Cinta Memang Aneh

Cinta Memang Aneh
Pesan Sang Bokap yang Kekar


__ADS_3

Udara yang dingin dan sejuk, mentari masih mengintip malu malu.


Terlihat di atas ranjang yang dekil dan berantakan, sesosok mahluk kribo masih meringkuk kedinginan, namun suara ngoroknya membuat kucing jantan yang sedang mendekati kucing betina, terpeleset jatuh dari pinggir tembok dan nyemplung kedalam tempat sampah.


Rojali tampak sangat nyenyak dalam tidurnya, sesekali dia mengigau dan bernyanyi dengan suara yang seperti kumur kumur, kemudian senyum senyum misterius dengan mata terpejam.


Dan jam waker dia atas kepala Rojali yang kribo berbunyi sangat nyaring dan agresif,


.......... Brottt............ Brottt.......... Brottt........


Rojali pun langsung terbangun dari tidurnya


bagaikan kuping yang seperti dijewer, dan matanya melotot dengan mulutnya mengembang menguap lebar.


kemudian Rojali memukul jam waker berisiknya itu hingga K O tidak berbunyi lagi.


Dengan mata berkedip kedip bagai orang cacingan, Rojali senyum senyum cengengesan sendiri, sepertinya dia masih belom loading dari tidurnya yang sangat nyenyak.


Akhirnya setelah beberapa saat kedip kedip ga jelas, Rojali bergerak ke kamar mandi dan langsung nyemplung kedalam bak kamar mandi, yang dipikirnya kolam renang itu,


dan dia langsung keluar lagi karena dia lupa belom buka baju dan celana pendeknya,


ampun deh.


Akhirnya Rojali sudah beres dan fresh,


Terlihat rambut kribo nya yang tertata mumbul jambul klimis dan mengkilat dengan minyak yang misterius, karena baunya sangat aneh seperti minyak gosok.


Badannya yang sixpack terlihat makin mepet


dan tergencet dengan kaos yang ukuran kekecilan, berwarna hijau kekuningan bertuliskan Aku Imut Tapi ga Manja


Sambil senyum senyum sendiri Rojali berdiri


depan cermin dengan kaki kanan di tekuk, mengenakan celana jeans cutbray andalannya yang banyak rumbai-rumbai ga jelas, sangat merepotkan karena sering nyangkut di mana mana.


Dan tak ketinggalan sepatu kets kesayangannya yang diberi nama Ketty, yang secara rutin menonjolkan jempol kaki Rojali dari balik celah celahnya yang sudah jebol.


Sambil bersiul riang dan berdendang Rojali pun keluar kamar kosannya, dan meluncur turun ke bawah bagai petugas pemadam kebakaran.


Di bawah, Bu Juleha yang sudah mesem mesem nahan ketawa, akhirnya jebol juga,


" Hahahaha....hahahaha...nak Rojali selamat pagi, itu rambut klimis banget bagaikan mafia kribo yang kecebur got, .... hihihi... hihihihi.....


terus itu baju sebenernya warna ijo atau kuning sih ? sangat misterius banget hahaha...hahaha....tulisannya unyu unyu manja gitu hahahaha....hahahaha.... ",


Bu Juleha tertawa lepas sampai tersedak dan hampir ngompol.


Rojali yang terharu biru, tersenyum tersipu malu, lalu berkata,


" Selamat pagi Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, terimakasih atas sambutan hangatnya, Rojali mau berangkat ke rumah neng Fanny dulu, sebelum mengajar di sekolah ",


Ujar Rojali malu malu dan malu malu in.


Bu Juleha tersenyum dan bertanya kepo,


" Wah tumben nak Rojali, biasanya kan sore habis pulang ngajar, baru mampir ke rumah si doi hehehehe "


Ujar Bu Juleha mancing mancing.


Rojali yang polos dan dong dong, pun menjawab sambil cengengesan,


" Mungkin sang bokap, pengen segera punya mantu yang kribo mumbul mempesona ini kali hehehehe ",


Ujar Rojali kepedean sambil nyengir ngeliatin gigi kelincinya yang besar.


" Hahahaha...hahahaha ......bisa jadi nak Rojali


...hahahaha.... ",


Ujar Bu Juleha sambil cekikikan dengan perut berlipat yang berguncang.


Akhirnya Rojali pamitan pada Bu Juleha,


dan segera memanaskan Vespa bututnya yang mengeluarkan suara berisik,


dan kenalpotnya mengeluarkan asap yang bikin batuk.


Dan Rojali pun berangkat sambil berdendang.


Hati Rojali sangat senang, sepanjang perjalanan menuju ke rumah Fanny, dia tak berhenti senyum senyum sendiri, hingga orang orang yang kebetulan berpapasan dengannya di jalan tampak bingung kenapa ada jamur dan brokoli bisa lepas dari keranjang belanjaan ..hahahaha....hahahaha..


Akhirnya Rojali sampai di depan rumah neng Fanny yang tampak asri dan damai.


terlihat mbok Pokiyem sedang jemuran sambil nyapu halaman, maka Rojali pun mematikan mesin Vespa bututnya yang berisik itu, dan berjalan mendekati mbok Pokiyem.


" Assalamualaikum mbok Pokiyem yang rajin nyapu dan tidak sombong ",


Ujar Rojali sambil tersenyum manis.


Mbok Pokiyem yang terkejut, hampir saja memukul rambut kribo Rojali pake gagang sapu, lalu menjawab,


" Eh nak kribo, silahkan masuk , nanti mbok panggilkan dulu neng Fanny dan bapak ya ",

__ADS_1


Ujar si mbok terkaget kaget.


Rojali pun masuk kedalam sambil tak lupa membuka sepatu kets bau nya, yang selalu diincar oleh si helder hitam.


Tak lama kemudian munculah sosok pujaan hatinya yang aduhai sangat manis, mengenakan kaos berwarna putih dan celana jeans biru, hingga nampak cantik.


Sambil tersenyum manis Fanny berkata,


" Bang Rojali, mau Fanny buatin minuman apa ? kopi hitam atau teh manis ? ",


Ujar neng Fanny sambil tersenyum manis.


Rojali sangat berbunga bunga, sambil tersenyum dia menjawab,


" Neng Fanny yang manis dan baik hati, kalo boleh bang Rojali minta kopi pahit aja tanpa gula ",


Ujar Rojali sambil tersenyum berbunga bunga .


Neng Fanny sambil tersenyum berkata,


" Kenapa ga pake gula bang ? Abang takut diabetes ? ",


Ujar neng Fanny sambil tersenyum dan cekikikan.


Rojali dengan tertawa lebar menjawab,


" Kopinya ga perlu dikasih gula lagi, kan udah ada neng Fanny yang sangat manis ",


Ujar Rojali merayu disko.


Neng Fanny pun tersipu malu dengan pipinya yang merona manja, lalu berkata,


" Ah, Bang Rojali bisa aja deh, ya udah neng Fanny kedalam dulu ya buatin kopi buat bang Rojali, babeh udah ga sabar tuh kayaknya mau bikin Abang Rojali push up, hehehehe ..",


Akhirnya neng Fanny masuk kedalam untuk membuatkan minuman buat Rojali.


Dan tak lama kemudian, sang bokap yang tampak sudah tidak sabar membuat Rojali push up, telah hadir di ruangan tamu.


Sang bokap dengan penampilan yang kekar dan kumis yang sangat tebal melintir kesamping, tersenyum lebar melihat Rojali,


dan berkata,


" Nak Rojali, karena waktunya agak sempit,


karena nak Rojali akan mengajar di sekolah,


maka untuk mempersingkat waktu, silahkan


push up dulu seratus kali supaya badan sehat dan bugar ",


Rojali pun sambil semangat mulai push up dengan tekun dan giat, dengan hati yang riang


gembira Rojali push up sebanyak seratus kali,


dan sang bokap yang menghitung pun tampak senang dan bahagia,


mungkin ini hiburan yang sangat membahagiakannya,


karena selain membuat Rojali menjadi sehat dan kuat, sang bokap sangat terhibur dengan


penampakan Rojali yang lucu, seperti kodok yang lagi berenang di air dengan rambut yang mumbul kribo bagai jamur dan brokoli.


Akhirnya Rojali berhasil menyelesaikan push up seratus kali dengan sukses.


Dia pun duduk berhadapan dengan sang bokap di ruang tamu, dan tak lama kemudian,


neng Fanny pun datang membawa kopi hitam buat Rojali .


" Silahkan diminum bang Rojali, kopi hitam pahitnya ",


Ujar neng Fanny sambil tersenyum manis.


Rojali pun tersenyum dan dia memang haus banget karena sudah push up sebanyak seratus kali.


Sang bokap sambil tersenyum melihat Rojali yang langsung Jontor bibirnya, karena langsung menyeruput kopi yang panas banget itu, lalu sang bokap berkata,


" Baiklah, kebetulan Fanny juga udah datang,


duduklah disini anakku, bapak mau sekalian bicara dengan kalian berdua ",


Ujar sang bokap lembut pada anak gadisnya itu.


Neng Fanny pun duduk di samping sang bokap yang tampak kekar dan bersahaja itu.


Lalu sang bokap pun melanjutkan perkataannya,


" Fanny anakku tersayang, sekarang adalah akhir jaman, banyak orang orang jahat, dan banyak lagi tindakan tindakan kejahatan di luar sana, dan juga pergaulan zaman sekarang sangat bebas dan berbahaya, apalagi neng Fanny adalah anak perempuan satu satunya bokap,


Karena bokap sudah tua dan mulai sering sakit, tidak mungkin bokap bisa memantau neng Fanny tiap saat, dan menjemput neng Fanny ke kampus, oleh karena itu bokap sudah percaya dengan nak Rojali untuk bisa menjaga neng Fanny,.....


Bagaimana menurut kalian ? ",


Ujar sang bokap sambil menatap Fanny dan Rojali bergantian.

__ADS_1


Rojali yang kaget sampai tersedak dan batuk mendengar ucapan sang bokap,


sampai kopi hitamnya masuk ke hidung si Rojali.


bagi Rojali perkataan sang bokap sangat indah dan membuatnya sangat bahagia dan terharu.


Maka Rojali pun berkata,


" Rojali dengan senang hati akan menjaga neng Fanny semampu Rojali om,


Dan Rojali sangat terharu dengan kepercayaan om pada Rojali, oleh karena itu


bagi Rojali ini adalah suatu amanat yang harus benar benar dijaga oleh Rojali, dan insyaallah,


Rojali akan berusaha untuk tidak membuat om dan Tante kecewa ",


Ujar Rojali dengan suara yang sangat mantap,


dengan mata yang berkaca kaca dan hidungnya yang kembang kempis.


Sang bokap yang mendengar perkataan Rojali itu tersenyum puas, kemudian dia menatap putri tercintanya yaitu neng Fanny,


Kemudian sang bokap berkata,


" Bagaimana anakku ? kamu bersedia dijaga oleh nak Rojali ? ",


Tanya sang bokap pada neng Fanny.


Fanny yang cerdas dan ceria, tampak berpikir mempertimbangkan usul dari sang bokap,


dan setelah agak lama berpikir, maka neng Fanny pun menjawab,


" Neng Fanny sangat berterimakasih sekali pada bang Rojali yang bersedia untuk menjaga neng Fanny, namun neng Fanny masih muda dan remaja, pasti banyak merepotkan nantinya, dan lagi takutnya kita tidak berjodoh, nantinya bang Rojali kasihan sudah menghabiskan waktu buat menjaga neng Fanny, maka oleh karena itu neng Fanny


justru nanya kesanggupan dari bang Rojali ",


Ujar neng Fanny yang sangat cerdas itu balik bertanya pada Rojali.


Rojali yang sudah sangat bahagia itupun mengerti banget dengan kekhawatiran dari neng Fanny gadis pujaan hatinya itu,


maka Rojali pun berkata,


" Neng Fanny,


bagi bang Rojali, diberi kepercayaan dari bokap itu adalah suatu kebahagiaan tersendiri, neng Fanny tidak usah khawatir


bang Rojali menuntut yang macam macam,


karena takdir jodoh itu milik Allah SWT,


bang Rojali tulus ikhlas kok ",


Ujar Rojali dengan penuh keyakinan dan sangat mantap.


Neng Fanny dan sang bokap pun tersenyum dan tertawa, lalu neng Fanny berkata,


" Baiklah kalo begitu bang Rojali, terimakasih


banyak ya bakal merepotkan ",


Ujar neng Fanny lembut.


Dan akhirnya mereka bertiga pun tertawa bersama.


Dan setelah itu Rojali pamit untuk mengajar ke sekolah, dan dia berjanji akan menjaga neng Fanny kepada sang bokap.


Rojali pun berangkat menuju sekolah khusus anak anak bandel itu, dengan senyuman di bibirnya yang Jontor,


sambil senyum senyum bahagia si kribo itu


melaju dengan Vespa bututnya.


Tiba tiba Rojali berbalik arah sambil berteriak panik,


" Waduh gawat !!


bro Aldi dan bro Jeremy pasti udah keriting dan jamuran nunggu gue dari tadi ",


Ujar Rojali panik, sambil memacu Vespa bututnya.


Dan benar saja, terlihat dua sahabat setia Rojali itu lagi selonjoran di aspal, dengan jerawat yang udah pada Mateng Dan bulu hidung bro Jeremy tampak sudah keriting menunggu Rojali datang.


Dan akhirnya mereka bertiga boncengan naik Vespa bututnya Rojali, sambil tertawa cekikikan riang dan berdendang gembira menuju sekolah tercinta.


**************


...Hai para pembaca yang Budiman πŸ˜πŸ˜πŸ™...


...Edisi khusus kali ini lebih panjang supaya lebih puas yaa tentang Rojali dan Fanny ....


...Jangan lupa tetap dukung Author πŸ˜πŸ™...


...dengan jempol πŸ‘ like dan favoritnya ❀️❀️❀️❀️❀️...

__ADS_1


...Do'akan semoga Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel iniπŸ˜πŸ˜πŸ™...


...terimakasih πŸ˜πŸ™πŸ™...


__ADS_2