Cinta Memang Aneh

Cinta Memang Aneh
Misteri sosok Abang Rizal Yang Ganteng Mempesona bagian ke 4


__ADS_3

Di dalam ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal,


Masih dalam suasana yang hangat dan riang,


sambil menikmati makanan dan minuman,


tampak Bu guru Dona, Bu guru Juminten, serta tiga orang dewan direksi staf ahli dalam hal mangut mangut dan geleng geleng kepala


dan tak lupa juga sang kepala sekolah yang sangat fenomenal yang berkepala plontos dan kinclong yaitu Mr Blek, tampak mereka sangat penasaran dan antusias mendengarkan kelanjutan cerita dari Madam Jovanka yang sangat mendebarkan itu.


Madam Jovanka tampak sangat cantik dan bersahaja, dengan senyuman manis di bibir nya ia pun berkata,


" Maaf sampai mana ya ceritanya ? ",


Tanya Madam Jovanka yang agak linglung, karena habis bersendawa keras yang ga ketahan karena perutnya kembung kebanyakan minum air putih.


Mr Blek buru buru segera menjawab dengan sangat antusias dan bersemangat,


" Sampai Madam memberanikan diri bertanya pada pemuda ganteng mempesona itu, ....


maukah kau jadi pacarku ? ",


Ujar Mr Blek dengan sangat percaya diri dan kepedean.


Sang Madam mendelik marah pada Mr Blek yang botak namun kinclong, dengan agak sewot, lalu segera mengklarifikasi agar yang lain ga dong dong kayak Mr Blek,


" Enak aja sembarangan !! bukan itu yang aku tanyakan ",


Ujar Madam Jovanka marah pada Mr Blek.


Mr Blek tertunduk malu dan berkata takut takut pada Madam Jovanka,


" Maaf Madam, kirain menyatakan perasaan kayak di film film, hehehehe .. ",


Ujar Mr Blek ngeles kayak bajai.


Madam Jovanka tersenyum lalu melanjutkan kembali ceritanya yang sempat tertunda, karena ada bajai lewat,


" Pada saat di kelas, dengan mata kuliah yang sama, kami duduk bersebelahan, dan pada saat dosen lagi ke WC, aku pun menanyakan sesuatu pada pemuda itu, sesuatu hal yang selalu ingin aku tanyakan dari awal kami berjumpa....... ",

__ADS_1


Madam Jovanka berhenti sejenak untuk minum air putih.


Mr Blek dengan mata melotot dan pipi kempot kempot udah sangat penasaran dan ga sabar, lalu nyeletuk bertanya,


" Nanya apa Madam ?? sejak awal berjumpa lagi, jangan jangan.... ",


Ujar Mr Blek kembali kepo dan sok tau.


Bu guru Dona, Bu guru Juminten dan tiga staf ahli mangut mangut dan geleng geleng kepala itu pun tertawa cekikikan melihat tingkah laku Mr Blek yang konyol, namun Madam Jovanka terlihat kesel sama si botak kinclong itu.


Madam Jovanka tidak menggubris si botak kinclong itu dan melanjutkan kembali ceritanya,


" Semenjak awal berjumpa, pemuda itu sangat disukai baik oleh teman teman cowoknya ataupun teman teman ceweknya,


karena dia sangat lucu, kocak dan sangat menghibur semua orang dengan tingkah lakunya yang kadang konyol dan nyebelin,


dan dia selalu berusaha untuk menghibur semua orang yang terlihat sedang bersedih,


maka aku pun penasaran dengan sifat pemuda itu yang begitu care terhadap orang lain, maka aku pun memberanikan diri untuk bertanya padanya, kok bisa sih demi menghibur orang lain yang sedang bersedih kamu sampai jadi bahan tertawaan orang lain,


tanyaku pada pemuda ganteng mempesona itu, dan jawabannya sangat membuat hatiku bergetar dan teringat terus hingga sekarang ",


Mr Blek tampak sudah gatal mau ngomong dan menanyakan kelanjutan cerita Madam Jovanka, namun Bu guru Juminten dengan sigap menginjak jempol kaki Mr Blek sehingga Mr Blek menjerit kesakitan sampai kuaci yang lagi dikunyah oleh Mr Blek loncat dan nempel di pipi salah satu anggota dewan direksi yang sedang bengong takjub mendengar cerita Madam Jovanka.


Madam Jovanka pun melanjutkan kembali ceritanya, dengan mata indahnya yang berkaca kaca,


" Pemuda ganteng mempesona itu menjawab pertanyaan ku sambil tersenyum lucu, ceria


dan sangat manis,


dia menjawab, ...Hidup di dunia ini hanya satu kali, dan manusia yang hidup sebenarnya banyak menangis karena selalu ada beban hidup dan masalah di dunia ini, oleh karena itu alangkah indahnya andai saja aku bisa menghibur atau membuat orang tersenyum,


dan membuat orang senang dan bahagia, karena senyum itu ibadah, ujar pemuda ganteng mempesona itu sambil tersenyum manis padaku ",


Ujar Madam Jovanka sambil memegang dadanya yang berdebar kencang dan pipinya yang merona merah jambu.


Mr Blek tanpa sadar mulutnya melongo takjub, dan matanya melotot tak berkedip, lalu Mr Blek bertepuk tangan, sambil berkata,


" Luar biasa....sungguh luar biasa sekali pemuda itu Madam ",

__ADS_1


Ujar Mr Blek terpesona takjub, sambil tepuk tangan, dan diikuti oleh semua yang duduk di sana mendengar cerita dari Madam Jovanka,


semuanya bertepuk tangan dengan meriah.


Tampak Bu guru Juminten pun terharu dan merenung mendengarnya, sedangkan Bu guru Dona yang cantik namun agak dong dong tampak bingung kenapa orang orang semua bertepuk tangan.


Madam Jovanka tersenyum lalu berkata,


" Sebenarnya banyak sekali kejadian kejadian kecil namun luar biasa, salah satu contohnya adalah ketika mau ujian UTS berlangsung, di saat tiap siswa siswi kuliah tegang mau ujian,


karena dosennya killer, eh pemuda yang ganteng mempesona itu malah datang terlambat dengan baju yang keringetan abis lari lari, sontak aja para cewek cewek pada merhatiin sosok pemuda yang ganteng mempesona itu, karena walaupun dia keringetan namun justru terlihat makin jantan dan macho dengan bulu dadanya yang menyembul keluar, sedangkan sang dosen killer tampak bagai mau menerkam galak dengan suara yang menggelegar marah dan mata yang melotot kayak mau loncat, sang dosen bertanya dengan galak dan sadis, KENAPA KAMU TERLAMBAT ??, dan sang pemuda yang ganteng mempesona itu malah cengengesan sambil tersenyum riang dan gembira, menjawab dengan santainya,


Maafkan saya Pak, saya terlambat soalnya saya lari dari Margahayu Raya sampai Kampus Pak, ujar sang pemuda yang ganteng mempesona itu sambil cengengesan, tentu saja semua murid yang mau ujian dan sang dosen killer melongo kaget ga percaya, karena jarak dari Margahayu Raya ke kampus ada sekitar lima belas kilo meter, dan sang dosen killer pun bertanya lagi dengan kesal dan marah, kamu jangan bercanda ya, kenapa kamu lari menuju kampus, kan bisa pake angkot ?? tanya sang dosen killer melotot, dan jawaban sang pemuda yang ganteng mempesona itu membuat semua murid dan si dosen killer itu terdiam.


Maaf pak, asalnya saya mau naek angkot, karena ongkosnya cuma dua ribu rupiah saja,


tapi pas mau naek angkot, saya melihat ada nenek nenek yang sudah sangat renta menggendong cucunya yang masih tiga tahun, dan tampaknya mereka sangat lapar,


tanpa pikir panjang saya kasihkan semua uang saya pak pada nenek itu, untuk bisa beli beras dan tempe juga tahu, karena saya masih kuat buat berlari sampai kampus, jawab sang pemuda yang ganteng mempesona itu dengan santai kayak di pantai. "


Madam Jovanka menghela nafas panjang mengakhiri ceritanya, dan sang Madam tersenyum melihat Mr Blek, Bu guru Juminten, dan tiga dewan direksi staf ahli mangut mangut dan geleng geleng itu, yang pada nangis Bombay denger cerita sang Madam.


Sedangkan Bu guru Dona dengan wajah yang lugu polos dan dong dong sibuk bertanya,


" Ada apa nih ? kenapa pada nangis ? ",


Tanya Bu guru Dona yang sangat cantik dan dong dong itu.


" Nama pemuda yang ganteng mempesona itu adalah Abang Rizal ",


Ucap Madam Jovanka pelan.


********* ( (◔‿◔) ) ***********


...Hai para pembaca yang Budiman 😁😁😁...


...jangan lupa dukung Author 😁🙏🙏...


...dengan jempol 👍 like dan favoritnya ❤️❤️...

__ADS_1


...do'akan semoga Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini 😁🙏🙏 terimakasih 😁🙏🙏...


__ADS_2