untuk ke undangan, yang tampak kekecilan, hingga ujungnya jebol dan
membebaskan jempol kakinya hingga dapat goyang goyang disko menghirup udara bebas.
Rojali pun tersenyum lega dan bahagia, kemudian sambil bersiul riang gembira Rojali pun bersiap berangkat ke sekolah khusus tercinta, yang telah menunggu dengan setia para anak anak murid ABG yang tak pernah lelah menertawakan dengan tawa hangat yang membahana dan sampai ngakak berguling guling setiap melihat penampilan Rojali dan friend nya yang nyentrik, ajaib dan amburadul itu.
*********** ( (◔‿◔) ) *************
Di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong.
Terlihat wajah Mr Blek yang Gundah gulana,
dengan kacamata bulatnya dan pipi yang kempot kempot, sambil berjalan hilir mudik di ruangannya.
Dan terlihat Bu guru Dona dan Bu guru Juminten yang duduk manis, menatap puyeng pada sang kepala sekolah yang bolak balik kayak setrikaan itu.
Dan kemudian Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal itu berkata, sambil mengelus kepala botaknya yang kinclong,
" Bu guru Juminten, saya khawatir sekali dengan keadaan Madam Jovanka yang kemaren sampai pingsan shock melihat penampilan memalukan dari tiga mahluk aneh bin ajaib yang super nyentrik itu ",
Ujar Mr Blek sambil mengambil handuk, yang tampaknya Mr Blek jadi sering beser bolak balik ke WC akhir akhir ini.
Bu guru Juminten yang hari ini tampak sangat anggun, dengan sanggul rambut tertata menjulang tinggi menggunung, dan menancap gagah tusuk konde emasnya itu,
" Bapak kepala sekolah yang fenomenal jangan risau dan gelisah, menurut pengamatan saya, Madam Jovanka akan maklum dengan kejadian yang tidak terduga dan tidak disengaja kemaren, saya juga sempat kaget dan shock juga sih, namun kejadian kemarin memang murni tidak sengaja, dan kecelakaan yang memalukan saja bapak kepala sekolah yang fenomenal ",
Ujar Bu guru Juminten dengan wajah yang merona merah, dan terlihat seperti mimisan hidungnya.
Mr Blek tampak menjadi sedikit tenang jiwa dan raganya kembali, sambil tersenyum lega Mr Blek pun duduk di Sofanya yang empuk sambil menunggu kedatangan para juri kehormatan, yaitu Madam Jovanka yang sangat cantik namun sangat berkharisma dan berwibawa, serta tiga orang staf ahli mangut mangut dan ahli geleng geleng itu tiba.
Dan tak lama kemudian Madam Jovanka beserta tiga orang juri kehormatan lainnya pun tiba, dan masuk ke dalam ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu.
Dan Madam Jovanka yang sangat berwibawa dan kharismatik itu pun duduk di sofa yang paling empuk dengan sangat anggun dan bersahaja, diikuti tiga orang staf ahli mangut mangut dan geleng geleng yang duduk manis berjejer di sampingnya.
Tiba tiba terdengarlah suara hiruk pikuk,
tawa riuh rendah yang bergemuruh, yang berasal dari halaman parkir di gedung sekolah khusus itu
Mr Blek dengan wajah pucat pasi, dan berkeringat dingin melirik kepada Madam Jovanka, namun sungguh diluar dugaan sang kepala sekolah yang botak dan kinclong itu, karena sang Madam tampak tersenyum riang, dan pipinya merona merah jambu, mirip dengan warna pipi Bu guru Juminten yang sama sama merona merah jambu, kemudian Madam Jovanka tersenyum lembut dan berkata dengan anggun,
" Coba kita lihat apa yang terjadi di luar sana Mr Blek ",
__ADS_1
Ujar sang Madam sambil tersenyum bahagia.
Dengan buru buru Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal segera menyalakan layar monitor besar di ruangannya itu.
Dan seperti dugaan mereka semua, di sana terlihat kerumunan para anak anak murid ABG yang sedang menyambut kedatangan tiga orang yang super aneh bin ajaib dan nyentrik
yang baru saja turun dari Vespa bututnya Rojali yang mengeluarkan suara suara aneh dan sangat berisik itu.
Dan berjalanlah ketiga mahluk ajaib dan nyentrik super langka itu sambil senyum senyum cengengesan dan melambaikan tangan pada para anak anak murid ABG yang sangat heboh mentertawakan mereka sampai loncat loncat bahagia dan tawa terbahak bahak melihat penampilan mereka bertiga.
..... Hahahaha.....hahahaha....hahahaha.....
....semangat suhu kribo !!!......hahahaha...
....masa pake kaos, terus pake dasi kupu kupu ...hahahaha....hahahaha......
....itu bulu jambang buatannya luntur pak, jadi ....gundul pitak ...Hahahaha....ujar seorang anak pada bro Aldi...hahahaha....hahahaha....
....bulu hidungnya udah beruban jadi bule ..hahahaha...hahahaha.....
Tampak suasana sangat hangat penuh keceriaan dan kegembiraan, dari para anak anak murid ABG itu.
Dan tiba tiba terdengar suara Bu guru Dona yang sangat jelas dan keras terdengar ke seluruh sudut gedung sekolah khusus itu,
" Baiklah anak anakku tercinta silahkan masuk ke kelas masing masing untuk perlombaan selanjutnya, dan untuk para guru wali kelas silahkan berkumpul di gedung olahraga untuk lomba tes fisik, jadi ada dua lomba yang dilakukan terpisah agar tidak terlalu heboh !! ",
Ujar Bu guru Dona dengan suara merdu dan tegas.
Para anak anak murid ABG itupun segera masuk ke kelasnya masing masing sambil tertawa cekikikan riang gembira, sedangkan para guru wali kelas mereka berjalan menuju gedung olahraga dengan hati yang berdebar.
Tampak Madam Jovanka seperti merenung, berusaha mengingat ingat sesuatu, kemudian dia bergumam sendiri hingga tidak ada yang mendengarnya,
" Aku seperti pernah mendengar atau ingat sesuatu ketika membaca tulisan di kaos yang dikenakan oleh pria kribo yang super ajaib tapi mempesona itu
..Abang Rizal yang Ganteng Mempesona....
************** ( (◔‿◔) ) *************"
Hai para pembaca yang Budiman 😁🙏🙏
jangan lupa dukung Author 😁🙏🙏
__ADS_1
dengan jempol 👍 like dan favoritnya ❤️❤️
jangan lupa do'akan Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini 😁🙏🙏 makasih