Cinta Memang Aneh

Cinta Memang Aneh
Rahasia Kekuatan Rojali bagian ke 2


__ADS_3

Bu guru Juminten tampak resah dan gelisah,


hatinya berdebar tak menentu, dan ada perasaan aneh yang menjalar di hatinya,


melihat Rojali yang sedang lari mengitari lapangan basket dengan semangat.


Mr Blek sang kepala sekolah tampak asik makan popcorn di sampingnya sambil nonton di layar monitor, bagaikan di bioskop menyaksikan pemuda berambut setengah kribo dan setengahnya lagi gundul akibat cairan lengket yang aneh buat membasmi kecoa, sedang lari lari dengan celananya yang cutbray disko dan bibirnya yang Jontor.


Dan di pinggir lapangan, terlihat kerumunan anak anak bandel yang dengan semangat menyoraki dan tertawa terbahak bahak,


melihat Rojali yang sedang berlari mengelilingi lapangan basket dengan cueknya.


Makin lama kerumunan anak anak itu semakin banyak dan semakin heboh menyoraki Rojali, guru mereka yang kribo yang setengahnya telah gundul itu.


Bro Aldi dan bro Jeremy yang menyaksikan Rojali disoraki dan ditertawakan oleh para murid murid bandel, yang makin lama makin banyak berkerumun itu, tiba tiba memasuki lapangan basket tersebut.


Para anak anak yang berkumpul dan berkerumun itu memperhatikan dan bertanya tanya, mau apa guru mereka yang berjambang tidak simetris dan guru bule yang bertampang dungu itu masuk ke lapangan basket.


Dan ternyata bro Aldi dan bro Jeremy ikut berlari bersama Rojali mengitari lapangan basket.


Anak anak bandel yang berkerumun itu awalnya terdiam bingung, namun kemudian tertawa terbahak bahak, sampai ada yang guling guling di tanah, menyaksikan tiga orang aneh bertampang idiot, lari lari mengitari lapangan basket, di bawah sinar matahari yang sedang terik terik nya , panas dan menyilaukan.


Bu guru Juminten yang sedang menonton di layar monitor di ruangan kepala sekolah itu pun, sampai geleng geleng kepala dan mengelus dada, menyaksikan adegan itu,


dan Bu guru Juminten berkata pada Mr Blek,


" Sangat luar biasa sekali jiwa persahabatan mereka bapak kepala sekolah ",


Ujar Bu guru Juminten kagum.


Dan Mr Blek hanya mengangguk sambil makan popcorn dan sesekali mengelus kepala botaknya yang kinclong.


Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy tampak asik dan cuek, sambil ngobrol dan tertawa cekikikan, mereka bertiga berlari mengitari lapangan basket.


Dan tiba tiba Rojali mengeluarkan papan kertas bertuliskan


Riko taubatlah lah, kami menyayangimu


Dan kemudian ketiga orang aneh dan nyentrik itu sambil berlari mengitari lapangan, berteriak teriak ,


Riko taubatlah kami menyayangimu....


Riko taubatlah kami menyayangimu.....


Anak anak yang berkumpul dan berkerumun itu tercengang dan terpana kaget, hingga suasana yang tadinya gaduh dengan sorak tawa mereka, mendadak menjadi hening.


Rojali masih tetap berlari sambil mengangkat papan kertas itu tinggi tinggi, sambil menyanyikan lagu,


Riko taubatlah kami menyayangimu....


diikuti oleh bro Aldi dan bro Jeremy.

__ADS_1


Anak anak yang berkerumun itu mulai saling berbisik gaduh, dan mulai tertawa cekikikan,


mereka mencari cari sosok Riko yang diteriakkan oleh tiga mahluk aneh yang sedang berlari mengelilingi lapangan basket.


Dan tiba tiba saja dari balik kerumunan itu, muncullah sosok Riko, bocah tampan tapi bandel itu tampak sangat marah pada Rojali,


lalu Riko berlari masuk ke dalam lapangan basket dan berdiri menghadang Rojali .


Rojali yang melihat sosok Riko di hadapannya, sangat terharu, lalu Rojali berkata,


" Riko anak murid ku tercinta, bapak sangat bangga padamu, kamu sangat gagah berani, sangat gentle, bisa ada di lapangan basket ini,


dengan begitu banyak orang yang melihatmu,


itu adalah points plus kamu ",


Ujar Rojali memuji dengan tulus dari lubuk hatinya.


Riko yang dipuji oleh Rojali, malah kesal dan marah,


" Hai kribo sableng, ga usah muji muji,


basa basi segala deh, kamu kesal karena rambut kribo kebanggaan mu itu jadi gundul sebelah kan? ",


Ujar Riko menantang, sambil berdiri tegap di hadapan Rojali.


Suasana di sana menjadi sangat tegang, kerumunan bocah bocah bandel itu saling berbisik, karena suasana menjadi agak hening, dan suara mereka berdua sangat lantang, maka pembicaraan mereka berdua sangat jelas terdengar.


Di ruangan kepala sekolah pun sama, Bu guru Juminten terlihat sangat tegang dan mengepalkan kedua tangannya, lalu berkata pada sang kepala sekolah,


Ujar Bu guru Juminten cemas.


Sang kepala sekolah yang botak dan kinclong,


menjawab dengan santai,


" Bu guru Juminten tidak usah khawatir, yang berdiri di sana itu adalah guru terbaik yang kita punya, percayakan saja pada si kribo setengah gundul itu ",


Jawab sang kepala sekolah sambil santai makan popcorn.


Bu guru Juminten akhirnya pasrah dan kembali menonton di layar monitor yang lebar itu, dia benar benar tidak bisa menduga apa yang akan dilakukan oleh Rojali.


Dan di tengah lapangan basket itu terlihat Rojali dan Riko saling berhadapan, dengan tatapan Riko yang seperti ingin menggunduli rambut kribo Rojali yang tinggal setengah lagi itu.


Rojali menatap Riko dengan lembut, sambil tersenyum dia berkata,


" Anak murid ku tercinta, yang aku katakan itu benar benar tulus, tidak semua orang berani menunjukkan dirinya, apalagi sampai berhadapan disini, di mana semua mata tertuju pada kita, Riko kamu adalah laki laki sejati, namun tetap saja perbuatan mu itu salah, dan aku sebagai guru mu, wajib untuk menasehati kamu ",


Ujar Rojali bijak.


Riko yang dinasehati oleh Rojali, bukannya sadar, malah dia makin menantang Rojali ,

__ADS_1


" Hai kribo menyebalkan, aku bilang ga usah basa basi, silahkan saja pukul aku, karena aku sudah membuat rambut kribo mu gundul sebelah, pake campuran lem tikus dan pembasmi kecoa ",


Ujar Riko berusaha untuk memanasi Rojali.


Rojali yang dicaci-maki seperti itu malah tersenyum dan tertawa, kemudian dia berkata,


" Hahahaha.....campuran lem tikus sama pembasmi kecoa yaa,...pantas saja susah banget dibersihkan nya, kamu sebenarnya pintar Riko ",


Ujar Rojali berusaha untuk melunakkan Riko yang sangat keras kepala itu.


Riko semakin marah pada Rojali,


dan dengan tiba tiba Riko menerjang Rojali untuk memukulnya.


..... Buk .......


Rojali sama sekali tidak menghindari pukulan bocah tampan tapi bandel itu,


Pukulan Riko tepat mengenai hidung Rojali ,


yang dengan segera menjadi mimisan karenanya.


Anak anak yang berkerumun di sana tampak kaget dan menjerit melihat kejadian itu, namun mereka lebih kaget lagi karena, dengan wajah yang tetap tersenyum Rojali berkata, walaupun dari hidungnya mengucur darah,


" Walaupun kamu memukulku, perasaan hampa, sepi dan kesendirian tidak akan sirna Riko ",


Ujar Rojali sambil tersenyum, walau hidungnya mimisan.


Riko tampak tertegun diam, dan tiba tiba Riko berlinang air mata, kemudian dia bertanya pada Rojali ,


" Mengapa ? ....mengapa tidak menghindar ?


tanya Riko dengan berlinang air mata.


Rojali tersenyum dan berkata,


" Pertanyaan kamu, sebenarnya bukan itu kan?


yang kamu tanyakan adalah, kenapa orang kribo yang sangat kamu benci ini bisa tau isi hati kamu , benar begitu kan? "


Ujar Rojali sambil tersenyum.


Riko menatap Rojali dengan sangat terpana, tampak dia sangat takjub sekali,


kemudian dia pun mengangguk.


Rojali tersenyum dan berkata,


" Baiklah, aku beritahu satu rahasia yang sangat pribadi, namun karena bapak sangat sayang padamu maka akan bapak ceritakan,


Semua orang di sana berdebar, ingin tau apa yang akan di katakan oleh Rojali,

__ADS_1


begitu juga Bu guru Juminten, yang sampai tak sadar mengelus kepala botak sang kepala sekolah.


Dan akhirnya Rojali meneruskan perkataannya.......................................


__ADS_2