
Pagi yang cerah ceria, mentari pagi bersinar menghangatkan dan menemani keceriaan dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah wajah lugu, anak anak murid yang masih ABG,
di sekolah khusus yang penuh kehangatan dan tawa canda gembira.
Waktu menunjukan pukul sembilan kurang sepuluh menit, yang berarti waktu untuk perlombaan yang spektakuler akan berlangsung sepuluh menit lagi.
Terlihat panitia dan para juri sudah bersiap siap.
Madam Jovanka yang terlihat sangat anggun dan berwibawa, tersenyum kharismatik, diikuti oleh tiga orang dari dewan direksi yang menemaninya menjadi juri kehormatan.
Bu guru Juminten terlihat sangat cantik dan perkasa, dengan rambutnya yang hitam panjang disanggul menjulang tinggi menggunung, dengan tusuk konde emasnya yang nungging di atasnya, dengan mengenakan kain kebaya berwarna hitam dan ke atasan juga hitam, dan tak lupa mengenakan kacamata hitam juga, hingga mirip Woman in Black Kebaya.
Mr Blek sudah mempersiapkan kacang dan kuaci juga popcorn, untuk cemilan sambil menonton pertandingan itu, di dalam toples kaca, di meja ruangannya yang sangat fenomenal.
Para murid murid ABG yang ceria dan para wali kelasnya masing masing, berada di kelasnya masing masing sambil menunggu instruksi dan pengumuman yang akan di ucapkan oleh Bu guru Dona lewat pengeras suara, dan akan terdengar sangat jelas di tiap ruangan kelas, lewat speaker dan microphon yang ada di tiap ruangan kelas.
Dan terdengarlah suara Bu guru Dona yang sangat merdu dan misterius,
" Baiklah para murid murid dan juga para guru guru tercinta, mari kita mulai perlombaan untuk memeriahkan acara pesta perpisahan kelulusan murid murid terbaik kita.
Perlombaan pertama ini adalah pertandingan pembuka, dan hanya diikuti oleh seluruh murid murid saja yang akan bertanding secara tim, mewakili kelasnya masing masing, oleh karena itu silahkan para murid murid semua berkumpul di aula belakang gedung sekolah kita tercinta, dan para guru wali kelas dapat beristirahat di ruangan kelas
tidak boleh keluar membantu murid muridnya,
kalo ada yang melanggar akan di diskualifikasi kelasnya !! ",
Ujar Bu guru Dona dengan merdu dan tegas.
Keadaan pun menjadi riuh bergemuruh, para murid murid ABG itu keluar dari kelasnya masing masing, berjalan menuju gedung aula di belakang sekolah.
Dan para guru wali kelasnya menunggu di dalam ruangan kelasnya masing masing dengan perasaan ga karuan, karena tidak tau perlombaan apakah gerangan yang diadakan.
Termasuk Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy yang duduk manis sambil cengengesan pake setelan jas tuksedo dan dasi kupu kupu yang manis.
**************** ( 。◕‿◕。 ) ***************
Di gedung aula yang megah, telah berdiri Bu guru Dona yang cantik dan Bu guru Juminten yang perkasa, berdiri untuk memberikan pengarahan pada para murid murid ABG yang ceria dan sangat bersemangat berjiwa muda bergelora.
Dengan tersenyum manis Bu guru Dona berkata dengan lembut dan misterius,
" Anak anakku tercinta, silahkan berkelompok
menurut kelasnya masing masing, coba perhatikan di taman kita yang asri dan terhampar luas ini, telah disediakan papan papan kanvas ukuran besar dengan tinggi tiga meter dan lebar dua meter.
Silahkan tiap tiap kelas mendapatkan sebuah kanvas, dan silahkan bekerjasama untuk membuat sebuah lukisan yang menurut kalian paling istimewa dan indah, waktunya
tiga jam dari sekarang, silahkan dimulai, perlengkapan melukis telah ada lengkap di sana !! ",
Suara Bu guru Dona memberikan instruksi lomba terdengar sangat merdu dan jelas.
Dan para anak anak murid ABG itupun mulai sibuk melukis secara bergotong royong dan bekerja sama tiap kelas, untuk berusaha melukis seindah dan sebagus mungkin.
Suasana menjadi heboh, hangat dan ceria dengan suara suara canda tawa para anak anak murid ABG itu, yang sangat menikmati melukis di taman terbuka yang asri ditemani oleh pohon pohon dan bunga bunga yang indah berseri.
__ADS_1
Dan terlihat para juri kehormatan berjalan berkeliling mengamati kegiatan lukis melukis anak anak murid ABG itu,
Dan terlihat sinar mata yang penuh kekaguman dan keterkejutan di sudut mata Madam Jovanka yang indah, dan terlihat senyum misterius di bibirnya yang tebal.
Akhirnya waktu tiga jam selesai ......
" Baiklah anak anakku tercinta silahkan kembali ke kelas masing masing ya, silahkan istirahat satu jam, nanti akan ada instruksi selanjutnya !! ",
Ujar Bu guru Dona sambil tersenyum cantik penuh misteri.
Dan para anak anak murid ABG itupun kembali ke kelasnya masing masing dengan tertib, sambil bercengkrama dan berdendang riang gembira, karena mereka telah berusaha semaksimal mungkin.
************ ( 。◕‿◕。 ) *************
Di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal.
Terlihat sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong duduk di Sofanya yang empuk, sambil membersihkan dan menyembunyikan kacang kacang, kuaci dan popcorn yang berserakan di mejanya,
agar tidak ketahuan oleh Madam Jovanka.
Dan tiba tiba saja pintu ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal terbuka, dan Mr Blek melompat kaget bagai kucing yang ketauan maling ikan asin, dengan mata bulat melotot dan pipi kempot kempot, sang kepala sekolah yang fenomenal segera berdiri dan menyapa tamu kehormatan yaitu Madam Jovanka dan tiga orang direksi yang seperti body guard nya sang Madam.
" Selamat pagi Madam, silahkan duduk ! ",
Ucap Mr Blek gelagapan, sambil tangannya melempar biji kuaci ke kolong meja dari balik punggungnya.
Sang Madam tersenyum dengan anggun, kemudian dia dan tiga orang staf ahli mangut mangut dan geleng geleng itu pun lalu duduk di kursi yang telah disediakan.
Dan kemudian disusul oleh Bu guru Dona yang tampaknya habis menabrak tembok, karena wajahnya tertutup oleh gunungan berkas berkas kertas yang berantakan di tangannya.
Akhirnya setelah semua sudah duduk di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu, maka Mr Blek berkata dengan hati hati,
" Baiklah untuk perlombaan pembuka ini telah selesai dilaksanakan, bagaimana kira kira hasilnya Madam Jovanka sebagai juri yang terhormat, dan juga juri juri kehormatan yang lain ? ",
Ujar Mr Blek tersenyum sambil menatap pada Madam Jovanka, sedangkan tiga juri yang lain, hampir saja dilupakan oleh Mr Blek.
Madam Jovanka tersenyum kharismatik dan langsung berbicara dengan sangat berwibawa,
" Hasil dari lukisan lukisan para murid murid tiap kelas sangat luar biasa, sangat bagus sekali dan sangat indah, hampir semuanya rata rata melukis pemandangan yang indah, ada pemandangan gunung gunung, pemandangan sawah sawah pedesaan yang hijau, pemandangan di laut biru dan pantainya yang indah, tapi ........ ",
Ujar Madam Jovanka sambil tersenyum dan menghentikan pembicaraannya hingga membuat semua orang di ruangan sang kepala sekolah menjadi sangat penasaran.
Hingga akhirnya Bu guru Juminten tidak kuasa menahan rasa penasarannya dan berkata,
" Tapi kenapa Madam ?? ",
Ujar Bu guru Juminten sangat penasaran.
Madam Jovanka tersenyum bangga, dan melanjutkan pembicaraannya,
" Tapi ada tiga kelas yang gambarnya sangat jelek sekali, tapi..... ",
Ujar Madam Jovanka tersenyum lagi dan menghentikan lagi tapinya di tengah pembicaraan membuat semua orang di sana tambah penasaran.
__ADS_1
Dan akhirnya Mr Blek yang ga tahan, karena dia udah kebelet pengen ke WC tapi sang Madam ngomongnya lama, segera berkata,
" Tapi kenapa Madam, tolong segera beri tahu
dong kedondong dimakan berondong, ...UPS ...maaf jadi latah ",
Ujar sang kepala sekolah yang latah dan kagetan.
Madam Jovanka tersenyum dan menyeringai misterius, lalu berkata dengan berwibawa,
" Tapi tiga kelas yang lukisannya sangat jelek,
norak dan amburadul itulah pemenangnya di lomba lukis ini ",
Ujar Madam Jovanka sambil tersenyum misterius.
Tampak Mr Blek, Bu guru Dona, Bu guru Juminten, apalagi tiga orang staf ahli mengangguk dan menggeleng itu tampak sangat kaget dengan mulut melongo.
Tapi mereka semua tidak ada yang berani membantah keputusan Madam Jovanka.
Kecuali Bu guru Juminten yang ahli psikologi dan intelijen yang mengenakan kostum serba hitam dan kacamata hitam, serta tusuk konde emas yang nungging di atas sanggul rambutnya yang menggunung.
" Maaf Madam, boleh lebih dijelaskan alasannya, saya penasaran banget deh pasti ada hal yang sangat spektakuler ",
Ujar Bu guru Juminten dengan cerdik dan perkasa.
Madam Jovanka tersenyum manis dan gurih,
lalu berkata,
" Diantara semua kelas, semuanya hampir rata rata melukiskan pemandangan yang indah, karena memang Bu guru Dona menginstruksikan untuk melukis sesuatu yang spesial dan indah, namun kelas B, kelas F dan kelas H, lukisannya sangat aneh, norak dan amburadul, karena kelas B melukis seorang pria berambut kribo mirip jamur dan brokoli pake celana jeans cutbray dengan celana mirip gembel banyak bolong dan benang kusut dimana mana, kelas F melukis seorang pria matanya bulat dengan banyak jerawat, bulu jambang nya sebelah gundul dan sebelah lebat, pake kemeja polkadot, dan kelas H lebih aneh karena lukisannya adalah seorang pria dengan terlihat banyak bulu hidung daripada wajahnya yang ga jelas, kemudian pake celana kekecilan seperti tiga perempat yang menyembul kan bulu bulu kaki yang lebat, udah gitu ada gambar love love ga jelas di sekelilingnya ",
Ujar Madam Jovanka tersenyum lembut.
Tampak Mr Blek, Bu guru Dona, dan tiga staf ahli mengangguk dan menggeleng masih bengong ga ngerti, hanya Bu guru Juminten yang tersenyum sambil meneteskan air mata.
" Hebat sekali Madam, saya sangat menghormati kejelian Madam yang luar biasa, tentu saja pemenangnya adalah ketiga kelas itu, sebab bagi anak anak murid ABG kelas B, kelas F dan kelas H, bagi mereka semua yang paling spesial dan paling indah,
adalah adanya pak guru Rojali, pak guru Aldi dan pak guru Jeremy, yang sangat mereka sayangi ",
Ujar Bu guru Juminten sambil meneteskan air mata.
Disambut senyuman Madam Jovanka, dan tepuk tangan dari Mr Blek, Bu guru Dona dan tiga orang staf ahli yang kerjanya bisanya mengangguk dan menggeleng itu.
************ ( (◔‿◔) ) **************
...Hai para pembaca yang Budiman 😁😁🙏...
...jangan lupa dukung Author 😁🙏🙏...
...dengan jempol 👍 like dan favoritnya ❤️❤️...
...do'akan semoga Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini 😁🙏🙏 terimakasih (◠‿◕)...
__ADS_1