
Hari hari yang cerah dan ceria, tak terasa telah bergulir hari demi hari menemani kehidupan Rojali dan teman temannya, yang
selalu diisi oleh tawa canda kepolosan dan keluguan mereka, dalam mengajar murid murid yang asalnya sangat bandel itu menjadi
anak anak yang penuh keceriaan dan kebahagiaan dengan kedatangan tiga mahluk ajaib yang super nyentrik itu.
Sang kepala sekolah dan Bu guru Juminten selalu berdiskusi tentang situasi keadaan sekolah yang makin lama semakin mantap dan membaik, seiring kedatangan tiga mahluk ajaib yang bikin kangen dan ngangenin yang selalu ditunggu tunggu dan disambut meriah oleh para murid murid yang dengan setia menunggu suara kenalpot berisik dari Vespa bututnya Rojali.
Tampak Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong,
sedang mengelus kepala botaknya yang kinclong dan bercahaya itu sambil ngobrol dengan Bu guru Juminten di ruangan kepala sekolah,
" Bu guru Juminten, saya perhatikan ketiga orang guru kita itu akhir akhir ini agak berbeda ya ? ",
Ujar sang kepala sekolah sambil makan kacang.
Bu guru Juminten yang duduk di depan sang kepala sekolah sambil membenarkan letak tusuk konde di atas sanggulnya pun berkata,
" Berbeda bagaimana nih ? bapak kepala sekolah yang fenomenal ",
Ujar Bu guru Juminten sambil tetap fokus menusukan konde konde ajaibnya pada rambut nya yang ter sanggul.
Sang kepala sekolah sambil mengunyah kacang pun melanjutkan kata katanya yang misterius,
" Saya perhatikan akhir akhir ini, baik Rojali ,
ataupun guru yang jambang nya gundul sebelah, dan juga pak Jeremy yang sering mimisan dan mencret mencret itu, akhir akhir ini menjadi terlihat lebih atletis badannya dan tampak lebih kuat dan segar, hingga menjadi
agak sedikit lebih tampan dikit, ga banyak ",
Ujar sang kepala sekolah yang tidak mau bilang ketiga mahluk aneh itu ganteng.
Bu guru Juminten yang sedang fokus dengan tusuk konde dan sanggul di rambutnya itu kemudian menatap sang kepala sekolah yang kinclong, lalu berkata,
" Maksud bapak kepala sekolah, mereka menjadi lebih atletis dan tampak berotot gitu pak ? ",
Ujar Bu guru Juminten memastikan.
Sang kepala sekolah jadi agak salah tingkah lalu berkata,
" Iya benar Bu , saya perhatikan mereka sepertinya rajin fitnes akhir akhir ini, soalnya tampak tubuh mereka berubah drastis akhir akhir ini, coba Bu guru Juminten selidiki apa penyebabnya, saya khawatir kalo mereka lebih fokus dengan kegiatan kebugaran dan fitnes, apalagi kalo di tempat fitnes itu ada senam zumba dan yoga, agak bahaya juga buat mereka yang masih jomblo kronis dan akut itu, nanti mereka malah sibuk nyari pacar lagi dan dapat mengganggu konsentrasi dalam mengajar ",
Ujar Mr Blek sambil tersenyum misterius, yang dalam hatinya Mr Blek pengen tau rahasia jadi atletis dan sixpack seperti mereka.
Bu guru Juminten mengangguk mengerti dengan maksud sang kepala sekolah yang kinclong itu, lalu ia berkata,
" Baik bapak kepala sekolah yang fenomenal,
saya akan menyelidiki mereka bertiga dengan
keahlian saya sebagai ahli dalam membaca
psikologi dan keahlian saya sebagai seorang intelejen nomor satu ini ",
__ADS_1
Ujar Bu guru Juminten sambil senyum senyum kasmaran dan bersemangat.
Sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu tersenyum
dan berkata,
" Maaf jadi merepotkan ya Bu guru Juminten,
soalnya saya sudah sangat senang dengan kondisi murid murid yang sekarang jauh lebih baik dan sangat luar biasa perkembangannya akhir akhir ini ",
Ujar Mr Blek sedikit agak lega sambil mengunyah kacang dengan berisik.
Dan Bu guru Juminten pun pamit pergi untuk
mulai tugas barunya untuk mengawasi ketiga mahluk ajaib yang bikin kangen kehadirannya itu, dari ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu.
*************( (ΞΈβΏΞΈ) )*************
Rojali menggosok gigi di depan cermin wastafel sambil senyum senyum ceria, dengan mulut penuh busa, dan kumur kumur bagai kodok, di pagi hari yang cerah dan ceria itu di kamar kosannya yang tercinta.
Setelah giginya mengkilat dan kinclong, Rojali cengengesan dan berkata di depan cermin kesayangannya,
" Segar banget, hehehehe ... semangat ...semangat...ayo semangat.....
tralala... tralala......la la la ..... Li Li Li .....tralala...
la la la ........tralala..... Li Li Li ........
gantengnya ......la la la .......hehehehe ",
...***Hati hati !! kumbang ini bila dipandang Dia...
...Berjoget dan Menerjang***...
Sambil cengengesan Rojali mengenakan celana jeans cutbray andalannya yang banyak rumbai-rumbai dan sering nyangkut itu, sambil bergaya depan cermin bagai penyanyi disko tahun 60an.
Kemudian langsung mengenakan sepatu kets
berbau aneh, yang tercium seperti campuran minyak gosok pegal linu dan obat nyamuk yang strong buat ngusir hama,
yang menonjolkan jempol kaki Rojali di balik celah celahnya yang sudah jebol.
Rojali tersenyum dengan sangat percaya diri dan sudah merasa mantap jiwa, dengan penampilannya yang fresh dan total disko itu,
lalu bergerak lincah keluar kamar kosannya sambil bersiul dan berdendang ceria.
Bu Juleha sudah mesem mesem menanti Rojali di bawah, dan ketika melihat jempol kaki Rojali yang hitam aduhai itu nongol dari sepatu kets pra sejarah dari atas tangga, maka pecahlah tawa Bu Juleha membahana,
" Hahahaha....hahahaha...nak Rojali hendak kemanakah gerangan dengan jempol kaki yang joget disko serasi dengan celana jeans
cutbray itu ...hahahaha...nak Rojali bagai kumbang atau tawon dengan sarang di kepala yang mirip jamur atau brokoli mumbul dan berjambul ...hahahaha...hahahaha.... ",
Tawa Bu Juleha terdengar renyah dan gurih,
__ADS_1
sambil perut bulatnya berguncang dan berlipat.
Rojali yang terharu biru dengan sambutan hangat dari Bu Juleha, langsung berkata sambil meneteskan air mata,
" Selamat pagi Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, terima kasih atas sambutan Bu Juleha yang hangat dan mencekam ini,
Rojali seperti biasa sebelum ke sekolah buat mengajar, Rojali akan menjemput neng Fanny dan mengantarkannya ke kampus, hehehe ",
Ujar Rojali dengan senyuman bagai kumbang yang hendak menerjang.
Bu Juleha mengangguk dan tersenyum genit,
lalu berkata,
" Baiklah kalo begitu nak Rojali, hati hati ya di jalan, jangan asal menyeruduk dan menerjang
hehehehe salam buat mas jambang, sering sering maen kesini buat benerin atap plafon
yang jebol gara gara senam maut nak Rojali
hehehe...hehehe ...",
Ujar Bu Juleha sambil tersipu malu merona merah jambu.
" Siap Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, Rojali pamit berangkat dulu yaa ",
Ujar Rojali sambil tersenyum dan bergegas memanaskan Vespa bututnya yang berisik dan bersuara aneh itu.
Dan akhirnya Rojali berangkat dengan semangat dan ceria menuju rumah Fanny sang gadis pujaan hatinya itu, ditemani suara kenalpot Vespa bututnya yang berisik.
Rojali tidak menyadari ada sesosok bayangan misterius yang berkelebat cepat dan bersembunyi di balik pohon, yang sedari tadi mengawasinya dengan cermat.
Bayangan misterius itu sangat lincah bagaikan seorang ninja mengikuti kepergian Rojali yang berdendang di atas Vespa bututnya yang bagai siput jalannya itu.
Dan bayangan misterius itu mengikuti Rojali dengan ketat dan cepat.
sosok misterius itu mengenakan masker dan penutup wajah yang misterius, dan hanya meninggalkan tusuk konde yang menyembul dari sanggul rambutnya yang mumbul.
dan tentu saja kain kebaya berwarna hijau yang berkibar kibar tertiup angin yang kencang.
Rojali dengan santai dan bahagia menaiki Vespa bututnya yang mengeluarkan suara suara aneh dan berisik, sambil berdendang ceria.... Tek ..ko Tek.....ko Tek ..go Jing. ..anak ayam turun sepuluh......
Diiringi suara kenalpot Vespa bututnya yang berisik,
............DOT ...... Brottt........ Brottt.........DOT ....
*****************************************
...Hai para pembaca yang Budiman πππ...
...Terimakasih atas dukungan semangatnya ββΏβ jangan lupa dukung πππ like dan favoritnya β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
...do'akan semoga Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini ππππ ...
__ADS_1
...terimakasih qββΏβq...