
Pagi yang indah ceria di kota Bandung yang sejuk dan Asri.
Terlihat di sudut kota Bandung yang berudara dingin dan berembun di pagi hari itu.
Tampak seorang pemuda berambut kribo yang mumbul dan berjambul, bagaikan jamur dan brokoli, sedang bersiap siap untuk berangkat dengan senyum yang menghiasi bibirnya yang Jontor, dan terlihat pipinya yang kempot kempot ceria sambil bersiul dan berdendang.
Rojali tampak sangat bersemangat sekali, terlihat dari senyumnya yang cengengesan, dan mata bulatnya yang berbinar ceria.
Dan dia pun langsung mengenakan celana jeans cutbray kesayangannya yang sempat digantikan celana tuksedo beberapa saat yang lalu, dan kini setelah perlombaan yang spektakuler itu selesai, sang cutbray disko dapat kembali ke peraduannya yang semestinya.
Sambil bersiul dan berdendang, Rojali mengambil sebuah kaos berukuran kedodoran dan kebesaran dengan warna pinky dan sebuah tulisan yang indah dan berseni di dadanya Senyum itu Ibadah 。◕‿◕。
Dan Rojali segera mengecup mesra sepatu kets nya yang usang dan jebol, lalu memakainya, dan segera saja jempol kakinya bergoyang disko di balik celah sepatu kets nya yang jebol.
Sambil berdendang ceria Rojali pun bersiap turun dari kamar kosannya yang amburadul berantakan, dengan gundukan gundukan kaos kaki dan celana dalam juga kaos dalam yang amburadul berserakan bertumpuk dan menggunung di tiap sudut kamar kosannya.
Bu Juleha sudah menunggu dengan senyum lebar dan perut berguncang menahan geli melihat penampilan Rojali yang sangat spektakuler.
" Hahaha....hahahaha....nak Rojali yang ganteng maut hendak kemanakah gerangan sudah unyu unyu gitu rambutnya yang kribo mumbul bagai jamur dan brokoli bikin baper hahahaha....hahahaha.... ",
Ujar Bu Juleha dengan perut berguncang sambil cekikikan.
Rojali yang terharu mendengar sambutan hangat Bu Juleha pun tersenyum dan berkata,
" Selamat pagi Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, Rojali seperti biasa mau ke sekolah untuk mengajar, dan sebelumnya jemput neng Fanny dulu buat nganter ke kampus, hehehehe ",
Ujar Rojali malu malu.
Bu Juleha pun tersenyum, lalu berkata,
" Semangat nak Rojali yang mumbul kribo berjambul disko, hehehehe ...hehehehe ...
oiya, nanti pas acara puncak pesta di sekolah,
tamu dari luar boleh nonton ga nak Rojali ? ",
Tanya Bu Juleha misterius.
Rojali yang lugu dan polos menjawab sambil cengengesan,
" Sepertinya banyak sopir sopir pribadi dan ibu ibu orang tua murid yang nimbrung datang, jadi kayaknya sih boleh boleh aja sih Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong,
hehehehe....hehehehe....",
Ujar Rojali polos dan dong dong.
Akhirnya Rojali pamitan berangkat pada Bu Juleha, dan Rojali pun berangkat mengendarai Vespa bututnya yang mengeluarkan suara suara aneh dan berisik.
...DOT.....DOT.....Brottt .....Brottt.......
***********( (◔‿◔) ) ***********
Di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal, terlihat Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong sedang duduk di Sofanya yang empuk, tampak sedang serius memandang para juri kehormatan yang duduk santai di depannya, lalu ada Bu guru Dona dan Bu guru Juminten yang sangat cantik, duduk pula di sana, tampaknya mereka sedang membahas sesuatu.
Madam Jovanka yang elegan dan sangat kharismatik, tersenyum dan berkata,
__ADS_1
" Perlombaan tahun ini, yang diadakan untuk memeriahkan acara pesta perpisahan murid
murid, hasilnya sangat luar biasa dan sangat spektakuler, bukan begitu Bu guru Dona dan Bu guru Juminten ? "
Ujar Madam Jovanka sambil tersenyum dan menatap tajam Bu guru Dona dan Bu guru Juminten.
Bu guru Dona yang sangat teliti dan cermat juga super sibuk dengan berkas berkas file dan kertas kertas yang berantakan itu pun menjawab dengan lugas dan tegas,
" Benar sekali Madam, untuk perlombaan kali ini, hasilnya sangat spektakuler, yang biasanya tiap tahun juara umumnya selalu dikuasai oleh Mr Macho Man dan Mr Gunilar,
tampaknya tahun ini mereka kalah jauh dan hanya berhasil di urutan ke empat dan kelima,
untuk hasil ujian olahraga fisik, bahkan sampai melampaui rekor di ujian olahraga fisik, sedangkan untuk hasil lomba puisi anak anak murid dari kelas A sampai Z, silahkan Madam Jovanka yang membacakan hasilnya ",
Ujar Bu guru Dona dengan polos dan dong dong.
Madam Jovanka tersenyum lalu berkata,
" Baiklah untuk tahun ini kita kedatangan tiga orang guru yang super ajaib, yang sangat lucu dan nyentrik, dan mereka bertiga sangat luar biasa sekali, sangat spektakuler dan sangat mengejutkan, hasil dari lomba puisi di hari terakhir pun, sudah saya duga hasilnya, dari kelas A sampai kelas Z para murid murid semua membuat puisi yang sangat indah dan memukau, namun kelas B, kelas H dan kelas F, lagi lagi membuat sebuah puisi yang mengejutkan, dan tiga kelas itulah juaranya,
bisa tolong dibacakan Bu guru Juminten untuk puisi ketiga kelas itu yang dibuat sepenuh hati oleh murid murid kelas tersebut !! ",
Ujar Madam Jovanka sambil tersenyum.
Bu guru Juminten yang mengenakan setelan kebaya berwarna biru langit tampak sangat anggun dan mempesona, bak putri kahyangan bermahkota kan sanggul rambut menggunung dengan tusuk konde emas tertancap mantap dan nungging di atasnya,
lalu dengan suara merdunya Bu guru Juminten berkata genit,
" Untuk kelas B puisinya adalah :
kau mendatangkan berjuta kebahagiaan dan keceriaan di sekolah kami, rambutmu yang kribo mumbul dan berjambul bagaikan jamur dan brokoli.
Wajahmu yang polos dan cengengesan, tampak lugu dan tulus dalam menyayangi kami yang selalu tertawa terbahak bahak sampai jungkir balik.
Celana jeans cutbray lusuh, dekil dan Kumal berbau apek itu, tak mengurangi kelincahan mu dalam joget disko ala penyanyi tahun 60an, diiringi jempol kakimu yang hitam yang menari disko dibalik celah sepatu kets mu yang sudah jebol.
Bunyi suara kenalpot Vespa butut mu yang amburadul dan sangat berisik dan aneh itu,
selalu kami tunggu tunggu dan kami nantikan dengan hati yang berdebar kangen dan rindu untuk segera tertawa riang terbahak bahak,
melihat penampilanmu yang sangat dahsyat amburadul norak tapi ngangenin.
Kami sangat menyayangimu Suhu Kribo. ",
Bu guru Juminten tersenyum sambil melirik Madam Jovanka yang tampak sangat tersentuh dan melamun.
Terlihat Madam Jovanka melamun dan matanya berkaca kaca, lalu Madam Jovanka berkata,
" Sudah jelas kelas B juara pertama Lomba puisi ini !!! ",
Ujar Madam Jovanka tegas sambil tersenyum
puas.
Mr Blek, Bu guru Dona, Bu guru Juminten serta tiga orang staf ahli mangut mangut dan geleng geleng itu, mengangguk setuju dan bertepuk tangan memberikan applaus pada Madam Jovanka yang sangat luar biasa jeli dalam pengamatannya.
__ADS_1
Madam Jovanka kemudian menyuruh Bu guru Juminten membacakan hasil puisi kelas F dan kelas H, yang ternyata puisinya juga serupa menceritakan tentang wali kelas mereka yaitu bro Aldi dan bro Jeremy yang sangat ajaib dan nyentrik dengan penuh kasih sayang dan rasa cinta mereka pada guru wali kelasnya itu.
Bu guru Juminten menarik nafas panjang kemudian berkata,
" Puisi kelas F adalah :
Wahai pria bermata bulat dengan alis tebal dan wajah penuh jerawat yang hitam manis.
Kau sungguh baik hati dan sangat penyayang.
Wajahmu yang culun dengan bibir tebal yang Jontor, selalu membuat kami cekikikan tak berdaya.
Apalagi kalo melihat bulu jambang mu yang gundul sebelah, dan yang sebelah lagi hitam lebat, membuat kami guling guling terbahak bahak melihatnya.
Dan pak guru engkau dengan sabar dan cuek
dengan senyum lembut mu, tidak pernah sedikitpun marah pada kami semua.
Kami sempat mau patungan memberikanmu kemeja baru, karena kami selalu hapal dirimu ga pernah ganti kemeja polkadot semenjak hari pertama engkau datang, dan sudah hampir setahun ga pernah ganti ganti.
Semangat terus pak guru jambang tidak simetris, kami menyayangimu. ",
Hadirin semua yang berada di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu bertepuk tangan dan terharu.
Kemudian Bu guru Juminten melanjutkan lagi pembacaan puisinya,
" Untuk kelas H puisinya adalah :
Hai pria bule yang ganteng mempesona,
Wajahmu yang tampan dan rupawan, dengan tubuh yang sangat atletis dan macho membuat kami betah memandangmu, hanya sedikit saja koreksi untuk membangun pak,
jangan suka mencabut bulu hidung sembarangan, jangan sering mimisan dan mencret di celana, dan celana katun nya diganti jangan yang kekecilan sampai bulu bulu kaki pada menyembul berantakan gitu,
Tetap semangat ya Suhu Jeremy, jangan pernah berubah dengan sifat mu yang lugu,
polos cool tapi sangat menyayangi kami dengan penuh kasih sayang.
I love u pak guru ganteng . ",
Bu guru Juminten agak heran dan berkerut keningnya, Bu guru Juminten berpikir ini pasti Sophia yang nulis puisi, namun akhirnya Bu guru Juminten cuma bisa diam mendengarkan tepuk tangan dari seluruh hadirin, termasuk Mr Blek yang sangat antusias bertepuk tangan sampai jingkrak jingkrak bagai anak kecil dapet balon.
Tampak Madam Jovanka merenung dengan serius dan berpikir sangat dalam,
" Tidak salah lagi, Abang Rizal Yang Ganteng Mempesona itu sepertinya adalah dia....namun apa hubungannya dengan Rojali pemuda aneh bin ajaib yang sangat nyentrik dan norak itu ya ? jangan jangan ??...... ",
Madam Jovanka tampak serius dengan mata yang berbinar indah, dengan senyum tipis di bibirnya yang seksi.
*************** ( (◔‿◔) ) ************
...Hai para pembaca yang Budiman 😁😁🙏...
...jangan lupa dukung Author 😁🙏🙏...
...dengan jempol 👍 like dan favoritnya ❤️❤️...
__ADS_1
...do'akan semoga Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini 😁🙏🙏 terimakasih...