
Tiga orang aneh yang sekarang kurus dan langsing, sedang berada di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal, bersama dua gadis cantik yaitu Sophia dan Ivana.
Tampak suasana agak hening dan mencekam, tidak seperti biasanya.
Rojali dan bro Aldi pun tampak serius menatap ivana, yang berdiri tepat di hadapan bro Jeremy, yang hari ini tampak sangat cool and kas, yang dingin seperti kulkas.
Sedangkan Sophia sedang dipegang oleh Bu guru Juminten yang kebetulan telah hadir juga di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu.
Dan tampak Sophia memberontak kuat, namun tanpa diduga, tenaga Bu guru Juminten yang mengenakan kebaya loreng macan itu ternyata sangat dahsyat dan sangat spektakuler, hingga Sophia tidak berkutik dipiting oleh Bu guru Juminten yang sangat perkasa.
Dan Bu guru Juminten kadang mengaum galak seperti macan betina yang galak, hingga Sophia sangat takut pada Bu guru Juminten yang mengenakan kebaya motif loreng itu, hingga kondisi menjadi kondusif dan terkendali.
Ivana dengan mata sayu, berkata lirih pada bro Jeremy, namun suaranya sangat jelas terdengar oleh semua orang yang berada di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu.
" Bang Jeremy....... ",
Ujar Ivana lirih.
" Iya.... Ivana ",
Ujar bro Jeremy, dengan wajah polos dan bingung.
" Ivana akan pergi Minggu depan ke Melbourne Australia bersama mom's selama
satu atau dua tahun ",
Ujar Ivana sambil menunduk dan matanya berkaca kaca.
Bro Jeremy tampak tertegun mendengarnya,
begitu pula Rojali, bro Aldi, Bu guru Juminten dan tentu saja Sophia sangat kaget mendengarnya.
Sophia tiba tiba berkata girang,
" Bagus Tante genit, pergi saja yang jauh, nanti di sana juga banyak ....... ",
Belom selesai Sophia mengakhiri teriakan ga jelasnya, Bu guru Juminten segera memiting dan menguncinya dengan sangat kuat sambil mengaum...... AUM........dan Sophia pun tidak berkutik kembali.
Bro Jeremy tampak bersedih, lalu berkata,
" Kapan kamu akan kembali Ivana ? ",
Ucapnya lembut.
Ivana tersenyum, dan terlihat lelehan air matanya, di sudut mata indahnya,
" Sepertinya dua tahun dari sekarang bang Jeremy ",
Ujar Ivana lirih, sambil menunduk memandang lantai.
Bro Jeremy menghela nafasnya, lalu berkata,
" Aku doakan yang terbaik untukmu ivana ",
Ujar bro Jeremy pelan.
Ivana mengangkat wajahnya, lalu berkata,
" Hanya itu ???
hanya itu sajakah ??
Abang ga nanya alasan kepergian ku dan lainnya ? ",
Ujar Ivana marah, kemudian Ivana berlari meninggalkan ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu, meninggalkan bro Jeremy yang terdiam kaku bagai patung, dengan hidungnya yang mimisan.
Rojali dan bro Aldi saling pandang,
kemudian mereka menghampiri bro Jeremy yang masih terlihat diam membisu.
Rojali pun berkata,
" Bro Jeremy, kamu ga berniat menyusulnya ke Melbourne kan ??
sekalian nyari kangguru ",
Canda Rojali sambil cengengesan.
__ADS_1
Bro Aldi pun berkata,
" Apa rencana mu bro Jeremy ? kami pasti mendukung apapun rencana mu ",
Ujar bro Aldi dengan agak kepo.
Bro Jeremy yang masih diam berdiri memandangi bayangan Ivana yang telah keluar ruangan pun menjawab,
" Aku tidak tau, dan aku bingung ",
Ujar bro Jeremy dengan wajah yang bloon natural.
Sophia berusaha melepaskan diri dari cekikikan Bu guru Juminten, dan akhirnya dia bebas, lalu Sophia mendekati bro Jeremy dengan terlebih dahulu berjanji pada Bu guru Juminten yang menatap galak padanya, bahwa dia tidak akan membuat keributan.
Lalu Sophia berkata dengan manja,
" Pak guru Jeremy yang ganteng, kalo jodoh kan ga akan kemana, kalo sudah takdirnya bersatu, pasti ada jalan untuk kembali,
aku juga baru punya kesempatan dua tahun ke depan, jadi adil kan ?? ",
Ujar Sophia dengan senyuman kemenangan.
Bro Jeremy tampak mendapatkan pencerahan, dia tersenyum dan berkata,
" Kamu pintar Sophia, yang kamu katakan benar sekali, biarlah waktu dan takdir yang mengiringiku untuk memilih jodohku ",
Ujar bro Jeremy pelan.
Sophia tampak sangat senang mendengarnya, dalam hatinya berbunga bunga, bahwa saingan terberat cintanya akan pergi.
Dikala Sophia masih senyum senyum kegirangan, tiba tiba pintu ruangan sang kepala sekolah terbuka kembali,
Dan Ivana kembali muncul sambil berkata keras,
" Bang Jeremy, aku tunggu di lapangan Gasibu mini, hari Minggu jam 4 sore !!! ",
Dan Ivana pun pergi, sambil menutup pintu dengan keras.
Rojali yang berada dekat pintu menjadi korban hentakan pintu yang keras dari ivana,
terlihat dahi Rojali yang benjol, menemani rambut kribonya yang mengembang bagai jamur dan brokoli.
namun mereka segera menahan nafas dan pura pura jaim konsentrasi pada bro Jeremy.
Sophia tampak khawatir dan berkata,
" Pak guru tolong berjanjilah padaku, bahwa engkau tidak akan menemuinya yaa, please ",
Ujar Sophia memohon.
Bro Jeremy hanya tersenyum dan berkata,
" Tidak bisa Sophia, ini adalah permintaan terakhirnya, lagian juga ketemunya di lapangan basket di Gasibu mini, tempat yang ramai orang berolahraga, bukan di tempat yang sepi ",
Ujar bro Jeremy tegas.
Sophia terdiam, dan tidak bisa berkata apa apa, karena perkataan bro Jeremy benar.
Akhirnya mereka semua kembali ke kelas masing masing untuk melanjutkan pelajaran.
Dan baru saja Rojali masuk kedalam kelasnya, dia sudah disambut gelak tawa para muridnya yang sangat antusias dengan benjol di dahinya yang sangat serasi dengan bentuk rambut kribo Rojali yang mirip jamur dan brokoli.
****************
Hari Minggu, Jam 4 sore ,
di lapangan Gasibu mini.
Lapangan Gasibu mini sore itu tampak ramai,
dengan orang orang yang berolahraga.
Tampak di balik pohon kersen, terlihat rambut
kribo yang tersembul di balik dedaunan, disebelahnya hanya terlihat sebaris jambang yang hitam lebat karena tertutup dedaunan.
Tampaknya mereka sedang bersembunyi di sana, namun konyolnya pohon itu tampak bergoyang goyang, dan pant*t mereka menyembul keluar, hingga orang orang yang berlalu lalang di sana, tertawa cekikikan melihat kelakuan konyol mereka.
__ADS_1
Dan di balik pohon jambu juga terlihat bergoyang, namun yang bersembunyi di baliknya sangat cerdik dan rapi,
hanya menyisakan sanggul dan tusuk konde,
dan hanya terdengar suara bersin bersin, seorang pria botak tapi kinclong, yang hidungnya tertusuk oleh tusuk konde Bu guru Juminten.
Di sebrang lapangan Gasibu mini itu terlihat mobil Vellfire hitam yang parkir agak tersembunyi tertutupi oleh pohon kesemek.
Di dalamnya Sophia sedang memberikan pengarahan pada pak Broto sopir pribadinya yang setia.
Sophia memandang layar monitor di dalam mobilnya dengan sangat seksama, mengawasi tiap sudut lapangan basket di Gasibu mini itu dengan kamera dari satelit yang canggih, ternyata dia menggunakan dron e kapal terbang yang mengitari lapangan Gasibu mini itu.
Tepat jam 4 sore, seorang gadis yang sangat cantik, dengan kulit putih, hidungnya mancung bule, dan bermata indah, datang dan berjalan menuju tengah lapangan basket,
dimana bro Jeremy telah berdiri tak bergerak sejak jam 3 sore.
Dengan senyuman yang sangat manis, dan rona bahagia di pipinya, gadis itu menyapa bro Jeremy dengan sangat lembut penuh cinta,
" Halo bang Jeremy, Ivana senang bang Jeremy mau datang kesini ",
Ujar Ivana lembut.
Bro Jeremy tersenyum lembut dan berkata,
" Tentu saja Ivana, bang Jeremy akan menantikan kamu walau cuma dua tahun ",
Ujar bro Jeremy sungguh sungguh.
Ivana tampak tertegun dan berkata,
" benarkah itu bang Jeremy ? "
Tanya Ivana memastikan dia ga salah dengar.
Bro Jeremy pun tersenyum dan berkata,
" Iya, insyaallah selama dua tahun ini, aku ga akan membuka hatiku untuk siapa siapa, sampai waktu 2 tahun berlalu, baru aku akan memilih siapa jodohku sebenarnya untuk dinikahi ".
Ucap bro Jeremy dengan mantap jiwa.
Ivana tersenyum bahagia, lalu berkata,
" Terimakasih bang Jeremy, besok siang aku dan mom's akan berangkat, hatiku sangat senang dan bahagia, kita serahkan saja urusan takdir jodoh kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ",
Ujar Ivana sambil berjalan menghampiri bro Jeremy, sambil memberikan sesuatu.
Dan bro Jeremy langsung menerimanya dan memasukannya ke dalam saku celananya.
Kemudian ivana memeluk bro Jeremy dan mengucapkan perpisahan sambil berlari meninggalkannya.
Tampak bro Jeremy diam terpaku dengan hidung mimisan di tengah lapangan basket.
Di dalam Vellfire hitam, tampak Sophia yang merenung dan kemudian senyumannya tersungging di bibirnya, dan berkata,
" Ayo Pak Broto kita pulang ! ",
Ujarnya pelan.
Vellfire hitam itupun melaju pelan.
Di tengah lapangan basket dimana bro Jeremy berdiri terpaku dengan hidung mimisan itu,
Tampak pohon jambu dan pohon kersen yang aneh, yang goyang goyang dan tercabut akarnya, hingga kedua pohon itu jadi berada tepat di belakang bro Jeremy.
Dan terlihat dibalik daun daun pohon kersen itu, tampak seperti ada jamur atau brokoli yang aneh.
Dan pohon jambu di sebelahnya lebih aneh lagi, karena terdengar pohon jambu itu bersin,
karena hidungnya tertusuk oleh tusuk konde Bu guru Juminten.
Dan bro Jeremy yang lugu dan polos juga bloon, sama sekali tidak curiga dengan kehadiran dua pohon aneh, yang tiba tiba ada di belakangnya itu.
Dia asyik melamun memandang kepergian gadis cantik bernama Ivana.
***************
...Jangan lupa dukung terus yaa Author 😁😁...
__ADS_1
...dengan cara tekan jempol 👍 like dan favoritnya 😁🙏...
...mudah mudahan Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini, terimakasih 😁😁😁...