
Pagi yang cerah, mentari bersinar cerah,
Rojali bangun dari tempat tidurnya yang empuk, dengan bersalto dan melompat bagai kodok, Rojali senyum senyum ceria masuk kamar mandi dan gosok gigi.
Setelah selesai mandi, Rojali langsung memilih kaos yang akan dipakainya hari ini,
Dan dipilihlah kaos berwarna pink dengan tulisan yang besar di dadanya
B O K E R ( Kribo nan kekar )
Sambil tersenyum Rojali bergumam sendiri,
" Kaos warna pink ini sangat serasi dengan helm batok ku yang merah jambu, yang melambangkan hati ku yang merah jambu hehehe ".
Lalu Rojali langsung mengenakan celana jeans cutbray kesayangannya, yang sangat ramai dengan rumbai-rumbai benang kusut,
yang sangat mencerminkan jiwa disko tahun 60an.
Lalu Rojali mengambil si Ketty sepatu kets nya yang sangat setia menampilkan jempol kaki Rojali, dari celah sepatu kets nya yang jebol.
Setelah merasa sangat mantap, Rojali bersiul ceria dan menuruni tangga kosannya.
Dibawah ternyata sudah menunggu Bu Juleha yang manis dengan tawa cekikikan nya yang agak menyeramkan.
" Hihihihi....nak Rojali hendak kemana nih,
pagi pagi udah pake kaos pinky dengan tulisan mirip yang ada di WC,
( Tempat B * * E R ) , hihihihi....",
Ujar Bu Juleha ramah sambil memegang perutnya yang berguncang menahan cekikikan nya.
Rojali dengan sangat terharu menjawab,
" Selamat pagi Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, hari ini adalah hari libur,
Rojali mau jalan jalan, menebar kebajikan dengan menebar pesona kegantengan yang banyak orang tidak tau ini ",
Jawab Rojali malu malu, sekaligus berusaha menjungkirbalikkan pikiran orang, bahwa dirinya sangat mempesona.
Bu Juleha melotot dan pipinya yang chubby makin tembem karena menahan tawa yang sangat sulit dikendalikan.
Dan setelah dapat menenangkan sedikit emosi jiwanya, Bu Juleha berkata sambil cekikikan,
" Hihihihi.......Nak Rojali memang yahud deh,
ngomong ngomong, ini ada surprise loh... ",
Ujar Bu Juleha tersenyum sambil mengacungkan sepucuk surat berwarna merah jambu yang romantis.
Mata Rojali langsung seperti mau loncat keluar, hidungnya kembang kempis dan mulutnya komat Kamit.
Dengan bergetar Rojali berkata,
" Surat buat Rojali Bu ?...
seumur hidup Rojali belum pernah mendapatkan surat loh Bu ",
Tampak Rojali meneteskan air mata kebahagiaan.
__ADS_1
Bu Juleha sangat terenyuh, lalu ia tersenyum dan berkata,
" Tentu saja ini buat nak Rojali yang sangat fenomenal artistik dan bombastis ",
Ujar Bu Juleha memberi semangat.
Mata Rojali berbinar, dan Rojali segera menghampiri Bu Juleha dan mengambil surat berwarna merah jambu yang romantis itu,
dengan tangan yang gemetaran.
Bu Juleha tampak tersenyum, lalu Bu Juleha masuk kedalam, meninggalkan Rojali yang kini asik jongkok di pojok garasi Deket Vespa butut yang sangat antik.
Dengan hati yang berdebar, Rojali membaca dengan sangat perlahan, tulisan di depan amplop berwarna merah jambu yang romantis itu.
Buat Abang Rojali
Rojali meneteskan air mata secara tidak sadar, dan sambil berjongkok mirip kodok,
Rojali perlahan membuka amplop surat merah jambu itu dengan sangat hati hati, agar tidak ada yang sobek.
Rojali menemukan selembar kertas berwarna merah muda dengan motif bunga bunga di dalamnya,
Rojali mengambil secara hati hati selembar kertas itu, lalu dia mencium aroma yang sangat harum dari selembar kertas itu.
Sambil menutup matanya Rojali mencium kertas itu dengan penuh perasaan, dan hidungnya kembang kempis menahan isak tangis kebahagiaan.
Setelah beberapa saat, Rojali membuka perlahan matanya yang berair, dan melihat serta membaca secara perlahan tulisan yang ada di sana,
Teruntuk Bang Rojali di Tempat,
Apa kabar Bang Rojali ?
babeh kangen tuh maen catur sama bang Rojali.
Udah kangen katanya lihat bang Rojali push up.
Bang.... maafin Fanny yaa,
Fanny ga percaya dengan peringatan dari bang Rojali, waktu itu.
Ternyata memang benar cowok bernama Ryo itu adalah seorang Playboy cap Duren Mambo.
Kalo bang Rojali ada waktu, bang Rojali maen ke rumah yaa...
Minimal ketemu sama babeh yang nanyain terus bang Rojali.
Maaf kalo Fanny memberanikan diri nulis surat ini,
Tertanda,
Fanny
Rojali tampak tidak percaya dengan isi surat yang sangat membuat dirinya bahagia itu,
maka Rojali bolak balik membaca isi surat itu dengan semangat dan hatinya yang sangat gembira.
Setelah membaca surat berwarna merah jambu itu sebanyak seratus kali, akhirnya Rojali berdiri dari jongkoknya yang lama,
Dan sambil tersenyum bahagia Rojali pun
__ADS_1
menaiki Vespa bututnya, dan mulai mengendarai Vespa bututnya yang mengeluarkan suara suara aneh dan super berisik itu, untuk jalan jalan dengan hati yang berbunga bunga.
************************
Tak jauh dari Pusat perbelanjaan di kota itu,
di sebuah warung kopi, terlihat tiga orang lelaki yang sangat aneh dan lucu sedang mengobrol di warung kopi sambil ngemil gorengan dan bala bala.
Lelaki yang pertama terlihat perutnya sangat buncit dan wajahnya bulat serta badannya pendek, sambil mengunyah bala bala dia ngobrol sama temannya, yang terlihat terkadang dari mulutnya menyembur serpihan bala bala ke wajah temannya itu,
karena saking asik dan semangatnya mengobrol.
Dia berjulukan, si Buncit.
Lelaki yang kedua yaitu, lelaki yang wajahnya sering tersembur oleh mulut temannya yang buncit,
Wajahnya agak tirus, badannya tinggi dan kurus, kulitnya hitam.
Dia tampak konsentrasi mendengar perkataan si buncit, hingga tidak menyadari wajahnya beberapa kali tersembur oleh temannya itu.
Dia berjulukan, Si Jang kiss( Jangkung Tipis )
Dan yang ketiga, tampaknya dia agak smart, karena dia duduk agak menjauh dari si buncit,
agar terhindar dari semburan mulutnya yang bau.
Dia berwajah licik dan jahat, dengan kumis tipis, dan seringai licik di wajahnya yang sadis.
Dia berjulukan, Si Kumis Tipis.
Ketiga orang ini tampak sedang asik ngobrol,
dan seperti sedang mengatur rencana.
Dan ketika ketiga orang itu sedang serius seriusnya mengobrol,
Terdengar suara yang sangat berisik dan aneh yang sangat menggangu kuping mereka bertiga,
......DOT ........DOT.........DOT .......DOT ......
Yang berasal dari suara kenalpot Vespa bututnya Rojali yang sedang lewat dengan jalannya yang sangat pelan bagai siput.
Tampak si buncit menghentikan omongan dan semburan mautnya,
dia celingukan ke arah luar mencari sumber kebisingan itu.
Kedua temannya pun terlihat sangat marah dan sangat terganggu dengar suara berisik dari kenalpot Vespa bututnya Rojali, dan akhirnya mereka bertiga pun keluar dari warung kopi itu.
Terlihat Rojali di sebrang warung kopi, sedang jongkok memperhatikan ban belakang dari Vespa bututnya itu yang tampak kempes.
Ketiga orang aneh, yang sangat terganggu dengan suara berisik dari kenalpot Vespa bututnya Rojali itu, saling berbisik,
" Berani sekali orang idiot itu membuat kegaduhan di depan kita bertiga, harus diberi pelajaran biar tau rasa dia ",
Ujar si buncit dengan marah.
Kedua temannya mengangguk setuju, lalu mereka bertiga berniat untuk memberi pelajaran pada bocah kribo yang sangat kurang ajar itu.
********************************************
__ADS_1