Cinta Memang Aneh

Cinta Memang Aneh
Kejutan dari Madam Jovanka bagian ke 3


__ADS_3

Hari hari yang indah dan ceria, tidak terasa cepat bergulir diliputi suasana riang gembira


dan penuh kebahagiaan dari hampir semua murid murid ABG dan juga para guru guru di sekolah khusus anak anak bandel itu, dalam


menyambut pesta meriah dengan hadiah hadiah yang sangat menggoda, dan khususnya menantikan pesta dansa.


Namun tidak begitu halnya dengan Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu.


Mr Blek makin hari menjelang acara spektakuler itu justru terlihat makin stres dan depresi, terlihat dari sorot matanya yang cekung merana, tubuh yang sempoyongan karena kurang cairan akibat ke WC terus menerus, dan jadi sering latah dan kagetan.


Itu semua disebabkan karena sampai hari ini Bu guru Juminten belum berhasil untuk me make over dan me make up ketiga mahluk ajaib dan nyentrik itu.


Sering terlihat Rojali dikejar kejar oleh Bu guru Juminten yang memegang gunting cukur, dan kain serbet, tentu saja Rojali kabur melarikan diri dengan jurus lompat kodok yang sudah sangat terlatih dan sudah mencapai tingkat master lompat kodok, karena Rojali tidak mau rambut kribo kesayangannya itu di botakin sama Bu guru Juminten yang mengejarnya dengan memakai kain kebaya bermotif loreng macan,


dan tak lupa dengan sanggul rambutnya yang menjulang tinggi menggunung disertai tusuk konde emasnya yang nungging.


Atau terlihat pula di lain kesempatan bro Aldi ngumpet di WC karena Bu guru Juminten bersikeras mencukur bulu jambang yang lebat sebelah, agar dua duanya gundul klimis,


tentu saja bro Aldi pun juga ogah untuk dicukur klimis, karena bagi bro Aldi bulu jambang itu adalah simbol kejantanan dirinya yang macho.


Dan yang terakhir adalah usaha Bu guru Juminten untuk bisa mencukur habis bulu hidung bro Jeremy agar bro Jeremy lebih tampan dengan tidak adanya bulu hidung yang sering ga sopan nongol keluar, namun


usaha Bu guru Juminten lagi lagi selalu gagal


karena Sophia dan gengnya selalu menjaga bro Jeremy dengan ketat, sehingga Bu guru Juminten tidak mempunyai celah sedikitpun dan tidak berkutik untuk bisa mendekati bro Jeremy.


Akhirnya setelah berulangkali usaha Bu guru Juminten gagal, akhirnya Bu guru Juminten merubah strateginya, dan terjadilah gencatan senjata diantara mereka.


Bu guru Juminten membujuk ketiga mahluk ajaib unik dan nyentrik itu untuk mau sedikit aja agak rapih.


Dan akhirnya dengan sangat terpaksa Rojali si kribo bagai jamur dan brokoli yang selalu mengenakan celana jeans cutbray yang banyak benang kusutnya itu, akhirnya dengan sangat terpaksa bersedia mengenakan tuksedo dengan dasi kupu kupu yang manis, namun dengan syarat rambut kribo nya ga boleh disentuh sama sekali, dan Rojali bersedia mengenakan helm batoknya yang berwarna pinky dengan gambar hello k**y di belakangnya.


Dan bro Aldi benar benar trauma apabila Bu guru Juminten memegang gunting, karena bro Aldi sangat takut bulu jambang kebanggaannya itu dibuat gundul klimis, Maka bro Aldi mengajukan syarat kalo Bu guru Juminten sama sekali ga boleh pegang gunting, gantinya adalah bro Aldi bersedia kalo sisi jambang yang gundul di pipi sebelah kiri bro Aldi disemprot dan di lukis pake spidol hitam,


agar terlihat simetris bulu jambang nya.


Dan bro Aldi bersedia mengganti kemeja polkadot yang sudah setahun lebih ga pernah di ganti itu, dan mengenakan tuksedo yang sama dengan Rojali.


Sedangkan bro Jeremy sama sekali tidak bisa didekati oleh Bu guru Juminten, bro Jeremy hanya duduk diseberang Bu guru Juminten sejauh tiga meter, dan Sophia and the geng lah yang berdiplomasi dengan Bu guru Juminten, akhirnya bulu hidung bro Jeremy selamat ga dicukur, namun dia juga harus mengganti celana katunnya yang ngatung yang menyembulkan bulu bulu kakinya itu


dengan tuksedo keren yang sama dengan Rojali dan bro Aldi.


Akhirnya Bu guru Juminten dan Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu dapat menarik nafas sedikit lega, dengan dapat mengurangi tingkat norak dan keanehan tiga mahluk ganjil yang luar biasa bikin geli dan ngakak itu.


*************** ( (◔‿◔) ) ****************


Di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal, terlihat sang kepala sekolah yang


berkepala plontos dan kinclong sedang duduk di Sofanya yang empuk sambil senyum


senyum.


Mr Blek terlihat lebih tenang dan berwibawa kembali, setelah mendapat ketenangan jiwanya kembali.

__ADS_1


Kemudian Mr Blek pun memanggil Bu guru Dona dan Bu guru Juminten untuk meeting membahas persiapan acara yang hanya beberapa hari lagi itu.


Bu guru Juminten datang sambil tersenyum anggun, dengan sanggul rambutnya yang menjulang tinggi dan menggunung disertai tusuk konde emasnya yang nungging.


Dengan mengenakan kain kebaya cerah berwarna pinky, dan selop kaca pinky menambah keanggunan bak putri kahyangan


yang turun dari langit ketujuh, Bu guru Juminten berjalan gemulai dan duduk di sofa empuk di depan meja sang kepala sekolah yang fenomenal.


Tak lama kemudian munculah Bu guru Dona yang cantik namun agak dong dong, membawa semua perlengkapan meeting nya yang terlihat seabrek dengan kertas kertas yang bertumpuk, hingga Bu guru Dona jalannya agak sedikit sempoyongan dan kedodoran dengan banyaknya berkas berkas dan kertas kertasnya.


Dengan sempoyongan Bu guru Dona berjalan dan duduk di sofa empuk disebelah Bu guru Juminten, dengan tak lupa melemparkan berkas berkas kertasnya itu di atas meja, dan


Bu guru Dona tampak sangat lega sekali.


Sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu tersenyum dan berkata,


" Selamat pagi Bu guru Dona dan Bu guru Juminten, mari kita mulai pembahasan persiapan acara lomba yang diadakan untuk memeriahkan acara pesta perpisahan nanti ",


Ujar Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal, membuka pembicaraan.


Bu guru Dona yang sudah mempersiapkan dengan sangat lengkap dan matang, mulai sibuk mencari cari kertas dan berkas berkas yang bertumpuk dan berantakan di meja sang kepala sekolah itu.


Dan setelah menemukan sebuah berkas file yang dia cari, maka sambil tersenyum dia berkata,


" Bapak kepala sekolah yang fenomenal, saya sudah membuat daftar untuk peserta lomba,


untuk pembagian kelas sebagai berikut :


Kelas A dengan Wali kelasnya Mr Joni


Kelas C dengan Wali kelasnya Mr Odong


Kelas D dengan Wali kelasnya Mr Tukimin


Kelas E dengan Wali kelasnya Mr Subrata


Kelas F dengan Wali kelasnya Mr Aldi


Kelas G dengan Wali kelasnya Mr Bejo


Kelas H dengan Wali kelasnya Mr Jeremy


Kelas I dengan Wali kelasnya Mr Paijo


Kelas J dengan Wali kelasnya Mr Darsono


Kelas K dengan Wali kelasnya Mr Agus


Kelas L dengan Wali kelasnya Mr Yana


Kelas M dengan Wali kelasnya Mr Caca


Kelas N dengan Wali kelasnya Mr Ibro

__ADS_1


Kelas O dengan Wali kelasnya Mr Gumilar


Kelas P dengan Wali kelasnya Mr Sabil


Kelas Q dengan Wali kelasnya Mr Helmi


Kelas R dengan Wali kelasnya Mr Syauqi


Kelas S dengan Wali kelasnya Mr Jabrik sakti


Kelas T dengan Wali kelasnya Mr Aceng


Kelas U dengan Wali kelasnya Mr Yuda Chang


Kelas V dengan Wali kelasnya Mr Ading


Kelas W dengan Wali kelasnya Mr Bobi


Kelas X dengan Wali kelasnya Mr Lebay


Kelas Y dengan Wali kelasnya Mr Pinky boy


Kelas Z dengan Wali kelasnya Mr Macho Man


Dan untuk juri kehormatan yaitu Madam Jovanka beserta staf direksi ",


Ujar Bu guru Dona terengah-engah menjelaskan dengan nafas yang memburu bagai habis lari maraton.


Mr Blek dan Bu guru Juminten melongo takjub mendengarnya.


Bu guru Dona pun menambahkan,


" Hadiahnya sangat menarik nih bapak kepala sekolah yang fenomenal, ada hadiah liburan ke Zimbabwe, hadiah liburan ke Gurun Sahara, hadiah liburan ke Sungai Nil dan Sungai Amazon dan hadiah uang milyaran rupiah, serta beberapa mobil sport dan juga barang barang elektronik yang menggoda ",


Ujar Bu guru Dona sambil tersenyum misterius.


Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu menghela nafas panjang kemudian berkata,


" Baiklah Bu guru Dona dan Bu guru Juminten,


semoga acara untuk besok lusa berjalan lancar, semoga tidak ada kehebohan dan kejutan kejutan yang aneh dan ajaib yang mengacaukan acara nanti, silahkan Bu guru Dona dan Bu guru Juminten untuk mempersiapkan kembali acara selanjutnya ! ",


Ujar sang kepala sekolah yang fenomenal dengan senyum ragu, karena bayang bayang si kribo yang mumbul dan berjambul terus menari disko dibenak Mr Blek sang kepala sekolah yang berkepala botak dan kinclong itu.


Bu guru Dona pun beranjak keluar dari ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu, meninggalkan sang kepala sekolah dan Bu guru Juminten yang masih terlihat agak stres membayangkan ketiga mahluk aneh bin ajaib yang super norak dan nyentrik dan amburadul itu.


***************** ( 。◕‿◕。 ) **************


...Hai para pembaca yang Budiman 😁😁🙏...


...jangan lupa dukung Author 😁🙏🙏...


...dengan jempol 👍 like dan favoritnya ❤️❤️...

__ADS_1


...mohon doanya ya agar Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini 😁🙏🙏...


...terimakasih (◔‿◔)...


__ADS_2