
Sekolah khusus yang berisi anak anak bandel,
tampak jauh berbeda sekarang, setelah kemunculan dari Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy.
Mereka bertiga walaupun aneh, ajaib, norak dan amburadul sekalipun, tetap sangat ngangenin dan bikin kangen semua orang.
Terutama bagi anak anak ABG murid sekolah khusus tersebut, walaupun mereka selalu menertawakan dan mencemooh bahkan ngerjain ketiga orang guru mereka itu, namun di hati kecil para murid murid yang bandel dan lucu itu, mereka sangat sayang pada ketiga guru mereka yang sangat nyentrik itu.
Dan di pagi hari yang cerah dan ceria ini, seperti biasa di sekolah khusus anak anak bandel itu selalu hangat dengan candaan dan tawa riang para anak anak ABG itu.
Dan hari ini, tampak para anak anak murid ABG itu sedang sibuk membicarakan sesuatu yang sangat spesial dan sangat penting tampaknya.
Ya tentu saja acara spesial itu adalah pesta perpisahan yang rutin diadakan tiap tahun dengan sangat meriah di sekolah khusus itu.
Acara pesta perpisahan itu tiap tahun diselenggarakan dengan meriah untuk memberi ucapan selamat kelulusan untuk murid murid kelas XII yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Dan semua murid murid adik adik kelasnya yang memeriahkan dan mengisi acara tersebut disertai para guru guru dan panitia khusus.
Dan tentu saja dengan para donatur tetap yang kebanyakan adalah konglomerat maka acara pesta ini selalu meriah dan banyak hadiah hadiah door prize yang spektakuler.
Semua orang sangat sibuk dengan persiapan pesta itu, terutama para anak anak ABG yang berjiwa muda dan sedang masa masanya puber itu, mereka sangat menantikan acara pesta perpisahan tersebut, karena ada satu acara yang sangat spesial dan istimewa, yaitu pesta dansa .
Di pesta dansa itu menjadi suatu momen yang spesial, karena disitulah tercipta banyak kesempatan para anak anak ABG yang sedang cinta monyet, untuk bisa dapat kesempatan untuk mengutarakan perasaan terdalam mereka, atau bagi yang jomblo akut dan kronis,
disinilah kesempatan mereka buat cari pasangan.
Dan tampaknya, ketika semua orang di sekolah itu sedang sibuk dan sangat bersemangat untuk menyambut acara pesta perpisahan tersebut, hanya tiga orang aneh yang sangat ajaib dan sangat nyentrik plus sangat langka inilah yang tidak tau sama sekali tentang acara pesta, yang sangat dinantikan oleh semua orang di sekolah.
Ketiga orang aneh bin ajaib yang nyentrik itu sama sekali tidak tau dan tampaknya memang cuek bebek aja, melihat yang lain pada sibuk mempersiapkan acara pesta itu.
Dengan tampang yang culun dan cengengesan, mereka bertiga menjalani hari hari seperti biasa dengan tingkah laku konyol mereka.
***************** ( 。◕‿◕。 ) *****************
Di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal, terlihat Mr Blek yang berkepala plontos dan kinclong sedang meeting bersama Bu guru Juminten dan Bu guru Dona.
Kedua Bu guru yang cantik itu tampak sangat serius mendengarkan pengarahan dari mulut sang kepala sekolah yang fenomenal itu.
Walaupun terlihat kalo Bu guru Juminten dengan cerdik sering menghindari semprotan maut biji biji kacang atau kuaci yang tidak sempurna dikunyah oleh sang kepala sekolah yang dengan semangat cuap cuap berbicara
dengan dahsyat.
Sedangkan Bu guru Dona dengan wajah yang cantik, hanya diam melongo dan ga sadar menerima semprotan biji biji kacang atau kuaci dari mulut Mr Blek yang sedang semangat berbicara, namun ga nyadar kalo dari mulutnya sering menyemprotkan biji kacang dan kuaci.
" Baiklah Bu guru Dona dan Bu guru Juminten,
saya harap kita bisa semaksimal mungkin mempersiapkan acara untuk pesta perpisahan mendatang, akan ada lomba lomba untuk lebih memeriahkan acara nanti,
dan perlombaan itu dapat dimulai Minggu depan, hingga puncak acaranya akan dibagikan hadiah hadiah yang sangat luar biasa, dari para sponsor dan donatur kita,
__ADS_1
pas acara puncak di hari pesta itu, bagaimana
ada pertanyaan Bu guru Dona dan Bu guru Juminten ? ",
Ujar sang kepala sekolah yang fenomenal sambil mengambil kacang dari toples yang ada di mejanya.
Bu guru Dona yang agak polos namun sangat rajin dan disiplin, juga sangat rapih dan teliti,
membuka laptopnya yang terhubung pada layar monitor di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu.
Kemudian terpampang jelas di layar monitor susunan acara untuk kegiatan perlombaan dengan hadiah hadiah yang fantastis tersebut.
" Dari data yang sudah saya kumpulkan bapak kepala sekolah, disini acara lomba diikuti oleh hampir seluruh siswa dan para guru juga, untuk lebih memeriahkan acara pesta perpisahan nanti, disini perlombaan akan diadakan secara tim bukan perorangan, sehingga yang diutamakan adalah kerjasama,
para siswa dikelompokkan berdasarkan kelas
dan wali kelas mereka menjadi pemimpinnya..... ",
Sebelum Bu guru Dona melanjutkan pembahasannya, Mr Blek sang kepala sekolah yang botak dan kinclong segera memotongnya dengan terkaget kaget,
" M-maaf Bu guru Dona, a-apakah berarti ketiga guru ajaib dan nyentrik itu ikut juga ? ",
Tanya Mr Blek dengan cemas dan khawatir.
Bu guru Dona tampak sedikit kaget, namun dia menjawab dengan polosnya,
" Benar bapak kepala sekolah, karena pak Rojali adalah wali kelas B, pak Aldi wali kelas F dan pak Jeremy wali kelas H, jadi mereka otomatis ikut pak kepala sekolah ",
" T-tapi Bu guru Dona, tolong di hapus saja ketiga orang nyentrik itu, diganti yang lain saja, takutnya acara kita berantakan semuanya ",
Ujar Mr Blek panik dan histeris, kemudian melirik Bu guru Juminten minta pertolongan,
namun Bu guru Juminten pura pura konsentrasi membetulkan tusuk konde nya yang nungging di atas sanggul di rambutnya yang menggunung.
Bu guru Dona dengan polos dan dong dong menjawab,
" Tapi ini adalah instruksi dari Madam Jovanka lewat email nya kepada saya, bapak kepala sekolah yang fenomenal ",
Ujar Bu guru Dona dong dong.
Mr Blek tampak sedih stres dan merana, terlihat dari bibirnya yang me lendoy ke bawah, tidak berkutik dan tidak berdaya.
Dengan lemah letih dan lunglai Mr Blek pun berkata,
" Baiklah untuk meeting hari ini kita cukupkan sekian dulu, Bu guru Dona silahkan bisa melanjutkan kembali persiapan, dan Bu guru Juminten tolong stay tune dulu bentar, karena ada yang mau saya diskusikan ",
Ujar Mr Blek dengan wajah yang suram dan me lendoy.
Bu guru Dona yang cantik itu pun tersenyum dan segera keluar dari ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu, dengan diiringi tatapan merana sang kepala sekolah yang berkepala botak namun kinclong.
__ADS_1
Setelah Bu guru Dona keluar dari ruangannya,
Mr Blek segera mulai curhat keresahan hatinya kepada Bu guru Juminten.
" Bagaimana Bu guru Juminten, apa rencana kita nih, saya benar benar tidak bisa memprediksi kekacauan yang bakal ditimbulkan oleh ketiga mahluk ajaib itu nantinya ? ",
Tanya Mr Blek dengan harap harap cemas.
Bu guru Juminten dengan tersenyum anggun,
bak putri dari khayangan yang mengenakan kebaya berwarna putih, dan rambut hitam indahnya yang disanggul menjulang tinggi menggunung ditambah tusuk konde emasnya , menambah kharismatik dan kecantikannya, lalu berkata memberikan solusi pada sang kepala sekolah yang fenomenal itu,
" Tenang saja bapak kepala sekolah yang fenomenal, juri juri pada sesi perlombaan itu
adalah Madam Jovanka sendiri, beserta para dewan direksi kok ",
Ujar Bu guru Juminten tersenyum lembut mencekam.
Mr Blek dengan mata melotot dan mulut menganga, bukannya mendapat ketenangan jiwa mendengar kata kata Bu guru Juminten,
Mr Blek malah langsung kebelet pengen pipis ke WC mendengarnya,
" Hah ??? Suram dan kacau dunia persilatan ini mah dong ",
Ujar Mr Blek sambil melotot dan mulutnya melongo terlihat depresi.
Bu guru Juminten tersenyum geli melihat pria botak namun kinclong dengan kacamata bulat, memakai jas hitam bertubuh pendek didepannya itu, lalu Bu guru Juminten berkata,
" Tenang saja bapak kepala sekolah yang fenomenal, saya akan coba teknik pendekatan pada ketiga mahluk unik dan langka itu, dan bicara dari hati ke hati pada mereka bertiga, agar mereka bisa menahan kekonyolan dan tingkah norak mereka, dan juga berusaha untuk me make over dan make up penampilan mereka yang sangat norak dan memalukan itu pak kepala sekolah ",
Ujar Bu guru Juminten sambil merona merah pipinya .
Mr Blek tampak menghela nafas sedikit lega,
kemudian dia berkata,
" Baiklah Bu guru Juminten, saya sangat mengandalkan anda nih, tolong kalo bisa si Rojali yang kribo itu di botakin aja rambutnya agar rapih, dan celananya juga diganti pake celana yang keren, biar uangnya dari dana kas kita yang banyak itu, kemudian si jambang yang tidak simetris juga kalo bisa di pangkas aja gundul semua jambang nya jadi rata, udah gitu si bule itu kalo bisa dicukur bulu hidungnya supaya ga nongol keluar gitu, dan ganti celananya yang ngatung kekecilan itu Bu guru Juminten !! ",
Ujar Mr Blek bersemangat mengutarakan hasrat menggelora di dadanya.
Bu guru Juminten tersenyum lebar dan mengangguk pada Mr Blek yang kini terlihat bersemangat kembali.
****************** ( 。◕‿◕。 ) ************
...Hai para pembaca yang Budiman 😁🙏😀...
...jangan lupa dukung Author 😁🙏🙏...
...dengan jempol 👍 like dan favoritnya ❤️❤️...
__ADS_1
...do'akan semoga Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini 😁🙏🙏 salam hangat dan terimakasih ...