
Rojali menyikat giginya dengan semangat,
dan tenaga yang maksimal,
guna membersihkan kerak giginya yang menguning bandel.
Lalu berkumur dengan menggembungkan pipinya yang tembem,
Setelah merasa segar, Rojali tersenyum lebar,
memperhatikan giginya yang telah kinclong,
di depan cermin dalam kamar mandinya.
Sambil bersiul riang, Rojali keluar dari kamar mandinya dan langsung mengambil sebuah kaos berwarna jingga keemasan,
yang bertuliskan,
Tampan ini membuatku Hampa
Sambil tersenyum puas,
Rojali mengenakan celana jeans cutbray andalannya,
yang semakin banyak tambalannya, dan
banyak rumbai-rumbai yang menghiasi kakinya.
sambil bergaya di depan cermin, tampak Rojali seperti penyanyi disko tahun 60an yang nyasar ke jaman sekarang.
Ditambah sepatu kets yang memperlihatkan jempol kakinya,
Rojali tampak semakin ajaib dan aduhai.
Sambil bersiul dan berdendang, Rojali menuruni tangga rumah kosannya.
Dan langsung disambut Bu Juleha, dengan tawanya yang membahana dan seksi,
" Hahahaha.....hahahaha....hahahaha,
Selamat pagi nak Rojali yang super ajaib,
hihihihi... itu kaosnya sangat dahsyat menyilaukan mata,
dengan tulisan yang sangat mantap,
yang melambangkan rintihan hati pemuda kribo, hahahaha.....hahahaha.... ",
Tawa Bu Juleha, menyambut kedatangan Rojali.
Rojali sangat terharu dengan sambutan hangat dari Bu Juleha, dan berkata,
" Selamat pagi Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong,
terimakasih, Bu Juleha pagi pagi sudah menyapa Rojali dengan hangat ",
Ujar Rojali sambil menggaruk rambut kribonya yang mumbul.
Bu Juleha sambil cekikikan, berkata,
" Bagaimana perkembangan dunia persilatan,
antara nak Rojali dengan neng Fanny ? ",
Tanya Bu Juleha kepo.
Rojali tampak sedih, lalu berkata,
" Kemarin Rojali datang ke rumah neng Fanny,
eh taunya ada seorang pemuda bernama Ryo,
yang ngaku baru saja jadi pacarnya neng Fanny ,
Ujar Rojali sedih.
Bu Juleha tampak kasihan, melihat Rojali yang merana,
lalu Bu Juleha memberi semangat,
" Jodoh itu misteri Illahi,
sekarang tergantung dari nak Rojali sendiri,
masih ingin memperjuangkan cinta nak Rojali, atau menyerah kalah ",
Ujar Bu Juleha.
Rojali pun tersenyum dan berkata,
" Rojali sepertinya memang ditakdirkan untuk
bekerja keras dan ga boleh gampang menyerah, hehehe ",
Ujar Rojali sambil cengengesan.
Bu Juleha tampak senang mendengarnya,
dan berkata,
" Nah gitu dong, itu baru namanya pemuda kribo, bercelana cutbray disko,
__ADS_1
dan ber jempol kaki nongol,
yang yahud dan mantap ",
Ujar Bu Juleha sambil cekikikan.
Akhirnya, Rojali pamitan dan berangkat mengendarai Vespa bututnya yang antik dan berisik.
Rojali menjemput sobat sobatnya yang sama sama unik dan langka.
mereka bertiga pun, tertawa riang gembira berboncengan menuju sekolah.
Sesampainya mereka di sekolah,
mereka telah disambut dengan sorakan dan tepuk tangan yang meriah dari anak anak bandel, yang telah menunggu kedatangan mereka.
dan terdengar suara celetuk dari mereka,
" Tuh, bener kan, kemejanya masih tetap sama, ga ganti ganti semenjak jadi guru dari hari pertama, tetep kemeja polkadot ",
Celetuk seorang anak laki laki berponi sambil tertawa, menunjuk pada bro Aldi.
" Hari ini jambang yang sebelah kanan yang gundul, yang sebelah kiri panjang dan lebat "
Teman bocah itu menambahkan.
" Hahahaha , jumlah bulu hidung suhu Jeremy, genap, kan ?
tuh, dua lembar nongol dari hidungnya ",
Teriak seorang bocah botak sambil jingkrak-jingkrak gembira.
Akhirnya Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy masuk ke dalam ruangan guru,
untuk say hai pada kepala sekolah yang sangat fenomenal dan kinclong.
" Selamat pagi bapak kepala sekolah yang terhormat ",
Ujar mereka bertiga kompak.
Mr Blek melirik mereka bertiga dari ujung kacamata bulatnya,
dan mengelus kepalanya yang kinclong, lalu berkata,
" Selamat pagi pak guru Rojali, pak guru Aldi dan pak guru Jeremy,
hari ini saya mau memperkenalkan guru baru kita, yang sangat cantik dan bersahaja,
beliau sebenarnya guru senior yang sudah sangat berpengalaman dalam mengajar tes bakat dan psikologis anak,
ibu guru cantik ini bernama, Ibu guru Juminten ",
Sambil mempersilahkan seorang wanita cantik,
berumur sekitar 40 tahunan, berdandan sangat tradisional dengan mengenakan kebaya dan sanggul pada rambutnya yang hitam.
Ketiga mahluk ajaib itu melongo, terpesona,
melihat dandanan ibu guru Juminten, yang sangat langka mirip banget sama dandanan mereka.
Dan Bu guru Juminten pun sama melongo dan bengong terpesona takjub,
melihat tiga sosok pemuda di depannya yang sangat ajaib ini.
Lalu Bu guru Juminten berkata,
" Sangat fantastis sekali, saya baru kali ini melihat sosok berambut kribo ga rata,
pake kaos warna jingga keemasan,
dengan tulisan yang sangat percaya diri,
Tampan ini membuatku Hampa
mengenakan celana cutbray rumbai-rumbai,
bagaikan penyanyi disko dari tahun 60an,
dengan jempol kaki goyang dibalik sepatu kets yang jebol.
Bu guru Juminten berdecak kagum bagai cicak,
dan melanjutkan kata-katanya,
" Dan yang seorang lagi dengan mata bulat,
alis yang tebal,
muka berjerawat,
jambang nya gundul sebelah kanan,
tebal sebelah kiri,
sangat tidak simetris ",
Tampak Bu guru Juminten sangat tertarik dengan penampakan yang ada di depannya,
" Benar benar, sangat luar biasa sekali,
dan yang bule tampan dan atletis,
__ADS_1
tampak seperti orang linglung dan bingung,
dengan bulu hidung mencuat keluar,
dan celana katun yang ngatung kekecilan,
seperti celana yang minjam tetangganya "
Bu guru Juminten berdecak kagum dan langsung mencatat di buku kecilnya,
sambil terus bergumam sendiri,
seperti seorang profesor yang menemukan suatu penemuan ilmiah yang sangat menarik.
Mr Blek yang memperlihatkan mereka semua,
akhirnya berbicara, memecah kebuntuan,
" Baiklah, silahkan kalian saling berkenalan,
saya harap kalian bisa bekerjasama dalam mengajar di sekolah ini ",
Ujar Mr Blek berwibawa.
Akhirnya mereka semua berkenalan,
dimulai dari Rojali , kemudian bro Aldi dan terakhir bro Jeremy yang langsung pamitan ke toilet setelah berjabat tangan dengan Bu guru Juminten.
Bu guru Juminten sangat tertarik dengan mereka bertiga,
sampai kalo bisa, mengkoleksi mereka bertiga dalam akuarium.
Bu guru Juminten berkata kepada mereka bertiga,
" Pak guru Rojali, pak guru Aldi dan pak guru Jeremy,
bolehkah saya mewawancarai kalian satu persatu, saya sangat tertarik sekali dengan kepribadian anda semua loh ",
Ujar Bu guru Juminten sangat semangat.
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy bengong melongo tak percaya,
Kemudian Rojali berkata,
" Bu guru Juminten,
kalo ngobrol santai sih oke lah ya,
tapi kalo wawancara kayaknya aneh deh,
kita kan bukan artis, gitu loh Bu
guru Juminten yang terhormat ",
Ujar Rojali menolak secara halus.
Bro Aldi juga menyatakan keberatannya,
" Iya Bu guru Juminten,
kita bertiga kan bukan mahluk aneh, yang harus diteliti, hehehehe,
mungkin agak langka aja,
gitu loh Bu guru Juminten yang terhormat ",
Ujar bro Aldi ngeles kayak bajai.
Bro Jeremy pun, langsung nyambung ga mau ketinggalan kereta,
" Iya Bu guru Juminten yang terhormat,
kita bertiga agak sibuk, dengan urusan mengajar murid murid yang sangat lucu,
jadi waktunya agak sulit Bu ",
Ujar bro Jeremy, sambil membayangkan dirinya yang sibuk menghindari Sophia yang gigih mengejarnya.
Bu guru Juminten tersenyum dan berkata,
" Baiklah, tidak apa apa kok,
tapi ijinkan saya, mengawasi kalian ya,
karena itu juga merupakan salah satu tugas saya, sebagai seorang ahli dalam psikologi "
Ujar Bu guru Juminten.
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy, mengangguk setuju,
dan mereka bertiga pamitan untuk kembali ke kelasnya masing masing, untuk mengajar.
Bu guru Juminten, memperhatikan mereka bertiga, dan bergumam dalam hati,
" Sangat luar biasa, mereka bertiga sangat unik,
saya jadi penasaran dan yakin,
mereka menyembunyikan kekuatan mereka sebenarnya,
aku harus mengawasi mereka bertiga dengan sangat cermat ".
__ADS_1