Cinta Memang Aneh

Cinta Memang Aneh
Khasiat Buah Mengkudu


__ADS_3

Rojali terbangun di kolong tempat tidurnya sambil memeluk si Ketty, sepatu kets nya yang sudah jebol.


" Waduh mimpi yang aneh banget semalam,


masa mimpi main catur sama sang bokap,


dan aku terus terusan push up, karena kalah melulu ",


Gumam Rojali sambil mengingat ingat mimpinya semalam.


" Kalo dipikir-pikir sudah agak lama juga, ga maen ke rumahnya neng Fanny, semenjak ada cowok yang ngaku pacarnya,


aku harus kesana untuk silaturahmi sama bokap nya,, karena menjaga silaturahmi itu sudah kewajiban ",


Pikir Rojali sambil tersenyum dan bersemangat, karena tujuannya memang hanya ingin silaturahmi dengan sang bokap,


yang sering maen catur dengannya.


Rojali pun segera mandi dan gosok gigi,


tak lupa menyikat rambut kribonya yang mumbul jambul dan bandel.


Sambil bersiul riang Rojali keluar dari kamar mandi, dan langsung menyambar kaos berwarna ungu jomblo bertuliskan,


TAHAN BANTING


Sambil tersenyum puas Rojali langsung mengenakan celana jeans cutbray andalannya, yang makin parah rumbai-rumbai nya, hingga makin mirip penyanyi disko tahun 60an.


Dan langsung mengenakan si Ketty yang sebelah ada di kolong tempat tidur, dan yang sebelah lagi ada di atas kloset kamar mandi.


Rojali bergegas turun, karena Rojali berniat mampir dulu ke rumah sang bokap, sebelum mengajar di sekolah.


Di bawah sudah menunggu Bu Juleha yang sudah cengengesan melihat rambut kribo Rojali yang mumbul.


" Hahahaha....hahahaha....hahahaha.......


selamat pagi, nak Rojali yang mumbul berjambul dan tidak gundul, hahahaha...


pagi bener nih, mau kemana nak Rojali?,


itu tulisannya, hahahaha...hahahaha.....


TAHAN BANTING , hahahaha...hahahaha...


memangnya nak Rojali karung beras, hahahaha....hahahaha... ",


Tawa Bu Juleha, menyambut Rojali yang baru turun dari tangga.


Rojali yang sedang buru buru, sangat terharu dengan perhatian ibu kosannya itu,


" Selamat pagi Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, Rojali mau mampir dulu ke rumah neng Fanny untuk silaturahmi sama sang bokap, udah lama ga maen kesana, takutnya sang bokap kangen ",


Ujar Rojali menerangkan.


Bu Juleha yang mendengar itu, langsung memberi semangat dan menyuruh Rojali berangkat, agar tidak terlambat mengajar.


Rojali pun pamitan pada Bu Juleha,


dan segera mengendarai Vespa bututnya yang mengeluarkan suara suara aneh dan sangat berisik itu,


...... DUT........ DUT......... DUT...........


Akhirnya Rojali sampai di depan rumah neng Fanny yang megah,


Rojali celingukan, dan akhirnya menemukan mbok Pokiyem yang sedang nyapu di teras.


" Assalamualaikum, bapak ada mbok Pokiyem ? ",


Tanya Rojali sopan.


" Waalaikum salam nak Rojali,


kebetulan bapak lagi sakit, tapi saya coba tanya ke ibu dulu ya, silahkan masuk ",

__ADS_1


Ujar mbok Pokiyem, dan buru buru masuk ke dalam rumah.


Rojali sangat kaget dan sedih mendengarnya,


Rojali pun duduk di ruang tamu, tempat dia sering bermain catur bersama sang bokap,


Tak lama kemudian, ibunya Fanny keluar menemui Rojali di ruang tamu,


" Nak Rojali kemana saja, sudah lama ga maen kesini ? ",


Ujar ibunya Fanny, ramah.


" Maaf Tante, kemaren Rojali sibuk mengajar di sekolah, ini juga Rojali sempatkan mampir dulu kesini untuk silaturahmi Tante ",


Ujar Rojali kangen.


Ibunya Fanny pun melanjutkan obrolannya,


" Nak Rojali, kebetulan om sedang sakit,


Darah tingginya kambuh, jadi beristirahat di kamar ",


Ujar ibunya Fanny sedih.


Rojali yang mendengar itupun kaget dan berkata,


" Tante , adakah yang bisa Rojali bantu ? agar om cepat sembuh ",


Tanya Rojali dengan sangat lembut.


Ibunya Fanny tampak ragu dan ga enak,


lalu berkata,


" Sebenarnya ada buah yang sangat baik buat obat darah tinggi, dan banyak khasiat lainnya,


namanya buah mengkudu,


namun sulit sekali mendapatkannya, dan buah itu sangat bau ",


Mata Rojali berbinar dan bersemangat,


lalu Rojali berkata,


" Tante , ijinkan Rojali mencari buah itu buat kesembuhan om ya,


Rojali segera mencarinya sekarang Tante ",


Ujar Rojali sangat bersemangat.


Sang Tante pun terharu dan berkata,


" Maaf , jadi merepotkan nak Rojali nanti "


Ujar sang Tante bimbang.


Rojali dengan sangat mantap dan bersemangat berkata,


" Tentu tidak merepotkan kok Tante , dengan senang hati dan ikhlas Rojali akan berusaha menemukan buah itu demi kesembuhan om ".


Ujar Rojali dengan mantap jiwa.


Akhirnya Rojali pamitan untuk segera mencari buah mengkudu.


Dengan mengendarai Vespa bututnya,


Rojali berputar putar di sepanjang jalan kota,


untuk mencari buah mengkudu, namun dia tidak menemukannya.


Akhirnya Rojali beristirahat sejenak di lapangan Gasibu mini, tempat biasa dia berkumpul bersama sobat sobatnya yang antik.


Dan ketika Rojali sedang beristirahat, tanpa sengaja dia menatap sebuah pohon yang rindang dan berbuah, dan ketika dia lihat buahnya berbentuk lonjong dan berbintik .

__ADS_1


Rojali pun tersenyum dan berkata riang,


" Itu dia buah mengkudu ",


Ujarnya semangat.


Rojali pun bersiap untuk memanjat pohon tersebut,


Dengan celana jeans cutbraynya yang banyak rumbai-rumbai nya ,


Rojali agak kesulitan memanjat pohon mengkudu itu, karena celana jeans cutbray nya banyak nyangkut pada dahan dahan pohon, hingga makin banyak yang robek.


Rojali pun hampir jatuh dari pohon karena kakinya terpeleset dari dahan yang dipijaknya,


Namun berkat kegigihan tekadnya, demi kesembuhan sang bokap, akhirnya Rojali berhasil mendapatkan buah mengkudu itu.


Setelah berhasil mendapatkan buah mengkudu, Rojali bergegas ke rumah Fanny .


Sang Tante sangat terharu,


melihat kedatangan Rojali yang compang camping bagai pulang dari Medan pertempuran,


demi mendapatkan buah mengkudu itu.


" Nak Rojali, terimakasih banyak ya ",


Ujar sang Tante, sangat terharu .


" Iya Tante sama sama, Alhamdulillah buah mengkudu nya berhasil ditemukan, semoga om cepat sembuh ya Tante ,


Rojali pamit mau langsung ke sekolah untuk mengajar ".


Ujar Rojali sambil tersenyum.


Sang Tante dengan sangat senang dan terharu, melepas kepergian Rojali,


yang mengendarai Vespa bututnya dengan meninggalkan suara suara aneh dan berisik dari kenalpotnya yang bocor,


...... DUT....... DUT.........DUT..........


Rojali buru buru menjemput sobat sobatnya, yang pastinya sudah menunggunya dari tadi,


karena Rojali sudah telat 3 jam.


Dan benar saja,


sudah terlihat bro Aldi sedang jongkok di depan gang rumahnya,


dengan muka yang merah akibat jerawat nya yang bertambah matang, karena berjemur di bawah sinar matahari, dan betisnya yang bengkak, karena jongkok 3 jam.


Bro Aldi yang melihat kedatangan Rojali tampak tersenyum dan sama sekali tidak marah dan berkata,


" Syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa bro Rojali, aku sangat khawatir banget, kamu nyangkut atau terseret air bah ",


Ujar bro Aldi sambil tersenyum bahagia.


" Mari kita jemput bro Jeremy, kasihan dia bisa jadi bule matang hihihihi , nanti di jalan sambil aku ceritakan kejadian yang sangat seru ini ",


Ujar Rojali sambil tertawa riang.


Akhirnya, mereka berdua segera menjemput sobat mereka yang satu lagi,


yang ternyata memang benar,


sudah lebih merah, dan matang wajahnya,


karena bro Jeremy malah sengaja menengadahkan wajahnya ke arah matahari,


Dan ketika Rojali dan bro Aldi menanyakan alasannya mengapa,


Bro Jeremy menjawab dengan lugu dan polos, bahwa dia sedang menjemur bulu hidungnya yang nakal agar tidak sering keluar dari sangkarnya.


Mereka bertiga pun tertawa terbahak bahak, dan segera berboncengan menaiki Vespa bututnya Rojali,

__ADS_1


untuk segera menuju ke sekolah tempat mereka mengajar,


karena mereka sudah terlambat.


__ADS_2