
Pagi yang cerah ceria dan sangat heboh,
Di sekolah khusus yang penuh canda tawa riang gembira, serta banyak kenangan indah masa masa indah yang sangat berkesan, terukir di relung hati terdalam, dan terpatri dalam senyuman wajah wajah tua mereka, di masa yang akan datang.
Terlihat para anak anak ABG yang sedang lucu lucunya dan lagi bandel bandelnya,
Mulai datang berkerumun bagai semut, dan terlihat senyum riang dan sorot mata yang sangat bersemangat sekali, mendekati ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal.
Tentu saja semangat, karena ada tontonan yang sangat menarik dan lucu.
Para anak anak ABG, semenjak kedatangan Rojali dan bro Aldi serta bro Jeremy, mereka menjadi sangat rajin sekolah, tidak ada yang bolos, dan mereka datang disiplin pagi sekali.
Karena mereka sangat menantikan tiap hari dan setiap saat, atas kehangatan, senyum penuh cinta kasih dari ketiga guru mereka yang ajaib ini, terutama pengen lihat penampilan mereka yang sangat norak, amburadul, ngeselin tapi bikin kangen dan ngangenin.
Kedatangan Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy,
benar benar memberikan keajaiban dan perubahan besar sekali di sekolah khusus, yang berisi anak anak bandel ini.
Dan sekarang mereka telah berkumpul dan berkerumun di depan pintu ruangan sang kepala sekolah, mereka dengan sabar menanti surprise tontonan heboh yang bakal terjadi, dengan membuka lebar kuping mereka yang kuncup, dan memasang mata yang jarang berkedip melihat ke arah ruangan sang kepala sekolah yang tampak hening.
Dan tiba tiba pintu sang kepala sekolah itu terbuka,
Dan keluarlah mahluk aneh, berambut kribo ga rata mirip antara jamur dan brokoli, wajahnya tertutup dengan kue brownies coklat yang belepotan menutupi seluruh wajahnya, mahluk itu mengenakan baju warna hijau daun bertuliskan AKU BUKAN ULAT BULU di dadanya,
Memakai celana jeans cutbray penuh rumbai-rumbai bagai penyanyi disko tahun 60an, berjalan sempoyongan karena matanya tertutup kue brownies coklat, dan akhirnya mahluk aneh kribo itu menabrak tembok, dan mental hingga jatuh dengan posisi kepala di bawah, yang untungnya tertahan oleh rambut kribonya yang tebal, dan kakinya ke atas dengan jempol kaki yang goyang goyang di balik celah sepatu kets nya yang jebol.
Anak anak bandel yang sudah sangat merindukan penampakan keajaiban itu, sontak bersorak dan tertawa terbahak bahak dan bertepuk tangan sangat meriah melihatnya.
Dan terdengar sorakan mereka memberi semangat,
.......Hahahaha......hahahaha......hahahaha.....
....... Yang semangat jungkir baliknya pak guru ........kribo tersayang !!!! .......
........Ayo pak guru kribo kamu bisa joget disko.........hahahaha......hahahaha......hahaha..
" Suhu kribo bertahanlah !! ",
Terdengar suara Riko cemas melihat Rojali yang nyungsep itu, Riko menjadi sangat sayang dan patuh pada Rojali setelah kejadian waktu itu.
Kemudian dari balik pintu sang kepala sekolah, muncul kembali dua mahluk aneh,
berjalan sempoyongan.
Yang satu mengenakan kemeja polkadot, dan wajahnya tertutup sepenuhnya dengan kue brownies coklat yang belepotan, kecuali satu sisi bagian jambang nya yang terlihat tebal, lebat dan hitam, dan yang sebelah lagi gundul, namun jadi seperti ada jambang karena ada lelehan kue brownies coklatnya.
__ADS_1
Si jambang tidak simetris yang mengenakan kemeja polkadot ini, berjalan sempoyongan sambil membopong seorang mahluk aneh.
Tampak mahluk aneh yang sedang dibopong, tampak seperti pingsan, dengan wajah tidak jelas karena tertutup dengan kue brownies dan ada sendal jepit yang nempel di rambutnya.
Hanya tampak dari hidungnya, sedikit tersembul bulu bulu hidungnya beberapa lembar dan mimisan.
Mahluk aneh mimisan, yang seperti pingsan ini mengeluarkan bau yang aneh, sepertinya dia ngompol di celana.
Kedua mahluk aneh itu duduk beristirahat di sebelah Rojali yang masih nyungsep dengan rambut kribonya di lantai, dan jempol kakinya menjuntai ke atas tembok sambil goyang goyang lucu dari balik sepatu kets nya yang jebol.
Para anak anak ABG di sana semakin bahagia , dan bersorak semakin ramai dan meriah, disertai tawa yang makin membahana.
Dan dari balik pintu, Bu guru Juminten setengah berlari sambil membawa buku catatan kecilnya yang misterius, segera mendekati tiga mahluk aneh itu, tampak sekali Bu guru Juminten tidak mau melewatkan hal hal terkecil yang menurutnya sangat bombastis dan spektakuler.
Kemudian Bu guru Juminten duduk di sebelah Rojali yang masih tiduran di lantai dengan jempol kaki ke atas.
Bu guru Juminten yang mengenakan kebaya berwarna hijau daun, dan Rojali pun secara tak sengaja memakai baju yang warnanya sama, terlihat bagai sepasang ulat yang serasi.
Dan kemudian munculah Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong berjalan sambil memegang kedua tangan cewek yang tampak seperti hendak bertinju, dan Mr Blek seperti wasitnya.
Dan setelah mereka semua berada di luar ruangan tersebut, sangat pas banget di depan kerumunan para anak anak yang sangat menikmati tontonan bak konser Mega bintang tersebut.
Sang kepala sekolah berbicara dengan nafas yang ngos-ngosan dan berwibawa,
" Baiklah kalian berdua, Sophia dan nona Ivana, apabila kalian tidak bisa tenang dan berdamai, maka saya akan mengeluarkan pak guru Jeremy dari sekolah ini !!! ",
Baik Ivana maupun Sophia, keduanya langsung pucat wajahnya, kemudian mereka berkata hampir berbarengan,
" Maafkan kami pak kepala sekolah, tolong jangan keluarkan pak guru Jeremy, kami mohon ",
Ujar mereka bersamaan.
Tiba tiba Rojali yang asalnya jungkir balik, akibat nabrak tembok dengan kepala di bawah, bergerak duduk dan sambil mukanya masih belepotan kue brownies berkata,
" Saya punya ide nih bapak kepala sekolah yang terhormat dan fenomenal ",
Ujar Rojali sambil duduk bersila.
Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong, mengerutkan keningnya lalu berkata sambil mengelus kepala botaknya yang kinclong,
" Bagaimana idenya pak guru Rojali ?
coba tolong jelaskan !! ",
Ujar sang kepala sekolah.
__ADS_1
Rojali tersenyum, dan hanya tampak giginya saja karena tertutup kue brownies yang lumer,
" Ivana dan Sophia sebenarnya niatnya sangat baik dan penuh cinta kasih, mereka berdua berniat memberikan makanan untuk bro Jeremy.
Namun yang saya perhatikan adalah, mereka membawa makanan yang bukan hasil buatan mereka sendiri.
Sophia dengan kue brownies yang ada label merk yang sangat terkenal, dan Ivana pun sama, tuh ada struk bon yang nempel, dari restoran terkenal.
Bagaimana kalo mereka berdua diijinkan untuk memberikan makanan, tapi hasil masak mereka sendiri ? ",
Ujar Rojali sambil cengengesan, dan hanya terlihat giginya saja yang gerak gerak.
Tampak sorot mata sang kepala sekolah berbinar, dan senyum mengembang di wajahnya.
Bu guru Juminten pun terlihat sangat kagum dengan ide pria kribo yang terlihat hanya giginya saja itu.
Tampak Ivana dan Sophia pun terlihat sangat bersemangat.
" Aku setuju, bapak kepala sekolah yang terhormat, akan aku buat makanan yang sangat spesial buat bang Jeremy tercinta ",
Ujar Ivana bersemangat sambil tersenyum.
Sophia dengan mata yang mengerikan, menatap Ivana, sambil berkata,
" Tentu saja, aku tidak akan mengalah pada nenek nenek genit itu, aku yang akan membuat masakan paling spesial hasil tanganku sendiri ",
Ujar Sophia berapi-api.
Sang kepala sekolah yang fenomenal yang berkepala botak plontos, namun kinclong itu tersenyum dan berkata,
" Baiklah kita adakan lomba memasak,
nanti siang sehabis pulang sekolah, kalian boleh memasak di rumah kalian masing masing,
Nona Ivana ditemani oleh Bu guru Juminten,
dan Sophia ditemani oleh Bu guru Dona,
dan jurinya adalah kami berempat yang akan mencoba masakan kalian, bagaimana siap ? "
Ujar sang kepala sekolah berwibawa.
Dan kedua gadis cantik ini mengangguk setuju.
****************************************
__ADS_1
...Jangan lupa dukung terus Author yaa 😁🙏🙏 , dengan cara tekan jempol like nya dan favorit juga yaa....
...Kisah kisahnya akan makin seru dan menarik 😁👍😁 mudah mudahan di beri kesempatan umur dan diberi kemudahan untuk bisa menyelesaikan novel ini yaa... terimakasih,😁😁🙏...